Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Efektivitas Program Dapur Kuliner Nusantara BAZNAS dalam Peningkatan Kesejahteraan Mustahik pada Masa Pandemi Elsa Selvia; Asnita Frida Sebayang
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis (JRIEB)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrieb.vi.1177

Abstract

Abstract. BAZNAS as a body that manages zakat funds also responds to the phenomenon that occurs today by issuing various programs to save the benefit of the people. The Dapur Kuliner Nusantara Program is one of the programs aimed at helping culinary businesses affected by Covid-19 through the provision of business capital in the form of food package production carried out by warung businesses. This study aims to determine how the effectiveness of the Dapur kuliner nusantara program in improving the welfare of mustahik which is reviewed on the income side. The research method used in this study is descriptive quantitative method with likert scale analyst tool. The findings of this study imply Dapur Kuliner Nusantara program is very effective in improving the welfare of mustahik shown by the increase in income after mustahik receive program assistance. The average value of the measurement of the effectiveness of the overall indicator is 80.16% which means “very effective” with the details of the indicators on target 91.45% (very effective), achievement of goals 82.11% (very effective), real change 78.16% (quite effective), monitoring program 68.95% (quite effective). Abstrak. BAZNAS sebagai badan yang mengelola dana zakat turut menanggapi fenomena yang terjadi dimasa kini dengan mengeluarkan berbagai Program untuk menyelamatkan kemaslahatan umat. Program Dapur Kuliner Nusantara merupakan salah satu program yang ditujukan untuk menolong pelaku usaha kuliner yang terdampak Covid-19 melalui pemberian modal usaha dalam bentuk produksi paket makanan yang dilakukan oleh pelaku usaha warung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas program dapur kuliner nusantara dalam peningkatan kesejahteraan mustahik yang ditinjau pada sisi pendapatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif dengan alat analis skala likert. Hasil temuan dari penelitian ini menyiratkan Program Dapur Kuliner Nusantara sangat efektif dalam peningkatan kesejahteraan mustahik yang ditunjukan dengan terjadinya peningkatan pendapatan setelah mustahik menerima bantuan program. Nilai rata-rata pengukuran efektivitas dari keseluruhan indikator yaitu 80,16% yang artinya “Sangat efektif” dengan rincian indikator tepat sasaran 91,45% (Sangat Efektif), tercapainya tujuan 82,11% (Sangat Efektif), perubahan nyata 78,16% (Cukup Efektif), pemantauan program 68,95% (Cukup Efektif).
Infrastructure Investment and Its Impact to Regional Development Asnita Frida Sebayang; Lesta Karolina Sebayang
Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 3 (2020): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v9i3.38859

Abstract

This study was conducted in eight strategic regional development in Indonesia that represent the characteristics of strategic development regions in Indonesia by applying the quantitative-qualitative mixed-method approach. The results of the study show that infrastructure provides a tendency to improve regional economies with different variations in the short term in terms of quantity (economic growth, quality aspects (Human Development Index), and variations in regional competitive advantage. Infrastructure investment also has a different impact associated with reducing regional inequality. In some regions, investment in infrastructure is followed by an increase in inequality, which is indicated by an increase in the value of the Theil Index while in other growth center regions, regional inequality has declined. The results from the measurement of regional inequality indicate that more regions are decreasing in regional inequality compared to those experiencing an increase in regional inequality. This study found some strategic development regions that are progressing and growing fast, namely the Batam-Tanjungpinang and Makassar-Pare-pare-Mamuju strategic development regions. The study also found the fast-growing strategic development regions namely; Kupang-Atambua; Gorontalo-Mobagu City; Ambon-Masohi, and Sorong-Manokwari. Regional development still requires multiple strategies to optimize the functions of infrastructure that have been and will be in the future
Analisis Resource-Based View dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis BUM Desa Faridah Rahman; Asnita Frida B.R Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.9923

Abstract

Abstract. Cibiru Wetan Village and Cipamekar Village utilize natural resources for village tourism. Cipamekar Village's Sirah Cipelang Spring is still under development, while Cibiru Wetan Village already holds the title of a tourist village. This condition leads the research to a comparative analysis between the two villages through the resource base of Cipamekar Village and Cibiru Wetan Village. This research is descriptive qualitative research using a resource-based view through a case study approach, through VRIO (Valuable, Rare, Imitability, Organisation) analysis to identify the competitive advantage of Cipamekar Village by looking at Cibiru Wetan Village as a competitor. The data used in this study are primary and secondary. The results show that Cibiru Wetan Village has stronger tangible resources, intangible resources, and capabilities than Cipamekar Village. All of these resources can create opportunities for Cipamekar Village to benefit economically. On the other hand, Cipamekar Village does not have regulations for organizing resources and capabilities. The competitive advantage of Cipamekar Village is the natural resources in the form of Sirah Cipelang Spring and cooperation with third parties. Abstrak. Desa Cibiru Wetan dan Desa Cipamekar memanfaatkan sumber daya alam sebagai wisata desa. Objek wisata Mata Air Sirah Cipelang yang dimiliki Desa Cipamekar masih dalam tahap pengembangan, sementara Desa Cibiru Wetan sudah menyandang titel desa wisata. Kondisi tersebut membawa penelitian pada analisis komparatif antara kedua desa tersebut melalui basis sumber daya yang dimiliki oleh Desa Cipamekar dan Desa Cibiru Wetan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sumber daya berwujud (tangible assets), sumber daya tidak berwujud (intangible assets), dan kapabilitas (capability), serta keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Desa Cipamekar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber daya dan kapabilitas Desa Cipamekar guna memunculkan keunggulan kompetitif dalam pengembangan wisata desa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan resource-based view melalui pendekatan studi kasus, melalui analisis VRIO (Valuable, Rare, Imitability, Organization) untuk mengidentifikasi keunggulan kompetitif Desa Cipamekar dengan melihat Desa Cibiru Wetan sebagai pesaing. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Cibiru Wetan mempunyai sumber daya berwujud, sumber daya tidak berwujud, dan kapabilitas yang lebih kuat dibandingkan Desa Cipamekar. Seluruh sumber daya mampu memunculkan peluang bagi Desa Cipamekar untuk mendapatkan keuntungan secara ekonomis. Pada sisi lain Desa Cipamekar belum memiliki regulasi dalam mengorganisir sumber daya dan kapabilitas. Keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Desa Cipamekar ialah sumber daya alam berupa Mata Air Sirah Cipelang dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga.
Potensi Penerapan Sistem Circular Economy Pada Industri Tempe Di Lingkungan Sambilawang Kelurahan Cibeber Rista Ayu Ningtias; Asnita Frida B.R Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.9926

Abstract

Abstract. The concept of a circular economy is an economic model in which consumed goods can be recycled through the 5R principle. It can be seen in the context of achieving the goals of sustainable development. Countries are strengthening their commitments and efforts through the implementation of circular economies in economic, social, and environmental issues through low-carbon development. This research aims to learn about the application of 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Refurbish, and Renew), how the waste treatment systems exist in the Sambilawang environment, and what the potential of waste treatment in the tempe industry is based on 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Refurbish, and Renew). This research uses quantitative methods. The analysis used in this research is descriptive analysis. The data used in this study is primary data. The research tools used in this research are observations, questionnaires, and interviews. This research data collection technique uses a Likert scale. The results of this research show that the implementation of a circular economy in the tempe industry in the Sambilawang environment has been done quite well, but its implementation is not yet optimal. This can be seen from the average score for each 5R principle: for the reduce principle, the average score was 2.96 (quite good), for the reuse principle, the average score was 3.27 (fairly good), for the recycle principle, the average score was 2.48 (not good), then for the refurbish principle, with an average score of 3.61 (good), and for the renew principle, with an average score of 3.14 (fairly good). The overall average score of the 5R principles is 3.08. If this score is included in the categorization, it will fall into the quite good category. Abstrak. Konsep ekonomi sirkular adalah model ekonomi dimana barang yang sudah dikonsumsi dapat diolah kembali melalui prinsip 5R. Hal itu dapat dilihat dalam rangka pemenuhan target tujuan pembangunan berkelanjutan. Negara-negara memperkuat komitmen dan upaya melalui implementasi ekonomi sirkular dalam permasalah ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui pembangunan rendah karbon. Semakin menguatnya mengenai pandangan tentang strategi pembangunan, bahwa dalam mewujudkannya pembangunan berkelanjutan dengan menerapkan sistem ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Refurbish, dan Renew), bagaimana sistem pengolahan limbah yang ada di Lingkungan Sambilawang, dan untuk mengetahui potensi apa saja dari pengolahan limbah pada industri tempe berdasarkan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Refurbish, dan Renew). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu menggunakan observasi, kuesioner, dan wawancara. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ekonomi sirkular pada industri tempe di Lingkungan Sambilawang adalah sudah cukup baik dilakukan tetapi belum optimal dalam penerapannya. Hal itu dapat dilihat dari skor rata-rata tiap prinsip 5R, pada prinsip reduce dengan skor rata-rata sebesar 2,96 (cukup baik), untuk prinsip reuse skor rata-rata sebesar 3,27 (cukup baik), pada prinsip recycle skor rata-rata sebesar 2,48 (tidak baik), selanjutnya prinsip refurbish dengan skor rata-rata 3,61 (baik), dan prinsip renew dengan skor-rata-rata sebesar 3,14 (cukup baik). Skor rata-rata keseluruhan dari prisip 5R sebesar 3,08. Skor tersebut jika dimasukkan kedalam kategorisasi, maka masuk kedalam kategori cukup baik.
Pengaruh PDRB atas Harga Konstan, Jumlah UMKM dan Jumlah Investasi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2018-2021 Ilham Fadlilah; Asnita Frida Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10778

Abstract

Abstract. The aim of this thesis research is to (1) find out the influence of GRDP at constant prices on labor absorption in the MSME sector in West Java Regency/City in 208-2021; (2) to find out how the number of MSMEs influences employment in the MSME sector in West Java Regency/City in 208-2021; (3) to find out how the amount of investment affects labor absorption in the MSME sector in West Java Regency/City in 208-2021; (4) to find out the influence of GRDP on constant prices, the number of MSMEs and the amount of investment on employment in the MSME sector in West Java Regency/City in 208-2021.This research uses quantitative methods with descriptive and verification research types. The data used in this research is secondary data from 2008-2021 obtained from the Central Statistics Agency. The data analysis technique uses Ordinary Least Squared (OLS).The research results show that partially GRDP at constant prices, the number of MSMEs and the amount of investment have a significant effect on labor absorption in the MSME sector in West Java Regency/City in 2008-2021; Simultaneously GRDP at constant prices, the number of MSMEs and the amount of investment do not have a significant effect on employment in the MSME sector in West Java Regency/City in 2008-2021. Abstrak. Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk (1) mengetahui bagaimana pengaruh PDRB atas harga konstan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 208-2021; (2) untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 208-2021; (3) untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah investasi terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 208-2021; (4) untuk mengetahui bagaimana pengaruh PDRB atas harga konstan, jumlah UMKM dan jumlah investasi terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 208-2021 Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari tahun 2008-2021 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Teknik analisis data menggunakan Ordinary Least Squared (OLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial PDRB atas harga konstan, jumlah UMKM dan jumlah investasi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2008-2021; Secara simultan PDRB atas harga konstan, jumlah UMKM dan jumlah investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor UMKM di Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2008-2021.
Analisis Penggunaan Sibakul Jogja dalam Upaya Penguatan UMKM Melalui Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Erta Apriliana; Asnita Frida Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11585

Abstract

Abstract. Sibakul Jogja is a digital transformation innovation that focuses on assistance and training for cooperatives and SMEs in utilizing digital technology for business development. In the era of digitalization, MSMEs must make the best use of digital technology in running their business. Sibakul Jogja has many benefits, such as expanding markets and developing businesses more quickly. During the three years of using Sibakul Jogja, no one has analyzed and evaluated the Sibakul Jogja platform for strengthening MSMEs. Based on this phenomenon, the focus of the problem formulation that will be studied and answered in detail in this research is how to accept the use of Sibakul Jogja for the development of MSMEs. Researchers use a quantitative descriptive research type using an approach Technology Acceptance Model (TAM). The population selected in this study were MSMEs registered in Sibakul Jogja, totaling 408 respondents. The sampling technique was using the Slovin formula calculation a total research sample of 80 students. The data collection technique used in this research is a questionnaire. The data analysis technique is descriptive statistical analysis. The results of this research are: (1) The perception of convenience variable, the perception of usefulness variable, and the interest in using variable have very good acceptance. The attitude to use variable and the actual use variable have good acceptance. (2) The perceived usefulness variable received the highest because Sibakul Jogja has many benefits that can be obtained by MSMEs DIY. Abstrak. Sibakul Jogja merupakan inovasi transformasi digital yang berfokus kepada pendampingan dan pelatihan bagi koperasi dan UKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usahanya. Di era digitalisasi, pelaku UMKM harus memanfaatkan teknologi digital sebaik mungkin dalam menjalankan bisnisnya. Sibakul Jogja memiliki banyak manfaat seperti memperluas pasar dan mengembangkan usaha dengan lebih cepat. Selama tiga tahun penggunaan Sibakul Jogja belum ada yang menganalisis dan mengevaluasi platform Sibakul Jogja untuk penguatan UMKM. Berdasarkan fenomena tersebut, maka yang menjadi fokus rumusan masalah yang akan dikaji dan dijawab dengan rinci dalam penelitian ini mengenai bagaimana penerimaan penggunaan Sibakul jogja untuk pengembangan UMKM. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM yang terdaftar Sibakul Jogja sebanyak 408 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan perhitungan rumus slovin sehingga sampel penelitian sebanyak 80 siswa. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Variabel persepsi kemudahan, variabel persepsi kemanfaatan, dan variabel minat menggunakan memiliki penerimaan yang sangat baik. Variabel sikap menggunakan dan variabel penggunaan yang sesungguhnya memiliki penerimaan yang baik. (2) Variabel persepsi kemanfaatan penerimaannya paling tinggi dikarenakan Sibakul Jogja memiliki banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh pelaku UMKM DIY.
Pengaruh Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Provinsi terhadap Kemiskinan Ekstrem di 34 Provinsi Indonesia Tahun 2021-2022 Diynna Rahmawati; Asnita Frida Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.12233

Abstract

Abstract. Extreme Poverty is a condition of the inability of the community to meet basic needs, namely food, clean water, proper sanitation, health, housing, education and access to information on income and social services. Someone is categorized as extreme poor if the cost of their daily needs is below the extreme poverty line. This study aims to determine the effect of Population, Human Development Index and Provincial Minimum Wage on Extreme Poverty in 34 Provinces of Indonesia. The analysis method used in this study is regression of panel data with a Random Effect Model (REM) approach. Cross-section effect results obtained, there are two provinces that have the highest effect value, namely West Java Province of 267.1881 and East Java Province of 193.0410. The results of the analysis obtained, it can be seen that the variable Number of Population has a positive and significant effect on the variable of Extreme Poverty in 34 Provinces of Indonesia, and the variables of the Human Development Index and Provincial Minimum Wage have a negative and significant effect on the variable of Extreme Poverty in 34 Provinces of Indonesia. Abstrak. Kemiskinan Ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, yaitu makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan akses informasi terhadap pendapatan dan layanan sosial. Seseorang dikategorikan miskin ekstrem jika biaya kebutuhan hidup sehari-harinya berada di bawah garis kemiskinan esktrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Provinsi terhadap Kemiskinan Ekstrem di 34 Provinsi Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil Cross-section effect yang diperoleh, terdapat dua Provinsi yang memiliki nilai effect tertinggi yaitu Provinsi Jawa Barat sebesar 267.1881 dan Provinsi Jawa Timur sebesar 193.0410. Hasil analisis yang diperoleh, dapat diketahui bahwa variabel Jumlah Penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kemiskinan Ekstrem di 34 Provinsi Indonesia, serta variabel Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Provinsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel Kemiskinan Ekstrem di 34 Provinsi Indonesia.
Strategi Pengembangan Mobil Listrik dalam Mendukung Sustainable Development Goals di Indonesia Nuzla Nurfauziah; Asnita Frida B.R. Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.12760

Abstract

Abstract. The electric car industry contributes to an economy that considers environmental impacts in addition to the needs of society and supports the challenges of Indonesia's sustainable development goals (SDGs) in improving air quality. Delays in the development and implementation of energy and power generation projects and investment barriers in the electricity and renewable energy sectors, resulting in non-achievement of the renewable energy mix target in Indonesia. This study aims to identify and analyze the development strategy of the electric car industry in Indonesia in order to support the achievement of SDGs 7 relating to clean and affordable energy. This research uses secondary data with a mixed methods approach which is a Pearson correlation test to measure variable correlation and SWOT analysis to formulate strategies. The population that is the focus of this research is data on electric car sales in Indonesia which affects air pollution levels, air quality and affects SDGs 7. The results showed a strong correlation between an increase in the number of electric cars and the air quality index and a decrease in pollution levels and the achievement of SDGs 7. The Indonesian government still has challenges such as inadequate charging infrastructure and high selling prices. The proposed strategies include improving regulatory policies, developing environmentally friendly charging infrastructure, and encouraging cooperation and investment, especially in encouraging domestic elements. Abstrak. Industri mobil listrik berkontribusi pada perekonomian yang memperhatikan dampak lingkungan selain kebutuhan masyarakat serta mendukung tantangan sustainable development goals (SDGs) di Indonesia dalam meningkatkan kualitas udara. Keterlambatan dalam pengembangan dan pelaksanaan proyek energi dan pembangkit listrik dan terdapat hambatan investasi di sektor ketenagalistrikan dan energi terbarukan, sehingga tidak tercapainya target bauran energi terbarukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengembangan industri mobil listrik di Indonesia dalam rangka mendukung pencapaian SDGs ke 7 yang berkaitan dengan energi bersih dan terjangkau. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pendekatan mixed methods yang merupakan uji korelasi pearson untuk mengukur korelasi variabel dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Populasi yang menjadi fokus pada penelitian ini yaitu data penjualan mobil listrik di Indonesia yang mempengaruhi tingkat polusi udara, kualitas udara serta mempengaruhi SDGs ke 7. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara peningkatan jumlah mobil listrik dan indeks kualitas udara serta penurunan tingkat polusi dan capaian SDGs ke 7. Pemerintah Indonesia masih memiliki tantangan seperti infrastruktur pengisian yang belum memadai dan harga jual yang tinggi. Strategi yang diusulkan meliputi peningkatan kebijakan regulasi, pembangunan infrastruktur pengisian daya yang ramah lingkungan, serta mendorong kerjasama dan investasi terutama dalam mendorong elemen dalam negeri.
Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance dan Implikasinya terhadap Kinerja Karyawan Pusat Gadai Indonesia di Kabupaten Subang Rio Devlin Pahlevi Carnadinata; Asnita Frida Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.14190

Abstract

Abstrack. Awareness of the importance of Good Corporate Governance increases along with growing discussions among the community, stakeholders, government and company management. They realize the need for an effective system to improve Transparency, Accountability, Responsibility, Independence and Fairness. The principles of Good Corporate Governance are the main focus in creating positive economic conditions for all parties, both in public and private companies. This study aims to examine and determine the Application of Good Corporate Governance Principles to Employee Performance based on the perspective of employees of the Indonesian Pawn Center in Subang Regency. The research method uses Non-Probability Sampling Type with a sample size of 61 respondents who are employees of the company. Data analysis was carried out using Likert scale analysis with the help of SPSS Version 25 software. The results of the validity test and reliability test show valid and reliable results. The results of the analysis show that the Indonesian Pawn Center Company has implemented the principles of Good Corporate Governance very well. Based on the research results obtained, the strongest instruments are the Principles of Independence (X4) with an average score of 102.2, then Transparency (X1) with an average score of 102, Employee Performance (Y) with an average score of 101.9, Principles Fairness (X5) with an average score of 101.2, Principles of Responsibility (X3) with an average score of 101.1 and finally the weakest is Accountability (X2) with an average score of 100. Abstrak. Kesadaran akan pentingnya Good Corporate Governance meningkat seiring dengan diskusi yang berkembang di kalangan masyarakat, stakeholder, pemerintah, dan manajemen perusahaan. Mereka menyadari kebutuhan sistem yang efektif untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, kemandirian, dan kewajaran. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance menjadi fokus utama dalam menciptakan kondisi ekonomi yang positif bagi semua pihak, baik di perusahaan publik maupun swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance terhadap kinerja karyawan berdasarkan perspektif karyawan Pusat Gadai Indonesia di Kabupaten Subang. Metode penelitian menggunakan Jenis Non-Probability Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden yang merupakan Karyawan Perusahaan tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan analisis skala likert dengan bantuan perangkat lunak SPSS Versi 25. Hasil uji validitas dan uji reliabilitas menunjukan hasil yang valid dan reliabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa Perusahaan Pusat Gadai Indonesia telah menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dengan sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, instrumen terkuat yaitu pada prinsip kemandirian (X4) dengan skor rata-rata 102,2 kemudian transparansi (X1) dengan skor rata-rata 102, kinerja karyawan (Y) dengan skor rata-rata 101,9, prinsip kewajaran (X5) dengan skor rata-rata 101,2, prinsip tanggungjawab (X3) dengan skor rata-rata 101,1 dan terakhir yang paling lemah yaitu akuntabilitas (X2) dengan skor rata-rata 100.
Prospek Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam Konteks Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan di Indonesia Cecep Fauzan Al Rifah; Asnita Frida Sebayang
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.15077

Abstract

Abstract Indonesia is currently facing a significant challenge, namely the development gap. The gap is reflected in Indonesia's spatial economic conditions, which are dominated by economic growth and the distribution of the national population concentrated in Java. To overcome this, the government is moving the capital city from Jakarta to IKN in East Kalimantan Province as a strategic step to reduce inequality, create an inclusive and sustainable economy. The move is in line with the global agenda of Sustainable Development Goals (SDGs), especially the 10th goal that focuses on reducing inequality. The question arises on how the prospect of relocating the national capital to IKN in East Kalimantan Province in the context of inclusive and sustainable economy. This article aims to present a literature review that generates insights in this regard. This study uses a qualitative content analysis method with secondary data sources on selected literature collected through desk research. The results in this study show that the relocation of the capital city to IKN provides a positive prospect. The strategic move is projected to have a positive impact on the national economy, such as increasing GDP, inter-regional trade, investment, and economic diversification. The relocation of the capital city to IKN in East Kalimantan Province also has promising prospects for iproving the national economy and reducing disparities between regions in Indonesia. This strategic step is in line with the SDGs' goal to reduce inequality, and build an inclusive and sustainable economy. Abstrak. Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan yang cukup besar, yaitu kesenjangan pembangunan. Kesenjangan tersebut tergambar dari kondisi ekonomi spasial Indonesia yang didominasi pertumbuhan ekonomi dan sebaran populasi nasional yang terkonsentrasi di Pulau Jawa. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melakukan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN di Provinsi Kalimantan Timur sebagai langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan, menciptakan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-10 yang berfokus pada pengurangan kesenjangan. Pertanyaan muncul tentang bagaimana prospek dari pemindahan ibu kota negara ke IKN di Provinsi Kalimantan Timur dalam konteks ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan studi literatur yang menghasilkan pemahaman yang berkenaan dengan hal tersebut. Kajian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis) kualitatif dengan sumber data sekunder pada literatur-literatur terpilih yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, dengan dilakukannya pemindahan ibu kota ke IKN memberikan prospek yang positif. Dengan dilakukannya langkah strategis tersebut diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, seperti peningkatan PDB, perdagangan antar wilayah, investasi, dan diversifikasi ekonomi. Pemindahan ibu kota ke IKN di Provinsi Kalimantan Timur juga memiliki prospek yang menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian nasional dan mengurangi kesenjangan antar wilayah di Indonesia. Langkah strategis ini sejalan dengan tujuan SDGs untuk mengurangi kesenjangan, serta membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.