Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perilaku Petani Terhadap Adopsi Teknologi M-Bio untuk Pengembangan Usahatani Agroforestri Rudi Priyadi; Rina Nuryati; Faqihuddin
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.7

Abstract

Abstract This study aims to determine the behavior of farmers in adopting M-Bio technology for the development of agroforestry farming. The research method is a survey with data collection techniques: observation and in-depth interviews with respondents. Research variables include farmer behavior towards the implementation of counseling and training as well as farmer behavior towards the adoption of M-Bio Technology. The research was conducted in Setiawaras Village in the Cipigan Insan Mandiri and Dadap Sari farmer groups from July to October 2020. The data analysis used was descriptive analysis with a Likert scale with scores of 1, 2, 3, 4, and 5 then measured by weighted values. The data distribution was converted into a ratio scale with a score between 0–100. Furthermore, the scores are grouped into: (1) Very Low: 0–20; (2) Low: 21 - 40; (3) Moderate: 41–60; (4) Height: 61–80; and (5) Very High: 81-100. The results showed that the behavior of farmers towards the implementation of counseling and training on M-Bio technology with all its indicators (presentation and practice, attention, comprehensiveness, results and retention) had a score between 80 - 100 so all of them were categorized as very high. Likewise, the behavior of farmers towards the adoption of M-Bio technology for the development of agroforestry farming along with all its indicators concerning cognitive, apective, and conative aspects has a score between 80 - 100 so that all of them are also categorized as very high. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku petani dalam adopsi teknologi M-Bio untuk pengembangan usahatani agroforestri. Metode penelitian adalah survey dengan teknik pengumpulan data : observasi dan wawancara mendalam dengan responden. Varibel penelitian mencakup perilaku petani terhadap pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan serta perilaku petani terhadap adopsi Teknologi M-Bio. Penelitian dilaksanakan di Desa Setiawaras pada kelompok tani Cipigan Insan Mandiri dan Dadap Sari dari bulan Juli sampai Oktober 2020. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan skala likert skor 1, 2, 3, 4, dan 5 kemudian diukur dengan nilai tertimbang. Sebaran data diubah menjadi skala rasio dengan skor antara 0–100. Selanjutnya, skor dikelompokkan menjadi : (1) Sangat Rendah:0–20; (2) Rendah:21 – 40; (3) Sedang:41–60; (4) Tinggi:61–80; dan (5) Sangat Tinggi: 81-100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku petani terhadap pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan teknologi M-Bio dengan seluruh indikatornya (presentasi dan praktek, atensi, komprehensif, hasil dan retensi) memiliki skor antara 80 – 100 sehingga semuanya terkategori sangat tinggi. Demikian juga dengan perilaku petani terhadap adopsi teknologi M-Bio untuk pengembangan usahatani agroforestri beserta seluruh indikatornya yang menyangkut aspek kognitif, apektif, dan konatif memiliki skor antara 80 – 100 sehingga semuanya juga terkategori sangat tinggi.
Peningkatan produktivitas ternak Domba/Kambing melalui penyuluhan dan pelatihan teknologi pengolahan pakan Rina Nuryati; Faqihuddin Faqihuddin; Cici Aulia Permata Bunda; Januar Arifin Ruslan
Riau Journal of Empowerment Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/raje.4.3.175-183

Abstract

Tasikmalaya regency has great potential in the development of the livestock sector due to land use which is dominated by agricultural activities as a producer of forage. The current problem is the supply of forage which is influenced by the season. This service program aims to overcome these problems so as to increase the productivity of the livestock business. This service includes several stages, namely counseling, training, monitoring and evaluation and reporting. The time and place of the activity is from 5th June to 15th July 2021 in Setiawaras Village, Tasikmalaya Regency. Extension activities and training on feed processing with M-Bio technology have a positive impact in terms of the quantity and quality of feed. The use of local ingredients and M-Bio produces feed that can be stored for a week with complete nutrient content. In the long term, this activity will increase knowledge, skills and independence of farmers. Results of evaluation show attitude of farmers who are enthusiastic and satisfied with this activity.
Pemasaran Cabai Rawit Varietas Ori 212 dari Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis sampai Pasar Caringin Kota Bandung Sri Mulyaningsih; Eri Cahrial; Rina Nuryati
Jurnal Agristan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v4i2.5480

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui saluran, fungsi, biaya, keuntungan, margin pemasaran, dan farmer’s share, serta efisiensi pemasaran cabai rawit. Metode penelitian menggunakan survei, penentuan responden dengan snowball sampling terdiri dari 3 orang pedagang pengumpul, 5 orang pedagang besar, dan 14 orang pedagang pengecer. Lokasi penelitian di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis dari November 2021-Juli 2022. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga saluran pemasaran, yaitu: Saluran I: Produsen → Pedagang pengumpul → Pedagang besar Panumbangan → Pedagang besar Cikurubuk → Pedagang pengecer → Konsumen akhir; Saluran II: Produsen → Pedagang pengumpul → Pedagang besar Caringin → Pedagang Pengecer → Konsumen akhir; Saluran III: Produsen → Pedagang pengumpul → Pedagang pengecer → Konsumen akhir. Fungsi pemasaran yang dilaksanakan yaitu fungsi pertukaran berupa penjualan dan pembelian dilakukan seluruh lembaga pemasaran pada masing-masing saluran, Semua lembaga pemasaran pada setiap saluran melaksanakan fungsi fisik berupa pengangkutan, sedangkan penyimpanan hanya dilakukan pedagang besar Cikurubuk, pedagang besar Caringin dan pedagang pengecer di setiap saluran. Fungsi fasilitas berupa pembiayaan, penanggungan risiko, dan informasi pasar dilakukan seluruh lembaga pemasaran pada masing-masing saluran, sedangkan sortasi hanya dilakukan pedagang besar Cikurubuk, pedagang besar Caringin, dan pedagang pengumpul serta pedagang pengecer di setiap saluran. Biaya saluran pemasaran I, II, dan III yaitu Rp11.666,91/kg, Rp9.558,42/kg, dan Rp8.410,46/kg. Keuntungan saluran pemasaran I, II, dan III yaitu Rp18.333,09/kg, Rp19.191,58/kg, dan Rp19.589,54/kg. Margin pemasaran saluran I, II, dan III adalah Rp30.000/kg, Rp28.750/kg, dan Rp28.000/kg. Farmer’s share saluran I, II, dan III adalah 60 persen, 61,54 persen, dan 62,16 persen. Saluran pemasaran I, II, dan III sudah efisien.
HUBUNGAN PERSEPSI MASYARAKAT DENGAN PEMBANGUNAN AGROWISATA TEH DI DESA BOJONGGAMBIR Dian Mutia Mursyid; Rina Nuryati; Suyudi Suyudi
Jurnal Agristan Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i1.6766

Abstract

Perkebunan teh merupakan salah satu bentuk perkebunan yang sudah lama diusahakan di Indonesia dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi agrowisata teh. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui persepsi masyarakat tentang pembangunan agrowisata teh (2) Mengetahui pembangunan agrowisata teh. (3) Mengetahui hubungan antara persepsi masyarakat dengan pembangunan agrowisata teh. Metode penelitian menggunakan survei yang dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk persepsi masyarakat dan pembangunan agrowisata teh, sedangkan untuk hubungan antara persepsi masyarakat dengan pembangunan agrowisata teh digunakan uji korelasi Rank Spearman. Penetuan sampel sebanyak 34 responden diambil menggunakan metode simple random sampling. Penelitian dilaksanakan dari bulan April 2020 hingga Februari 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pembangunan agrowisata teh termasuk kategori cukup baik, aspek kognitif terkategori cukup baik, sedangkan aspek afektif dan aspek konatif terkategori baik. Pembangunan agrowisata teh termasuk kategori cukup baik, aspek infrastruktur dan fasilitas terkategori cukup baik, sedangkan aspek atraksi, transportasi dan keramahan terkategori baik. Terdapat hubungan antara persepsi masyarakat dengan pembangunan agrowisata teh Desa Bojonggambir dengan derajat keeratan sebesar 0,787 atau 78,70 persen yang termasuk kategori kuat.