Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agristan

Pemasaran Cabai Rawit Varietas Ori 212 dari Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis sampai Pasar Caringin Kota Bandung Sri Mulyaningsih; Eri Cahrial; Rina Nuryati
Jurnal Agristan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v4i2.5480

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui saluran, fungsi, biaya, keuntungan, margin pemasaran, dan farmer’s share, serta efisiensi pemasaran cabai rawit. Metode penelitian menggunakan survei, penentuan responden dengan snowball sampling terdiri dari 3 orang pedagang pengumpul, 5 orang pedagang besar, dan 14 orang pedagang pengecer. Lokasi penelitian di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis dari November 2021-Juli 2022. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga saluran pemasaran, yaitu: Saluran I: Produsen → Pedagang pengumpul → Pedagang besar Panumbangan → Pedagang besar Cikurubuk → Pedagang pengecer → Konsumen akhir; Saluran II: Produsen → Pedagang pengumpul → Pedagang besar Caringin → Pedagang Pengecer → Konsumen akhir; Saluran III: Produsen → Pedagang pengumpul → Pedagang pengecer → Konsumen akhir. Fungsi pemasaran yang dilaksanakan yaitu fungsi pertukaran berupa penjualan dan pembelian dilakukan seluruh lembaga pemasaran pada masing-masing saluran, Semua lembaga pemasaran pada setiap saluran melaksanakan fungsi fisik berupa pengangkutan, sedangkan penyimpanan hanya dilakukan pedagang besar Cikurubuk, pedagang besar Caringin dan pedagang pengecer di setiap saluran. Fungsi fasilitas berupa pembiayaan, penanggungan risiko, dan informasi pasar dilakukan seluruh lembaga pemasaran pada masing-masing saluran, sedangkan sortasi hanya dilakukan pedagang besar Cikurubuk, pedagang besar Caringin, dan pedagang pengumpul serta pedagang pengecer di setiap saluran. Biaya saluran pemasaran I, II, dan III yaitu Rp11.666,91/kg, Rp9.558,42/kg, dan Rp8.410,46/kg. Keuntungan saluran pemasaran I, II, dan III yaitu Rp18.333,09/kg, Rp19.191,58/kg, dan Rp19.589,54/kg. Margin pemasaran saluran I, II, dan III adalah Rp30.000/kg, Rp28.750/kg, dan Rp28.000/kg. Farmer’s share saluran I, II, dan III adalah 60 persen, 61,54 persen, dan 62,16 persen. Saluran pemasaran I, II, dan III sudah efisien.
HUBUNGAN PERSEPSI MASYARAKAT DENGAN PEMBANGUNAN AGROWISATA TEH DI DESA BOJONGGAMBIR Dian Mutia Mursyid; Rina Nuryati; Suyudi Suyudi
Jurnal Agristan Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i1.6766

Abstract

Perkebunan teh merupakan salah satu bentuk perkebunan yang sudah lama diusahakan di Indonesia dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi agrowisata teh. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui persepsi masyarakat tentang pembangunan agrowisata teh (2) Mengetahui pembangunan agrowisata teh. (3) Mengetahui hubungan antara persepsi masyarakat dengan pembangunan agrowisata teh. Metode penelitian menggunakan survei yang dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk persepsi masyarakat dan pembangunan agrowisata teh, sedangkan untuk hubungan antara persepsi masyarakat dengan pembangunan agrowisata teh digunakan uji korelasi Rank Spearman. Penetuan sampel sebanyak 34 responden diambil menggunakan metode simple random sampling. Penelitian dilaksanakan dari bulan April 2020 hingga Februari 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pembangunan agrowisata teh termasuk kategori cukup baik, aspek kognitif terkategori cukup baik, sedangkan aspek afektif dan aspek konatif terkategori baik. Pembangunan agrowisata teh termasuk kategori cukup baik, aspek infrastruktur dan fasilitas terkategori cukup baik, sedangkan aspek atraksi, transportasi dan keramahan terkategori baik. Terdapat hubungan antara persepsi masyarakat dengan pembangunan agrowisata teh Desa Bojonggambir dengan derajat keeratan sebesar 0,787 atau 78,70 persen yang termasuk kategori kuat.