Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MERANCANG INSTRUMEN PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI BERBASIS G-FORM Rahman A. Ghani; Ernawati Ernawati; Has’ad Rahman Attamimi
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v1i4.170

Abstract

Pada Pendidikan anak usia dini, penilaian yang dilakukan untuk mengukur pencapaian perkembangan anak usia dini adalah menggunakan penilaian autentik.dengan melakukan pengamatan terhadap tingkat pencapaian perkembangan masing-masing individu dan dapat merancang pembelajaran sesuai kebutuhan. Dengan demikian, guru harus mencatat setiap perkembangan yang dapat diamati setiap hari. Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru-guru di Gugus 3 dan Gugus 4 PKG PAUD Kecamatan Cimanggis Kota Depok dalam memanfaatkan kemajuan tehnologi khususnya dalam merancang instrumen dan mengimplementasikan Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini Berbasis G-Form sehingga memberikan kemudahan dalam melakukan penilaian dan merekap penilaian menjadi laporan perkembangan akhir semester. Pelaksanaan Kegiatan PKM ini dirancang dalam 3 sesi pertemuan. Pada sesi pertama diisi dengan pembekalan tentang prinsip penilaian Anak Usia Dini. Pada sesi 2, peserta mendapat materi tentang bagaimana membuat instrument penilaian dari kompetensi dasar yang akan dicapai oleh anak usia dini. Sedangkan pada sesi ke 3, para peserta mengikuti kegiatan Workshop/ mengkolaborasikan instrumen ke dalam G-form dengan praktek langsung.
GERMAS: Kampanye Serentak di Seluruh Sekolah Tingkat SMP di Kab. Sumbawa Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari; Putri Adekayanti; N.K.A. Aristyawati; Abdul Azis
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1104

Abstract

Kondisi kesehatan masyarakat saat ini mengharuskan seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kinerja dalam memastikan masyarakat tetap sehat. GERMAS sejak 2017 hingga saat ini masih menjadi solusi utama dalam peningkatan kualitas hidup sehat masyarakat, olehkarenanya, pelaksanaan sosialsisasi GERMAS harus terus dilakukan, terutama pada lingkungan sekolah yang merupakan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar sehingga diharapkan upaya meningkatkan derajat kesehatan akan lebih mudah dilakukan. Berdasarkan kondisi tersebut Dosen STIKES Griya Husada Sumbawa di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) melaksanakan Pengabdian Masyarakat berupa sosialisasi GERMAS di seluruh SMP se-Kabupaten Sumbawa secara online. Sasaran kegiatan tersebut adalah petugas UKS dan telah diikuti oleh 68 Sekolah yang masing-masing sekolah diwakili oleh 4 peserta termasuk Pembina UKS. Pada sesi sosialisasi, penyampaian materi dilakukan oleh N.K.A. Aristyawati, S.KM., M.PH. selaku administrator Kesehatan Ahli Muda pada bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan kolaborator antara STIKES Griya Husada Sumbawa dengan Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sumbawa. Kegiatan ini diharapkan mampu memperbaiki perilaku masyarakat khsusnya siswa. Selain itu juga diharapkan dengan terus diselenggarakannya kegiatan serupa perilaku hidup bersih dan sehat membudaya di masyarakat.
PENYULUHAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA SAAT MENSTRUASI DI SISWI SMP NEGERI 4 SUMBAWA TAHUN 2022 Yunita Lestari; Has’ad Rahman Attamimi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1105

Abstract

Personal Hygiene Education merupakan suatu kegiatan pemberian pendidikan kesehatan tentang upaya memelihara kesehatan diri terutama saat menstruasi. Edukasi berisi tentang personal hygiene organ reproduksi, memberikan pengetahuan tentang cara membersihkan organ reproduksi yang benar ketika menstruasi sehingga dapat berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Personal hygiene saat menstruasi yang buruk dapat disebabkan karena pengetahuan yang kurang tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi saat menstruasi. Personal hygiene saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada daerah kewanitaan pada saat menstruasi (Sulistyo, 2012). Bila saat menstruasi tidak menjaga hygienitas yang baik akan berisiko mengalami infeksi alat reproduksi. Hal ini disebabkan oleh peristiwa menstruasi yang mengeluarkan darah kotor Pada saat menstruasi, pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terkena infeksi karena darah dan keringat keluar serta menempel pada vulva dapat menyebabkan daerah genetalia menjadi lembab Jika pada saat itu tidak menjaga kebersihan genetalia dengan benar, maka dalam keadaan lembab, jamur dan bakteri yang berada di daerah genetalia akan tumbuh subur sehingga menyebabkan rasa gatal dan infeksi pada daerah tersebut. Sasaran kegiatan ini yaitu seluruh siswi SMP di SMP4 Sumbawa Besar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode ceramah dan diskusi dan yang didasari oleh evaluasi awal sebagai landasan untuk menentukan Bagaimana Perilaku Personal Hygiene Pada Saat Menstruasi di siswi SMP SMP Negeri 4 Sumbawa Tahun 2022.
Studi Kasus: Pola Penanganan Stunting di Kabupaten Sumbawa Tahun 2023 Attamimi, Has’ad Rahman; Lestari, Yunita; Setianingsih, Fitri; Hamid, Abdul
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26800

Abstract

Porsentase kasus stunting di Kabupaten sumbawa tahun 2022 berada pada angka 8,11% (menurun), namun penurunan tersebut cenderung melambat dibandingkan tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang anak dengan kasus stunting, masing-masing berusia 29 bulan dan 39 bulan. 1 subjek bersal dari wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Sumbawa Unit 1 (an “R.P”) dan 1 subjek berasal dari wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Labuhan Badas Unit 1 (an “R”). Sementara instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan instrumen tambahan berupa drap wawancara, catatan observasi dan sejumlah dokumen. Untuk Analisa data, peneliti menggunakan Teknik Analisa data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola penangan terhadap kasus stunting terhadap kedua subjek penelitian. Pada subjek “R.P” tidak terdapat proses bahkan perencanaan penanganan terhadap kejadian stunting yang dialami, sedangkan pada subjek “R” telah dilakukan serangkaian upaya penanganan dimulai dari perencanaan tindakan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasi Tindakan. Namun sampai dengan proses penelitian diakhiri, kondisi kedua subjek masih dalam status stunting. Oleh karena itu, disarankan kepada pihak terkait agar melakukan evaluasi mendalam terhadap pola penanganan, serta diperlukan inovasi yang dapat disesuaikan dengan kondisi subjek,baik dari segi sosial, ekonomi bahkan geografis.
Item analysis test of science, Indonesian language, and mathematics using the rasch model in elementary schools Ernawati, Ernawati; Habibah, Rini Yaumi; Syarifah, Nur; Firmansyah, Firmansyah; Attamimi, Has'ad Rahman
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 28 No. 2 (2024)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v28i2.75448

Abstract

Assessment of learning outcomes is an important component in the learning process to measure student learning achievements and assist teachers in determining appropriate learning strategies. This study aims to evaluate the quality of test items and student ability levels in Science, Indonesian Language, and Mathematics subjects using the Rasch model. The evaluation includes item reliability, person reliability, and the overall fit of the test items to the model. The research was conducted with 187 students from four public elementary schools in West Jakarta, using a quantitative method with a descriptive design. Data collection involved administering tests to the students, which consisted of 12 items in Science, eight items in Indonesian Language, and 10 items in Mathematics. The data were analyzed using the Quest software to provide comprehensive Rasch analysis results. The findings revealed that the consistency of student responses was weak, but the quality of the test items was good, as evidenced by high item reliability and low person reliability. In terms of model fit, all Science items met the Rasch model criteria, while in the Indonesian Language, one item (item 19) did not fit, and in Mathematics, three items (items 21, 27, and 28) failed to meet the criteria. The analysis of item difficulty levels showed a predominance of medium difficulty. The validity results indicated that 26 items were valid, and four items (1 in Indonesian Language and 3 in Mathematics) were invalid. Most students fell into the medium ability category across all subjects, indicating the need for further tutoring and personalized learning strategies to improve student performance.
Optimalisasi Peran Masyarakat dalam Pelaksanaan Program Pencegahan dan Penurunan Stunting di Desa Labuhan Bajo Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari; Hajerah Hajerah
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Januari : Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyaraka
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v2i1.1029

Abstract

A number of regions in Indonesia still have a fairly high percentage of stunting cases, including NTB being one of the 5 provinces with the highest percentage of stunting cases in Indonesia in 2022. Since 2019 until now, Labuhan Bajo Village, Utan District in Sumbawa Regency has been one of The stunting locus village in NTB province has a long record as a stunting locus area. The results of the Stunting Case Audit Evaluation Meeting Phase I in 2024, the Sumbawa Regency Stunting Acceleration Handling Team, led by the Regional Secretary of Sumbawa Regency, stated that there are at least around 200 families in Utan District at risk of stunting. These include prospective brides (catin), young women, pregnant women, postpartum mothers and others. Such conditions are of course not only the responsibility of the government, but more broadly, the community should also be part of the group responsible for the conditions that occur. Therefore, the role of the community in ensuring stunting prevention and reduction programs must be truly ensured. This service is carried out with the aim of optimizing the role of the community in implementing stunting prevention and reduction programs. This service is carried out using counseling methods and discussions with the community to enlighten the community about the importance of preventing and handling stunting. It is hoped that the results of this activity will make the community more aware of the risks and incidents of stunting, that stunting incidents can be reduced or even eliminated.
Raport Gizi Untuk Mencegah Stunting Di Paud Melati Des. Pungka, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari
ABDIMAS TERAPAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Terapan Vol. 1 No. 1 (2023): Juni: ABDIMAS TERAPAN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Terapan
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/abdimasterapan.v1i1.292

Abstract

The problem of children with stunted growth is a condition in which one of the contributing factors is a nutritional problem. All over the world, especially in countries with high poverty rates, this case is not difficult to find. Stunting is considered a problem because it has a relationship with the risk of morbidity and mortality. According to WHO, Stunting is the result of standard growth not reaching -2 standard deviations which is assessed from the Z-score of body length for age (PB/U) or height for age (TB/U). To deal with the stunting problem, assistance is needed from the community, including religious leaders, traditional leaders, community leaders, the government, institutions, Family Welfare Development (PKK), youth organizations, posyandu cadres, doctors, midwives, Early Childhood Education teachers (PAUD) and the community who care for health and education play an active role in monitoring all editing targets in the First Thousand Days of Life (1,000 HPK). Unter Iwes Kab. Sumbawa by implementing the Nutrition Report Card. It is hoped that the application of the Nutrition Report Card can become a medium of communication between the Community Service Executor, the School, and the community (student parents), so that information on the child's nutritional status is obtained in an updated manner, as well as for the implementation of Community Service has an overview in determining the follow-up steps to be taken. In addition, the implementation of the Nutrition Report Card is also carried out as a form of efforts to prevent and reduce stunting, especially in the Pungka Village area, Kec. Unter Iwes Kab. Sumbawa.
Tingkatkan Pengetahuan dan Perilaku Kualitas PHBS Masyarakat Pesisir di Desa Labuhan Sumbawa Yunita Lestari; Has’ad Rahman Attamimi
Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Masyarakat Berkarya : Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karya.v2i3.1995

Abstract

The Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) movement serves as a benchmark in health development efforts to improve community behavior. An individual’s health status is closely related to their behavior—the better the health-related behavior, the better the health status. This community service project aims to explore the knowledge and behavioral quality of PHBS among coastal communities in Labuan Sumbawa Village, specifically in Padak and Pasir hamlets, where all residents were the target population of the program. The implementation was carried out through a door-to-door approach, supported by undergraduate students from the Nursing and Public Health study programs. The activity was integrated with the subjects they had studied in class, namely Health Promotion, Health Education, and Community-Based Health Promotion in Coastal and Remote Areas. The expected outcomes of this community service include the application of PHBS practices in daily life, particularly in the household setting. Community members are expected to adopt handwashing practices before and after activities, especially after defecating, urinating, and before eating.
Effect of Acupressure Massage on Pregnant Women with Hyperemesis Gravidarum Trimester 1 Octavia, Rina; Mardianti, Lina; Ashari, Elva Febri; Attamimi, Has'ad Rahman; Maesaraoh, Dianas
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 3 (2023): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i3.5899

Abstract

Pregnancy experienced by women will certainly experience various changes that occur both physiologically and psychologically. This study aims to determine the effect of Acupressure massage on pregnant women with hyperemesis gravidarum in the first trimester at PMB Bd. Lilis Nurhasanah. This study was conducted quantitatively pre-experimentally. Data were analyzed in two ways, namely univariate and bivariate analysis, then hypothesis testing using the Wilcoxon test. The study found that respondents experienced more severe nausea and vomiting prior to receiving acupressure. However, respondents reported less nausea and vomiting after receiving acupressure. The impact of pressure point massage treatment on focuses LR3, SP6, and Li4 is powerful against hyperemesis in pregnant ladies in the wake of being given pressure point massage. The end is that giving pressure point massage rub affects diminishing queasiness and retching in pregnant ladies with hyperemesis gravidarum in the primary trimester.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT RABIES DI KELURAHAN BUGIS Hamid, Abdul; Hamdin; Attamimi, Has’ad Rahman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30662

Abstract

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis, artinya penularannya dari hewan ke manusia. Infeksi ini disebarkan oleh kelinci yang terinfeksi virus rabies. Penyebab utama kasus rabies antara lain kucing, kera, anjing, dan kelelawar. Rabies, juga dikenal sebagai “penyakit anjing gila,” merupakan salah satu masalah utama yang mempengaruhi kesehatan masyarakat umum di Indonesia. Penyakit anjing gila atau sering disebut rabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Lyssavirus yang menyebabkan pembengkakan pada wajah dan leher. Virus rabies mempunyai kemampuan menyebar melalui udara yang terkontaminasi, gigitan, cakaran, dan jilatan pada kulit yang terpapar. Jenis kulit yang paling rentan tertular rabies adalah yang pembohong atau peliharaan yang tidak menghasilkan vaksin rabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penyakit rabies terhadap tindakan pencegahan penyakit rabies pada masyarakat di Kelurahan Bugis Kec. Sumbawa Kab. Sumbawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei yang bersifat deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional Study.  Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square  Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square menujukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan pencegahan rabies terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan tindakan pencegahan rabies   Simpulan pada penelitian ini terdapat hubungan yang  signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan rabies pada masyarakat di kelurahan bugis.