Riski Amrina Sari
Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

NOVICE EFL TEACHERS’ CHALLENGES AND STRATEGIES IN TECHNOLOGY-MEDIATED SPEAKING INSTRUCTION IN WEST KALIMANTAN Septiana, Dita; Sari, Riski Amrina
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.8584

Abstract

ABSTRACT This study examines the challenges encountered by novice EFL teachers in West Kalimantan when conducting speaking instruction through technology-mediated environments. Although digital tools have become increasingly integrated into classroom practices, many beginning teachers still struggle to use them effectively, particularly for interactive skills such as speaking. Using a qualitative descriptive design, data were collected through interviews with novice teachers from several senior high schools. The findings reveal three main challenges: limited digital pedagogical competence, difficulty sustaining student engagement in online speaking tasks, and inconsistent technological access among learners. Nevertheless, teachers employed several adaptive strategies, including simplifying digital tools, providing structured speaking models, using multimodal platforms such as voice notes and video tasks, and offering additional support outside scheduled class hours. These strategies helped sustain communication and support students’ speaking development. The study concludes that novice teachers require more extensive preparation in digital pedagogy and ongoing institutional assistance to manage technology-based speaking instruction effectively. Strengthening technology training in teacher education programs is recommended to enhance teachers’ confidence and competence in technology-supported language teaching.   ABSTRAK Studi ini meneliti tantangan yang dihadapi oleh guru EFL pemula di Kalimantan Barat ketika melakukan pengajaran berbicara melalui lingkungan yang dimediasi teknologi. Meskipun alat digital semakin terintegrasi ke dalam praktik kelas, banyak guru pemula masih kesulitan menggunakannya secara efektif, khususnya untuk keterampilan interaktif seperti berbicara. Dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru pemula dari beberapa sekolah menengah atas. Temuan menunjukkan tiga tantangan utama: kompetensi pedagogis digital yang terbatas, kesulitan mempertahankan keterlibatan siswa dalam tugas berbicara daring, dan akses teknologi yang tidak konsisten di antara para pembelajar. Meskipun demikian, guru menerapkan beberapa strategi adaptif, termasuk menyederhanakan alat digital, menyediakan model berbicara terstruktur, menggunakan platform multimodal seperti catatan suara dan tugas video, dan menawarkan dukungan tambahan di luar jam kelas yang dijadwalkan. Strategi-strategi ini membantu mempertahankan komunikasi dan mendukung perkembangan berbicara siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa guru pemula membutuhkan persiapan yang lebih luas dalam pedagogi digital dan bantuan kelembagaan yang berkelanjutan untuk mengelola pengajaran berbicara berbasis teknologi secara efektif. Penguatan pelatihan teknologi dalam program pendidikan guru direkomendasikan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi guru dalam pengajaran bahasa yang didukung teknologi.
THE USE OF CLAIM-EVIDENCE-REASONING (CER) TO IMPROVE STUDENTS’ ARGUMENTATIVE ESSAY WRITING BASED ON THE LOCAL CULTURAL PERSPECTIVE: A CLASSROOM ACTION RESEARCH Laora, Kristina; Amrina Sari, Riski
Jurnal Ilmiah Spectral Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Spectral
Publisher : LPPM STBA Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47255/sxxnfx49

Abstract

Argumentative text is one of the texts that contains arguments or statements about a certain thing or phenomenon. This text serves to convince the reader, express the author's view, and prove the truth. This research is a Classroom Action Research; theaim is to see the writing process of STBA Pontianak Semester IV students in Essay Writing class by using CER (Claim-Evidence-Reasoning) framework. This argumentative text also discusses students' perspectives about their cultural background; the three major sub-tribes in West Kalimantan namely; Dayaknese, Malay and Chinese/Tionghoa. The results are 1) The Dayak Ethnic Group stated that the tradition of "Nyocok" or drinking Tuak as a symbol of kinship or solidarity during the certain traditional events. 2) TheMalay Ethnic Group, especially Sambas stated that the tradition of “Kemponan” has been abandoned and it is only a habitual mechanism and 3) The Chinese Ethnic Group stated that the "Tatung" attraction serves as a communal healing ritual, which strengthens collective identity and the continuity of beliefs in the Chinese community.