Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Efektivitas Aplikasi Exam Browser dalam Evaluasi Pembelajaran di SMA Muhammadiyah 4 Cawang Nur Kholifah Palaloi; Mita Maratul Fauziah; Nur Syamsiyah
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas aplikasi Exam Browser sebagai alat dalam proses evaluasi pembelajaran di SMA Muhammadiyah 4 Cawang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Muhammadiyah 4 Cawang. Data dalam penelitian ini berupa hasil jawaban dari kuesioner. Teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi pertanyaan terkait pengalaman siswa dalam menggunakan aplikasi Exam Browser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar besar siswa dari SMA Muhammadiyah 4 Cawang menggap aplikasi ini memberikan kemudahan dalam pelaksanaan ujian. Mereka melihat bahwa aplikasi tersebut dapat meningkat fokus dan membantu meningkatkan disiplin serta kejujuran dalam mengerjakan soal. Meskipun sebagian besar siswa dapat mengatasi kesulitan dalam mengakses aplikasi, kendala-kendala teknis seperti error, lag, dan masalah performa masih menjadi perhatian.  
Metode Kupas Rangkai Silaba Sebagai Alternatif Dalam Pembelajaran Membaca Permulaan Pada Anak Usia Dini Nur Syamsiyah
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine and describe the effectiveness of the use of the silaba chain peel method as an alternative in overcoming the problem of initial reading difficulties. The method used in this study is a qualitative method with a case study approach to one of the students in group B RA Wathoniyah, Cirebon Regency. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation studies. Data analysis techniques are data reduction, data presentation, data analysis, data interpretation and data conclusions. The results of this study are the problems of beginning reading difficulties caused by internal and external factors. Internal factors can be in the form of intelligence (IQ), interests, attitudes, talents, motivations, reading goals, and so on. Meanwhile, external factors can be in the form of means of reading, reading texts (simple-heavy, easy-difficult), environmental factors, or factors of socioeconomic background, reading habits and traditions. In addition, biological factors and teaching factors also contribute to the problem of reading difficulties. The method of peeling silaba strings can be used as an alternative in overcoming initial reading difficulties in children affected by dysexia. This is because the silaba method is a method of learning to read the beginning which in its introduction introduces words first then forms silaba and is peeled into letters, then from letters strung back into silaba, then becomes words and forms sentences. So students can remember syllables faster without having to spell them. Keywords: Method; Peel the profit frame; read the beginning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan keefektifan penggunaan metode kupas rangkai silaba sebagai alternatif dalam mengatasi permasalahan kesulitan membaca permulaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada salah satu siswa kelompok B RA Wathoniyah Kabupaten Cirebon. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, analisis data, interpretasi data dan penyimpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah permasalahan kesulitan membaca permulaan disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal dapat berupa intelegensia (IQ), minat, sikap, bakat, motivasi, tujuan membaca, dan sebagainya. Sementara itu, faktor eksternal dapat berupa sarana membaca, teks bacaan (sederhana-berat, mudah-sulit), faktor lingkungan, atau faktor latar belakang sosial ekonomi, kebiasaan dan tradisi membaca. Selain itu faktor biologis dan faktor pengajar juga turut andil dalam permasalahan kesulitan membaca. Metode kupas rangkai silaba dapat dijadikan sebagai alternatif dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan pada anak-anak yang terkena diseleksia. Hal ini disebabkan karena metode silaba merupakan metode pembelajaran membaca permulaan yang dalam pelaksanaannya mengenalkan kata terlebih dahulu kemudian membentuk silaba dan dikupas menjadi huruf, selanjutnya dari huruf dirangkai kembali menjadi silaba, kemudian menjadi kata dan membentuk kalimat. Sehingga siswa lebih cepat mengingat suku kata tanpa harus mengejanya. Kata Kunci: Metode; Kupas raingkai silaba; membaca permulaan
ANDRI HOLISTIC-INTEGRATIVE INDONESIAN LANGUAGE LEARNING AS A FOUNDATION FOR EARLY CHILDHOOD LITERACY: HOLISTIC-INTEGRATIVE INDONESIAN LANGUAGE LEARNING AS A FOUNDATION FOR EARLY CHILDHOOD LITERACY Andri Hardiyana; Nur Syamsiyah
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol. 7 No. 1 (2026): Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/hadlonah.v7i1.4042

Abstract

Early childhood Indonesian language learning is an important foundation for sustainable literacy development. The integrative holistic approach emphasizes the integration of aspects of child development, language, cognition, social-emotional, moral, and motor skills into a single meaningful learning process. This study aims to describe the implementation of holistic integrative Indonesian language learning and analyze its contribution to strengthening the literacy foundation of early childhood. This study uses a descriptive qualitative method with teachers and children at RA Alwaqiah, Cirebon City, as subjects. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques were data condensation, data presentation, and conclusions. The results showed that the achievements of the implementation of the five main components of holistic integrative Indonesian language learning were a) integration of language with cognitive (85%), b) integration of language with social-emotional (80%). c) integration of language with motor skills (75%). d) collaboration between schools/teachers and parents (88%). e) literacy environment (90%). Language learning designed through activities such as playing, storytelling, singing, dialoguing, and integrated environmental literacy can improve children's listening and speaking skills as well as their readiness for early reading and writing. In addition, the integrative holistic approach encourages active child involvement, enriches vocabulary, and builds an interest in reading from an early age. Thus, integrative holistic Indonesian language learning has proven to be an effective strategy in building a comprehensive and sustainable foundation for early childhood literacy.
IMPLEMENTASI HIDDEN CURRICULUM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK PENGUATAN KARAKTER DI SMP DAN SMA KHARISMA BANGSA Siti Nurannisa; Lu’lu Naura Nur Syahidah; Nur Syamsiyah
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 2 (2026): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v9i2.35397

Abstract

This study aims to describe the implementation of the hidden curriculum in Indonesian language learning as an effort to strengthen students' character at Kharisma Bangsa Junior and Senior High School, Pondok Cabe, South Tangerang. The study employed a descriptive qualitative approach involving Indonesian language teachers and students at the junior and senior high school levels. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were obtained from Indonesian language learning activities, group sharing programs, one on one mentoring, and school culture that supports students' character development. The findings reveal that the hidden curriculum is implemented through classroom discussions, literacy activities, teacher role modeling, individual mentoring, and parental involvement. These practices contribute to fostering students' discipline, responsibility, cooperation, empathy, self-confidence, and mutual respect. The findings indicate that Indonesian language learning not only functions to develop language competence but also serves as an effective medium for strengthening students' character education.
REKOGNISI KOMPETENSI BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID 19 Mahmudah Fitriyah ZA; Nur Syamsiyah; Robertus Pujo Leksono
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v10i2.46870

Abstract

Pembelajaran daring dimasa pandemi menyebabkan hilangnya tradisi berpikir kritis dan rendahnya kreativitas siswa. Hilangya tradisi tersebut disebabkan karena siswa kurang distimulasi dan dievaluasi oleh pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan rekognisi kompetensi berpikir kritis dan kreatif yang dimiliki oleh guru Bahasa Indonesia SMA/MA di Kota Tangerang Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia di 20 SMA/MA Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Selatan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Rekognisi Guru Bahasa Indonesia di kota Tangerang Selatan dalam pembelajaran daring di masa pandemi covid 19 adalah laku kognitif secara sadar akan ancaman dari luar berupa tantangan abad 21 yang bermuara pada revolusi industri 4.0. 2) Berdasarkan analisis soal MCR (Multiple-Choise with Reason) tampak dari hasil rerata skor yang diperoleh bahwa guru SMA di Tangsel sudah menstimulasi siswa untuk berpikir kritis. SMAN 1 Ciputa skor 93.2, SMA Kharisma Bangsa skor 91.6, MAN 1 Serpong skor 90.6, MA Islamiyah Ciputat skor 89.2. SMKN 7 Tangsel skor 93,0 dan SMK Kesehatan Nusantara skor 84.2. 3) Guru Bahasa Indonesia sudah menstimulasi siswa untuk berpikir kreatif ditunjukkan dengan sisitem evaluasi yang diberikan melalui pembuatan soal esay. Secara keseluruhan dari 6 sekolah yang diteliti 3 sekolah yakni SMAN 1 Ciputat, SMA Kharisma Bangsa, dan SMKN 7 Tangsel memperoleh skor 100. Sementara itu, tiga sekolah lainnya yakni MAN 1 Serpong skor 95, MA Islamiyah Ciputat skor 95 dan SMK Kesehatan Nusantara skor 90.
Integration of Digital Literacy in Early Childhood Education Learning Andri Hardiyana; Nur Syamsiyah
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 15 No. 3 (2026): (In Progress) Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v15i3.16927

Abstract

The development of digital technology has had a significant impact on the field of education, including Early Childhood Education (ECE). The integration of digital literacy into ECE learning represents a strategic effort to prepare children to face technological developments while continuing to consider the characteristics and developmental needs of young children. This study aims to analyze the concept, implementation, and role of digital literacy in supporting the ECE learning process across various aspects of child development. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. This research method was used to describe and explain phenomena in depth based on data obtained from research subjects within a natural context. Data were analyzed using content analysis techniques by identifying the main themes related to the integration of digital literacy into learning. The integration of digital literacy can be implemented across various aspects of child development, including moral and religious values, cognitive development, science, language, and social-emotional development. The successful implementation of digital literacy is influenced by teachers' digital competence, the availability of technological facilities, the quality of learning media, and parental involvement in accompanying children. Based on the findings, it can be concluded that digital literacy represents a learning approach capable of enriching young children's learning experiences when implemented appropriately, purposefully, and in accordance with the principles of play-based learning.