Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perlakuan Serat Sabut Kelapa Dengan Asap Cair Sebagai Bahan Penguat Komposit Penyerap Suara Mukhlis, Mukhlis; Seng, Ahmad; Tjiroso, Bambang; Muzni Harbelubun, Mohammad; Umar, Kifli
Jurnal Inovasi Teknologi Terapan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/jitt.v3i1.238

Abstract

This study aims to identify the potential use of coconut fiber (SSK) as an acoustic material composite that supports the development of environmentally friendly local material-based room partition infrastructure, so the study focuses on analyzing the acoustic properties of SSK composites. This study uses experiments with variations, namely fiber treatment with liquid smoke immersion for 1, 2, and 3 hours. Furthermore, it is heated at a temperature of 40ºC for 30 minutes. Furthermore, SSK-reinforced composite specimens are made by preparing resin and fibers with a fiber length of 10 mm, 70% SSK composition, and molded, then composite acoustic specimens are made. The results of this study obtained environmentally friendly composite materials for soundproof room partitions, where the acoustic properties of SSK-reinforced composites show that the treatment can increase the sound absorption coefficient. So, it can be concluded that SSK-reinforced composite acoustic materials can be used as environmentally friendly room partition materials.
Effect of Liquid Smoke Treatment on Banana Stem Fibers as Composite Reinforcement Muslimin, Mukhlis; Seng, Ahmad; Latif, Lita Asyriati; Harbelubun, Mohammad Muzni; Umar, Kifli; Ramli, Eat
SAINSTECH NUSANTARA Vol. 2 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71225/jstn.v2i1.85

Abstract

This study aims to identify the potential utilization of banana stem fiber (BSF) as a locally sourced composite material to support building infrastructure in North Maluku. The research focuses on analyzing the tensile and impact properties of the composite. An experimental method was used, incorporating different treatment durations for the fibers by immersing them in liquid smoke for 1, 2, and 3 hours. The treated fibers were then heated at 40°C for 30 minutes. The next step involved fabricating BSF-reinforced composite specimens by preparing the resin and fibers, with a fiber length of 10 mm and a composition of 30% BSF and 70% resin. Tensile and impact tests were conducted to evaluate the mechanical properties of the composites. The results showed that the tensile strength of the P3J composite increased to 88.351 MPa, representing a 3.79% improvement compared to the untreated composite (TP). Meanwhile, the impact strength showed the highest increase after 1 hour of immersion, reaching 10.911 KJ/m, which is 25.45% higher than TP. These findings indicate that liquid smoke treatment enhances the tensile and impact properties of the composite.
Inovasi Dan Transfer Teknologi Mesin Parut Kelapa Mini Untuk Mendukung Kesejahtraan Masyarakat Di Sokonora Seng, Ahmad; Muslimin, Mukhlis; Asiriyati, Lita; Tjiroso, Bambang; Zainuddin, Raznilawati
Journal Of Khairun Community Services Vol 5, No 2 (2025): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v5i2.10744

Abstract

Desa sokonora merupakan desa yang berada di kabupaten Halmahera Utara, dengan kondisi masyarakat prasejehtera, kondisi penduduk yang berprofesi sebagai petani banyak membutuhkan teknologi-teknologi sederhana untuk menunjang aktifitas mereka, sehingga Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab moral dalam menjawab kebutuhan masyarakat tersebut Melalui program pengabdian tahun 2024 pelaksana akan melakukan penguatan elemen masyarakat dalam pelatihan dan transfer tekonolgi mesin parut kelapa mini dalam menunjang aktifitas masyarakat.Untuk mengetahui peningkatan pemahaman kelompok mitra, dirancang suatu evaluasi yang dilakukan di awal (pre test) dan akhir kegiatan (post test). Berdasarkan hasil kuisioner post-test sebanyak 90% peserta telah mengetahui atau pernah mendengar mengenai mesin parut kelapa mini dari sebelumnya 35% belum mengetahui, sebanyak 90% peserta pernah mendengar tentang mesin parut kelapa mini dari sebelumnya 25% peserta belum pernah mengetahuinya, 90% peserta memiliki keinginan untuk menggunakan mesin parut kelapa mini, 90% peserta sudah mengetahui prinsip kerja mesin parut kelapa mini, 100% peserta mengetahui prosedur penggunaan mesin parut kelapa mini, 90% peserta yang megetahui bahan membuat kompor alternatif.
PENGARUH PERLAKUAN SERAT SABUK KELAPA (SSK)TERHADAP MORFOLOGI DAN SIFAT AKUSTIK KOMPOSIT BERPENGUAT SSK Muslimin, Mukhlis; Umar, Kifli; Seng, Ahmad; Daud, Kadri; LM, Samsul Bahri
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i2.4466

Abstract

The research aims to determine the effect of SSK treatment with liquid smoke on the morphology and acoustic properties of SSK reinforced composites. The research method is an experimental method with variations in fiber treatment by soaking in liquid smoke for 1, 2 and 3 hours. Next, after soaking the fiber, it is heated in an oven at 40ºC for 30 minutes, then the resulting fiber morphology is observed using a JEOL JCM 6000 SEM tool then SSK reinforced composites are made for acoustic testing, specimen making is done by preparing resin and long fibers. 1 cm fiber, 60% resin composition and 40% SBP, after drying a composite acoustic test specimen was made. The results show that SSK treatment with liquid smoke increases the fiber morphology to become rough and porous, so that the SSK reinforced composite has a sound absorption coefficient value for the SSK TP composite of 0.1175 db, while the SSK P1J, P2J, and P3J composites have a sound absorption coefficient value of 0.1304, 0.1199, and 0.1181 db. , this shows that the SSK P1J composite is better in sound absorption by 10.92% when compared with SSK TP, so it can be recommended as an environmentally friendly acoustic material.
Unjuk Kerja Alat Penghemat BBM Pada Sepeda Motor Jupiter Z2010 Seng, Ahmad; Muzni Harbelubun, Mohammad; B, Sukiman; M, Mukhlis; Hartanto, Rudi
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v6i1.2445

Abstract

Salah satu faktor penyebab harga minyak mahal, disebabkan karena perkembangan industri otomotif yang begitu pesat. Dimana penggunaan dan BBM cenderung berkembang dari tahun ke tahun. Di dunia industri dan di segala sektor terutama di sektor transportasi, penggunaan dan permintaan bahan bakar minyak terus meningkat, sedangkan cadangan minyak bumi semakin menipis yang secara langsung berakibat pada kenaikan harga minyak dunia. Akibat pada kondisi membuat konsumen memilih BBM alternatif berbeda dengan minyak bumi untuk menghemat konsumsi BBM. Semakin tinggi besaran kendaraan di Indonesia berpengaruh kuat meningkatnya konsumsi BBM, Padahal persediaan minyak bumi semakin menipis. Sebab itu kita harus mendorong untuk menghemat minyak bumi pada BBM, salah satu alat penghemat bahan bakar minyak bumi yaitu elektrolizer HHO, untuk mendapatkan hasil” Brown Gas HHO”. Pada prosesnya gas ialah untuk menambah kalor di dalam bagian pembakaran, keadaan tersebut membuktikan di pengujiannya, ialah menggunkanan penghemat, maka dapat dihemat konsumsi BBM Untuk mengetahui bagaimana penghematan bahan bakar, maka dilakukan pengujian pada sepeda motor, Jenis Jupiter Z2010, yang dilakukan di jalan raya pada kecepatan motor rata-rata 40 km/jam yang dilakukan dengan tanpa penghemat bahan bakar pada jarak tertentu (45 km). Dari hasil uji coba ini diperoleh konsumsi bahan bakar ialah menggunakan alat penghemat bahan bakar rata-rata konsumsi BBM sebesar = 500 ml. sedang tanpa menggunakan alat penghemat bahan bakar. Konsumsi BBM rata-rata sebesar = 770.ml. Kesimpulan pada hasil pengujian bahwa dengan menggunakan alat penghemat bahan bakar diperoleh penghematan sebesar 3 %.
Analisa Pengaruh Jarak Kampuh dan Arus Pengelasan Terhadap Ketangguhan Baja WF Karim, Ivan Junaidy A; Seng, Ahmad; Umar, Kifli; Adnan, Muslim
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 6 No. 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v6i3.2647

Abstract

Penggunaan baja WF (Wide flange) sangat banyak di gunakan pada konstruksi jembatan bangunan gedung dan konstruksi lainnya. Proses pengelasan sambungan plat baja karbon rendah dengan menggunakan metode pengelasan SMAW dengan kampuh V serta variasi arus dan jarak kampuh sering untuk mendapatkan ketangguhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak kampuh dan arus listrik terhadap kekuatan baja kontruksi WF (Wide Flange) pada las SMAW menggunakan kampuh V dengan jarak kampuh 2 mm, 3 mm, dan 4 mm, dengan elektroda E6013 berdiameter 2,6 mm pada polaritas DC+ dengan arus pengelasan 60 ampere, 75 ampere, dan 90 ampere, proses pembuatan spesimen uji menggunaka standar ASTM A370. Hasil pengujian impack metode charpy tersebut menunjukkan bahwa nilai ketangguhan tertinggi adalah kelompok jarak kampuh las 3 mm sebesar 1,262 KJ/m2, 1,226 KJ/m2, dan 1,058 KJ/m2 di ikuti dengan kelompok jarak kampuh 4 mm sebesar 1,147 KJ/m2, 1,133 KJ/m2, dan 1,102 KJ/m2, dan kelompok jarak kampuh 2 mm memiliki nilai ketangguhan rendah sebesar 1,009 KJ/m2, 1,000 KJ/m2, dan 0,931 KJ/m2. Melalui patahan dengan diberikan variasi jarak kampuh las dan arus listrik. Jenis perpatahan yang terjadi pada sambungan las dengan jarak kampuh 2 mm, 3 mm, dan 4 mm dengan arus listrik 60 ampere, 75 ampere, dan 90 ampere adalah patah getas.