Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Tedc

PERANCANGAN SISTEM KONTROL PLC PADA MESIN BENDING ROL PIPA Sidiq Alamsyah .; Agus Saleh
Jurnal TEDC Vol 13 No 3 (2019): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.561 KB)

Abstract

Mesin bending rol pipa untuk pembentukan pipa sudah dilakukan dengan sistem konvensional. Dalam perancangan dan penelitian ini, mesin bending rol pipa yang sudah ada akan dikembangkan dengan menggunakan sistem semi otomatisasi agar proses pembuatan dan pembentukannya dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Perancangan mesin bending rol pipa, akan dikhususkan untuk mengerol pipa dengan diameter maksimum 50 mm dengan maksimum pengerolan ¾ lingkaran ataupun lingkaran penuh. Penelitian dan perancangan ini dalam proses semi otomatisasi, pergerakannya akan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) yang tersusun dari program-program sesuai dengan perintah yang akan dibuat dengan menggunakan diagram tangga (Ladder Diagram). Tujuan pemilihan dengan PLC adalah mudah diprogram dan dapat diprogram ulang pada peralatan, merencanakan sistem operasi yang mudah untuk diaplikasikan, waktu yang singkat dalam pengaplikasiannya, dan mudah dalam perawatannya. PLC yang digunakan adalah Omron CP1E. Kata kunci: PLC, mesin bending rol pipa, ladder diagram
DESAIN MESIN TAMBAL BAN TUBELES Agus Saleh; Muhtar Fitriana
Jurnal TEDC Vol 14 No 3 (2020): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.566 KB)

Abstract

Perkembangan dunia otomotif pada era sekarang sangatlah pesat sehingga banyak bermunculan kendaraan-kendaraan jenis dan model baru. Penggunaan spare part dari kendaraanpun sangatlah bervariasi termasuk jenis ban yang digunakan oleh kendaraan tersebut berbeda-beda. Ada jenis kendaraan dengan menggunakan ban dalam dan ada pula yang tidak menggunakan ban dalam (Tubeless). Penggunaan jenis ban tubeles banyak digunakan di kendaraan baik roda empat maupun roda dua dikarenakan efektivitas penggunaan bilamana terjadi kebocoran. Ketika terjadi kebocoran maka selama benda yang menusuk ke ban tubeles tidak dicabut ban tidak akan gembos. Ketika terjadi kebocoran pada ban tubeles maka dilakukan penambalan ban dengan cara konvensional yaitu dengan menusukan jarum ke ban ditambah bahan perapat tambal ban menggunakan tenaga manusia dan hal ini tidak sedikit yang dapat menyebabkan pegal, bengkak, bahkan luka pada tangan penambal ban. Desain dilakukan dengan beberapa hasil sketsa kemudian melakukan pemilihan material, pelibatan komponen-komponen yang diperlukan selanjutnya diuji dengan menggunakan simulasi software sebelum projek direalisasikan. Hasil dari perancangan diantaranya adalah motor, gear box, puli, belt, poros engkol, stang torak, jarum dan rangka. Kata kunci: desain mesin, mesin tambal ban, ban tubeles
UJI KEAUSAN PAHAT JENIS HSS DENGAN PROSES PEMESINAN SEKRAP MENGGUNAKAN FAKTORIAL DESAIN DAN ALGORITMA YATE Agus Saleh
Jurnal TEDC Vol 12 No 2 (2018): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.074 KB)

Abstract

Pengujian keausan terhadap pahat jenis Hight Speed Steel (HSS) dengan menggunakan proses pemesinan sekrap telah dilakukan dengan intrumen Resfonse Surface Methodologi. Tetapi sebelum mengolah dengan instrument RSM maka perlu disampaikan secara detil pengolahan data tersebut dengan instrument yang berbeda. Instrument tersebut adalah menggunakan Factorial Desain dan Algoritma Yates. Uji keausan pahat jenis HSS dilakukan untuk menemukan variabel uji yang memberikan pengaruh terhadap keuasan terkecil pada pahat jenis HSS dengan menggunakan proses pemesinan sekrap dan memperoleh persamaan empiriknya. Eksperimen dilakukan terhadap sepuluh variabel : gerak makan (feeding), jenis pahat, jenis bahan yang dikerjakan, sudut pahat, kondisi mesin, dimensi bahan, jarak bebas pahat terhadap benda kerja sebagai variabel bebas. Pendingin (SAE 10 dan SAE 20), kecepatan langkah, kedalaman pemakanan sebagai variabel tidak bebas. Alat eksperimen yang digunakan adalah mesin sekrap, pahat HSS (merk sama), bahan mill steel ST.37 dengan dimensi 145x63x45 mm, tempat air, vernier caliper digital, kaca pembesar dan lampu duduk. Pengukuran dilakukan setiap satu kali proses pemakanan sampai selesai selebar 63 mm dengan menggunakan vernier caliper digital dan kaca pembesar yang menggunakan alat penerangan. Hasil eksperimen menunjukan bahwa kedalaman pemakanan adalah 0.18, pendinginan menunjukan nilai -0.11 serta kecepatan langkah menunjukan nilai 0,08 sehingga persamaan yang didapat dengan menggunakan instrument Algoritma Yates diperoleh persamaan y = B0.P + B1.KL. Kata kunci: keausan, hight speed steel (HSS), pemesinan sekrap
PERANCANGAN MESIN PENETAS TELUR OTOMATIS BERSUMBER DAYA SISTEM HYBRID BERBASIS MIKROKONTROL Dendin Supriadi; Agus Saleh
Jurnal TEDC Vol 14 No 2 (2020): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.785 KB)

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Peternakan 2017 menyatakan bahwa Statistik menunjukkan konsumsi kebutuhan ayam pedaging (broiler) menunjukkan pada posisi 1,69 miliar ekor, sedangkan kebutuhan akan peterlur (layer) menunjukkan pada posisi 166,72 juta ekor, dan kebutuhan akan ayam kampung (buras) pada kondisi 310,52 ekor. Angka kebutuhan produksi tersebut menunjukkan peta kebutuhan akan daging ayam untuk penduduk Indonesia sebesar 11,5 per orang per tahun. Sedangkan kebutuhan akan telur sendiri tercatat sebesar 6,53 kg per orang per tahun. Hal ini memberikan gairah bagi para petani unggas untuk andil memenuhinya, oleh karena itu banyak penelitian tentang mesin penetas telur bahkan sampai dengan diproduksi secara masal dengan berbagai bentuk dan system konsumsi energinya. Dari berbagai mesin penetas telur yang dibuat hampir 95% masih ketergantungan akan energy listrik dari pasokan PLN. Hal ini tentunya akan bermasalah bagi petani pada saat pasokan energi listrik PLN mengalami gangguan. Maka harus dicari energi alternatif yang dapat menggantikan pasokan energi listrik dari PLN. Pemanfaatan energi terbarukan merupakan salah satu jawaban dari permasalahan tersebut.Dengan menggunakan kekuatan 2 keping solar sel berkekuatan masing-masing 50 WV digunakan untuk mensuplay mesin melalui sebuat sel accu, dari hasil data didapat 4-5 Ampere pengisian dengan tegangan antara 15,5-18,4 V mulai dari cahaya redup sampai dengan maksimal saat kondisi accu dalam keadaan kosong. Daya dari accu dihasilkan hanya mampu untuk mensuplay listrik kemesin incubator maksimal 1,5 jam sehari. Pengaturan suhu pada mesin penetas ditetapkan pada suhu 38-40oC, Kelembeban 60-70% dengan menggunakan system turning rak telur dihasilkan efesiensi daya listrik sebesar 8% dari konsumsi daya keseluruhan, besarnya daya listrik PLN yang digunakan 146,3 kWH dan konsumsi daya listrik solar sel sebesar 13,44 kWH. Pengujian mesin dilakukan dengan menggunakan 150 butir telur ayam yang diletakan pada 3 rak susun telur, dan masing-masing rak berisi dengan penempatan diatur merata pada tiap rak untuk melihat hasil tetas. Dari data didapat bahwa rak atas menetaskan 44 butir, rak kedua 36 butir telur dan rak ke tiga 42 butir telur. Dari 28 telur yang tidak menetas terdapat 10 butir telur yang sudah terjadi perkembangan sel, akan tetapi tidak bisa menetas sedangkan sisanya tidak ada perkembangan sel. Secara keseluruhan hasil penetasan baru mencapai angka 81,3%, dan pertumbuhan sel telur sampai menjadi anak sebesar 88%.
ANALISIS DAN PERANCANGAN RANGKA MESIN PEMOTONG KENTANG OTOMATIS Agus Saleh; Deden Ahmad Muhammad
Jurnal TEDC Vol 14 No 2 (2020): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.922 KB)

Abstract

Perancangan mesin pemotong kentang otomatis secara keseluruhan telah dilakukan dengan melibatkan banyak tim dalam prosesnya. Dalam penentuan bentuk maupun fungsi telah sepakat ditentukan dan disepakati hasilnya melalui tahapan perancangan dan pengujian oleh tim. Salah satu tahapan yang dilakukan adalah dengan melakukan perancangan dan pengujian terhadap rangka mesin pemotong kentang otomatis. Proses pembuatan rangka pada mesin pemotong kentang otomatis ini dilakukan dengan beberapa tahapan proses seperti pengumpulan data, pemilihan material, pemotongan material, pemilihan profil, pegelasan, proses finishing dan pengujian. Material yang dipilih adalah material St 42 profil L dengan ukuran 40 x 40 x 3 mm dengan berdasarkan kepada berbagai pertimbangan. Analisis yang dilakukan dengan bantuan software engineering dengan perhitungan pada setiap bagian maka diperoleh nilai depleksinya. Nilai depleksi yang diperoleh adalah pada rangka atas mesin dalam keadaan piston besar tidak aktif diperoleh nilai 4,256e-005 mm, simulasi rangka bawah mesin dalam keadaan piston kecil aktif diperoleh nilai 1,735e-003 mm, simulasi kaki rangka atas mesin dalam keadaan piston besar tidak aktif diperoleh nilai 5,325e-005 mm, simulasi kaki rangka atas mesin dalam keadaan piston besar aktif diperoleh nilai 1,542e-001 mm, simulasi kaki rangka bawah mesin dalam posisi piston kecil aktif diperoleh nilai 2,463e-005 mm. Dari hasil analisis dan desain rangka yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa rangka dapat mengakomodir dari semua komponen yang akan dipasang dan aman.
RANCANG BANGUN RANGKA MESIN PENCACAH LIMBAH KELAPA Rizki Ramdani; Agus Saleh; Lusi Marlina; Buyung Setiyono
Jurnal TEDC Vol 16 No 2 (2022): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.108 KB)

Abstract

Limbah kelapa dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat contohnya; bahan biobriket, kerajinan tangan, media tanam (cocopeat) dan campuran bahan bangunan. Dalam pemanfaatan limbah kelapa, proses awal yang biasanya dilakukan yaitu proses penghancuran limbah kelapa. Penghancuran bertujuan untuk mengubah ukuran limbah menjadi lebih kecil, sehingga memudahkan dalam proses pemanfaatannya nanti. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik membuat suatu mesin pencacah limbah kelapa. Batasan penelitian ini yaitu, hanya membahas mengenai bagian rangka mesin saja. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu; menentukan spesifikasi awal mesin pencacah limbah kelapa, membuat desain dan pengujian desain rangka mesin menggunakan Solidworks, pembuatan rangka mesin pencacah limbah kelapa dan pengujian mesin pencacah limbah kelapa. Pada pengujian desain rangka mesin menggunakan Solidworks, yang dilakukan adalah Pengujian Tegangan (Stress), Pengujian Perubahan Bentuk (Deformation) dan Pengujian Faktor Keamanan (Factor of Safety/FOS)
PERANCANGAN MEKANISME ALAT ANGKUT PERALATAN INDUSTRI BERKAPASITAS 10 TON Agus Saleh
Jurnal TEDC Vol 11 No 2 (2017): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.997 KB)

Abstract

Salah satu kegiatan maintenance dalam melakukan bongkar pasang peralatan industri memerlukan mekanisme alat angkut dengan kriteria desain yang memenuhi persyaratan tertentu. Persyaratan untuk memenuhi kriteria tersebut adalah bobot 10 ton. Kriteria lain yang juga menentukan kualitas desain alat angkut adalah ruangan terbatas dan harus terbebas dari percikan api. Perancangan mekanisme alat angkut ini diterapkan pada pompa berdiameter 744 mm dan dengan panjang 6.000 mm. Selama ini kegiatan bongkar pasang untuk mengangkat pompa dilakukan dengan menggunakan Tower Crane dan harus diangkat ke atas setinggi 30 meter. Kelemahan dari Tower Crane ini adalah harus menyewa dengan biaya yang cukup mahal. Oleh sebab itu maka masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang mekanisme alat angkut yang sesuai dengan kondisi di atas. Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah melakukan perancangan mekanisme alat angkut dan menganalisis hasil rancangan dengan bantuan software. Lingkup dalam perancangan ini adalah beban yang dianalisis bersifat statik. Pemilihan komponen Engine, Outtriger, Power Pack hidrolik, silinder hidrolik dan rangka kendaraan merujuk pada standar yang disesuaikan dengan beban kerja. Prinsip kerja dari perancangan mekanisme alat angkut ini adalah seperti mekanisme pada Dump Truck. Berdasarkan hasil optimasi dimensi dan analisis tegangan menggunakan software SolidWork dengan jenis material ASTM A36, maka diperoleh faktor keselamatan (FoS) sebesar 5,4 dan 3,6. Dengan demikian, maka mekanisme tersebut dianggap aman karena memiliki faktor keselamatan lebih besar dari satu.
PERANCANGAN TRANSMISI MESIN PENGAYAK PASIR Agus Saleh; Thomas Ryan Hizkhia
Jurnal TEDC Vol 15 No 2 (2021): JURNAL TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.747 KB)

Abstract

Mesin pengolah pasir yang sudah dibuat sebelumnya sudah cukup berfungsi dengan baik. Fungsi dari mesin tersebut hanya untuk mencampur dan memecah bagian-bagian pasir yang mengeras. Kemudian dilakukan pengayakan secara manual. Oleh sebab itu maka perlu ditambahkan dan dibuatkan mesin tersebut dengan menambahkan fungsi sebagai pengayaknya yang digerakan secara otomatis. Alat yang akan dibuat ini terdiri dari rangka, transmisi, ram kawat, dan body. Pada sistem transmisi terdiri dari motor lisrik, sabuk, puli, bearing, dan poros engkol. Dalam perancangan ini meliputi 3 tahap. Pertama, merancang dan mendesain alat menggunakan aplikasi autocad. Kedua, perhitungan dan gambar. Ketiga, pembuatan dan pengujian alat. Mesin ini yang menghasilkan butiran pasir halus dan kasar. Secara otomatis butiran yang halus akan berpisah dengan butiran yang kasar. Proses pengayakan 2 kg pasir didapatkan waktu 3 menit dengan daya rencana 0.3 kW dengan menggunakan motor listrik satu phasa, 220 volt dengan kecepatan putaran 1420 rpm dan 90 watt.
PENGARUH VARIABEL UJI TERHADAP KEAUSAN PAHAT JENIS HSS DENGAN PROSES SEKRAP Agus Saleh
Jurnal TEDC Vol 11 No 1 (2017): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.543 KB)

Abstract

Penelitian dalam kaitannya dengan mencari pengaruh variabel uji terhadap keausan pahat jenis HSS dengan proses Sekrap sudah dilakukan oleh peneliti lain tetapi dengan jenis parameter dan instrument yang berbeda. Eksperimen dilakukan untuk mendapatkan nilai optimum keausan terkecil pada pahat jenis HSS dengan proses Sekrap. Dari hasil pengujian dengan menggunakan algoritma Yates maka diperoleh tiga variabel tidak bebas yaitu Pendingin (P), Kedalaman Makan (KM) dan Kecepatan Langkah (KL). Dari ketiga variabel tersebut maka diperoleh nilai eksperimen menunjukan bahwa Kedalaman Makan 0.18 mm, Pendingin nilai -0.11 mm serta Kecepatan Langkah menunjukan nilai 0,08 mm. Eksperimen lanjutan dilakukan dengan menggunakan Response Surface Methodologi (RSM) dan menguji dua variabel yaitu Pendingin dan Kecepatan Langkah (KL). Setelah melakukan pengujian data optimum yang didapat adalah 0,15 mm dan ini merupakan hasil yang optimum didapat dari proses eksperimen. Kata kunci: keausan, HSS, pemesinan sekrap
RANCANG BANGUN MESIN PEMOTONG MONCONG KEONG SAWAH Agus Saleh; Aditya Karisma
Jurnal TEDC Vol 12 No 1 (2018): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.185 KB)

Abstract

Keong sawah (Pila ampullacea) adalah sejenis siput air yang mudah dijumpai di perairan tawar Asiatropis, seperti di sawah, aliran parit, serta danau. Hewan bercangkang ini dikenal pula sebagai Keong gondang, siput sawah, siput air, atau sawah. Bentuk keong sawah agak menyerupai siput murbai, masih berkerabat, tetapi keong sawah memiliki warna cangkang hijau pekat sampai hitam. Metode perancangan yang digunakan adalah dengan Alur diagram tahapan perancangan dan penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data antara lain wawancara, studi pustaka, dan pengamatan. Perancangan dalam pembuatan mesin pemotong moncong keong sawah ini berguna untuk mempermudah proses pemotongan dari sistem konvensional ke sistem semi otomatis sehingga keamanan pada saat proses pemotongan bisa lebih terjaga dan meningkatkan kuantitas hasil pemotongan. Alat yang digunakan untuk memotong moncong keong sawah menggunakan motor listrik dan pully cutting blade. Bahan pisau mesin pemotong keong sawah ini menggunakan 304 stainles steel, merupakan baja dengan karbon cukup tinggi dan chromium tinggi, kekerasan tinggi maximal 60 hrc sangat tahan karat dan kekerasannya cukup baik. Stainles 304 cukup sulit terserang korosif dan karat sehingga jenis bahan ini sangat cocok untuk bahan pemotong dimana bahan yang akan di potong mengandung air atau lembab salah satunya keong sawah. Kata kunci: keong sawah, motor listrik, stainless