Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBEDAAN TINGKAT KESEHATAN BANK PEMERINTAH DENGAN BANK SWASTA NASIONAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Septiana, Dwi
Jurnal Ilmu Manajemen Vol 6, No 1 (2016): Jurnal iLmu Manajemen
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jimn.v6i1.1518

Abstract

The purpose of this research was to determine the difference between the healtf of banks of the Bank with the Government of National Private Bank listed on the Indonesia Stock Exchange. The data used in this research is secondary data such as financial ratios derived from the financial statements of banks listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in the period from 2005 to 2014. While the variables used are the performance financial measured by CAMEL consisting of the CAR, NPL, NIM, ROA, ROE, and LDR. The population in this research are all banking companies listed in Indonesia Stock Exchange with sample 3 government banks and 5 national private banks. The results of this research indicate that there is no difference in the health of banks of government banks and national private banks listed in the Indonesia Stock Exchange on indicators CAR, NPL, NIM. While indicators ROA, ROE, and LDR indicate there are differences in the health of banks of state banks and national private banks listed in the Indonesia Stock Exchange. The implications of this research are expected to be used as notes or corrections to maintain and improve the health of banks of both government banking and private banking
Kesiapsiagaan Siswa SMA dengan Penggunaan Model Pembelajaran Science, Environment, Technology, Society (SETS) Berbantuan WebGIS Inarisk Septiana, Dwi; Astutik, Sri; Pangastuti, Era Iswara; Kurnianto, Fahmi Arif; Nurdin, Elan Arton
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i01.66188

Abstract

Kondisi wilayah Indonesia yang rentan menjadikan pendidikan kebencanaan di Indonesia sangat penting. Membangun kesiapsiagaan berkaitan dengan peningkatan kesadaran dan pengetahuan mengenai kebencanaan menjadi peran sentral sektor pendidikan. Penggunaan Model Pembelajaran Science, Environment, Technology, Society (SETS) mengintegrasikan antara keempat unsur yang dikaitkan dengan unsur kebencanaan dapat menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh Model Pembelajaran Science, Environment, Technology, Society (SETS) berbantuan WebGIS Inarisk terhadap kesiapsiagaan siswa SMA. Penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan desain penelitian posttest only control group design. Indikator kesiapsiagaan yang digunakan menggunakan indikator LIPI/UNESCO-ISDR (2006) yaitu pengetahuan dan sikap terhadap Indonesia bencana; rencana keadaan darurat bencana; sistem peringatan bencana; kemampuan memobilisasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji T-test mendapatkan hasil sig.2-tailed 0,000 yang berarti treatment yang diberikan memiliki pengaruh yang signifikan. Hasil dari indeks gabungan kesiapsiagaan mendapat nilai indeks sebesar 60,35 yang masuk pada kategori “Hampir Siap”.
Screening Polimer Untuk Eor (Enhanced Oil Recovery) Di Lapangan “X” Minyak Cekungan Sumatera Tengah Septiana, Dwi; Helwani, Zuchra; Abdurrahman, Muslim
Journal of Bioprocess, Chemical and Environmental Engineering Science Vol 3 No 1 (2022): Journal of Bioprocess, Chemical and Environmental Engineering
Publisher : Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, UNRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jbchees.3.1.39-52

Abstract

Oil is the energy source that people demand and use the most right now. Recent years have seen a lot of interest in polymer flooding as a cutting-edge chemical-based enhanced oil recovery (EOR) solution. Field X Minyak Cekungan Sumatera is acceptable for chemical EOR (Polymer) testing with a success range of up to 70%. The polymer solution will follow the channel that the water has created, and because of its high viscosity, it tends to "block" this area of the reservoir, allowing previously immobilized oil to start flowing. This can improve sweep efficiency. In this study, four polymers will undertake screening tests on the basis of compatibility, concentration, viscosity vs. shear rate, filtration, screen factor, and thermal stability. The best results is polymer 2 after polymer screening included passing the compatibility test, producing the best viscosity compared to the other three polymers at the same concentration, FR 1.2, having the best screen factor value compared to the other three polymers, and passing the thermal stability test.
Analisis Keterampilan Proses Sains Murid Kelas V Materi Magnet Pembelajaran IPAS SD Muhammadiyah Purworejo Septiana, Dwi; Ngazizah, Nur; Ratnaningsih, Arum
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91613

Abstract

Keterampilan proses sains merupakan suatu keterampilan dalam pembelajaran, untuk murid dapat mengembangkan pengetahuanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan proses saisn murid kelas V materi magnet pada pembelajaran IPAS di SD Muhammadiyah Purworejo. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskrptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian memperoleh bahwa kategori murid dikelompokan tinggi, sedang, dan rendah dengan menggunakan 6 sampel murid.  Hasil penelitian keterampilan proses sains ada 6 yaitu indikator mengamati, memprediksi, memgklasifikasi, menafsirkan, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Murid dengan kategori tinggi berkriteria mahir dan cakap. Murid dengan  kategori sedang mampu berkategori mahir, cakap, dan layak. Salah satu murid dengan kategori rendah mampu mencapai kriteria mahir dan layak, sedangkan satu murid kategori rendah tetap masih berkriteria belum berkembang. Simpulan dari analisis yang diperoleh murid kelas V sudah memiliki keterampilan proses sains yang baik.