Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisa Pengukuran Kinerja Green Supply Chain pada Sektor Usaha Kecil Septivani, Nike
Premium Insurance Business Journal Vol. 9 No. 2 (2022): PREMIUM INSURANCE BUSINESS JOURNAL
Publisher : P3M Trisakti School of Insurance (TSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35904/premium.v9i2.37

Abstract

Rantai pasok (supply chain) adalah suatu jaringan fasilitas dan saluran distribusi yang meliputi pengadaan dari bahan baku, produksi, perakitan dan pengiriman produk atau pelayanan kepada pelanggan. Seiring dengan berkembangnya industri, pemerintah gencar dalam menerapkan peraturan yang menyangkut tentang pemeliharaan lingkungan. GSC (green supply chain) merupakan konsep rantai pasok yang mempertimbangkan lingkungan. Pengukuran kinerja dalam GSC menjadi hal yang penting untuk menilai pelaksanaan dan capaian dari suatu desain green. Melalui pengukuran kinerja GSC, suatu organisasi atau perusahaan dapat mengambil keputusan mengenai kesesuaian dan kelanjutan strategi yang digunakan, juga menjadi dasar perlu tidaknya dilakukan penggantian strategi. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui penerapan GSC pada beberapa sektor usaha dan untuk memahami hal – hal apa saja yang ada di dalam komponen GSC sehingga sektor usaha tetap sustain. Penelitian dilakukan pada pertengahan tahun 2022 di sektor produksi tempe daerah Bogor. Teknik analisis untuk melakukan pengukuran kinerja green supply chain menggunakan metode deskriptif, analytical hierarchy process (AHP). Penyusunan laporan penelitian dilengkapi dengan metode kepustakaan dan melakukan wawancara dengan responden. Hasil dari penelitian ini antara lain: Pertama penerapan GSC dengan menentukan 4 perspektif yaitu green procurement, green manufacture, green distribution, reverse logistics beserta tujuan dari masing – masing perspektif dan hasil dari keempat perspektif tersebut konsisten dengan kinerja produksi dan Kedua, proses perbaikan yang harus dilakukan oleh sektor usaha yang diamati berdasarkan hasil pengukuran tidak diperlukan namun perlu dipertimbangkan apabila permintaan produksi dari konsumen lebih banyak dari sebelumnya.
RISK ASSESSMENT AND STAKEHOLDER ANALYSIS OF THE FREE NUTRITIOUS MEALS PROGRAM (MBG) FOR SCHOOL AGED CHILDREN IN INDONESIA Septivani, Nike; Indra P, I Made; Fandayani, Enno Karina; Maulana, Wahyu
International Journal of Multidisciplinary Research and Literature Vol. 4 No. 4 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY RESEARCH AND LITERATURE
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijomral.v4i4.353

Abstract

The Program Makan Bergizi Gratis (MBG) is a nationwide initiative launched by the Indonesian government to improve children’s health and reduce malnutrition through free nutritious meals in schools. While the program is a key pillar of Indonesia’s long-term development vision (Indonesia Emas 2045), its large-scale implementation presents significant risks across operational, financial, and governance domains. This study aims to identify and assess the key risks involved in the MBG program using the ISO 31000:2018 risk management framework and a qualitative descriptive approach. Data were collected through field observations, structured interviews, stakeholder questionnaires, and document analysis involving schools, catering service providers, and student beneficiaries. Risk levels were assessed based on probability and impact ratings, and further analyzed using a risk matrix and SWOT framework. Findings reveal that schools face the highest risk exposure, particularly in areas of delayed budget disbursement, food safety, and governance transparency. Catering providers reported medium risks related to delivery logistics and hygiene standards, while students expressed concerns primarily related to meal variety and portion sizes. Three priority risk categories were identified: financial uncertainty, food quality assurance, and program accountability. This study contributes to the growing literature on public nutrition policy and risk governance by providing evidence-based recommendations to enhance program implementation. Key recommendations include digital risk monitoring platforms, improved stakeholder coordination, food safety audits, and policy transparency mechanisms. By managing these risks proactively, the MBG program can be transformed into a sustainable and equitable intervention to improve child health and education outcomes in Indonesia.
SOCIALIZATION OF DISEASES NOT COVERED BY BPJS KESEHATAN AND THE IMPORTANCE OF USING ADDITIONAL COMMERCIAL INSURANCE Septivani, Nike; Indra, I Made
International Journal of Engagement and Empowerment (IJE2) Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Engagement and Empowerment
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ije2.v5i2.227

Abstract

Many people do not fully understand the types of diseases that BPJS Kesehatan and the benefits of additional health insurance do not cover. Therefore, socialization is needed so people can make the right decisions in their financial and health planning. This Community Service (PkM) was carried out in the Even Semester of the 2024/2025 Academic Year, with its peak activity on June 3, 2025, where STMA Trisakti successfully held a PKM Seminar with the theme "Socialization of Diseases Not Covered by BPJS Kesehatan and the Importance of Using Additional Commercial Insurance" through their YouTube channel. This activity proved very relevant and successful, triggering high enthusiasm from 74 participants. The speakers, Mrs. C. Nike Septivani and Mr. I Made Indra P., conveyed complex material clearly and easily understood, supported by sound technical broadcast quality. Overall, this seminar effectively increased public awareness of the limitations of BPJS Kesehatan and the cruciality of commercial insurance, providing a positive contribution from STMA Trisakti in educating the public about comprehensive health planning.
Analisis Adjustment Klaim dengan Metode Indemnity dan Reinstatement Pada Produk Asuransi Kebakaran di PT Asuransi XYZ Wulandari, Sandra Indah; Septivani, C. Nike
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan bermasyarakat, asuransi memiliki fungsi untuk menjamin kerugian atau kerusakan atas terjadinya musibah yang tidak pasti karena musibah dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Salah satu musibah yang sering terjadi yaitu kebakaran. Saat terjadi kebakaran, tak hanya nyawa saja yang bisa hilang tetapi juga harta benda bisa ikut hilang. Asuransi kebakaran dapat menjamin harta benda yang rusak atau hilang akibat kebakaran. Untuk menghitung nilai ganti rugi akibat kebaran (adjustment), terdapat 2 metode yaitu indemnity dan reinstatement. Dalam metode indemnity, adjustment klaim memperhitungkan faktor depresiasi sebagai faktor pengurang dalam perhitungannya sehingga nilai penggantian klaim akan lebih kecil selain dipotong nilai deductible sesuai yang tertera di dalam polis. Sedangkan untuk adjustment dengan metode reinstatement tidak diperhitungkan adanya depresiasi, hanya diperhitungkan deductible saja.