Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Innovation of Automatic Anti-Freezing Batik Wax Filtering Technology for the Revitalization of Sustainable Batik Entrepreneurship Based on Intellectual Property IDD000075738 Widiana, Muslichah Erma; Adityo, R Dimas; Fahruddin, A’rasy; Sugianto, Herman
Sebatik Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v29i2.2684

Abstract

Traditional batik enterprises in Indonesia face major challenges in sustaining productivity, efficiency, and global competitiveness. One key issue is the manual filtering of batik wax (malam), which often causes clogging and solidification, disrupting production and reducing batik quality. This research introduces an Automatic Anti-Clog Batik Wax Filtering Technology as an innovative solution for revitalizing sustainable batik entrepreneurship, registered under Industrial Design Intellectual Property IDD000075738. The study aims to develop a practical technology that automatically filters batik wax, maintains an ideal temperature, and prevents freezing during the production process. This innovation is expected to improve production efficiency, maintain motif quality, and enhance the resilience of small and micro batik enterprises. The research adopts a Research and Development (R&D) approach through applied experimentation, engineering design, and co-creation with local batik artisans. The two-year project includes wax characterization, temperature analysis, prototype design, and field testing with Keyna Gallery, a natural dye batik producer in Jombang. The outcomes include a simple patent, a functional prototype, and international journal publications. With a targeted Technology Readiness Level (TRL) of 7–9, this innovation supports SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) and SDG 12 (Responsible Consumption and Production), promoting a sustainable, efficient, and globally competitive batik industry.
KONSEP WAHYU TUMURUN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA DESAIN BATIK TULIS UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Sugianto, Herman; Patriani, Sepbianti Sangga
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.77605

Abstract

Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui konsep wahyu temurun sebagai ide penciptan karya desain batik pada elemen baju toga Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Peneliti menggunakan pendekatan Research and Development (R&D), untuk menghasilkan produk berupa motif yang diaplikasikan dalam sebuah karya desain batik tulis. Berbagai ikon atau kekhasan hewan dan berbagai macam tumbuhan langka menjadikan ide dasar dari proses penciptaan karya desain batik tulis, dimana dapat diaplikasikan dalam bentuk karya batik tulis baju, sarung dan baju toga yang akan dipakai waktu acara wisuda Universitas Adi Buana Surabaya. Pada penelitian ini tidak semua ikon yang diambil sebagai pengembangan motif, hanya bunga matahari dan burung merak sebagai dasar pengembangan motif dalam berbagai bentuk motif. Bentuk estetika motif dari ide penciptakan karya desain batik tulis terbagai menjadi 2 bentuk motif yaitu motif flora dan motif fauna. Konsep wahyu temurun yang merupakan salah satu motif klasik jawa yang secara harfiah “wahyu” memiliki arti anugrah atau petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa dan “tumurun” yang memiliki arti turun. Berdasarkan analisis yang dilakukan dari konsep wahyu tumurun menjadi dasar penyusun motif-motif flora fauna menjadi penciptaan karya desain batik dalam beragam jenis desain batik tulis.