Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelajaran Ekologis dari Sastra: Kearifan Lokal dalam Novel Upacara Nurhijrahtul Jannah; Juanda Juanda; Aslan Abidin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi kearifan lokal upacara adat masyarakat Dayak dalam novel Upacara karya Korrie Layun Rampan berdasarkan kajian ekokritik Greg Garrard. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa narasi dan kutipan dari novel yang mendeskripsikan ekokritik. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, kearifan lingkungan budaya yang tercermin dalam berbagai upacara adat, yaitu: (1) Upacara Anan La Lumut, (2) Upacara Balian, (3) Upacara Kewangkey, dan (4) Upacara Nalin Taun Palulung. Kedua, konsep lingkungan yang diwujudkan melalui: (1) Sikap hormat terhadap alam, dan (2) Sikap kasih sayang serta kepedulian terhadap alam. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam novel Upacara karya Korrie Layun Rampan, terdapat pesan penting untuk memanfaatkan alam secara bijaksana, hanya untuk kebutuhan hidup yang layak sebagai manusia, sesuai prinsip ekokritik Greg Garrard. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan wawasan baru tentang hubungan antara sastra dan kearifan lokal dalam mendukung kesadaran ekologis, khususnya dalam konteks masyarakat adat Dayak. Penelitian masa depan diharapkan dapat menggali lebih dalam mengenai penerapan konsep ekokritik pada karya sastra Indonesia lainnya yang mengangkat tema lingkungan dan kearifan lokal, serta menganalisis dampaknya terhadap pembentukan kesadaran ekologis dalam masyarakat modern.
Tekanan Konformitas Tokoh Utama dalam Novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong Karya Eka Kurniawan: Hermeneutika Dilthey Ridwan Ridwan; Aslan Abidin; Wulandari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekanan konformitas yang dialami tokoh utama dalam novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan menggunakan teori hermeneutika Wilhelm Dilthey. Tiga konsep utama yang digunakan dalam analisis ini meliputi erlebnis (pengalaman hidup tokoh), ausdruck (ekspresi atau ungkapan tokoh), dan verstehen (pemahaman atau penafsiran tokoh terhadap realitas). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan analisis isi. Proses analisis dilakukan melalui pembacaan mendalam terhadap teks novel, identifikasi data yang relevan, interpretasi berdasarkan kerangka hermeneutika, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Sato Reang mengalami tekanan konformitas melalui pengalaman sunatan, pengajian, larangan bermain lempar gelang, serta berbagai tuntutan sosial dari ayahnya. Ungkapan dan perilaku tokoh mencerminkan bentuk tekanan untuk menjadi anak soleh dan patuh terhadap norma sosial. Penafsiran mendalam menunjukkan bahwa tekanan konformitas hadir dalam bentuk tuntutan moral dan religius yang membentuk cara pandang serta tindakan tokoh terhadap lingkungan sosialnya.