Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN POLA AKTIFITAS FISIK TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 T. Eltrikanawati; Nurlaila; Masitoh Tampubolon
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v6i2.411

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia sebanyak 425 juta orang, di Batam Jumlah penderita sebanyak 3.008 dengan prevalensi terbanyak di Puskesmas Tiban Baru yaitu 439 penderita (14,6 %). Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis hubungan pola makan dan pola aktivitas fisik terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan design cross sectional dan teknik pengambilan sampel Pusposive Sampling dengan uji Mann-Whitney. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi kepada 58 responden. Hasil uji menunjukkan p value 0,000 (⍺=0,05) untuk masing-masing variabel. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan bermakna antara Pola makan dan pola aktivitas fisik terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2.
Edukasi Bahaya Plastik Bagi Kesehatan Hesti Marliza; T. Eltrikanawati; Arini Larasuci
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.914 KB)

Abstract

Penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari merupakan produk yang dikemas dalam berbagai bentuk dan fungsi serta pada umumnya digunakan oleh masyarakat. Penggunaan berbagai jenis plastik secara berlebihan dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Penggunaan berbagai produk berbahan plastik dapat menimbulkan penyakit berbahaya seperti kanker, gangguan kehamilan, dan kerusakan jaringan tubuh lainnya. Proses edukasi masyarakat yang harus dilakukan untuk menambah pengetahuan tentang bahaya penggunaan plastik bagi kesehatan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan diseminasi temuan ilmiah terkait bahaya penggunaan plastik serta berdampak pada kesehatan sekaligus menambah pengetahuan masyarakat tentang bahaya penggunaan plastik bagi kesehatan. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini melalui beberapa tahapan yaitu pertama meninjau lokasi pemuka masyarakat di kelurahan Belian, daerah Botania. Tahap kedua adalah melakukan koordinasi kerjasama terkait pelaksanaan program kegiatan dengan pimpinan dan penanggung jawab kegiatan di Puskesmas Botania, Batam. Tahap ketiga adalah persiapan kegiatan. Tahap keempat adalah tahap implementasi dan tahap kelima yaitu evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Botania, Batam. Dampak program dinilai menggunakan kuesioner pra dan pasca intervensi. Analisis respon pra-intervensi menunjukkan bahwa mayoritas peserta tidak mengetahui klasifikasi plastik dan bahayanya penggunaan plastik bagi kesehatan. Analisis pasca-intervensi menunjukkan terjadinya perubahan respon pengetahuan peserta. Disimpulkan bahwa program edukasi ini secara efektif memodifikasi sikap dan pengetahuan peserta mengenai klasifikasi plastik dan bahaya penggunaan plastik bagi kesehatan. Masyarakat sudah mengenal plastik yang mudah dibeli dengan harga terjangkau. Mereka akan mengganti wadah makanan dan minum yang biasanya digunakan sehari-hari dengan kode klasifikasi plastik yang dianjurkan, sehingga masyarakat dapat meminimalisir paparan bahan berbahaya pada plastik.
EFEKTIFITAS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TERAPI MANDI AIR HANGAT DALAM MENGATASI GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA Eltrikanawati T.
Jurnal Ilmiah Cerebral Medika Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH CEREBRAL MEDIKA
Publisher : Akper Kesdam I/Bukit Barisan Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53475/jicm.v3i2.81

Abstract

Everyone has a sleep-wake cycle that is usually done to determine when the right time to sleep. This time can be supported by light or sun during the day, eating habits and activities carried out as usual at certain times of the day. A person who has a sleep-wake pattern that shows more sleep quality and better performance than a person who has a changing sleep pattern. The purpose of implementing this care is to be able to overcome sleep pattern disorders experienced by the elderly with hypertension. The method used is a case study conducted based on the stages of care, including assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. The results of care by giving warm water therapy for six days showed that there was an increase in sleep time for one hour, when compared to the previous sleep. It is hoped that the elderly can apply this non-pharmacological therapy, one of which is the application of warm bath therapy in overcoming sleep pattern disorders. Key words: Sleep Pattern Disorders, Warm Bath Therapy, Elderly
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENOPAUSE LANSIA UNTUK MENJADIKAN LANSIA PRODUKTIF DI POSYANDU LANSIA Yulia Devi Putri; T Eltrikanawati; Anisya Selvia; Dedi Siska; Naimah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6: Nopember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i6.545

Abstract

Menopause merupakan keadaan dimana seorang perempuan tidak lagi mengalami menstruasi yang terjadi pada rentang usia 50 sampai 59 tahun. Berdasarkan hasil survey di Wilayah Kerja Puskesmas Sei. Panas pada 5 lansia sebagian dari lansia masih belum memiliki pengetahun yang cukup tentang menopause dan bagaimana cara mengahadapi perubahan fisik dan psikologis. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada lansia tentang menopause dan cara mengatasi akibat dari menopause serta menerima perubahan yang terjadi sehingga mengurangi kecemasan. Metode yang digunakan adalah diskusi dan demonstrasi dengan penyuluhan melalui media yang akan memudahkan untuk memperoleh informasi. Hasil dari pengabdian ini didapatkan bahwa dari 15 lansia yang mengikuti penyuluhan ini telah memahami tentang menopause dan cara mengatasinya. Dan dari 10 lansia (67%) lansia telah melakukan cara mengatasinya di rumah masing-masing. Diharapkan lansia dan keluarga yang merawat bisa menerapkan ilmu pengetahuan yang sudah diberikan.
Education on Fever Seizure Management for Toddlers and Children: Edukasi Penanganan Kejang Demam Pada Balita dan Anak T. Eltrikanawati; Trisya Yona Febrina
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.707 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang967

Abstract

Fever is a symptom of disease, if the symptoms of fever are not handled properly it can cause complications such as febrile seizures in toddlers and children. Febrile seizures are health problems that most often occur in toddlers and children, and will even recur. Febrile seizures are seizures that occur when the body temperature increases (38°C) caused by an extracranial process. It is important for parents to manage fever properly and appropriately. The purpose of this community service activity is to increase understanding and knowledge about fever management to prevent or control the occurrence of febrile seizures in toddlers and children to parents. The methods used include lectures, questions and answers, and demonstrations of handling fever that parents can do when their child is in a febrile seizure. The results of the activity showed that there was an increase in parental knowledge about how to deal with febrile seizures in toddlers and children by 10%. Abstrak Demam merupakan gejala penyakit, jika gejala demam tersebut tidak ditangani dengan baik maka dapat menimbulkan komplikasi seperti kejang demam pada balita dan anak. Kejang demam adalah masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada balita dan anak, bahkan akan berulang. Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Penting bagi orang tua untuk mengelola demam dengan benar dan tepat. Tujuan dilaksankannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen demam untuk mencegah atau mengontrol terjadinya kejang demam pada balita dan anak kepada orangtua. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi penanganan demam yang dapat dilakukan orang tua saat anaknya dalam keadaan kejang demam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan orang tua tentang cara mengatasi kejang demam pada balita dan anak meningkat sebesar 10%.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS HIDUP LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Eltrikanawati T.; Larasuci Arini; Ilma Chantika
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.132

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-communicable disease whose prevalence continues to increase in the world, both in developed and developing countries. Physical activity is also a major risk factor in triggering Diabetes Mellitus. This study aims to determine the relationship of physical activity with the quality of life of elderly people with type 2 diabetes mellitus. The research method used is descriptive analytic with cross sectional design. The sampling technique in this research is purposive sampling with 58 samples. The instrument used in this study was a GPAQ physical activity questionnaire and quality of life using a WHOQOL questionnaire. The statistical test used is the chi square test. The results showed the majority with low activity of 23 elderly (38.6%) and the quality of life of the majority of good elderly totaling 30 elderly (51.7%) obtained p value of 0.001 <0.05 then H0 is rejected and Ha is accepted and can be conclusions that there is a significant relationship between physical activity with the quality of life of elderly people with diabetes mellitus type II. As health workers are expected to provide education to the community, especially in the elderly about physical activity one of them is elderly exercise, because of good physical activity and regularly provide benefits for the body, especially for people with Diabetes Mellitus type 2. Keywords: Physical Activity; Quality of life; Elderly; Type 2 Diabetes Mellitus ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus mengalami peningkatan didunia, baik dinegara maju maupun negara berkembang. Aktivitas fisik merupakan faktor resiko mayor dalam memicu terjadinya Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitan yang digunakan yaitu Deskriptif Analitik dengan rangcangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 58 sampel. Instrumen yang digunakan adalah koesioner aktivitas fisik GPAQ dan kualitas hidup menggunakan koesioner WHOQOL. Uji statistik yang digunakan ialah chi square test. Hasil penelitian didapatkan mayoritas dengan aktivitas rendah sebanyak 23 lansia (38,6%) dan kualitas hidup lansia mayoritas baik berjumlah 30 lansia (51,7%) didapatkan nilai p value 0,001 < 0,05 maka H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 Sebagai tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya pada lansia mengenai aktivitas fisik salah satunya adalah senam lansia, karena aktivitas fisik yang baik dan teratur memberikan manfaat bagi tubuh, khususnya bagi penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Kata Kunci: Aktifitas Fisik; Kualitas Hidup; Lanjut Usia; Diabetes Mellitus Tipe 2
The Relationship Of The Duration Of Type 2 Diabetes Mellitus With Peripheral Neuropathy T. Eltrikanawati Eltrikanawati
Science Midwifery Vol 10 No 1, October (2021): Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patients with diabetes mellitus ≥ 5 years of age can cause diabetic peripheral neuropathy, which is a symmetrical peripheral nerve disorder characterized by sensory, motor and autonomic disorders that affect the outer leg nerves. The purpose of this study was to determine the correlation between duration of suffering from diabetes mellitus and the occurrence of peripheral neuropathy. This type of research is analytic with a cross sectional design, a sample of 52 respondents who are in the working area of ​​Puskesmas Tiban Baru Batam City, using purposive sampling with MNSI (Michigan Neuropathy Screening Instrument) questionnaire. The results of this study found that most people with diabetes mellitus ≥ 5 years were 31 respondents (59.6%), most of them had peripheral neuropathy as many as 31 respondents (59.6%) and almost all patients with diabetes mellitus ≥ 5 years had peripheral neuropathy as many as 24 respondents (77.4%). From the results of the chi suare statistical test p value = 0.001 (0.05), Ha is accepted, this indicates that there is a significant relationship between the duration of suffering from diabetes mellitus and the occurrence of peripheral neuropathy. People with diabetes mellitus are obliged to maintain a pattern of daily life such as physical activity, diet, and regularity in taking medication to reduce the risk of peripheral neuropathy.
The Blood Glucose Control And The Risk Of Diabetic Foot Ulcer In Type 2 Diabetes Mellitus Eltrikanawati T.
Science Midwifery Vol 10 No 2 (2022): April: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uncontrolled diabetes mellitus can cause complications. One of the complications that is often encountered are diabetic foot ulcers. Diabetic foot ulcers are a common complication in people with Type 2 Diabetes Mellitus.The purpose of this study was to determine the relationship between blood glucose levels and the risk of diabetic ulcers in people with type 2 diabetes mellitus. Methods: This research is a type of analytical research used cross sectional design and Hypothesis test used Chi Square test. The results showed that from the results of the chi square statistical test, it was obtained that the value of = 0.000 (<0.05); OR= 4.2; 95%. The conclusion of the study showed that there was a significant relationship obtained from 52 people with type 2 diabetes mellitus, 17 respondents at risk of ulcers with uncontrolled blood glucose levels.The implication of this research is that it is hoped that health workers can schedule blood glucose level checks in type 2 Diabetes Mellitus patients and for Type 2 Diabetes Mellitus patients to be able to obediently control blood glucose levels to health services because regular blood glucose control can prevent complications of Type 2 Diabetes Mellitus, such as diabetic foot ulcers. Another very important factors about blood glucose control in people with diabetes mellitus for health workers is to pay more attention to adequate family support factor, psychological factor, social stigma factor, and cultural beliefs factor.
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Gangguan Neuropati Perifer Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Yulia Devi Putri; T. Eltrikanawati; Ariyani Ariyani
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7, No 4 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i4.15667

Abstract

Objective: to identify the relationship between blood sugar levels and peripheral neuropathy in patients with type 2 diabetes mellitusMethods: This article is a type of analytical research with a Case Control approach. The data analysis method used in this research is the Retrospective Approach method. To see the relationship between two variables, namely the independent variable and the dependent variable that occurred first. To test the hypothesis in this study, the Chi Square statistical test was used.Results: The results of the Chi-Square statistical test obtained P-Value = 0.000 (≤ 0.05) which means that there is a relationship between blood sugar levels and peripheral neuropathy disorders in patients with type 2 diabetes mellitus at the Tiban Baru Health Center Batam City in 2021. The results of the close relationship analysis were obtained OR = 22.22 (95% CI 1.906 - 88.428) people at the Tiban Baru Health Center who suffer from type 2 diabetes who experience uncontrolled blood sugar levels have a 22.22 times possibility of experiencing peripheral neuropathy compared to type 2 DM patients who experience blood sugar levels controlledConclusion:  From the correlation test, the value of OR = 22.22% means that uncontrolled blood sugar levels contribute 22.22% to peripheral neuropathy 77.78% is influenced by other factors
EDUKASI DIABETES MELLITUS DAN PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH T.Eltrikanawati T.Eltrikanawati; Bisma Fedillah Nurhafifah
Sambulu Gana : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/sambulu_gana.v2i2.3542

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kegagalan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penyakit ini bersifat kronis dan jumlah penderitanya terus meningkat di seluruh dunia sejalan dengan bertambahnya jumlah populasi, usia, prevalensi obesitas, dan penurunan aktivitas fisik. Akibatnya, jumlah penderita akan berlipat ganda dalam satu dekade mendatang sehingga akan menambah beban biaya pelayanan di bidang kesehatan, terutama di negara berkembang. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: untuk melakukan edukasi kesehatan tentang Diabetes Mellitus kepada masyarakat dan mengetahui jumlah kadar glukosa darah penderita Diabetes Mellitus. Metode kegiatan ini adalah dengan memberikan informasi dan pemeriksaan kesehatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penelitian yang dilakukan pada 25 pasien didapatkan banyak yang tidak mengetahui pentingnya pemeriksaan kadar glukosa darah secara rutin pada pasien Diabetes Mellitus, pasien mampu menjawab dan menjelaskan pentingnya pemeriksaan kadar glukosa darah secara rutin dan pemahaman Diabetes Mellitus. Hasil penilaian setelah diberikan edukasi kesehatan tentang diabetes mellitus adalah semua pasien bersedia memeriksakan kadar glukosa darahnya. Kesimpulannya adalah terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan tentang diabetes mellitus serta adanya kesadaran untuk melakukan pentingnya pemeriksaan kadar glukosa darah secara rutin di pelayanan kesehatan.