Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

KOMPARASI KECEMASAN REMAJA KRB 3 DAN KRB 1 DI LERENG MERAPI Cahyo Pramono; Istianna Nurhidayati; Shofi Istiqomah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.73 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan bentuk emosi yang berkenaan dengan rasaterancam oleh sesuatu. Pencetus kecemasan adanya asumsi dariindividu bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya.Remaja adalah masa transisi anak-anak menjadi dewasa biasanyausia 13-20 tahun. KRB 3 merupakan kawasan yang sering terlandaaliran lahar gunung merapi dan jaraknya sangat dekat dengansumber letusan. KRB 1 merupakan kawasan yang berpotensiterlanda banjir lahar dingin berjarak cukup jauh dari letusan.Penelitian ini bertujuan untuk ini membandingkan kecemasanremaja KRB 3 dan KRB 1 lereng merapi. Desain penelitianmenggunakan komparasi kategorik tidak berpasangan denganpendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalahremaja di wilayah KRB 3 dan KRB 1 lereng Merapi, teknik samplingyaitu total sampling dengan jumlah sampel 66 responden dan analisadata menggunakan Chi Square. Karakteristik responden dalampenelitian ini adalah rerata usia responden 16,21-16,64 tahun. Jeniskelamin responden KRB 3 sebagian besar laki-laki sebanyak 51,5%dan KRB 1 sebanyak 84,8% perempuan. Hasil uji Chi Square (p=0,049). Ada perbedaan kecemasan remaja KRB 3 dan KRB 1 lerengMerapi.
HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUALITAS DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 5 KLATEN Cahyo Pramono; M Mawardi; Maya Sri Mahastui Agung
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.624 KB)

Abstract

Remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, remaja akan mengalami perubahan fisik maupun psikologis. Pada umumnya remaja berlangsung pada usia 11 tahun. Spiritualitas adalah sesuatu yang memiliki kebenaran yang abadi yang berhubungan dengan tujuan hidup manusia, Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki individu dalam memotivasi diri sendiri dalam menghadapi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat spiritualitas dengan kecerdasan emosional pada siswa kelas VIII SMP N 5 Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 71 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik Spearmen Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value = 0,009 berarti p value < 0.05 sehingga ada hubungan antara tingkat spiritualitas dengan kecerdasan emosional pada siswa kelas VIII di SMP N 5 Klaten. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara tingkat spiritualitas dengan kecerdasan emosional di SMP N 5 Klaten).
Perbedaan Volume Residu Lambung Antara Metode Intermittent Feeding dan Gravity Drip Dalam Pemberian Nutrisi Enteral Pasien Kritis Terpasang Ventilasi Mekanik D Daryani; Cahyo Pramono; P Parwoso
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.714 KB)

Abstract

Pasien kritis didefinisikan sebagai pasien yang berisiko tinggi untuk masalah kesehatan aktual ataupun potensial yang mengancam jiwa. Pasien kritis dengan gagal nafas membutuhkan alat bantu pernafasan yaitu ventilasi mekanik. Pemenuhan kebutuhan nutrisi enterl pasien dilakukan dengan dua metode yaitu intermitten feeding dan gravity drip. Pemberian nutrisi enteral metode Intermiten feeding di RSST sudah tersedia alat yaitu syringe pump. Metode intermitten feeding dan gravity drip masing-masing ada keuntungan dan kerugiannya. Tujuan penelitian ini mengetahui Perbedaan Volume Residu Lambung antara metode intermittent feeding dan gravity drip dalam pemberian nutrisi enteral pada pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik di ICU RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian menggunakan eksperimen semu (quasi exsperimen) dengan desain postest group yaitu pengambilan data postest poestet dengan teknik sampling purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien kritis dengan ventilator mekanik di ICU RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten pada bulan Desember tahun 2019 sampai dengan Januari tahun 2020 sebanyak 120 orang. Analisa menggunakan mann whitney. Hasil penelitian meliputi umur dengan rerata 52,60 tahun pada kelompok gravity drip dan 57, 60 tahun pada kelompok intermitten feeding, jenis kelamin mayoritas laki-laki, pendidikan mayoritas SD dan pekerjaan mayoritas bekerja. Hasil rerata dua metode uji statsitik didapatkan rerata volume residu lambung metode gravity drip adalah 10,20 ml, metode intermitten feeding adalah 4,10 ml. Ada perbedaan yang signifikan volume residu lambung pada pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik dalam pemberian nutirsi enteral metode intermittent feeding dan gravity drip dengan uji statitik mann whitney didapatkan nilai p value = 0,000.