Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembuatan SAHI Snack (Sayuran Hijau) pada Kelas Gizi Orang Tua Murid di KB Anak Genius Swantyka Ilham Prahesti; Riva Mustika; Nufitriani Kartika Dewi
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service activities at KB Anak Genius, West Ungaran Subdistrict, Semarang Regency, aim to assist Genius KB educators in particular and all PAUD educators in general in providing knowledge about the importance of vegetables for early childhood. Early childhood are often bored with the processed vegetables they eat and tend to dislike vegetables. This community service activity is carried out after reviewing the problems that exist in the field, namely the need for innovative healthy and nutritious snacks for early childhood. The method used in making healthy snacks is by processing green vegetables into snacks that are usually liked by children. Processed healthy snacks will make children feel less like eating vegetables, because the green vegetables have been processed in such a way so that children like these healthy snacks. The final goal of providing information about the importance of vegetables for early childhood is so that early childhood children can still get a balanced nutrition with processed vegetables into healthy snacks. This Green Snack is a snack made from green vegetables, then processed into processed snacks that are liked by children. AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat di KB Anak Genius Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang ini bertujuan untuk membantu para pendidik KB Genius pada khususnya dan seluruh pendidik PAUD pada umumnya dalam memberikan pengetahuan tentang pentingnya sayur mayur bagi anak usia dini. Anak usia dini seringkali bosan dengan olahan sayur yang mereka makan dan cenderung tidak menyukai sayur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan setelah mengkaji permasalahan yang ada di lapangan yaitu perlunya inovasi jajanan sehat dan bergizi untuk anak usia dini. Cara yang digunakan dalam membuat jajanan sehat adalah dengan mengolah sayuran hijau menjadi jajanan yang biasanya disukai oleh anak-anak. Olahan jajanan sehat akan membuat anak-anak merasa kurang suka makan sayur, karena sayur mayur tersebut sudah diolah sedemikian rupa sehingga anak-anak menyukai jajanan sehat tersebut. Tujuan akhir dari pemberian informasi tentang pentingnya sayur bagi anak usia dini adalah agar anak usia dini tetap dapat memperoleh gizi seimbang dengan olahan sayur menjadi jajanan yang sehat. Green Snack ini merupakan jajanan yang berbahan dasar sayuran hijau, kemudian diolah menjadi olahan jajanan yang disukai oleh anak-anak.
Pelatihan Bahasa Isyarat Sederhana bagi Pendidik PAUD di Kecamatan Ungaran Timur Nufitriani Kartika Dewi; Himmah Taulany; Nur Intan Rohmawati
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This service activity aims to help educators in simple communication with students with hearing impairments. The method of implementation in this service is by training and mentoring Sign Language for PAUD educators. Sign Language training and mentoring do not and only practice Sign Language, but also practice correct articulation. Community service shows that students experience an increased understanding of letter sound production from 5 educators to 26 educators, and introduces letters without correct articulation even students do not know the sound of letters in production. PAUD educators only know 3-4 words increase to more than 10 words. AbstrakKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu pendidik dalam berkomunikasi sederhana dengan peserta didik penyandang tuna rungu wicara. Metode pelaksanaan pada pengabdian ini adalah dengan pelatihan dan pendampingan Bahasa Isyarat bagi pendidik PAUD. Pelatihan dan pendampingan Bahasa Isyarat tidak serta mesrta hanya melatih Bahasa Isyarat saja, akan tetepi juga melatih artikulasi yang benar. Pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan pemahaman produksi bunyi huruf dari 5 pendidik hingga 26 pendidik, serta mengenalkan huruf tanpa artikulasi yang benar bahkan peserta didik tidak mengetahui bunyi huruf di produksi. Pendidik PAUD hanya mengetahui 3-4 kata meningkat menjadi lebih dari 10 kata.
Analisis Eksperimental Pengaruh Penggunaan Media Fun Fubric terhadap Kemampuan Berpikir Simbolik pada Anak Usia Dini Nisa, Ilma Khoiron; Taulany, Himmah; Prahesti, Swantyka Ilham; Dewi, Nufitriani Kartika
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.6938

Abstract

Media Fun Fubric merupakan sebuah buku interaktif bermuatan materi pengenalan konsep huruf dan angka yang bertujuan untuk meningatkan kemampuan berpikir simbolik. Media Fun Fubric memiliki berbagai fun kegiatan yang memicu daya tarik anak untuk belajar menggunakan media tersebut. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan Quasi Experimental Design menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik analisis dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan uji Paired Sampel T-Test, uji Independent Sampel T-Test dan uji Regresi Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berpikir simbolik pada anak di kelas eksperimen, terdapat perbedaan kemampuan berpikir simbolik pada anak di kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan terdapat pengaruh penggunaan media Fun Fubric terhadap kemampuan berpikir simbolik pada anak usia dini. Media Fun Fubric ini memberikan dampak baik bagi anak dalam pemahaman konsep huruf dan angka. Media mampu memotivasi dan mendorong guru untuk dapat menciptakan media pembelajaran yang baru, sehingga dapat memicu semangat anak dalam kegiatan belajar.
Quality Management In Semarang District Early Childhood Education Institutions Dewi, Nufitriani Kartika; Wasino, Wasino; Utomo, Cahyo Budi; Yuwono, Agus; Fauziah, Syifa
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explores the implementation of Quality Management in Early Childhood Education (ECE) institutions in Semarang Regency with a focus on the Merdeka Belajar Curriculum. Based on the policy of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, this curriculum provides flexibility to ECD institutions to choose teaching tools that suit the needs and characteristics of learners, with the aim of improving the quality of learning in the 2022-2024 recovery period. This research used a qualitative approach with a case study method, focusing on an ECD Institution Unit in Semarang Regency. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with data validity testing using triangulation. The results showed that the implementation of Quality Management in Merdeka Belajar Curriculum in Semarang Regency includes aspects of curriculum planning, implementation, organization, and monitoring and evaluation. Strengths involve teacher flexibility in choosing learning methods, while weaknesses involve challenges in the organization of learning resources. This research provides a comprehensive picture of the dynamics of Quality Management in Semarang Regency PAUD institutions, providing a deeper understanding of the implementation of Merdeka Belajar Curriculum. The implications include contributions to the development of more effective, responsive, and quality early childhood education in the region.