Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pembuatan SAHI Snack (Sayuran Hijau) pada Kelas Gizi Orang Tua Murid di KB Anak Genius Swantyka Ilham Prahesti; Riva Mustika; Nufitriani Kartika Dewi
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service activities at KB Anak Genius, West Ungaran Subdistrict, Semarang Regency, aim to assist Genius KB educators in particular and all PAUD educators in general in providing knowledge about the importance of vegetables for early childhood. Early childhood are often bored with the processed vegetables they eat and tend to dislike vegetables. This community service activity is carried out after reviewing the problems that exist in the field, namely the need for innovative healthy and nutritious snacks for early childhood. The method used in making healthy snacks is by processing green vegetables into snacks that are usually liked by children. Processed healthy snacks will make children feel less like eating vegetables, because the green vegetables have been processed in such a way so that children like these healthy snacks. The final goal of providing information about the importance of vegetables for early childhood is so that early childhood children can still get a balanced nutrition with processed vegetables into healthy snacks. This Green Snack is a snack made from green vegetables, then processed into processed snacks that are liked by children. AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat di KB Anak Genius Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang ini bertujuan untuk membantu para pendidik KB Genius pada khususnya dan seluruh pendidik PAUD pada umumnya dalam memberikan pengetahuan tentang pentingnya sayur mayur bagi anak usia dini. Anak usia dini seringkali bosan dengan olahan sayur yang mereka makan dan cenderung tidak menyukai sayur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan setelah mengkaji permasalahan yang ada di lapangan yaitu perlunya inovasi jajanan sehat dan bergizi untuk anak usia dini. Cara yang digunakan dalam membuat jajanan sehat adalah dengan mengolah sayuran hijau menjadi jajanan yang biasanya disukai oleh anak-anak. Olahan jajanan sehat akan membuat anak-anak merasa kurang suka makan sayur, karena sayur mayur tersebut sudah diolah sedemikian rupa sehingga anak-anak menyukai jajanan sehat tersebut. Tujuan akhir dari pemberian informasi tentang pentingnya sayur bagi anak usia dini adalah agar anak usia dini tetap dapat memperoleh gizi seimbang dengan olahan sayur menjadi jajanan yang sehat. Green Snack ini merupakan jajanan yang berbahan dasar sayuran hijau, kemudian diolah menjadi olahan jajanan yang disukai oleh anak-anak.
Pelatihan Bahasa Isyarat Sederhana bagi Pendidik PAUD di Kecamatan Ungaran Timur Nufitriani Kartika Dewi; Himmah Taulany; Nur Intan Rohmawati
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This service activity aims to help educators in simple communication with students with hearing impairments. The method of implementation in this service is by training and mentoring Sign Language for PAUD educators. Sign Language training and mentoring do not and only practice Sign Language, but also practice correct articulation. Community service shows that students experience an increased understanding of letter sound production from 5 educators to 26 educators, and introduces letters without correct articulation even students do not know the sound of letters in production. PAUD educators only know 3-4 words increase to more than 10 words. AbstrakKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu pendidik dalam berkomunikasi sederhana dengan peserta didik penyandang tuna rungu wicara. Metode pelaksanaan pada pengabdian ini adalah dengan pelatihan dan pendampingan Bahasa Isyarat bagi pendidik PAUD. Pelatihan dan pendampingan Bahasa Isyarat tidak serta mesrta hanya melatih Bahasa Isyarat saja, akan tetepi juga melatih artikulasi yang benar. Pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa peserta didik mengalami peningkatan pemahaman produksi bunyi huruf dari 5 pendidik hingga 26 pendidik, serta mengenalkan huruf tanpa artikulasi yang benar bahkan peserta didik tidak mengetahui bunyi huruf di produksi. Pendidik PAUD hanya mengetahui 3-4 kata meningkat menjadi lebih dari 10 kata.
Analisis Eksperimental Pengaruh Penggunaan Media Fun Fubric terhadap Kemampuan Berpikir Simbolik pada Anak Usia Dini Nisa, Ilma Khoiron; Taulany, Himmah; Prahesti, Swantyka Ilham; Dewi, Nufitriani Kartika
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 5 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i5.6938

Abstract

Media Fun Fubric merupakan sebuah buku interaktif bermuatan materi pengenalan konsep huruf dan angka yang bertujuan untuk meningatkan kemampuan berpikir simbolik. Media Fun Fubric memiliki berbagai fun kegiatan yang memicu daya tarik anak untuk belajar menggunakan media tersebut. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan Quasi Experimental Design menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik analisis dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan uji Paired Sampel T-Test, uji Independent Sampel T-Test dan uji Regresi Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berpikir simbolik pada anak di kelas eksperimen, terdapat perbedaan kemampuan berpikir simbolik pada anak di kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan terdapat pengaruh penggunaan media Fun Fubric terhadap kemampuan berpikir simbolik pada anak usia dini. Media Fun Fubric ini memberikan dampak baik bagi anak dalam pemahaman konsep huruf dan angka. Media mampu memotivasi dan mendorong guru untuk dapat menciptakan media pembelajaran yang baru, sehingga dapat memicu semangat anak dalam kegiatan belajar.
Quality Management In Semarang District Early Childhood Education Institutions Dewi, Nufitriani Kartika; Wasino, Wasino; Utomo, Cahyo Budi; Yuwono, Agus; Fauziah, Syifa
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explores the implementation of Quality Management in Early Childhood Education (ECE) institutions in Semarang Regency with a focus on the Merdeka Belajar Curriculum. Based on the policy of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, this curriculum provides flexibility to ECD institutions to choose teaching tools that suit the needs and characteristics of learners, with the aim of improving the quality of learning in the 2022-2024 recovery period. This research used a qualitative approach with a case study method, focusing on an ECD Institution Unit in Semarang Regency. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with data validity testing using triangulation. The results showed that the implementation of Quality Management in Merdeka Belajar Curriculum in Semarang Regency includes aspects of curriculum planning, implementation, organization, and monitoring and evaluation. Strengths involve teacher flexibility in choosing learning methods, while weaknesses involve challenges in the organization of learning resources. This research provides a comprehensive picture of the dynamics of Quality Management in Semarang Regency PAUD institutions, providing a deeper understanding of the implementation of Merdeka Belajar Curriculum. The implications include contributions to the development of more effective, responsive, and quality early childhood education in the region.
Implementasi Metode Bermain Peran dalam Mengembangkan Sikap Toleransi Anak Usia Dini Diana, Nonik Yulita; Taulany, Himmah; Prahesti, Swantyka Ilham; Dewi, Nufitriani Kartika
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 7 Nomor 1 Maret 2026 | IN PRESS
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v7i1.3274

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi metode bermain peran dalam mengembangkan toleransi anak di TK Harapan Leyangan Ungaran Timur, serta menganalisis dampak implementasi metode bermain peran terhadap toleransi anak di TK Harapan Leyangan Ungaran Timur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain peran untuk mengembangkan sikap toleransi di TK Harapan Leyangan telah dilaksanakan secara efektif dan interaktif. Implementasi metode bermain peran yang dirancang secara sistematis melalui tema toleransi beragama, sosial, dan budaya mampu menumbuhkan sikap bekerja sama, berbagi, menghargai perbedaan, serta mengelola emosi secara wajar pada anak. Metode bermain peran memiliki dampak positif terhadap toleransi anak ditandai dengan sikap mau berbagi, menyapa orang dengan ramah, menghargai perbedaan, tidak memotong pembicaraan teman atau dan melakukan interaksi secara positif. Rekomendasi dari hasil penelitian ini ialah sekolah sebaiknya mengintegrasikan metode bermain peran ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini secara sistematik, perlunya pelatihan keterampilan guru dalam menciptakan skenario yang relevan dan kontekstual serta evaluasi berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI HOLISTIK INTEGRATIF SEBAGAI STRATEGI DALAM MEMPERKUAT LAYANAN PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK DI TK ISRIYATI SUGITO Siti Nasekah; Nur Intan Rochmawati; Himmah Taulany; Nufitriani Kartika Dewi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11991

Abstract

Holistic Integrative Early Childhood Education (PAUD HI) is a comprehensive and integrated service approach designed to fulfill the essential needs of early childhood. The implementation of PAUD HI does not only focus on educational aspects but also includes health, nutrition, caregiving, protection, and child welfare. This study aims to determine how the implementation of PAUD HI serves as a strategy in strengthening child protection services and fulfilling children’s rights at TK Isriyati Sugito. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The research subjects included the principal, teachers, and related parties involved in the implementation of the PAUD HI program. The data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of PAUD HI at TK Isriyati Sugito has been carried out through various integrated programs, such as child-friendly learning activities, health and nutrition monitoring, collaboration Layanan with parents, and the implementation of child protection policies within the school environment. These strategies are able to strengthen protection services and ensure the fulfillment of children’s rights in aspects of growth and development, participation, and a sense of security within the school environment. Therefore, the implementation of PAUD HI becomes an effective strategy in supporting optimal child protection and the fulfillment of children’s rights. Schools are expected to continuously improve coordination with various stakeholders to ensure that the services provided are increasingly high-quality and sustainable.
Analysis of Social Interaction of Inclusion Students at SMP Muhammadiyah Nufitriani Kartika Dewi; Syifa Fauziyah
Ananda: Jurnal Pendidikan Anak dan Remaja Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Early Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63617/ajpar.v1i2.103

Abstract

This study discusses the importance of social interaction in the context of inclusive education, especially for students with special needs at SMP Muhammadiyah. Social interaction not only plays a role in academic development, but also in the formation of students' character and social abilities. This study uses a descriptive qualitative approach with literature study techniques, observations, interviews, and documentation to examine the role of teachers and factors that affect the social interaction of inclusion students. The results of the study show that teachers have a central role in accompanying and facilitating students with special needs through adaptive learning strategies. In addition, support from peers and the school's social environment also contribute to the success of students' social interactions. Although there are still obstacles in the implementation of inclusive education, collaboration between teachers, students, and the school environment is considered to be able to create a learning environment that supports the optimal development of inclusive students.
INOVASI MEDIA RANTIK RANTAI ANTRE MAGNETIK UNTUK MENGEMBANGKAN ETIKA MENGANTRE ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN Fadhilah, Naela; Dewi, Nufitriani Kartika; Prahesti, Swantyka Ilham; Fauziah, Syifa
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9748

Abstract

Queueing culture is part of social values that need to be habituated from an early age because it relates to children's ability to control themselves, be patient, and respect the rights of others. Based on observations during learning activities at POS PAUD Cempaka, some children still experienced difficulties in applying queueing behavior, such as impatience while waiting for their turn, cutting in line, and minor conflicts with peers. Previous habituation efforts had not produced optimal behavioral changes due to the lack of observable learning media. Therefore, the author developed and implemented Rantik (Magnetic Queue Chain) as an educational play tool to instill queueing culture in early childhood through daily routine activities for one semester. The results showed changes in children's attitudes, including the ability to wait for their turn, follow the queue order, reduced conflicts, and the emergence of initiative to queue without constant reminders from the tutor. Rantik media can be used as a tool to habituate social behavior because it is visual, manipulable, and appropriate to early childhood developmental characteristics. ABSTRAKBudaya antre merupakan bagian dari nilai sosial yang perlu dibiasakan sejak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengendalikan diri, bersikap sabar, serta menghargai hak orang lain. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan pembelajaran di POS PAUD Cempaka, masih terdapat anak yang mengalami kesulitan dalam menerapkan perilaku antre, seperti tidak sabar menunggu giliran, menyerobot antrean, dan mudah terlibat konflik kecil dengan teman sebaya, sementara upaya pembiasaan yang dilakukan sebelumnya belum memberikan perubahan perilaku yang optimal karena kurang didukung media yang dapat diamati secara langsung oleh anak. Oleh karena itu, penulis mengembangkan dan menerapkan inovasi media Rantik (Rantai Antre Magnetik) sebagai alat permainan edukatif untuk menanamkan budaya antre pada anak usia dini yang diterapkan selama satu semester kepada 49 anak usia 3–6 tahun melalui kegiatan rutin harian. Hasil penerapan menunjukkan adanya perubahan sikap anak, yaitu anak mulai mampu menunggu giliran, mengikuti urutan antrean, berkurangnya konflik antar anak, serta munculnya inisiatif untuk mengantre tanpa harus selalu diingatkan oleh tutor. Media Rantik dapat digunakan sebagai sarana pembiasaan perilaku sosial karena bersifat visual, manipulatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.  
PENGEMBANGAN MEDIA ROTAR GEBER UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN BENTUK, WARNA, DAN TEKSTUR ANAK USIA DINI Lasmi, Lasmi; Dewi, Nufitriani Kartika; Fauzia, Syifa; Rochmawati, Nur Intan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9749

Abstract

Young children’s ability to recognize shapes, colors, and textures is an important part of cognitive and sensory development that needs to be stimulated through concrete learning experiences. Based on teaching practice at Pos PAUD Cempaka Pemalang, some children still experienced difficulties distinguishing geometric shapes, recognizing colors, and understanding texture differences because learning activities were still conventional and lacked concrete media. This study aimed to develop a learning medium called ROTAR GEBER (Colorful and Textured Geometry Spinning Wheel) and examine its implementation in improving children’s knowledge of shapes, colors, and textures. The method used was a practice-based media development approach involving planning, media creation, implementation, and evaluation stages. The media was made from recycled cardboard modified with colorful geometric shapes and various textures such as flannel fabric and sponge. The results showed that children became more enthusiastic, active, and capable of recognizing shapes, differentiating colors, and understanding textures through play activities using the media. ROTAR GEBER provides concrete, visual, and multisensory learning experiences suitable for early childhood characteristics. Therefore, this media can be an effective alternative innovation for improving young children’s cognitive abilities. ABSTRAK Kemampuan anak usia dini dalam mengenali bentuk, warna, dan tekstur merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif dan sensorik yang perlu distimulasi melalui pengalaman belajar yang konkret. Berdasarkan pengalaman praktik pembelajaran di Pos PAUD Cempaka Pemalang, masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk geometri, mengenali warna, serta memahami perbedaan tekstur karena pembelajaran masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan media konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran ROTAR GEBER (Roda Putar Geometri Berwarna dan Bertekstur) serta mengetahui penerapannya dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang bentuk, warna, dan tekstur. Metode yang digunakan adalah pengembangan media berbasis praktik pembelajaran dengan tahapan perencanaan, pembuatan media, penerapan, dan evaluasi. Media dibuat dari bahan sederhana berupa kardus bekas yang dimodifikasi dengan bentuk geometri berwarna dan berbagai tekstur seperti kain flanel dan spons. Hasil penerapan menunjukkan bahwa anak lebih antusias, aktif, dan mampu mengenali bentuk, membedakan warna, serta memahami tekstur melalui kegiatan bermain menggunakan media. Media ROTAR GEBER memberikan pengalaman belajar konkret, visual, dan multisensorik yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini.