Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN SABUN PADAT SPIRULINA UNTUK SISWA SMA/SMK DI SURABAYA DAN SIDOARJO Binawati, Diah Karunia; Sukarjati; susie Amilah
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no2.a2701

Abstract

Abstrak Spirulina adalah sianobakterium multiseluler, walaupun mirip dengan bakteri tetapi Spirulina mempunyai mekanisme fotosintesis yang mirip dengan yang ditemukan pada tanaman. Spirulina merupakan mikroalga sel tunggal yang hidup di air dan berkembang biak dengan cara membelah diri ini dikenal sebagai sumber nutrisi nabati terlengkap yang kaya akan asam amino esensial, vitamin, mineral dan karotenoid (Sitorus, 2015). Kandungan nutrisi Spirulina yang lengkap mengakibatkan Spirulina semakin banyak digunakan untuk kebutuhan manusia baik dalam bidang pangan maupun kecantikan. Pelatihan pembuatan sabun padat transparan Spirulina bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada siswa SMA/SMK di Surabaya dan Sidoarjo tentang pengaplikasian ilmu dan teknologi dalam menghasilkan sabun padat transparan untuk membersihkan dan menyehatkan kulit wajah. Bahan yang digunakan adalah Chip soap 450 g, Lexaine C 0,06 g, Carbowax liquid 0,03 g, Propilen glikol 0,03 g, Fixolite 12 g, Spirulina 9 g, Alkohol 96 % 30 ml, parfum. Hasil pelatihan ini memberikan informasi tentang penggunaan Spirulina untuk pembuatan sabun padat transparan dan mempraktekkan secara langsung pembuatan sabun padat transparan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa entrepreneur siswa. Kata kunci: sabun padat transparan, kulit wajah, Spirulina Abstract Spirulina is a multicellular cyanobacterium, although similar to bacteria, but Spirulina has a photosynthesis mechanism that is similar to those of plants. Spirulina is a single cell microalga that lives in the water and reproduce by dividing itself. Spirulina is known as the most complete source of vegetable nutrition because it’s rich of essential amino acid, vitamin, mineral, and carotenoids (Sitorus, 2015). The complete nutrition in Spirulina makes it more widely known and used to fulfill the human needs, both in the fields of food and beauty. The training of making Spirulina transparent solid soap aims to provide knowledge and skills to students of high school and vocational school in Surabaya and Sidoarjo regarding the application of science and technology in producing transparent solid soap to cleanse and nourish the facial skin. The ingredients used are Chip soap 450 g, Lexaine C 0,06 g, Carbowax liquid 0,03 g, Propilen glikol 0,03 g, Fixolite 12 g, Spirulina 9 g, Alcohol 96% 30 ml, and Perfume. The purpose of this study is to give information and direct practice about the use of Spirulina to make transparent solid soap, so this training is expected to grow the entrepreneurial sense of the students. Keywords: transparent solid soap, facial skin, Spirulina
Efektivitas Ekstrak Rimpang Pacing (Costus speciosus), Daun Srikaya (Annona squamosa L.) dan Ekstrak Kombinasinya Terhadap Penurunan Jumlah Folikel Tersier dan Folikel De Graff Pada Mencit Betina (Mus musculus) Ajiningrum, Purity Sabila; Amilah, Susie; Widyaningtyas, Prafikka Galuh
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i1.164

Abstract

Salah satu cara menanggulangi pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali adalah dengan penggunaan kontrasepsi melalui program Keluarga Berencana (KB). Kontrasepsi yang beredar kebanyakan merupakan kontrasepsi sintetis yang memiliki risiko terhadap kesehatan pemakainya. Alternatif lain yang dapat digunakan sebagai kontrasepsi dengan efek samping tidak berbahaya yaitu memanfaatkan tanaman obat yang mengandung senyawa antifertilitas. Beberapa tanaman yang mengandung senyawa antifertilitas yaitu srikaya (Annona squamosa L.) dan pacing (Costus speciosus (Koen.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang pacing dan daun srikaya terhadap jumlah folikel tersier dan folikel de graff pada mencit betina. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Metode analisis uji F (anova) satu arah dengan percobaan rancangan acak lengkap (RAL). Penurunan jumlah folikel tersier terbaik adalah pada pemberian ekstrak daun srikaya pada dosis 250 mg/kg BB. Pada folikel de graff, perlakuan terbaik adalah pada pemberian ekstrak daun srikaya dosis 250 mg/kg BB dan pemberian ekstrak kombinasi ekstrak rimpang pacing dan daun srikaya yaitu pada pemberian dosis 125:125 mg/kg BB. Penurunan jumlah folikel tersier dan folikel de graff juga dapat disebabkan karena adanya kandungan bahan aktif yang ada didalam rimpang pacing dan daun srikaya. Penurunan jumlah folikel pada tiap-tiap perlakuan juga dipengaruhi banyaknya dosis yang diberikan sehingga semakin banyak jumlah dosis yang diberikan, maka semakin sedikit jumlah folikel yang terbentuk.
Potensi Ekstrak Daun Sawo Manila (Manilkara zapota) Dan Daun Sawo Kecik (Manilkara kauki) Terhadap Zona Hambat Pertumbuhan Candida albicans Susie Amilah; Ajiningrum, Purity Sabila; Airin Aisyah
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i2.166

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan konsentrasi terbaik dari ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota) dan daun sawo kecik (Manilkara kauki) terhadap zona hambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan metode difusi cakram dan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas MIPA Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota) dan daun sawo kecik (Manilkara kauki) berpotensi dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota) yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans yaitu pada konsentrasi 80% dengan diameter zona hambat 1,62 mm. Ekstrak daun sawo kecik (Manilkara kauki) yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans yaitu pada konsentrasi 80% dengan besar zona hambat 3,96 mm.
Effectiveness Test of Juwet Leaf Extract and Juwet Cortex Against Desreasing Blood Glucose Levels of Hiperglemic Mice: Uji Efektivitas Ekstrak Daun Juwet dan Ekstrak Kulit Batang Juwet (Syzygium cumini L.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Mencit (Mus musculus) yang Hiperglikemia Ajiningrum, Purity Sabila; Amilah, Susie; Kurela, Wela Anies
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 2 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i2.213

Abstract

Diabetes melitus drugs are currently quite expensive, so they require a cheaper and more effective substitute for drugs to control glucose levels in people with diabetes melitus. Exploring local potentials using medicinal plants can be an alternative to chemical drugs. One of the medicinal plants that is thought to be used for people with diabetes mellitus is juwet. Juwet leaves are suspected to have hypoglycemic activity, because they contain flavonoid and saponin compounds. Juwet bark also contains chemical compounds, namely flavonoids, saponins, and tannins. This study aims to determine the decrease in blood glucose levels in dextrose-induced mice by giving juwet leaf extract and juwet bark extract (Syzygium cumini L.). The test animals used were 36 male mice (Mus musculus) aged 2-3 months with a weight of 20-30 grams. This type of research was carried out experimentally and the design of this study used was Completely Randomized Design (CRD), which was divided into 12 treatments and 3 replications. The 12 treatments are juwet leaf extract and juwet bark with the same dose, namely the dose of 0 mg/kg BB, 150 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 250 mg/kg. Data from the research were analyzed statistically using One Way ANOVA and continued with the LSD test. The results showed that administration of juwet leaf extract and juwet bark extract at various doses had a significant effect on decreasing blood glucose levels of mice. The most effective dose to reduce blood glucose levels is juwet bark extract with a dose of 250 mg/kg BB.
PENGARUH EKSTRAK KULIT DELIMA (Punica granatum) DAN RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti Binawati, Diah Karunia; Amilah, Susie
WAHANA Vol 63 No 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v63i2.1126

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is nowadays one of the most common public health problems in Indonesia, which lately the number of patients and the range of dissemination tend to be increasing. The most simple and effective way to attempt termination of the life cycle of the mosquito Aedes aegypti is to kill mosquito larvae. Frankly, the act of using arviciding or chemical pesticides often cause these following problems such as environmental pollution, the emergence of resistance and disruption of the ecological balance. The use of plants as a natural pesticide that is environmental -friendly is one of the alternatives that could be done by the society. One of the ways is by using pomegranate peel extract (Punica granatum) and nut-grass extract (Cyperus rotundus). The skin of pomegranate contains saponins, flavonoids and polyphenols, flavonoids and polyphenols. While the nut-grass (Cyperus rotundus) contain alkaloids, flavonoids, cineol, pinene, siperon, rotunal, siperenon, and siperol. This study aims to determine whether there is the effect of giving pomegranate peel extract (Punica granatum) and extract of the nut-grass (Cyperus rotundus) against larvae of Aedes Agypti mortality during a 24-hour treatment. The research design used was a complete randomized design, with pomegranate peel extract treatment (0%, 5%, 10%, 15% and 20%), and extract the nut-grass (0%, 5%, 15% and 20%), each treatment was given 3 repetitions, and observed mortality of larvae of Aedes Agypti after treated for 24 hours. The results showed that 1. There is an effect of pomegranate peel extract against Aedes aegypti larvae mortality for 24 hours, and at a level of 20% has the highest mortality rate (12.5 ± 2.43) 2. There is an effect of nut-grass extract extract against Aedes aegypti larvae mortality for 24 hours, and at a level of 20% has the highest mortality rate (6 ± 1.14) 3. The extract of pomegranate skin has the ability to kill the larvae of Aedes aegypti greater than the extract of nut-grass
PENGGUNAAN BERBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea varitalica) DAN BABY KAILAN (Brassica oleracea var. Alboglabra baley) Amilah, Susie Amilah
WAHANA Vol 59 No 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v59i2.1216

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea varitalica L. Kelompok Italica) dan baby kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra Imlay) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Dalam brokoli terdapat berbagai macam kandungan, diantaranya adalah tinggi kalium, serat , folat, Vitamin C, kalsium , Vitamin K, karoten, lutein dan rendah sodium. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh berbagai media tanam terhadap pertumbuhan tanaman brokoli dan untuk mengetahui media tanam yang memberikan pengaruh paling balk terhadap pertumbuhan tanaman brokoli. Perlakuan meliputi 4 macam media tanam, yaitu campuran tanah dan sekam, tanah, pupuk kompos dan sekam, tanah, kotoran kambing dan sekam dan tanah, kotoran sapi dan sekam. Ulangan yang digunakan ialah 6X, dan sampel yang digunakan ialah 24 tanaman brokoli. Analisis data yang digunakan ialah uji F (anava) satu arch atau satu faktor dengan percobaan rancangan acak lengkap (RAL). Pada basil alchir analisis data pertumbuhan diperoleh Fhitung 12,5 > Ftabel 3,10 dan data berat diperoleh Fhitung 9,29>Ftabel 3,10 dengan taraf significant 5%, dengan demikian Ha ditolak dan Hl diterima, berarti ada pengaruh nyata terhadap pemberian perlakuan. Dari uji BNT, didapat basil bahwa penggunaan media tanam yang berupa tanah, pupuk kompos dan sekam memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan dan berat tanaman Brokoli (Brasica oleracea varitalica) baby kailan (Brassica oleracea var. Alboglabra baley) karena pupuk kompos mengandung mikrobia dalam jumlah cukup yang berperanan dalam proses dekomposisi bahan organik sehingga balk digunakan sebagai media tanam.
EFFECT OF CHERRY LEAF (Muntinga calabora) BIOINSECTICIDES EXTRACT TOWARDS MORTALITY OF WORM SOIL (Agrotis ipsilon) AND ARMYWORM (Spodoptera exiqua) ON PLANT LEEK (Allium fistolum) Binawati, Diah Karunia; Amilah, Susie
WAHANA Vol 61 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v61i2.1267

Abstract

Leek plant (Allium fistulosum) that grown at Village Treceh Sajen Mojokerto District Pacetoften suffer from some loss that caused by the attacks from pests such as worm soil (Agrotisipsilon) and armyworm (Spodoptera exiqua). The use of synthetic insecticides is very dangerous,because the residue will affect the health of consumers. Cherry plant (Muntinga calabura) containsactive substances such as tannins, saponins and flavonoids that can be used as bioinsecticides.This study aims to determine whether there is an effect of cherry leaf bioinsecticidesextract towards mortality of worm soil and armyworm in a in vitro manner, and to observe thegrowth of leek plant at harvest scallion age 2 months. The study design used is a CompleteRandomized Design, with 4 treatments using cherry leaf extract (0%, 2.5%, 5% and 7.5%), andgiven 6 replications. Samples of worm soil and armyworm caterpillars each are 120 which itsmortality will be observed for 24 hours. Leek plant sample are 60 plants. The results of dataanalysis showed a 24-hour LC50 value for worm soil is 4.240% and the 24-hour LC50 values forarmyworm is 3,434%. These results indicate that the cherry leaf extract is more effective toannihilate armyworm than it is to annihilate worm soil.To observe the effect of cherry leaf bioinsecticides treatment extract towards the growth ofleek plant leaves were harvested 2 months of age. Results of test F (0.024) indicates that there is asignificant effect of cherry leaf extract towards the growth of leek plants. The results of the LSDanalysis of these data showed that the P3 treatment with a concentration of 7.5% is the one thatproduces the best growth of the plant.
DAYA HAMBAT EKSTRAK SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI SALMONELLA TYPHI Amilah, Susie; Prasetyo, Agus
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1391

Abstract

Andrographis paniculata atau yang dikenal dengan nama sambiloto adalah tumbuhan yang biasa dipakai oleh masyarakat untuk mengobati typoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat ekstrak sambiloto terhadap pertumbuhan Salmonella typhi dan mengetahui konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Bahan uji yang digunakan adalah biakan bakteri Salmonella typhi yang diisolasi dari penderita yang dirawat di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso, yang kemudian diuji dengan menggunakan ekstrak sambiloto dengan berbagai konsentrasi. Adapun konsentrasi yang digunakan adalah konsentrasi 5%, 10%, 20%, 30%, dan 40%. Pengamatan jumlah koloni kuman dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC) . Data dianalisis menggunakan uji F yang dilanjutkan dengan LSD. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Andrographis paniculata atau sambiloto dengan berbagai konsentrasi memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri salmonella typhi. Konsentrasi yang memberikan daya hambat terbaik adalah konsentrasi ekstrak 40%. Dengan demikian masyarakat dapat menggunakan sambiloto sebagai obat alternatif dalam melakukan pengobatan terhadap penderita typoid.
LC50 DARI EKSTRAK DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica L.) TERHADAP LARVA NYAMUK DEMAM BERDARAH (Aedes aegypti L.) DAN LARVA NYAMUK MALARIA (Anopheles sp.) Susie Susie Amilah; E. Fitria
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 8 No 01 (2015)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol8.no01.a248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun putri malu (Mimosa Pudica L.) terhadap larva nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti L.) dan larva nyamuk malaria (Anopheles sp.). Rancangan penelitian ini menggunakan 500 sample larva Aedes aegypti L. yang telah mencapai instar III dan 500 sample larva Anopheles sp. yang telah mencapai instar III , yang masing-masing kelompok uji mempunyai konsentrasi yang sama yaitu 0, 1,0, 2,0, 3,0, dan 4,0 g/l. Masing-masing kelompok uji berisi 25 larva dalam larutan ekstrak daun putri malu dengan dilakukan replikasi 4 kali. Berdasarkan hasil analisis data adanya pengaruh pemberian ekstrak daun putri malu dan konsentrasi yang memenuhi kriteria dalam kemampuan membunuh larva adalah mulai pada konsentrasi 0, 1,0, 2,0, 3,0, dan 4,0 g/l. Konsentrasi dari ekstrak daun putri malu mampu membunuh larva nyamuk Aedes aegypti L. yaitu konsentrasi 4,0 g/l dengan rata-rata kematian larva sebanyak 19 ekor larva. Sedangkan pada larva nyamuk Anopheles sp. yang mampu membunuh larva lebih efektif adalah 4,0 g/l dengan rata-rata kematian larva sebanyak 23 ekor larva. Hasil uji-t menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (P>0,05) ekstrak daun putri malu terhadap tingkat kematian larva nyamuk Aedes aegypti L. dan Anopheles sp. Dapat di simpulkan bahwa ekstrak daun putri malu berpengaruh terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti L. dan Anopheles sp. Konsentrasi letal 50 ekstrak daun putri malu dapat mematikan larva Aedes aegypti L. dan larva Anopheles sp. masing-masing 3,25 dan 1,88 g/l dalam air.
UJI EFEKTIFITAS DAYA HAMBAT SARI DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) DAN DAUN BELUNTAS (Pluchea indica Less) TERHADAP PERTUMBUHAN Mycobacterium tuberculosis Susie Susie Amilah; Purity Salbila Ajiningrum
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 8 No 02 (2015)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol8.no02.a253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas daya hambat sari daun pegagan (Centella asiatica) dan sari daun beluntas (Pluchea indica Less) terhadap pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis. Masing-masing sebanyak 10.000 gr daun pegagan dan daun beluntas diekstraksi dan diproses dengan teknik maserasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 6 perlakuan konsentrasi yang meliputi 20, 40, 60, 80, 100, dan 120mg/100ml dengan 4 kali ulangan. Masing-masing konsentrasi ditambahkan 1 mata ose suspensi bakteri M. tuberculosis. Hasil uji menunjukkan efektifitas antara sari daun pegagan dan sari daun beluntas berbeda signifikan (P