Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN PERILAKU STIMULASI MOTORIK OLEH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 12-36 BULAN Susanti Tria Jaya; Nurin Fauziyah; Ratih Kusuma Wardani
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v3i1.109

Abstract

Masalah yang muncul dimasyarakat Indonesia adalah 30,56% kurangnya perhatian atau perilaku dari orang tua tentang memberikan stimulasi motorik terhadap tumbuh kembang anaknya terutama pada perkembangan bahasa anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku stimulasi motorik oleh orangtua dengan perkembangan bahasa anak usia 12-36 bulan di Desa Merjoyo Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Tahun 2018. Desain penelitian menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan crosssectional. Sampel yang diteliti adalah sebagian orang tua di Desa Merjoyo Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri yang memiliki anak usia 12-36 bulan sebanyak 67 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik simple random sampling. Pengukuran data untuk perilaku Stimulasi Motorik oleh orang tua menggunakan kuesioner dan perkembangan bahasa menggunakan KPSP(Kuesioner Pre Skreening Perkembangan) yang kemudian diuji statistik menggunakan rank spearman correlation. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Merjoyo Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Tahun 2018 menunjukkan perilakuStimulasi Motorik motorik oleh orang tua yang sangat baik yaitu sebanyak 37 responden (55,22%),baik 21 responden (31,3%) dan cukup sebanyak 9 responden (13,43%), serta perkembangan bahasa anak usia 12-36 bulan yang sesuaiyaitu 48 responden (71,6%), meragukan 14 responden (20,9%) dan menyimpang 5 responden (7,5%). Hubungan antara perilaku Stimulasi Motorik oleh orangtua dengan perkembangan bahasa anak usia12-36 bulan yang berisi r = 0,730 dengan uji signifikan (p) = 0,000 dan tingkat kesalahan (α) 5% = 0,05. Dengan demikian p < α maka Ho ditolak sedangkan H1 diterima, berarti ada hubungan positif dan tingkat hubungan yang kuat.Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan orang tua mampu menerapkan pengetahuan yang didapatkan kepada anaknya,bidan melakukan pendekatan dengan memberikan penyuluhan tentang perilaku Stimulasi Motorik yang sesuai dan karya tulis ini sebagai bahan penelitian selanjutnya sertadapat membantu desa menjadi lebih baik dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL PADA ANAK: CORRELATION OF MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT DEVELOPMENT STIMULATION WITH SOCIAL PERSONAL DEVELOPMENT IN CHILDREN ratih kusuma wardhani; susanti triajaya; Nurin Fauziyah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.399 KB) | DOI: 10.53599/jip.v1i1.29

Abstract

Abstrak : Perkembangan sosial merupakan proses belajar anak dalam menyesuaikan diri dengan norma, moral dan tradisi dalam sebuah kelompok. Perkembangan sosial menjadi salah satu hal penting bagi proses pertumbuhan anak. Oleh karena itu, pengetahuan ibu diperlukan sebagai dorongan untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak, sehingga anak akan lebih mandiri dan proses personal sosialnya menjadi baik. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan dengan perkembangan personal sosial pada anak. Desain penelitian menggunakan desain penelitian Analitik Korelasional dengan pendekatan crosssectional. Jumlah sampel 41 responden pada ibu yang memiliki anak usia 4-6 tahun yang dipilih dengan teknik Purposive sampling dimana pengambilan sampel sesuai dengan kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan ibu tentang stimulasi dengan skala ordinal dan observasi untuk perkembangan personal sosial pada anak dengan skala ordinal. Metode analisa data yang digunakan yaitu Spearmen Rank. Hasil Penelitian dari 41 responden prosentase terbesar pengetahuan ibu tentang pemberian stimulasi perkembangan adalah baik sekali 36,59%. Sebagian besar perkembangan personal social anak sesuai 60,98%. Hasil analisis dengan uji Spearman Rank didapatkan hasil uji signifikan (ρ) 0,000, dengan nilai koefisien korelasi (r2)=0,653 dengan tingkat hubungannya sangat kuat dan positif berarti apabila pengetahuan stimulasi ibu semakin baik maka perkembangan personal sosial anaknya semakin baik. Kesimpulan dan saran diharapkan petugas kesehatan dapat bekerja sama dengan ibu untuk memantau perkembangan anak sehingga perkembangan anak dapat berjalan seimbang. Abstract : Social development is the child's learning process in adjusting to norms, morals and traditions in a group. Social development is one of the important things for the child's growth process. Therefore, the mother's knowledge is needed as an encouragement to foster a child's confidence, so that the child will be more independent and his personal social processes become good. The purpose of tis research is recognizing the relationship between mother's knowledge about stimulation and social personal development in children.The research design used cross sectional design by using the Correlation study. The research samples were 41 respondents in mothers who have children aged 4-6 years. It used Purposive sampling, in which the sample taking are concern to the inclusion criteria. The data collecting technique was questionnaire to mother’s knowledge (scale ordinal) and observasi to social personal development (scale ordinal). The data analysys method was spearmen rank.esearch Results of 41 respondents the largest percentage of knowledge about the provision of stimulation of maternal development is very good 36.59%. Most of the children's personal social development according to 60.98%. The results of the analysis with the Spearman Rank Test obtained a significant test result (ρ) 0,000, with the value of correlation coefficient (r2) = 0.653 with a very strong and positive relationship level means that if the mother's stimulation knowledge is getting better the better the child's personal social development.Conclusions and Recommendations It is expected that health workers can work together with mothers to monitor children's development so that the child's development can be balanced.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK SEKS BEBAS BAGI KESEHATAN REPRODUKSI: TEENAGER KNOWLEDGE OF THE IMPACT OF FREE SEX ON REPRODUCTIVE HEALTH NURIN FAUZIYAH; Eva Nur Azizah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.225 KB) | DOI: 10.53599/jip.v2i2.69

Abstract

Abstrak : Kematangan seksual pada remaja menyebabkan munculnya minat seksual dan keinginan remaja tentang seksual sehingga dapat mengakibatkan dampak yang negatif terhadap pergaulan remaja yang berdampak pada seks bebas. Seks bebas mempunyai resiko yang sangat besar terhadap remaja. Dampak seks bebas remaja antara lain kehamilan diluar nikah, terinfeksi penyakit menular seksual (PMS) dan gangguan psikologi remaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengetahuan Remaja Tentang Seks Bebas Bagi Kesehatan Reproduksi. Desain penelitian menggunakan desain diskriptif. Populasi penelitian adalah siswa-siswi kelas IX Di SMPN I Plemahan Kabupaten Kediri Tahun 2019. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (32 orang /40%) responden memiliki pengetahuan cukup; dan sebagian kecil yaitu 3 responden (3,75) memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar remaja memiliki tingkat pengetahuan tentang seks bebas pada level cukup. Dari hasil penelitian disarankan untuk diselenggarakan penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengetahuan tentang seks bebas. Abstract : Sexual maturity in adolescents leads to the emergence of sexual interest and desire for adolescents about sexuality so that it can have a negative impact on adolescent relationships that impact on free sex. Free sex has a very big risk to adolescents. The impact of adolescent free sex includes pregnancy outside of marriage, being infected with sexually transmitted diseases (STDs) and adolescent psychological disorders. The aim of this research was to know the knowledge of adolescents about free sex for reproductive health The research design used a descriptive design. The research population was class IX students at SMPN I Plemahan Kediri Regency in 2019. The data collection technique used a questionnaire. Data analysis was carried out descriptively. The results showed that most of the respondents (32 people / 40%) had sufficient knowledge; and a small proportion, namely 3 respondents (3.75) had less knowledge. The conclusion of this study is that most adolescents have a sufficient level of knowledge about free sex. From the research results, it is suggested to conduct further research to determine the factors that influence knowledge about free sex.
KELAS BALITA : PENINGKATAN KUALITAS MP-ASI DAN MENUMBUHKAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA Ratih Kusuma Wardhani; Ratna Feti Wulandari; Nurin Fauziyah
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.987 KB) | DOI: 10.47710/abdimasnu.v1i1.134

Abstract

Mother Toddler Class can improve the knowledge and skills of mothers who have toddlers in processing complementary foods according to their age-based needs, besides that it can also provide insight related to entrepreneurship material to increase family income. The activity was carried out at the Toddler Posyandu, Pedak Village, Semen District, The target of community service activities was 25 mothers who had babies and toddlers. The activity was carried out in 3 stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage for three days from 15 to 17 December 2021. This service activity used a questionnaire measuring instrument to determine the mother's knowledge about MP-ASI. After being given information and conducting demonstrations on the processing of MP-ASI, 88% of the targets had good knowledge of MP-ASI. This activity was carried out to increase mother's knowledge about complementary feeding and to increase the entrepreneurial spirit. This is done to increase maternal care for infants under five to achieve good nutritional status so as to prevent stunting.
EDUKASI PEMANFAATAN BUKU KIA UNTUK PANTAU KESEHATAN IBU DAN ANAK PADA KELAS BALITA Ratna Feti Wulandari; Ratih Kusuma Wardhani; Nurin Fauziyah
ABDIMASNU: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): ABDIMASNU
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.245 KB) | DOI: 10.47710/abdimasnu.v2i2.158

Abstract

Media buku KIA sebagai sarana edukasi dan memberikan informasi oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil yang tujuan akhirnya kesehatan ibu dan anak. Pemanfaatan buku KIA juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan perilaku ibu hamil menjadi lebih kooperatif. Pemanfaatan buku KIA berhubungan dengan pendidikan,sikap, dukungan tenaga kesehatan, dukungan kader kesehatan dan dukungan keluarga. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendampingi ibu yang memiliki balita dalam memantau pertumbuhan dan perkembanga mempersiapkan ibu dalam pemanfaatan Buku KIA secara mandiri. Metode Rancangan kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari 3 tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Lokasi tempat pengabdian masyarakat ini berada di posyandu Desa Kedak Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Sasaran ibu Hamil Desa Kedak sejumlah 20. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 5 hari yaitu tanggal tanggal 22-27 pada bulan Desember tahun 2021. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan buku KIA, setelah dilakukan edukasi sehingga ibu balita dapat memanfaatkan buku KIA dengan baik, selain itu dapat menyebarkan informasi manfaat buku KIA pada ibu hamil.
Effectiveness Of Giving Soy Milk To The Duration Of First Stage Of Labor Susanti Tria Jaya; Nurin Fauziyah; Suhariati Suhariati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2019): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v8i2.226

Abstract

Soy milk contains phytoestrogens which is the class of isoflavones which have estrogen-like activity. Phytoestrogens have estrogenic activity which ultimately increases uterine sensitivity. This study was to analyze the effectiveness of giving soy milk to the duration of first stage of labor.The results showed that respondents in the treatment group had a duration of fast delivery by 9 people (90%) in the normal category, namely 1 respondent (10%), the majority of the control group respondents in the fast category were 1 respondent (10%), the normal category were 3 respondents (30%) and the slow category were 6 respondents (60%). The Result of analyzing by Mann-Whitney test was found that there was an effect of soy milk giving on the duration of labor (Sig. (2-tailed) of 0,000 <0.05 (α value), so Ho was rejected. Pregnant women can consume soy milk to increase maternal power in labor to advance the duration of labor
The Effect Of Giving Family’s Psychososial Stimulation On Social Development Of Children With Autism Spectrum Disorder (ASD) At ADIP Center Therapy Sumber Bendo Kediri Regency Luluk Susiloningtyas; Nurin Fauziyah; Ratih Kusuma Wardhani
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.449

Abstract

Psychosocial stimulation served as a beneficial reinforcer for child development. Good psychosocial stimulation has a positive impact on the social development particularly for children with ASD. These study used a Quasi Experiment with Non-equivalent Control Group Design. The research analysis of the Mann Whitney test showed a significance of Sig (p) = 0.034. α = 5% = 0.05, p <α means there are differences in social development of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) in the treatment group with the control group, it means that there is a difference after the treatment of giving psychosocial stimulation by the family. The analysis was performed using the Wilcoxon test, it was found that Sig (p) = 0.003. α = 5% = 0.05, p <α, it means that there is an effect of giving psychosocial stimulation by the family on the social development of children with Autism Spectrum Disorder (ASD).
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BOOKLET TUMBUH KEMBANG TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN IBU BALITA TENTANG STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 24-36 BULAN: THE EFFECT OF USING GROWTH AND DEVELOPMENT BOOKLET MEDIA ON THE KNOWLEDGE AND SKILLS OF MOTHERS OF TODDLER REGARDING THE STIMULATION OF GROWTH AND DEVELOPMENT IN CHILDREN AGED 24-36 MONTHS. Nurin Fauziyah; Susanti Tria Jaya; Fannidya Hamdani Zeho; Endah Ernawati
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i1.221

Abstract

Abstrak   Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi yang berlangsung kronis atau lama, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan dengan melihat tinggi badan menurut umur. Tinggi anak stunting akan kurang dari standar anak untuk usia tersebut. Usia 24 – 36 bulan merupakan kesempatan emas bagi anak dalam menerima stimulasi tumbuh kembang mereka. Perkembangan ini meliputi motorik, penglihatan, kemampuan berpikir, kemampuan bahasa, perkembangan sosial, serta kecerdasan emosional, karena 80% otak anak berkembang pada periode emas tersebut dan kualitas anak dapat dinilai dari proses pertumbuhan dan perkembangannya. Guna mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang pada anak, perlu dilakukan deteksi dan intervensi dini. Booklet menjadi media yang efektif karena berisi panduan lengkap, bahasa yang mudah dimengerti, dengan tampilan yang menarik dapat secara praktis dibawa ibu kemanapun dan menjadi petunjuk bagi orang tua dalam melakukan deteksi secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan media booklet tumbuh kembang terhadap pengetahuan serta keterampilan ibu balita tentang stimulasi tumbuh kembang anak usia 24-36 bulan.  Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest, pada 30 ibu yang memiliki balita usia 24-36 bulan, yang dipilih dengan tekhnik purposive sampling. Desain penelitian untuk mengambil data menggunakan desain PretestPosttes Non Equivalent Control Group Design untuk mengetahui pengaruhnya dalam aspek kognitif, maka dilakukan dua kali test yaitu tes awal (Pretest) dan tes akhir (posttest) . dari hasil penelitian menggunakan desain PretestPosttes Non Equivalent Control Group Design didapatkan hasil bahwa terjadipengaruh atau perubahan yang signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan dibuktikan dengan semua ibu dengan balita berusia 24 – 36 memiliki pengetahuan  pengetahuan Baik tentang stimulasi tumbuh kembang anak (100%). Abstract   Stunting is a growth disorder in children due to chronic or long-term malnutrition, especially in the first 1000 days of life by looking at height according to age. The height of stunted children will be less than the standard for children for that age. Age 24-36 months is a golden opportunity for children to receive stimulation for their growth and development. This development includes motor skills, vision, thinking skills, language skills, social development, and emotional intelligence, because 80% of a child's brain develops during this golden period and the quality of the child can be assessed from the process of growth and development. In order to prevent growth and development disorders in children, early detection and intervention are needed. Booklets are an effective media because they contain complete guidelines, easy-to-understand language, with an attractive appearance that can be practically carried by mothers anywhere and become a guide for parents in carrying out independent detection. The purpose of this study was to determine the effect of using growth and development booklet media on the knowledge and skills of mothers of toddlers about growth and development stimulation for children aged 24-36 months. This type of research is a quasi-experimental with a one group pretest-posttest approach, on 30 mothers who have toddlers aged 24-36 months, selected by purposive sampling technique. The research design to collect data using the Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design to determine its effect on cognitive aspects, then two tests were carried out, namely the initial test (Pretest) and the final test (posttest). From the results of the study using the Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design design, it was found that there was a significant influence or change in knowledge and skills as evidenced by all mothers with toddlers aged 24-36 having good knowledge about child growth and development stimulation (100%).
PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI UNTUK PERTUMBUHAN FISIK BALITA : THE EFFECT OF NUTRITION EDUCATION ON MOTHERS' KNOWLEDGE ABOUT FULFILLING NUTRITIONAL NEEDS FOR TODDLERS' PHYSICAL GROWTH Susanti Tria Jaya; Nurin Fauziyah; Erni Rahmawati; Vide Bahtera Dinastiti
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.413

Abstract

Abstrak   Pertumbuhan fisik anak merupakan salah satu indikator langsung dari keberhasilan intervensi pencegahan stunting. Pemberian gizi seimbang terbukti meningkatkan pertumbuhan tulang, dan sistem imun anak. Edukasi gizi merupakan faktor kunci dalam mencegah stunting. Edukasi gizi bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua, terutama ibu, tentang pemberian ASI eksklusif, MPASI (Makanan Pendamping ASI) berkualitas, pemberian gizi seimbang serta praktik kebersihan dasar. Edukasi gizi yang tepat dapat mendukung pembangunan SDM berkualitas, memperkuat intervensi berbasis keluarga dalam pencegahan stunting, menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola asuh responsif, dan mendukung pencapaian target SDGs dan prioritas nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan gizi untuk pertumbuhan fisik balita. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi-Experimental Non-equivalent Control Group. Subyek penelitian adalah seluruh ibu balita di Posyandu Dahlia Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sebanyak 48 responden, 24 responden kelompok intervensi dan 24 responden kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan fisik balita pada kelompok intervensi di mana skor rerata pengetahuan meningkat dari 7,12 menjadi 13,77 setelah intervensi (P-Value = 0,04). Sementara itu, kelompok kontrol (yang tidak berpartisipasi dalam sesi edukasi gizi selama masa intervensi) tidak menunjukkan perubahan pengetahuan yang signifikan, dengan skor rerata pre-test 7,00 dan post-test 7,13 (P-Value = 1,00). Simpulan penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa pemberian edukasi gizi berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi demi mengoptimalkan pertumbuhan fisik balita, menjawab langsung tujuan penelitian. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan, Petugas Kesehatan, dan Kader Posyandu untuk dapat lebih sering memberikan edukasi gizi yang terstruktur kepada ibu balita guna mendukung peningkatan pertumbuhan fisik anak secara optimal. Abstract   Children's physical growth is a direct indicator of the success of stunting prevention interventions. Providing balanced nutrition has been shown to improve bone growth and the child's immune system. Nutrition education is a key factor in preventing stunting. Nutrition education aims to increase parental knowledge, especially mothers, about exclusive breastfeeding, quality complementary foods (MPASI), providing balanced nutrition, and basic hygiene practices. Appropriate nutrition education can support the development of quality human resources, strengthen family-based interventions in stunting prevention, provide evidence-based policy recommendations, increase public awareness of the importance of nutrition and responsive parenting, and support the achievement of SDGs targets and national priorities. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition education on mothers' knowledge of meeting toddlers' nutritional needs for physical growth. This study used a quantitative, Quasi-Experimental Non-equivalent Control-Group design. The subjects were all mothers of toddlers at the Dahlia Posyandu in Pelem Village, Pare District, Kediri Regency, totaling 48 respondents: 24 in the intervention group and 24 in the control group. Data analysis was carried out using a paired-samples t-test. The results showed a significant difference in mothers' knowledge after receiving nutrition education in the intervention group, where the mean knowledge score increased from 7.12 to 13.77 (P-value = 0.04). Meanwhile, the control group (which did not receive nutrition education intervention during the active study period) showed no significant difference in knowledge scores between pre-test and post-test measurements, with mean scores shifting only from 7.00 to 7.13 (P-value = 1.00). In conclusion, this study empirically proves that structured nutrition education has a significant positive effect on improving mothers' knowledge regarding fulfilling nutrient needs, directly addressing the primary research objective. Therefore, it is recommended that the Health Office, local health workers, and posyandu cadres proactively deliver structured nutrition education to mothers to enhance toddler physical growth and prevent stunting.
PENGARUH EDUKASI TENTANG PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING: THE INFLUENCE OF EDUCATION ABOUT CHILDREN'S COGNITIVE DEVELOPMENT ON MOTHERS' KNOWLEDGE IN STUNTING PREVENTION NURIN FAUZIYAH; Susanti Tria Jaya; PRATIWI YULIANSARI
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v8i1.414

Abstract

Abstrak   Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga mengganggu perkembangan kognitif anak secara jangka panjang. Perkembangan kognitif mencakup kemampuan berpikir, belajar, mengingat, dan memecahkan masalah yang sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pola stimulasi yang diberikan ibu sejak usia dini. Pengetahuan ibu yang memadai tentang perkembangan kognitif anak merupakan fondasi penting dalam upaya pencegahan stunting berbasis keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang perkembangan kognitif anak terhadap pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting di Posyandu Dahlia Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Metode: Metode penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan one group pretest–posttest design. Subjek penelitian adalah seluruh ibu balita di Posyandu Dahlia, sebanyak 48 responden, yang dipilih menggunakan metode total sampling. Edukasi diberikan menggunakan metode ceramah dan audiovisual selama ± 2 jam. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dengan skala ordinal, mencakup aspek-aspek perkembangan kognitif anak dan pencegahan stunting. Analisis data dilakukan dengan uji Paired T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang (83,3%), sedangkan setelah edukasi, mayoritas ibu berada pada kategori baik (72,9%). Rerata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 52,1 menjadi 76,4. Uji T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah mendapat edukasi tentang perkembangan kognitif anak. Diskusi: Edukasi tentang perkembangan kognitif anak secara efektif meningkatkan pengetahuan ibu balita yang berkontribusi pada upaya pencegahan stunting. Abstract Stunting is a major health problem in Indonesia that not only impacts physical growth but also disrupts long-term cognitive development in children. Cognitive development encompasses the abilities of thinking, learning, remembering, and problem-solving, which are strongly influenced by maternal knowledge and stimulation practices provided from early childhood. Adequate maternal knowledge about children’s cognitive development is an important foundation for family-based stunting prevention. This study aimed to determine the effect of education about children’s cognitive development on mothers’ knowledge in stunting prevention at the Dahlia Integrated Health Post, Pelem Village, Pare District, Kediri Regency. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. Subjects were all mothers of toddlers at the Dahlia Posyandu, totaling 48 respondents, selected by total sampling. Education was delivered using lecture and audiovisual methods for approximately 2 hours. The instrument used was a knowledge questionnaire with ordinal scale covering aspects of children’s cognitive development and stunting prevention. Data were analyzed using Paired T-Test. Results showed that before education, most mothers had poor knowledge (83.3%), while after education, the majority were in the good category (72.9%). The mean knowledge score increased significantly from 52.1 to 76.4. The T-Test showed p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in mothers’ knowledge before and after education on children’s cognitive development. Conclusion: Education about children’s cognitive development effectively increases mothers’ knowledge, contributing to stunting prevention efforts.