Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perkembangan Pengolahan Lindi TPA: Tinjauan Dwiratna, Candra; Setyobudiarso, Hery; sudiro, Sudiro; Artiyani, Anis
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 3 No 1 (2024): JURNAL PENELITIAN mULTIDISIPLIN
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/jpm.v3i1.251

Abstract

Metode landfill merupakan salah satu pengolahan sampah yang banyak digunakan, landfiil merupakan proses pembuangan sampah ke dalam lubang rekayasa untuk biodegradasi komponen organik. Pembakaran terbuka dan pembuangan sampah tidak hanya berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca tetapi juga menghasilkan lindi. Lindi adalah cairan yang sangat tercemar mengandung ion anorganik, senyawa organik dan unsur beracun lainnya dalam konsentrasi tinggi. Karakteristik lindi bervariasi berdasarkan limbah padat yang heterogen dan biasanya tergantung pada komposisi campuran limbah, kondisi geografis, usia tempat pembuangan sampah/usia limbah yang ditimbun. Secara umum pengolahan lindi dapat di kelompokan menjadi empat, pengolahan gabungan, pengolahan biologis, pengolahan kimia dan fisika serta teknologi membrane. Semakin bervariasinya karakteristik lindi menuntut pengembangan penelitian dalam pengolahan lindi, berutama untuk bahan organic persisten. Advanced oxidation processes (AOPs) seperti fotokatalitik, elektro-oksidasi dan fenton merupakan metode pengolahan lindi yang menjanjikan dimasa mendatang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK KONSERVASI AIR DI DESA GANJARAN, KABUPATEN MALANG Sudiro, Sudiro; Candra Dwiratna Wulandari; Hery Setyobudiarso; Hadi Surya Wibawanto Sunarwadi
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3646

Abstract

Desa Ganjaran yang berada di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, berpotensi menghadapi masalah penurunan kapasitas penyimpanan air tanah akibat alih fungsi lahan. Berdasarkan permasalahan tersebut dilaksanakan pengabdian masyarakat ini, dengan tujuan untuk mengupayakan konservasi air tanah. Dimana pada pelaksanaan dilakukan dengan cara pendampingan ke masyarakat melalui penerapan biopori dan sumur resapan. Cara ini dipilih karena mudah diterapkan, berbiaya rendah, dan efektif meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah. Program ini dilaksanakan dalam dua tahap: persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, dilakukan perumusan kerangka kerja, identifikasi pemangku kepentingan, serta survei dan pengumpulan data lapangan. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi dan edukasi masyarakat, pengadaan prototipe biopori dan biopori jumbo, serta pelatihan teknis. Partisipasi aktif masyarakat sangat diutamakan untuk membangun rasa kepemilikan dan pemahaman yang mendalam mengenai konservasi air. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi air. Prototipe biopori yang terbuat dari pipa PVC dan biopori jumbo dari kaleng cat besar berhasil diterapkan oleh warga, mendorong mereka untuk mengadopsi metode ini secara luas. Dampak positif dari program ini tercermin dalam meningkatnya jumlah sumur resapan dan biopori di desa, serta pengakuan Desa Ganjaran sebagai Desa Berseri tingkat Pratama di Kabupaten Malang.
DESAIN EKOWISATA SUNGAI KAMPUNG KOTA MALANG Debby; Sukowiyono, Gaguk; Tri Harjanto, Suryo; Setyobudiarso, Hery
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i02.10744

Abstract

Eduwisata merupakan salah satu sarana yang memiliki tujuan untuk mengelola dan mempertahankan sumber daya alam, serta merupakan wadah untuk meningkatkan perekonomian Masyarakat sekitarnya. Demikian halnya dengan eduwisata Sungai Metro yang berada di wilayah Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, yang memiliki tujuan utama untuk konservasi Sungai Metro sekaligus mampu menjadi daya dukung kebertahanan Masyarakat sekitarnya. Eduwisata tersebut juga mendukung upaya Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan pendapatan daerah dari destinasi wisata perkotaan. Selain itu juga untuk memperkenalkan keragaman kesenian tradisional masyarakat Kota Malang pada umumnya dan masyarakat Kelurahan Merjosari khususnya, yang berupa bantengan dan bersih desa yang merupakan kesenian leluhurnya.
THE EFFECT OF FLOW RATE AND RESIDENCE TIME IN A BAFFLED ANAEROBIC REACTOR ON AMMONIA REDUCTIONIN SLAUGHTERHOUSES Dian - Safitri; Hery Setyobudiarso; Candra Dwiratna Wulandari
Purifikasi Vol 25 No 1 (2026): Journal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/purifikasi.v25i1.524

Abstract

Slaughterhouse wastewater contains high concentrations of ammonia due to the degradation of organic compounds, which has the potential to cause environmental pollution if not properly treated. This study aims to analyze the effect of variations in flow rate and hydraulic residence time on the performance of an Anaerobic Baffled Reactor (ABR) in reducing ammonia concentrations in slaughterhouse wastewater. The study was conducted experimentally using a laboratory-scale Anaerobic Baffled Reactor (ABR) reactor measuring 85 cm x 40 cm x 30 cm with five compartments. The reactor was operated continuously at two flow rate variations, namely 34 L/hour and 38 L hour, and two residence time variations, namely 6 hours and 12 hours. The main parameter analyzed was the ammonia (NH3-N) concentration. The results showed that the flow rate and residence time had a significant effect on the efficiency of ammonia reduction. At a flow rate of 34 L/hour, the ammonia reduction efficiency was 55% at a residence time of 6 hours and increased to 70% at a residence time of 12 hours. Meanwhile, at a flow rate of 38 L/hour, the ammonia reduction efficiency was 48% at a residence time of 6 hours and increased to 67% at a residence time of 12 hours. The most effective operational conditions were obtained at a flow rate of 34 L/hourwith a residence time of 12 hours, which resulted in an ammonia concentration in the effluent of 22 mg N/L and met quality standards. These results indicate that the ABR reactor has the potential to be applied as an effective slaughterhouse liquid waste treatment technology with optimal flow rate and residence time settings.
UTILIZATION OF Moringa oleifera SEEDS AS A NATURAL COAGULANT IN REDUCING TOTAL COLIFORM BACTERIA AND Escherichia coli (E. coli) IN ANIMAL SLAUGHTERHOUSE WASTEWATER Nurhidayah Nurhidayah; Candra Dwi Ratna; Hery Setyobudiarso
Purifikasi Vol 25 No 1 (2026): Journal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/purifikasi.v25i1.527

Abstract

Livestock slaughterhouse wastewater has the potential to pollute the environment because it contains pathogenic bacteria, especially Escherichia coli and total coliform, which are indicators of fecal contamination. This study aims to analyze the effect of varying doses of natural coagulant from moringa seeds (Moringa oleifera) on the reduction of E. coli and total coliform in RPH wastewater with a settling time of 40 minutes. The method used was coagulation-flocculation with varying coagulant doses of 150 gr, 200 gr, and 250 gr, followed by a sedimentation process. Microbiological analysis was conducted to determine the number of E. coli and total coliform bacteria, with each treatment repeated three times. The results showed that increasing the dose of moringa seed coagulant affected the reduction in the number of bacteria. For the total coliform parameter, the number of bacteria decreased from 11,500 MPN/mL at a dose of 150 gr to 6,100 MPN/mL at a dose of 250 gr. Meanwhile, the number of E. coli decreased from 3,100 CFU/mL to 1,550 CFU/mL at the same dose. These results indicate that moringa seeds have the potential to be used as an effective, simple, and environmentally friendly natural coagulant in reducing pathogenic bacterial contamination in slaughterhouse wastewater.