Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERILAKU CUCI TANGAN ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA MASA PANDEMI DI SD MUHAMMADIYAH 1 PENDOWOHARJO, SEWON, BANTUL: PENELITIAN SURVEI riadini; Retno Heru Setyorini
Jurnal Kebidanan VOLUME 14. NO.01, JUNI 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v14i01.481

Abstract

Hingga 19 Agustus 2021 pemerintah Indonesia melaporkan 3.930.300 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan ada 122.633 kematian (CFR: 3,1%) terkait COVID-19 yang dilaporkan dan 3.472.915 pasien telah sembuh dari penyakit tersebut. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) adalah salah satu upaya pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan penderita COVID-19. Cuci tangan secara rutin dengan alcohol atau sabun dengan air, menjaga jarak aman jika ada orang yang terlihat batuk dan bersin, memberlakukan etika batuk dan bersin seperti menutup mulut dengan tangan dapat mencegah dan memutus rantai penularan virus Corona. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor yang mempengaruhi perilaku cuci tangan pada anak di masa pandemic. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei yang meneliti variabel bebas yaitu faktor yang mempengaruhi perilaku cuci tangan dan variabel terikat perilaku cuci tangan. Penelitian ini dilaksanakan di SD 1 Muhammadiyah Pendowoharjo, Sewon, Bantul pada bulan Juni-Agustus 2021 dengan metode proporsional random sampling. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan google form kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan secara statistik antara jenis kelamin anak dengan perilaku cuci tangan menggunakan sabun yaitu ketika anak selesai berkegiatan di kamar mandi. Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara usia anak dengan perilaku cuci tangan menggunakan sabun. Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara pekerjaan ibu dengan perilaku cuci tangan menggunakan sabun. Kata kunci: Perilaku cuci tangan, Covid-19, virus corona
FACTORS ASSOCIATED WITH SELF-REPORTED USER ACCEPTANCE AND PERCEIVED USEFULNESS OF SI-TELUR PETIS: A CROSS-SECTIONAL STUDY Sinaga, Mei Rianita Elfrida; Indrayanti; Nainggolan, Santy Ercelina; Setyorini, Retno Heru; Sulistiyani; Riyanto, Ontran Sumantri; Khoirunnisa, Endang
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 7 No. 1 (2026): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v7i1.1455

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension and diabetes mellitus are major contributors to global mortality. Mobile health (mHealth) applications are increasingly utilized for preventive efforts, yet research often prioritizes usability over actual effectiveness. Si-Telur Petis is a telenursing application developed in Indonesia to support behavioral modification and NCD prevention. This study explores factors influencing the effectiveness of Si-Telur Petis in preventing hypertension and diabetes mellitus. A total of 109 working-age individuals (15–59 years) in Yogyakarta, Indonesia, participated in the study. Effectiveness was assessed using a validated 33-item questionnaire (Cronbach’s alpha = 0.957) based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), examining predisposing, enabling, reinforcing, system quality, safety, and satisfaction factors. Results show that employment status, enabling factors, system quality, safety, and satisfaction significantly affect effectiveness, with satisfaction emerging as the strongest predictor (?=0.867, p<0.001). These findings indicate that user satisfaction is the key determinant of Si-Telur Petis effectiveness, emphasizing the importance of user-centered design, reliable system quality, and robust security in mHealth adoption. Despite limitations in sample size and geographic scope, this study offers preliminary evidence supporting the broader implementation of digital nursing interventions.