Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Edukasi Gizi Seimbang Untuk Mencegah Malnutrisi Pada Anak Nining Tunggal Sri Sunarti; Retno Heru Setyorini; Fitriani Mediastuti
Jurnal Kemitraan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): September: Jurnal Kemitraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jkm.v1i3.422

Abstract

The growth and development of toddlers are crucial in determining the welfare of a nation, as this period serves as the foundation for a healthy and productive future generation. Nutritional deficiencies in the early years of life can lead to stunting, which not only hinders a child's physical growth but also negatively impacts their learning abilities and immune system in the future. Addressing nutritional issues is essential by increasing mothers' knowledge. This activity aims to evaluate the effectiveness of nutrition education on balanced nutrition in preventing malnutrition in children at Posyandu Ngireng-ngireng, Kalurahan Panggungharjo. The education program was conducted using a lecture and Q&A method, supported by PowerPoint presentations displayed via LCD. The pre-test and post-test results showed a significant increase in participants' knowledge, with the average score rising from 54.38 to 71.56. These results indicate that the lecture method, supported by visual media and interactive Q&A sessions, effectively enhances mothers' understanding of the importance of balanced nutrition. Therefore, this approach can be adopted in other health education programs to improve community knowledge about nutrition and child health
Information exposure, anemia perceptions, and parental roles in iron consumption compliance among adolescent girls Setyorini, Retno Heru; Susanto, Agus; Revika, Era
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2026.14(1).1-16

Abstract

Background: Iron deficiency anemia remains a common public health problem among adolescent girls, negatively impacting physical development, cognitive performance, and productivity. Although iron supplementation programs have been widely implemented, compliance with iron tablet consumption is still suboptimal. Objective: This study aims to identify factors associated with compliance with iron consumption among adolescent girls, including knowledge of anemia symptoms, exposure to information about anemia, exposure to information about iron tablets, adolescent girls' perceptions of the impact of anemia on pregnancy and childbirth, acceptance of iron tablets, and parental awareness of the iron tablet program, and parental support for adolescent girls. Methods: This study is a cross-sectional survey study conducted from June to August 2024 in Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta, involving 384 adolescent girls selected using stratified random sampling. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed using the chi-square test and logistic regression. Results: Bivariate analysis showed a significant association between adherence and acceptance of iron consumption (p = 0.000), parental awareness (p = 0.020), perception of the impact of anemia (p = 0.014), exposure to information about anemia (p = 0.040), and iron tablets (p = 0.029). Logistic regression revealed that the main predictors of adherence included acceptance of iron supplements (OR = 3.911; 95% CI: 1.938–8.218), parental awareness (OR = 1.925; 95% CI: 1.068–3.471), perception of the impact of anemia (OR = 1.742; 95% CI: 1.138–2.669), and exposure to information about iron tablets (OR = 1.633; 95% CI: 1.062-2.510). Conclusion: Although exposure to information was not statistically significant in multivariate analysis, it showed a positive trend. These findings highlight the importance of increasing adolescent acceptance, improving perception of the consequences of anemia, and increasing parental involvement to support iron supplementation adherence.
Edukasi Pencegahan Kecemasan Dimasa Perimenopause pada Ibu-Ibu PKK di Dusun Prancak Glondong Panggungharjo Sewon Bantul Retno Heru Setyorini; Era Revika
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku4378

Abstract

Perimenopause merupakan fase transisi alami menuju menopause yang biasanya dialami wanita usia 40–50 tahun dan ditandai oleh perubahan hormonal, terutama penurunan kadar estrogen. Perubahan ini dapat menimbulkan gejala fisik dan psikologis seperti gangguan tidur, perubahan suasana hati, serta kecemasan yang berdampak pada kualitas hidup. Rendahnya pengetahuan mengenai perimenopause sering kali memperburuk kecemasan yang dialami perempuan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengurangi kecemasan pada wanita perimenopause melalui edukasi berbasis komunitas. Ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media LCD dan Power Point digunakan untuk pelaksanaan kegiatan. Materi tentang fase kehidupan wanita, pengertian perimenopause, gejala perimenopuse, keluhan yang di rasakan diberikan oleh dua dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo. Pengetahuan tentang fase perimenopause meningkat. Perlu penguatan peran guru, teman, dan orang tua untuk pemberian informasi tentang tablet tambah darah sebagai salah satu upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Pengetahuan tentang fase kehidupan perempuan perlu untuk di sosialisasikan secara berkelanjutan sebagai upaya peningkatan kesiapan menghadapi masa menopause
PERILAKU CUCI TANGAN ANAK USIA 6-12 TAHUN PADA MASA PANDEMI DI SD MUHAMMADIYAH 1 PENDOWOHARJO, SEWON, BANTUL: PENELITIAN SURVEI riadini; Retno Heru Setyorini
Jurnal Kebidanan VOLUME 14. NO.01, JUNI 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v14i01.481

Abstract

Hingga 19 Agustus 2021 pemerintah Indonesia melaporkan 3.930.300 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan ada 122.633 kematian (CFR: 3,1%) terkait COVID-19 yang dilaporkan dan 3.472.915 pasien telah sembuh dari penyakit tersebut. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) adalah salah satu upaya pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan penderita COVID-19. Cuci tangan secara rutin dengan alcohol atau sabun dengan air, menjaga jarak aman jika ada orang yang terlihat batuk dan bersin, memberlakukan etika batuk dan bersin seperti menutup mulut dengan tangan dapat mencegah dan memutus rantai penularan virus Corona. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor yang mempengaruhi perilaku cuci tangan pada anak di masa pandemic. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei yang meneliti variabel bebas yaitu faktor yang mempengaruhi perilaku cuci tangan dan variabel terikat perilaku cuci tangan. Penelitian ini dilaksanakan di SD 1 Muhammadiyah Pendowoharjo, Sewon, Bantul pada bulan Juni-Agustus 2021 dengan metode proporsional random sampling. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan google form kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan secara statistik antara jenis kelamin anak dengan perilaku cuci tangan menggunakan sabun yaitu ketika anak selesai berkegiatan di kamar mandi. Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara usia anak dengan perilaku cuci tangan menggunakan sabun. Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara pekerjaan ibu dengan perilaku cuci tangan menggunakan sabun. Kata kunci: Perilaku cuci tangan, Covid-19, virus corona