Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : VISIKES

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PELAPORAN PENYAKIT TIDAK MENULAR RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG TAHUN 2011 Setyowati Purwaningsih; Maryani Setyowati; Arif Kurniadi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.358 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i1.664

Abstract

Background. Report Information System of In-Patient Non Transmitted Diseases in Semarang Sultan Agung Islamic Hospital that was computer base, it couldn’t makes informationwhich user want. This is because of the should report form is not same with now report form. So, this matter cause officer has to work twice activity for makes the right report form. The aim of this research is make the suggest design of Report Information System of In-Patient Non Transmitted Diseases in Semarang Sultan Agung Islamic Hospital.Method. The type of the research is descriptive with approach of cross sectional to obtained data at the time of the research is done. The research instrument are observation and interviewwith sistem user. The research instrument consist of patient identity data, in-patient registrasion data, in-patient diagnose data, and exit patient data. Processing data are collecting,classification, tabulation, and report, it is also analising to compare between old system with new system.Result. From the result of the research, the process of Report of In-Patient Non Transmitted Diseases are input patient identity data by officer of TPPRJ, input in-patient registrasion databy officer of TPPRI, input in-patient diagnose data and exit patient data from in-patient medical record document by officer of input data of medical record. From this, officer of report toprint the Report of In-Patient Non Transmitted Diseases, Report of In-Patient Non Tranmitted Diseases per Disease, Report of In-Patient Non Transmitted Diseases per Age, Report ofIn-Patient Non Tranmitted Diseases per Sex, and Report of In-Patient Non Transmitted Diseases per Exit.Conclusion.There are not found the Right Policy and Procedure which specific about manual or system of Report of In-Patient Non Transmitted Diseases. The fault of the now systemcan be repaired with the new system that suggest of researcher. So, the result of information can be easy and accurate.Keywords : Report Information System, In-Patient Non Transmitted Diseases
SISTEM INFORMASI REMINDER IMUNISASI DASAR PADA BAYI BERBASIS SMS GATEWAY DI PUSKESMAS KROBOKAN SEMARANG BARAT Asriana Octa Noormalasari; Maryani Setyowati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 1 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.606 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i1.1159

Abstract

Rendahnya cakupan imunisasi dasar bayi merupakan permasalahan yang ditemui padaPuskesmas Krobokan Semarang Barat. Guna dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasarpada bayi di Puskesmas Krobokan tujuan dari penelitian ini yaitu mencegah terjadinya DO(drop out) imunisasi serta dengan memanfaatkan sistem informasi seperti aplikasi reminderberbasis SMS gateway yang ditujukan sebagai pengingat jadwal imunisasi dasar bayi.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakanadalah observasi dan wawancara yang secara pendekatan cross sectional dengan metodepengembangan sistem prototype. Dengan obyek penelitian berupa data pada sistem informasiimunisasi dasar bayi Puskesmas Krobokan.Hasil dari penelitian adalah berupa rancangan sistem informasi imunisasi dasar bayi denganmenggunakan aplikasi reminder imunisasi berbasis SMS Gateway yang diharapkan dapatlebih membantu ibu untuk jadwal imunisasi dalam membawa bayinya untuk diimunisasi.Saran dalam mengimplementasikan sistem adalah adanya sosialisasi tentang penggunaanSMS reminder imunisasi serta kader yang harus ikut aktif didalam membantu keberhasilansistem ini.Kata kunci : imunisasi dasar bayi, aplikasi reminder, SMS Gateway
TINJAUAN ASPEK KEAMANAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILING PUSKESMAS LEBDOSARI SEMARANG Cossa Pratama; Maryani Setyowati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 2 (2013): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.974 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v12i2.647

Abstract

Rekam medis adalah bukti dari layanan yang diberikan oleh dokter dan tenaga medis untuk pasien tertulis. Rekam medis dimiliki oleh Puskesmas Lebdosari Semarang dan isinya adalahmilik pasien. Di Puskesmas Lebdosari Semarang tidak dapat melakukan perawatan medis kepada pasien secara efektif ketika dokumen rekam medis rusak atau hilang karena kurangnyakontinuitas informasi medis. Fungsi dokumen sebagai memori utama dan sumber informasi dalam rangka melakukan kegiatan perencanaan, analisis, pengambilan keputusan, pelaporan, penilaian, kontrol dan akuntabilitas juga. Dalam rangka mendokumentasikan rekam medis diPusat Kesehatan Masyarakat Lebdosari Semarang aman dari aspek fisik dan kimia dari kerusakan, untuk mendukung terciptanya keberhasilan penyimpanan, keamanan danpemeliharaan catatan medis yang diperlukan untuk mendokumentasikan tempat, pemeliharaan fasilitas dokumen rekam medis yang mencakup bahaya kerusakan dari aspek fisik dan kimia.Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah dokumen rekam medis di ruang filing Puskesmas Lebdosari Semarang dengan 99sampel dokumen. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara dan observasi, dengan sumber data primer dan sekunder. Pengolahan data adalah editing dan penyajian data, data dianalisis secara deskriptif.Berdasarkan pengamatan dalam menjaga keamanan dokumen rekam medis di ruang filing Puskesmas Lebdosari Semarang belum menetapkan prosedur dan kebijakan peminjamancatatan medis dan penyimpanan catatan medis tidak melarang orang lain selain petugas masuk Rekam medis. Rekam medis seharusnya tidak mengijinkan dokumen keluar dari ruang filing kecuali untuk pengobatan, dengan izin dari pihak berwenang. Dokumen rekam medis hanya berupa kertas yang sewaktu-waktu bisa rusak oleh kelembaban, ketidakstabilan suhu, dan karena itu perlu alat yang diatur untuk mempertahankan kelembabannya.Untuk menjaga keamanan dokumen rekam medis juga membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, sarana dan prasarana yang memadai dan ruang cukup aman dan baikuntuk menjaga kerahasiaan dokumen rekam medis.Kata kunci : keamanan, rekam medis, filing
EVALUASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS BERBASIS KEWILAYAHAN: STUDI CROS-SECTIONAL DI SUKOHARJO, JAWA TENGAH, INDONESIA Setyowati, Maryani; Setiyadi, Noor Alis; Febriyanto, Dwi Ferry; Wulandari, Respati; Hudayani, Rina
VISIKES Vol. 24 No. 1 (2025): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/visikes.v24i1.12350

Abstract

The lack of a decision support system for the Tuberculosis or TB Program implemented in the Sukoharjo Regency Office has resulted in a gap or mismatch between the estimated number of TBC cases and the discovery of TBC cases in the field so that the decisions taken so far are only based on the discovery of existing TBC cases. The purpose of this study was to evaluate the use of SPK-TB in supporting the village-based Tuberculosis Suspect Screening Program. The research method used the Mix-method method which combines qualitative and quantitative research types. The research subjects consisted of 12 TBC information system users at the public health center and the Health Office. The results showed that the system that had been developed and tested at each user level, especially the head of the health centre, was well accepted and used as intended. This shows that system acceptance before and after testing with the TAM method has increased the average value. It is recommended that this SPK-TB be implemented immediately so that the effectiveness and efficiency of the performance of TBC officers and the Health Office can be known.