Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH MEDIA FILM DOKUMENTER TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DALAM PERTOLONGAN PERTAMA CEDERA MUSKULOSKELETAL Eky Madyaning Nastiti; Feri Ekaprasetia; Rida Darotin
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 5 No 2 (2023): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v5i2.386

Abstract

Cedera yang seringkali terjadi pada anak sekolah adalah cedera yang terjadi pada musculoskeletal. Sekitar 30,5% kejadian cedera muskuloskeletal dialami anak sekolah mencapai 33,2% di Jawa Timur. Untuk memberikan pertolongan pertama pada cedera musculoskeletal dibutuhkan dasar pengetahuan dan sikap yang berperan penting dalam menginisiasi perilaku pertolongan pertama. Media yang dapat dikembangkan dalam upaya pendidikan kesehatan adalah dalam bentuk audiovisual melalui film dokumenter. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk menganalisis pengaruh media film dokumenter pertolongan pertama dalam peningkatan pengetahuan dan sikap siswa tentang pertolongan pertama cedera musculoskeletal. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen one group pretest- posttest design dengan melibatkan 72 siswa kelas VII dengan teknik probability jenis proporsionate stratified random sampling. Media yang digunakan dalam penelitian berupa film documenter yang menggambarkan tata cara metode RICE pada kasus cedera musculoskeletal. Penelitian diawali dengan pemberian kuesioner pre test selanjutnya responden diberikan penayangan film documenter, seminggu kemudian dilakukan pengukuran post test pada responden. Uji statistik menunjukkan selisih sebesar 29,3 antara rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah dengan nilai p-value 0,000 (p-value <0,05). Pada variable sikap menunjukkan selisih sebesar 2,12 antara rata-rata nilai sikap sebelum dan sesudah dengan nilai p-value 0,008 (p-value <0,05). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media film dokumenter terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa dalam pertolongan cedera musculoskeletal, hal ini berkaitan dengan keefektifan film dokumenter sebagai implementasi media audiovisual dalam menyampaikan materi lebih menarik melalui bentuk suara maupun gambar dan dapat diulang berkali-kali sehingga materi lebih melekat sebagai pengalaman pribadi yang akan mengubah kemampuan kognitif dan sikap seseorang.
PEMBERDAYAAN SISWA DALAM PENANGANAN CEDERA MUSKULOSKLETAL MELALUI PEMANFAATAN E-FA (EDUCATION FIRST AID) GAME Eky Madyaning Nastiti; Feri Ekaprasetia; Rida Darotin
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 1 (2023): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i1.381

Abstract

Musculoskeletal injuries, such as sprains, are one of the injuries that often occur in schoolchildren. This is due to a lack of information and understanding regarding first aid for injuries. Therefore, educational efforts are needed along with technological developments in order to empower students. The purpose of this service activity is to provide education to students through digital games containing the concept of first aid for musculoskeletal injuries (E-Fa Game). The method used is in the form of a pretest, providing health education using the E-Fa Game, and re-evaluating with a post-test. The results of this community service show that 83% of participants understand the procedures for first aid for extremity injuries, including resting the injured area (rest), giving ice, bandaging (compression), and elevating the injured area (elevation). Through this community service activity, it is hoped that more and more students will understand the procedures for first aid for musculoskeletal injuries, so that they will be able to become laypersons who are able to provide help in cases of injuries that occur around them.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA CEDERA LUKA KULIT, LUKA BAKAR, TERSEDAK, DAN PERDARAHAN DI SMP NEGERI 1 KALISAT Rizka Ainul; Feri Ekaprasetya; Jamhariyah Jamhariyah
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.328

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Motivasi dalam melakukan pertolongan pertama merupakan suatu dorongan dari dalam maupun luar diri individu untuk melakukan pertolongan pertama pada korban. Sangat penting adanya pertolongan pertama pada korban cedera luka kulit, luka bakar, tersedak, dan perdarahan agar membantu harapan hidup korban dan mencegah kecacatan jika korban mendapatkan pertolongan pertama dengan baik dan benar. Kejadian tertinggi cedera terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun sebanyak 182.338 jiwa (12,1%). Namun, motivasi siswa dalam melakukan pertolongan pertama saat ini masih membutuhkan perhatian karena masih adanya siswa SMP yang masih kurang memiliki motivasi melakukan pertolongan pertama. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis audio visual terhadap motivasi siswa dalam melakukan pertolongan pertama di SMP Negeri 1 Kalisat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Pre-eksperimental dengan one group pre-post test design. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Kalisat kelas VII. Sampel penelitian ini sebanyak 34 siswa dengan teknik probability sampling menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 1 siswa memiliki motivasi yang kurang (2,9%), dan mayoritas responden memiliki motivasi dalam kategori sedang sebanyak 3 siswa (88,2%), 3 siswa dalam kategori motivasi tinggi (8,9%). Sesudah diberikan edukasi kesehatan motivasi siswa berada pada kategori tinggi sebanyak 34 siswa (100%). Hasil uji menggunakan Wilcoxon diperoleh nilai p value <0,000 (p<0,05), yang artinya ada pengaruh edukasi audio visual terhadap motivasi siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada cedera. Kesimpulan: Adanya perubahan yang positif dari motivasi siswa dalam melakukan pertolongan pertama karena adanya pemberian edukasi kesehatan menggunakan audio visual. Diharapkan pemberian edukasi menggunakan audio visual dapat terus dilakukan agar motivasi siswa mengalami peningkatan.
Efikasi Diri Siswa Sekolah sebagai Layperson Pemberian Pertolongan Pertama Cedera Nastiti, Eky Madyaning; Darotin, Rida; Ekaprasetia, Feri
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jk.v12i1.133

Abstract

An injury can be experienced by anyone, regardless of age. Students are one of the most vulnerable groups. The school area is the second-highest injury area. Actions of first aid in the case of injury in the school environment become essential for students. To become the ideal layperson, a self-confidence is required as the foundation. The aim of this study was to identify the self-efficacy of junior high school children as laypersons in handling injury cases. This research was quantitative with a cross-sectional analytical-descriptive approach. The study was conducted in September 2022 at the junior high school (Sekolah Menengah Pertama/SMP) in Jember. A total of 239 students filled in the General Efficacy Scale questionnaire. The majority of the students’ self-efficiency rates as first-aid layperson in injury was in average rate of 60.1%, while those who have high self-efficacy was 20.8%, and a low one was 19.1%. When a school-age child giving first aid, it is necessary to pay attention to the child's age characteristics. In school-age children, characteristics are shown in relation to their cognitive skills according to reasoning and consciousness of the constantly developing self. To maximize the role of students as laypersons, one of the stimuli that can be done is by strengthening their cognitive possessions in order to align with the development of their self-efficacy, so that school-age children can prepare themselves as laypersons in injury management. One of the stimuli that can be done is to initiate first aid education in students. It is expected that education from an early age will prepare students for having self-efficiency in first aid.
Perbedaan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat sebelum dan sesudah diberikan modul tentang pertolongan pertama luka bakar di rural area Hasiseh, Hasiseh; Ekaprasetia, Feri; Darotin, Rida
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i2.2137

Abstract

Latar Belakang: Luka bakar merupakan suatu trauma yang terjadi sebagai akibat dari aktivitas manusia dalam rumah tangga, industri, traffic accident, maupun bencana alam. Pengetahuan dan sikap masyarakat banyak yang belum mengetahui cara penanganan luka bakar khusunya di rural area. Rural area atau pedesaan merupakan suatu masyarakat yang tinggal di suatu pedesaan yang penduduknya masih terbilang sulit dijangkau dan jauh dari perkotaan, sehingga tidak sedikit warga yang masih menggunakan pasta gigi, mentega, minyak, dan masih banyak lagi anggapan dan kepercayaan yang selama ini diyakiti oleh warga. Penanganan luka bakar harus dilakukan dengan tepat dan benar, untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat yaitu menggunakan modul tentang pertolongan pertama luka bakar. Pengetahuan dan sikap masyarakat merupakan faktor utama yang dapat menentukan keselamatan seseorang yang tengah mengalami luka bakar, akan tetapi jika melihat fakta dilapangan pada masyarakat di Rural area, menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara dalam pertolongan pertama luka bakar. Metode: Penelitian ini Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Pre eksperimental design one group prettest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada bulan januari 2024, lokasi penelitian Dusun Krajan Rt.01/Rw.05 Desa karangbayat sumberbaru jember dengan jumlah populasi 44 , sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu 44 sampel. Intrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner. Hasil: berdasarkan hasil uji Wilcoxon tingkat pengetahuan p-value = 0,000 < 0,05 dan hasil uji sikap p-value = 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat sebelum dan sesudah diberikan modul tentang pertolongan pertama luka bakar di Rural area.
Program Kelompok Pengenalan Kegawatdaruratan Dasar (KOPDAR) Tentang Luka Bakar (Combustio) Di SMPN 12 Jember Darotin, Rida; Nastiti, Eky Madyaning; Ekaprasetia, Feri
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v2i1.72

Abstract

Abstrak Luka bakar menjadi penyebab utama kondisi krisis dan luka trauma besar yang beresiko menyebabkan berbagai masalah, hingga mengakibatkan terjadinya kondisi kematian jaringan. Usia, jenis kelamin, penyebab luka bakar, karakteristik luka bakar, kedalaman luka bakar dan derajat luka bakar dapat dijadikan sebagai indikator angka morbiditas dan mortalitas pada kasus luka bakar. Tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan tindakan kegawatdaruratan dasar (KOPDAR) dalam penatalaksanaan luka bakar pada 62 siswa SMPN 12 Jember pada 2 September 2022. Tujuan khususnya adalah peserta memahami konsep kegawatdaruratan dasar di tingkat Sekolah, mempu mengenal jenis-jenis luka bakar, dan mampu mengambil keputusan tindakan dasar dalam memberikan pertolongan pada kasus luka bakar. Rincian kegiatan antara lain: 1) Mengedukasi peserta tentang konsep kegawatdaruratan dasar dalam penatalaksanaan luka bakar, 2) Demonstrasi tindakan pertongan pertama pada kasus luka bakar, dan 3) Menggali kemampuan siswa terkait tindakan pertongan pertama pada kasus luka bakar. Program pengenalan ini diawali dengan kegiatan pemberian kuesioner. Kegiatan awal sebagai bentuk kegiatan permulaan didapatkan hasil sebanyak 42 siswa (67,7%) yang mampu menjawab pertanyaan dengan kategori baik. Setelah kegiatan Program pengenalan Kegawatdaruratan Dasar (KOPDAR) dilakukan didapatkan hasil sebanyak 62 siswa (100%) mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Siswa SMPN 12 Jember memiliki kesediaan dalam menerima program kelompok pengenalan kegawatdaruratan dasar (KOPDAR) terkait luka bakar (Combustio) dari ketua pelaksana yang berasal dari Universitas dr. Soebandi. Kata kunci: First Aid, Luka Bakar, Combustio, Kegawatdaruratan.   Abstract Burns are the main cause of crisis conditions and major traumatic injuries that have the risk of causing various problems, resulting in tissue death. Age, gender, cause of burns, characteristics of burns, depth of burns and degree of burns can be used as indicators of morbidity and mortality in cases of burns. The purpose of this activity is to introduce basic emergency measures in the management of burns to 62 students of SMPN 12 Jember on September 2 2022. The specific goal is for participants to understand the concept of basic emergencies at the school level, be able to recognize the types of burns, and be able to make decisions Basic action in providing assistance in cases of burns. The details of the activities include: 1) Educating participants about basic emergency concepts in the management of burns, 2) Demonstration of first aid measures in cases of burns, and 3) Exploring students' abilities regarding first aid. This introduction program begins with the activity of giving a questionnaire. The initial activity as a form of initial activity resulted in 42 students (67.7%) being able to answer questions in good categories. After the activities of the Basic Emergency Introduction Program were carried out, the results showed that 62 students (100%) were able to answer questions properly. Based on these results it can be concluded that SMPN 12 Jember students are willing to accept the basic emergency introduction group program related to burns Keywords: First Aid, Burns, Combustio, Emergencies.
Program Kelompok Pengenalan Kegawatdaruratan Dasar Luka di SMPN 12 Jember Ekaprasetia, Feri; Nastiti, Eky Madyaning; Darotin, Rida
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v2i1.76

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Kejadian cedera merupakan suatu keadaan gawatdarurat yang bisa meningkatkan angka morbiditas bahkan sampai mortalitas. Kejadian cedera di lingkungan sekolah juga tergolong tinggi, ditambah dengan lingkungan sekolah yang kurang aman dan rendahnya pemahaman tentang konsep bahaya dan pertolongan pertama. Kejadian yang paling sering terjadi adalah luka, sehingga konsep pertolongan pertama harus baik dan benar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada korban yang terluka di sekolah. Metode : kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu diskusi eksplorasi cedera yang sering terjadi di Sekolah, analisis masalah yang terjadi berdasarkan prioritas masalah, menggali permasalahan dalam melakukan upaya preventifI cedera dan evaluasi hasil eksplorasi. Kegiatan ini dilakukan di SMP Negeri 12 Jember dengan masing-masing sesi selama 120 menit. Hasil : kegiatan ini berlangsung dengan lancer sesuai harapan dan antusiasme peserta juga baik. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang pertolongan pertama untuk menolong korban terluka dan diikuti dengan kepercayaan diri peserta dalam menolong korban terluka. Kesimpulan : kegiatan ini berdampak positif untuk kegiatan siswa dan bisa dilaksanakan program selanjutnya tertutama untuk pertolongan pertama domain-domain berikutnya. Kata kunci: pertolongan pertama, luka, SMP Abstract Background: Injury is an emergency situation that can increase morbidity and even mortality. The incidence of injuries in the school environment is also relatively high, coupled with an unsafe school environment and low understanding of the concept of danger and first aid. The most common incident is a wound, so the concept of first aid must be good and right. The purpose of this activity is to increase students' knowledge in performing first aid to injured victims at school. Method: this activity is carried out in several stages, namely discussing the exploration of injuries that often occur in schools, analyzing problems that occur based on problem priorities, exploring problems in carrying out injury prevention efforts and evaluating the results of exploration. This activity was carried out at SMP Negeri 12 Jember with each session lasting 120 minutes. Result: this activity took place smoothly according to the expectations and enthusiasm of the participants was also good. There was an increase in knowledge about first aid to help injured victims and was followed by participants' confidence in helping injured victims. Conclusion: this activity has a positive impact on student activities and can be carried out in subsequent programs, especially for first aid in the following domains. Keywords: first aid, wound, Junior high school
Efektivitas Video Pendek Dalam Meningkatkan Pengetahuan Pertolongan Pertama pada Sprain di Masyarakat Daerah Pedesaan Ekaprasetia, Feri; Wirasakti, Guruh; Putra, Syahrul Jaya
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.8

Abstract

Sprain atau keseleo merupakan cedera muskuloskeletal yang umum terjadi, terutama di daerah pedesaan yang akses layanan kesehatannya terbatas. Pengetahuan yang memadai tentang pertolongan pertama sangat penting untuk mencegah komplikasi. Inovasi edukasi melalui media video pendek berpotensi menjadi solusi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh video pendek terhadap pengetahuan pertolongan pertama pada sprain di masyarakat daerah pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 68 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang pertolongan pertama pada sprain (94,1%). Setelah diberikan intervensi berupa video edukasi berdurasi pendek, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan, di mana mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (83,8%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (α=0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari pemberian video pendek terhadap peningkatan pengetahuan responden. Kesimpulan: terdapat pengaruh video pendek terhadap pengetahuan masyarakat pada pertolongan pertama sprain di daerah pedesaan.Kata Kunci: pengetahuan masyarakat, daerah pedesaan, video pendek sprain
Analisis Resiko Gagal Jantung pada Pasien Hipertensi di IGD Rumah Sakit Jember Klinik Agustin, Ratna Tri; Ekaprasetia, Feri; Aji Permana, Roby
Journal of Pubnursing Sciences Vol 3 No 01 (2025): Journal of Pubnursing Sciences (JPS)
Publisher : PT. Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jps.v3i01.178

Abstract

Background: Hypertensive patients experience an increase in systemic blood pressure, which places additional strain on the heart. This condition can increase the risk of heart failure. Objective: To assess the risk of heart failure in hypertensive patients treated at the Emergency Department of Jember Klinik Hospital. Method: This study employed a descriptive design using a cross-sectional approach. The study population consists of hypertensive patients at the Emergency Department of Jember Klinik Hospital. A total of 57 hypertensive patients who underwent examination at the Emergency Department of Jember Klinik Hospital between April and June 2024. The criteria of respondents were patients aged 30 to 74 years, composmentis, and able to communicate. The research instrument used the Framingham score to assess heart failure risk. Analysis statistic used analysis descriptive. Results: This study show that 6 respondents (10.5%) have a low risk, 17 respondents (29.8%) have a moderate risk, and 34 respondents (59.7%) have a high risk. Conclusion: The findings indicate that the majority of respondents are in the high-risk category for heart failure. Some risk factors need to be considered, including age, sex, systolic pressure, hypertension therapy, smoking, diabetes, and IMT so that respondents are able to control these.
Pengaruh video pendek terhadap tingkat pengetahuan masyarakat pada pertolongan CPR di Dusun Krajan Desa Karangbayat Pramundari, Nanda Cecilia; Ekaprasetia, Feri; Susilo, Arief Judi
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i2.679

Abstract

Limited public knowledge regarding Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) necessitates the development of effective and easily accessible educational methods. Short videos have emerged as a promising medium to enhance this understanding. Consequently, a study was conducted to determine the effectiveness of a short video intervention on CPR knowledge among the residents of Karangbayat Village. The study employed a quasi-experimental one-group pretest-posttest design involving 32 randomly selected participants. Knowledge was assessed using a validated questionnaire before and after the intervention, with the data subsequently analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The results revealed a significant improvement in knowledge. At baseline, the majority of participants (65.6%) had knowledge classified as 'poor'. However, following the video intervention, the proportion of participants with 'sufficient' knowledge surged dramatically to 97%, increasing from 11 to 31 individuals. This difference was proven to be statistically significant (p = .001). These findings demonstrate that short videos are a highly effective medium for CPR education. This tool can serve as an accessible and impactful alternative to enhance community preparedness for handling medical emergencies. Therefore, the widespread implementation of such media is highly recommended to bolster public life-saving skills