Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengolahan Kotoran Gajah Taman Satwa Taru Jurug Surakarta Menjadi Pupuk Organik Tetri Widiyani; Shanti Listyawati; Elisa Herawati; Agung Budiharjo; Okid Parama Astirin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1554

Abstract

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) adalah suatu kebun binatang yang berlokasi di kota Surakarta yang secara spesifik membidangi konservasi flora dan fauna, edukasi, dan rekreasi. TSTJ ditopang oleh 67 spesies satwa yang terdiri dari 331 ekor satwa serta ribuan pohon. Dengan keberadaan satwa, dihasilkan limbah berupa kotoran hewan (feses). Feses TSTJ belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan terutama dari feses gajah. Oleh karena itu pengadian ini bertujuan melakukan pengolahan feses gajah TSTJ menjadi pupuk organik untuk mengatasi pencemaran lingkungan. Metode pengolahan feses gajah menjadi pupuk organik dilakukan dengan cara fermentasi menggunakan bioaktivator EM4. Feses gajah yang digunakan adalah feses yang telah kering. Feses dicampur sekam padi dan kapur tohor dengan perbandingan 5:2:1. EM4 dilarutkan dalam air dan molase kemudian disemprotkan pada campuran bahan pupuk sampai lembab dan dimasukkan dalam wadah tertutup. Proses pembuatan pupuk dilakukan selama 3 bulan. Di akhir kegiatan diselenggarakan acara FGD (forum group discussion) untuk mensosialisasikan teknologi pengolahan feses ini kepada perwakilan pengelola TSTJ. Hasil yang diperoleh adalah pupuk organik padat dengan konsistensi kasar berserabut berwarna hitam kecoklatan dengan kondisi lembab dan pH cenderung asam (5,6). Dari kegiatan FGD diperoleh beberapa masukan sebagai bahan evaluasi dalam proses pengolahan feses dan keberlanjutan program ini.
Implementasi Strategi Waste-to-Value melalui Peningkatan Kualitas Produk Eco-Desain, dan Introduksi Budidaya Maggot pada Bank Sampah Sapu Jagad Magetan : Strategi Waste-to-Value pada Bank Sampah Sapu Jagad Magetan Okid Parama Astirin; Tetri Widiyani; Shanti Listyawati; Elisa Herawati; Agung Budiharjo; Widya Mega Rahmawati
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2464

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan permasalahan umum yang terjadi di perkotaan. Pengolahan sampah di Bank Sampah Sapu Jagad Magetan masih berfokus pada sampah anorganik seperti sampah botol dan palstik dengan pendekatan ecobrick membentuk produk dengan nilai ekonomi. Di sisi lain, sampah organik yang diperoleh dari nasabah belum dikelola dengan optimal serta sebagian besar sampah tersebut masih dibuang secara langsung ke Tempat Pembuangan Akhir sehingga menimbulkan sumber pencemaran baik tanah, air maupun udara. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kualitas produk eko-desain ecobrick dan juga menanamkan pemahaman terkait pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot. Kegiatan ini dilakukan dengan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah hingga pemasaran produk. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pendapatan melalui diversifikasi produk eko-desain berupa sofa botik bludru. Selain itu, pemahaman akan pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot. Upaya ini mendukung SDGs 4, 8, 12, dan 17 untuk menyediakan pengetahuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengelola limbah menjadi produk bermanfaat melalui kerja sama antar bank sampah atau bank sampah dengan perguruan tinggi.