Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EKOGENOTOKSISITAS LIMBAH CAIR BATIK DAN EFEK ANTIMUTAGENIK Lemna minor TERHADAP ERITROSIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Tyastuti, Erma Musbita; Astirin, Okid Parama; Sunarto, Sunarto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 2: September 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i2.2490

Abstract

Limbah cair batik di Solo sebagian besar dibuang langsung ke perairan tanpa diolah terlebih dahulu dan menyebabkan pencemaran air. Kandungan logam berat di dalam limbah cair batik dapat memicu efek genotoksik seperti pembentukan mikronukleus. Lemna minor berpotensi sebagai antimutagen dan mencegah pembentukan mikronukleus karena mengandung senyawa aktif seperti karoten dan asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekogenotoksisitas limbah cair batik dan efek antimutagenik Lemna minor terhadap eritrosit ikan nila. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi UMS dengan pemaparan limbah cair batik 0ppm/L, 2500 ppm/L, 5000 ppm/L dan 7500 ppm/L terhadap 2 kelompok ikan nila dengan diet pelet dan Lemna minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan limbah cair batik memicu pembentukan mikronukleus dengan frekwensi tertinggi pada konsentrasi paparan 7500 ppm/L. Lemna minor juga terbukti memiliki potensi antimutagenik karena mampu menekan frekwensi mikronukleus lebih rendah dibandingkan diet pelet.
Ascaris suum Cuticle Ultrastructure Due to the In Vitro Application of Ethanol Extract to Fruits Musa x paradisiaca L. ‘Pisang Ambon’ Haryatmi, Dwi; Astirin, Okid Parama; Widiyani, Tetri
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 10, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v10i1.11918

Abstract

Species of Musa have various activities, one of which is anthelmintic activity. Part of banana plants that can be used as anthelmintic is part of the fruit, because of the phytochemical content possessed. Tannin is able to inhibit the enzyme cholinesterase, damage the membrane of the worm and can precipitate the protein.  The purpose of this research is to know the content of tannin and also total tannin level on ethanol extract of Musa x paradisiaca L. ‘Pisang Ambon’ and in vitro effect of the extract on Ascaris suum cuticle.  Thin Layer Chromatography (TLC) showed of ethanol extract of Ambon banana containing tannin with a total test of tannin was 54.98% w/w. In vitro at negative control (NaCl 0.9%) worm death occurred at 289 hours, positive control (pyrantel pamoate 5 mg/ml) at 1 hour, extract concentration 200 mg/ml at hour 27 and concentration 400 mg/ml at 1 hour. Histopathological examination and scanning electron microscope showed a degenerative change in ultrastructures of the worms cuticle. From the results of this study, it can be concluded that exposure of ethanol extract to Ambon banana give a damaging effect to cuticle ultrastructure in the form of crack/break, perforation and separation of muscular from cuticle and edema on A. suum worm. High tannin content in the raw/green ambon banana, can be developed to eradicate ascariasis including egg stage which until now cannot be done with synthetic drugs due to the thickness and strength of layers of worm eggs consisting of layers of protein and lipids.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PEMASARAN KOPI KELOMPOK TANI BUMI MAKMUR, DESA TEMBORO, KABUPATEN WONOGIRI Okid Parama Astirin; Suryanto Suryanto; Rahning Utomowati; Candra Purnawan; Bambang Sigit Amanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.309 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1425

Abstract

Desa Temboro, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri merupakan daerah penghasil kopi dengan kualitas rasa yang khas. Kopi asal Desa Temboro disediakan dalam bentuk green bean dan cherry, kemudian diolah menjadi produk kopi khas. Survei rantai niaga kopi yang terjadi di Desa Temboro sebagian besar petani hanya memiliki pilihan untuk menjual hasil panennya kepada tengkulak dan selanjutnya dijual kepada pengepul besar. Mitra UD Bumi Makmur tinggal di desa Temboro, beranggota 14 rumah tangga yang masing-masing memiliki kebun kopi. Kelompok tani melakukan pengupasan buah dan kulit ari kopi menjadi kopi gabah menggunakan peralatan tradisional. Dari sisi aspek penghasilan petani, rantai niaga seperti ini mengakibatkan tidak maksimalnya pendapatan yang dapat diterima oleh pihak petani. Buah kopi yang telah dipanen dikupas menjadi kopi gabah (kopi dengan kulit tanduk). Kopi gabah kemudian dikeringkan dan dikupas untuk menghasilkan biji kopi beras (green bean). Biji kopi selanjutnya disangrai dan digiling untuk menghasilkan kopi bubuk siap konsumsi. Tahun 2019, harga kopi gabah dijual dengan harga minimum Rp25.000,-, namun tahun 2020 di awal masa pandemi, panenan kopi penawaran harga turun berada pada angka Rp15.000,-. Proses pengolahan biji kopi dilakukan di Rumah Produksi UD Bumi Makmur, sedangkan pemasarannya dilakukan di kawasan wisata hutan pinus Kemantren Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Wonogiri.
Pengolahan Kotoran Gajah Taman Satwa Taru Jurug Surakarta Menjadi Pupuk Organik Tetri Widiyani; Shanti Listyawati; Elisa Herawati; Agung Budiharjo; Okid Parama Astirin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1554

Abstract

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) adalah suatu kebun binatang yang berlokasi di kota Surakarta yang secara spesifik membidangi konservasi flora dan fauna, edukasi, dan rekreasi. TSTJ ditopang oleh 67 spesies satwa yang terdiri dari 331 ekor satwa serta ribuan pohon. Dengan keberadaan satwa, dihasilkan limbah berupa kotoran hewan (feses). Feses TSTJ belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan terutama dari feses gajah. Oleh karena itu pengadian ini bertujuan melakukan pengolahan feses gajah TSTJ menjadi pupuk organik untuk mengatasi pencemaran lingkungan. Metode pengolahan feses gajah menjadi pupuk organik dilakukan dengan cara fermentasi menggunakan bioaktivator EM4. Feses gajah yang digunakan adalah feses yang telah kering. Feses dicampur sekam padi dan kapur tohor dengan perbandingan 5:2:1. EM4 dilarutkan dalam air dan molase kemudian disemprotkan pada campuran bahan pupuk sampai lembab dan dimasukkan dalam wadah tertutup. Proses pembuatan pupuk dilakukan selama 3 bulan. Di akhir kegiatan diselenggarakan acara FGD (forum group discussion) untuk mensosialisasikan teknologi pengolahan feses ini kepada perwakilan pengelola TSTJ. Hasil yang diperoleh adalah pupuk organik padat dengan konsistensi kasar berserabut berwarna hitam kecoklatan dengan kondisi lembab dan pH cenderung asam (5,6). Dari kegiatan FGD diperoleh beberapa masukan sebagai bahan evaluasi dalam proses pengolahan feses dan keberlanjutan program ini.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN MANAJEMEN USAHA BANK SAMPAH SAPU JAGAD KABUPATEN MAGETAN Syamsul Hadi; Okid Parama Astirin; Suryanto Suryanto; Bambang Sigit Amanto; Setya Nugraha
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1728

Abstract

Any waste whether it is organic or inorganic waste causes a serious issue that is faced by the Magetan regent. The lack of waste management systems such as uncontrolled garbage accumulation, burning and dumping into rivers and vacant land could lead to pollution. The Solution to solve this issue is the waste bank called Sapu Jagad in Magetan regent which was established in 2015. Sapu Jagad waste bank is also educating and training the people to recycle the waste into a product with an economic value. The product from the waste bank is sold by an online market. However, the production time is sometimes too long since the raw material is not always adequately available. This situation is caused by irregular collection from the community. The result of this activity is the registering process by the waste bank, waste bank fund, and operational bookkeeping using a simple application. Record sales of waste products into crafts and better chairs and tables. The process of storing plastic packaging for drinking water and plastic packaging waste can already be cut into small pieces using a plastic cutting machine which is also invested in a waste bank. Plastic waste storage becomes very space efficient.
REVITALISASI USAHA KELOMPOK NELAYAN HARAPAN KELURAHAN BAHOI PULAU TAGULANDANG Sepang, Nindy Gaby; Mawuntu, Priska Shirty Thelma; Ferdinandus, Aprildy Randy Andrew; Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Riyanto, Joko
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erupsi gunung ruang pada awal tahun 2024 memaksa 1304 warga Kelurahan Bahoi mengungsi karena terdampak paling parah akibat dekatnya jarak yaitu 4.4 Km. Bencana melumpuhkan perekonomian karena rumah dan tempat usaha rusak. Kelompok Nelayan Harapan yang yang menghasilkan tangkapan ikan julung turun pesat 60.000/orang/hari atau 240.000/orang/minggu dan alat pengasapan rusak total. Sentuhan Iptek kepada Kelompok Nelayan Harapan adalah pukat penangkap ikan julung, modernisasi ruang pengeringan ikan, alat penepung ikan dan alat pengemasan dengan desain eksklusif dilengkapi dengan inovasi pemasaran secara online. Pemberian pukat penangkap ikan meningkatkan jumlah tangkapan ikan 300% dari 500 ekor/minggu menjadi 1.500 ekor/minggu. Ruang Pengeringan yang awalnya kapasitas pengeringan meningkat menjadi 1,500 ekor ikan julung untuk 1x pengeringan. Mesin penepung ikan menghasilkan 10 Kg/hari x Rp. 300.000 atau Rp. 9.000.000/bulan. Marketplace yang disediakan berupa media sosial Instagram untuk peningkatan jumlah produksi sebesar 50% sudah tersedia dengan jualan hasil ikan julung kering (ikan roa) dengan pengemasan yang inovatif. Setelah pelatihan, penerapan dan pendampingan dilaksanakan kelompok diharapkan dapat melanjutkan penerapan teknologi dan ilmu yang diberikan tim pelaksana untuk kemajuan Mitra Sasaran.
Rangkaian Kegiatan Implementasi Biochar Sebagai Media Tanam Budidaya Pisang Di Gentungan, Mojogedang, Karanganyar Rahayu, Muji; Septiyanto, Muhamad Dwi; Astirin, Okid Parama; Hadi, Syamsul; Prasetyo, Ari; Fauza, Gusti; Mawahyudi
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 1 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i1.1921

Abstract

Lahan pekarangan disekitar rumah memiliki potensi besar dalam membantu mencukupi beberapa kebutuhan pemiliknya seperti kebutuhan pangan dan penambah penghasilan. Contohnya adalah pemanfaatan sebagai lahan tanam sayuran atau buah-buahan. Potensi lahan pekarangan ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh Kelompok Tani Mulyo 1 Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Padahal banyak lahan yang dimilikinya memiliki potensi yang besar untuk budidaya buah-buahan seperti tanaman pisang untuk menambah penghasilan petani. Namun kendala yang dihadapi adalah kondisi tanah yang kurang subur untuk budidaya tanaman. Oleh karena itu TIM Pengabdian Universitas Sebelas Maret melalui hibah Dana PDTI 2024 yang menggandeng Mitra Tani Mulyo 1 dan Pemerintah Desa Gentungan melakukan upaya peningkatan kesuburan lahan dengan aplikasi biochar. Biochar merupakan arang hitam dari hasil pemanasan dan pembakaran dibawah kondisi tanpa oksigen. Berdasarkan beberapa literatur, penggunaan biochar dapat memperbaiki kesuburan fisik tanah, antara lain struktur tanah, dan kualitas tanah dalam jangka panjang serta mengurangi efek dari kontaminasi akibat penggunaan bahan kimia tertentu. Serangkaian upaya implementasi biochar dalam budidaya tanaman pisang dimulai dari kegiatan pembuatan alat produksi biochar, pelatihan produksi biochar, pelatihan budidaya pisang berbasis biochar dan praktik langsung pada lahan pekarangan Tani Mulyo 1. Kegiatan ini menerapkan alat produksi biochar agar mitra penerima manfaat memiliki kompetensi dalam produksi biochar secara mandiri dari sekam padi serta dalam jangka panjang dapat menambah penghasilan petani melalui budidaya tanaman pisang di lahan pekarangan. Secara umum program yang dijalan sukses terlaksana atas kerjasama TIM Pengusul dengan mitra serta dukungan pengalaman dan kompetensi pengusul dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda dan linear.
Aplikasi Teknologi Tepat Guna Pendingin Kecap Untuk Meningkatkan Produktivitas Ukm Bumi Makmur Sejahtera Wonogiri Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Andriyanto, Solikin; Prasetyo, Ari; Septiyanto, Muhamad Dwi
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 6 No 1 (2025): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v6i1.1958

Abstract

Usaha kecil menengah Bumi Makmur Sejahtera (UKM-BMS) yang memproduksi kecap manis khas Wonogiri ini masih tergolong jarang, padahal potensi pasar cukup besar di Jawa Tengah. Program di UKM-BMS pada tahun 2020 berhasil meningkatkan kapasitas produksi dengan pengadaan tungku pemasak, mesin pengaduk, mesin pengemas (filling machine) dan raw material handling dan membuat proses produksi bisa lebih higienis. Tetapi konsistensi kualitas produk belum memuaskan karena proses penyaringan masih secara manual menggunakan kain dan memerlukan waktu lama serta kapasitas produksi belum maksimal karena belum ada proses pendinginan produk kecap hasil olahan dari tungku perebusan yang cepat sehingga tidak mengalami penguapan saat di dalam kemasan yang berakibat mudah timbulnya jamur karena adanya kandungan air di dalam kemasan. Proses pendinginan saat ini masih membutuhkan waktu 12 jam di dalam sebuah tabung terbuka, sehingga kecap hasil olahan rawan terkontaminasi dengan kotoran luar dan tidak bisa segera dipasarkan. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh pengabdi adalah berupa desain dan perancangan prototipe alat pendingin dan alat pengayak/penyaring produk olahan kecap dari tungku pemasak. Pendampingan dimulai dari instalasi alat, praktik langsung di lapangan serta pelatihan untuk perawatan alat. Untuk meningkatkan keamanan pangan dan keselamatan pekerja akan diselenggarakan pelatihan dan praktik tentang materi terkait. Produk yang akan dihasilkan dan diberikan ke mitra adalah alat pendingin dan alat penyaring. Juga akan dihasilkan publikasi dalam jurnal pengabdian masyarakat, berita media masa, dan draf paten pendingin dan penyaring kecap. Target akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah terinstalnya peralatan pendingin dan penyaring hasil olahan kecap di mitra sehingga kapasitas dan higienis produk kecap meningkat.
Pelatihan Digital Marketing pada UMKM Widodo Aksesoris Desa Modalan Kecamatan Banguntapan Bantul Raharjo, Suwanto; Nansi, Maria Regina; Rahayu, Suparni Setyowati; Astirin, Okid Parama
Journal of Dedicators Community Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v9i1.7475

Abstract

The rapid development of digitalization has become an encouragement for MSMEs to further develop their business performance in the era of the 4.0 revolution. This Community Service focuses on the use of digital marketing in an effort to stimulate economic activities in Widodo Accessories Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Through this Community Service activity, it is hoped that partners will know the application of digital marketing and how digital marketing can affect the performance of Widodo Accessories MSMEs so that they can provide benefits both theoretically and practically. Online marketing has an impact on the company's performance and efficiency which is getting better, as evidenced by the 12% increase in sales along with the improvement in financial ratios. The positive impact after the digital marketing was implemented was the increase in sales and profits which also had a positive effect on the welfare of MSMEs. From this Community Service activity, it can be concluded that digital marketing slowly but surely plays an important role in improving the performance of MSMEs so that Widodo Accessories MSMEs must make digital marketing a tool to increase sales and profits
Meningkatan Sarana Usaha Pengelolaan Sampah Plastik- Bank Sampah Sapujagad Kabupaten Magetan astirin, okid parama; Hadi, Syamsul; Suryanto, Suryanto; Amanto, Bambang Sigit; Nugraha, Setya
Journal of Dedicators Community Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v8i1.5512

Abstract

Waste both organic waste and inorganic waste is one of the threats and serious problems being faced in urban areas in Magetan. Milang Asri landfill (TPA) Magetan has experienced overload capacity conditions. The active role of the community in the form of Waste Bank and KSM (Community Self Help Group) in managing 3 R waste (Temporary waste disposal site) is needed to reduce the volume of waste piled up in Milangasri landfill. One alternative to solving the waste problem is to join the program of the Magetan "Sapu Jagad" Waste Bank, which was established in 2015. According to the Regulation of the Minister of Environment of the Republic of Indonesia Number 13 of 2012, a waste bank is a place for sorting and collecting waste that can be recycled and or reused to have economic value. The waste collected has been realized by the Sapu Jagad waste bank manager into various products of economic value: including bags, wallets, tables and chairs, crafts etc. Sapu Jagad Waste Bank also organizes education and training to convert waste into various products of economic value. Another activity is to campaign about the importance of the 3R principle (reuse, reduce, and recycle) both to the general public and to schools. Sapu Jagad Waste Bank plays an active role in waste processing, especially non-organic waste. The processed waste products from the Sapu Jagad waste bank have begun to be marketed online. The output of the activities that have been produced is that the waste bank has carried out the process of recording waste managed by the waste bank, waste bank funds and operational bookkeeping has been carried out using a simple program on the computer provided by the implementing team. The recording of sales of waste products into handicrafts and chairs and tables has improved. Production Process Aspects: The process of storing plastic water packaging and plastic packaging waste has been pressed using a plastic press machine that was also invested in the waste bank. The storage of plastic waste has become very space-efficient. Business Management Aspects: All aspects of business management, waste bank financial records, waste craft business records, canteen business, and waste bank training are still done manually. The expected output of the activity is a wider raw material storage and marketing process supported by adequate raw materials will be achieved. Mandatory output in the form of publication of the Journal of Community Service, mass media news published in online dailies and videos of activities uploaded on Youtube
Co-Authors Abdurrahman, Zakaria Husein Abid, Haniful Agung Budiharjo Andi Purnomo, Nugroho Andriyanto, Solikin Anif Nur Artanti, Anif Nur Ardelie, Sesilia Novita Ari Prasetyo Ayu Intan Sari Bambang Sigit Amanto Bambang Sigit Amanto, Bambang Sigit Candra Purnawan Diastama Anggita Ramadhan Elrade Rofaani Endang Siti Rahayu Esti Suryani Fea Prihapsara, Fea Ferdinandus, Aprildy Randy Andrew Gozali, M. Didit Gusti Fauza, Gusti Haryatmi, Dwi Hendri Hermawan Adinugraha Herawati, Elisa Heru Sukanto I Ketut Suada Joko Riyanto Kurniati, Ade Kusbianto, Abelita Marchivanalia, Pinkan Olivia Mawahyudi Muji Rahayu Nada, Hana Naqiyya Nansi, Maria Regina Nasri, Juminah Nindy Sepang Nunuk Suryani Nusarini, Dewi Prabang Setyono Priska Shirty Thelma Mawuntu Purba, Priskila Natasya Rambe Putri, Aidila Kanaya Putri, Lutfia Hermawati Rahma, Aisah Nurul Aulia Rahmatul Kholiq, Muhammad Hatta Rahning Utomowati Rhina Uchyani Fajarningsih Rokhmaniyah Rokhmaniyah, Rokhmaniyah RUBEN DHARMAWAN Sabaria, Sabaria Sanaba, Hardiman Faramit Septiyanto, Muhamad Dwi Setiawan, Donny Jati Setya Nugraha Setya Nugraha Shanti Listyawati SHANTI LISTYAWATI SITI MARYANI Sri Budiastuti Sri Mulyani Sugiarto, Catur Sunarto Sunarto Suparni Setyowati Rahayu Supriyadi Hari Respati suratman Suryanto Suryanto Suryanto Suryanto Suwanto Raharjo Syamsul Hadi Syamsul Ph.D M.A. Hadi TETRI WIDIYANI TETRI WIDIYANI Tyastuti, Erma Musbita Tyastuti, Erma Musbita Utomowati, Rahning winarni - Wisnu Nurcahyo Yeni Andriani, Yeni Zuhdi, Muhammad Fahturrohman