Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBUATAN ECOENZIM BERBASIS LIMBAH ORGANIK UNTUK MENDUKUNG PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI SMA NEGERI WOLWAL Maimakal, Desiana; Mallau, Salomi; Maata, Julinda; Lepangkari, Leri; Langfan, Marsalina; Lahlau, Daud; Karbeka, Martasiana; Manimoy, Herianus; Adang, Hul Martha
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 1 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i1.2338

Abstract

The Pancasila Student Profile Strengthening Program (P5) is an initiative designed to shape students' character holistically, in accordance with the noble values ​​of Pancasila, which are the foundation of national and state life. One concrete step in implementing this program is through community service activities carried out by students of the Chemistry Study Program, Tribuana Kalabahi University, at Wolwal High School. This activity not only aims to provide technical knowledge regarding ecoenzyme production, but also plays a role in strengthening the P5 dimensions which include mutual cooperation, independence, critical thinking, creativity, and global diversity. In this activity, Tribuana Kalabahi University students integrate the chemistry theory they have learned with the direct practice of making ecoenzymes from organic waste. The creation of ecoenzymes, which is an environmentally friendly solution in waste management, is an effective medium for instilling students' understanding of the importance of environmental awareness and the practical application of chemical concepts. Through this activity, students are not only involved in the technical process of ecoenzyme production but are also empowered to think critically about innovative, creative, and sustainability-based environmental solutions. They are trained to work collaboratively in groups, reflecting the spirit of mutual cooperation, while simultaneously developing independence in carrying out practical tasks. Furthermore, this activity also provides a space for students to appreciate diversity, strengthen open attitudes, and deepen their sense of responsibility towards environmental issues, which aligns with the values ​​of global diversity in P5.
Pemanfaatan Jamu KU-HE-SE Sebagai Penunjang Kesehatan Masyarakat di Desa Manatang, ABAD Selatan, Kabupaten Alor Loth Botahala; Herianus Manimoy; Petrus Mau Tellu Dony
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1340

Abstract

Masyarakat pedesaan umumnya memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi sehingga sering mengabaikan istirahat, pola makan, dan perawatan kesehatan. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Salah satu alternatif solusi berbasis kearifan lokal adalah pemanfaatan jamu tradisional KU-HE-SE, yaitu campuran kunyit, jahe, dan serai, yang telah terbukti mengandung senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan, dan nilai gizi yang bermanfaat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pedesaan dalam memanfaatkan jamu KU-HE-SE untuk menunjang kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi pembuatan jamu, serta evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test pengetahuan masyarakat. Data kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan masyarakat dari 56,3% (pre-test) menjadi 85,7% (post-test). Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa masyarakat tidak hanya memahami manfaat jamu KU-HE-SE, tetapi juga mampu memproduksinya secara mandiri untuk konsumsi harian. Dengan demikian, program ini berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan herbal lokal yang murah, mudah diakses, dan berbasis kearifan lokal.