Dahri Dahlan
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pandangan Dunia Tragis dalam Novel Pacarku Wanita Kuyang Karya Dewi Nina Kirana Ramadhani Ramadhani; Alfian Rokhmansyah; Dahri D.
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v11i1.244

Abstract

Novel Pacarku Wanita Kuyang mengangkat mitos kuyang dari Kalimantan. Novel ini menceritakan kehidupan tragis Era (tokoh utama) yang harus mewarisi ilmu hitam (kuyang) dari neneknya. Dalam penelitian ini digunakan teori pandangan dunia tragis yang dikemukakan Lucien Goldmann. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan dunia tragis dalam novel Pacarku Wanita Kuyang karya Dewi Nina Kirana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan secara sistematis pandangan dunia tragis yang terdapat dalam objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dunia tragis ditunjukkan dengan ketidakhadiran Tuhan untuk menolong Era (tokoh utama) ketika menerima warisan ilmu kuyang yang tidak diinginkannya. Era merahasiakan keadaannya tersebut dari orang-orang di sekitarnya karena ia tidak ingin mereka kecewa. Namun ketika kehidupannya sebagai wanita kuyang telah diketahui, hal itu membuat orang-orang yang dulu menyayanginya berubah menjadi membenci dan menjauhinya karena tidak ingin menerima keadaannya sebagai wanita penganut ilmu kuyang, bahkan oleh keluarganya sendiri.
IDENTITAS GENDER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CERMIN TAK PERNAH BERTERIAK KARYA IDA R. YULIA Deka Septia Nur Alfat; Alfian Rokhmansyah; Dahri Dahlan
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i1.5626

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas gender yang terjadi pada tokoh utama dalam novel Cermin Tak Pernah Berteriak karya Ida R. Yulia, yang mengalami kebimbangan dalam menentukan identitas gender yang akan dia pilih. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkapkan fakta cerita yang terdapat dalam novel ini seperti mengetahu alur, tokoh dan latar yang terdapat dalam novel yang diteliti. Kajian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kajian gender dan jenis Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan data secara deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan data secara deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua pendekatan yang pertama pendekatan objektif yang menggap teks merupakan suber data utama dalam penelitian yang akan digunakan untuk melihat struktur fakta cerita yang membangun novel, meliputi alur, tokoh penokohan, dan latar. Yang kedua adalah pendekatan gender yang diguankan untuk mengetahui perubahan identitas gender yang terjadi pada tokoh utama. Hasil penelitian ini dapat diketahui identitas gender dari tokoh Baskoro yang berubah-ubah, Baskoro laki-laki yang memiliki hobi melakukan crossdressing (suka berdandan seperti perempuan). Pengaruh teman Baskoro, yaitu Jonathan, sangat besar terhadap kegemaran Baskoro dalam melakukan crossdresing. Pengaruh dari Ega yang merupakan anak dari Baskoro yang menginginkan ayahnya berhenti melakukan crossdressing. Hal tersebut yang membuat Baskoro bingung untuk mentukan mana identitas gender yang harus dia pilih. Akhirnya Baskoro memilih untuk membuang sisi femininnya dan lebih fokus ke sisi maskulinya,  seperti laki-laki pada umumnya yang cenderung memiliki sifat maskulin.Kata kunci: gender,  novel, tokoh utama ABSTRACTThis study aims to determine the gender identity in the main character in the novel "Cermin Tak Pernah Berteriak" by Ida R. Yulia, who experiences indecision in determining which gender identity she will choose. This study also aims to reveal the story's facts, such as knowing the plot, characters, and settings in the novel under study. The study used in this study is a gender study, and this type of research is qualitative research with descriptive data exposure. This research is qualitative research with descriptive data exposure. There are two approaches used in this research. The first is an objective approach that considers text as the primary data source in the research, which will be used to see the structure of the story's facts that build the novel, including plot, characterizations, and setting. The second is the gender approach used to find out the changes in gender identity that occur in the main character. The results of this study can identify the gender identity of the variable Baskoro character. Baskoro is a male who has a hobby of doing crossdressing (he likes to dress up like a woman). Baskoro's friend, Jonathan, greatly influences Baskoro's passion for crossdressing. The influence of Ega, who is Baskoro's son who wants his father to stop crossdressing. It made Baskoro confused about which gender identity he should choose. Finally, Baskoro chose to throw away his feminine side and focus more on his masculine side, like men in general who tend to have masculine traits.Keywords: gender, novel, the main character
TEKNIK PENCERITAAN DALAM KUMPULAN CERPEN HARGA DIRI KARYA SYAFRUDDIN PERNYATA TINJAUAN FORMALISME RUSIA Herawati Tarigan; Akhmad Murtadlo; Dahri Dahlan
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 5, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i3.3947

Abstract

Fokus penelitian ini menggunakan konsep Victor Shklovsky untuk mendeskripsikan teknik penceritaan yang digunakan pengarang dalam kumpulan cerpen yang berjudul Harga Diri. Teori Formalisme Rusia akan digunakan peneliti untuk memaparkan teknik penceritaan pengarang dan sarana retorika yang dipilih pengarang dalam memperlambat dan mengulur-ulur kisah dalam cerpen. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dan sumber data terdapat dalam tujuh kumpulan cerpen Harga Diri. Teknik penyediaan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian analisis menggunakan teori Formalisme Rusia pada kumpulan cerpen dapat menunjukan teknik-teknik yang digunakan pengarang dalam pengasingan cerita. Teknik yang digunakan adalah tekni penceritaan orang pertama, teknik penceritaan orang ketiga, teknik penceritaan orang campuran, teknik monolog interior, teknik pengamatan, teknik dialog dan teknik imbas kembali dan pengarang menggunakan gaya bahasa untuk memperindah peristiwa di dalam cerita  yaitu terdapat gaya bahasa hiperbola, majas sarkasme, majas perumpamaan, majas sinestesia, majas metafora, majas metonimia, majas personifikasi, dan majas antithesis. Pada akhir cerita, pengarang memanfaatkan suspence untuk menimbulkan efek kejutan atas kenyataan mengenai kehidupan tokoh.
PERJUANGAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PELABUHAN TERAKHIR KARYA ROIDAH: KAJIAN FEMINISME LIBERAL Yoga Rohtama; Akhmad Murtadlo; Dahri Dahlan
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 2, No 3 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.892 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v2i3.1147

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, bentuk ketidakadilan gender, dan perjuangan tokoh utama dalam novel Pelabuhan Terakhir karya Roidah. Novel Pelabuhan Terakhir menghadirkan tokoh utama yang mampu berjuang untuk mendapatkan kebebasan. Hal ini bertujuan untuk mengubah pemikiran Ayah dari tokoh utama bahwa perempuan bukan makhluk inferior tetapi juga makhluk superior. Bentuk ketidakadilan gender dan perjuangan tokoh utama ditinjau dari feminisme liberal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu untuk memperoleh informasi dan gambaran perjuangan tokoh utama berdasarkan feminisme liberal. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketidakadilan gender yang terjadi pada tokoh utama karena telah tersubordinasi dari budaya patriarki dalam keluarga. Perjuangan tokoh utama berdasarkan feminisme liberal terdiri atas kebebasan dan kekuasaan. Kebebasan yang dimiliki tokoh utama menentukan pilihan yang dianggap benar dan berani bertanggung jawab atas pilihan tersebut. Kekuasaan dilakukan pada tokoh utama untuk mendapatkan wewenang dalam kehidupan.Kata Kunci: tokoh utama, novel, feminisme liberal  ABSTRACT The purpose of the this research is to describe the story in the Pelabuhan Terakhir novel by Roidah, which presents reality of the story, gender discrimination and the struggle of the main character. This novel tells the main character that tries to get freedom, where she wants to change her father’s thought. She thought that woman is not inferior person but woman is superior person. The researcher used liberal feminism to observe the gender discrimination and the struggle of the main character. This research used descriptive qualitative method, which this method showed the information and description of the main character through liberal feminism. This research used objective approach. The result of the research shows that gender discrimination toward the main character is caused by the influence of the patriarchy culture in her family. Based on liberal feminism, the struggle of the main character is consisting of freedom and power. Freedom is showed by the main character where she is able to determine her choice and is responsible for herself. Power is showed by the main character to get authority in her life.Keywords: main character, novel, liberal feminism
METAFORA “KUPU-KUPU” DAN CITRA PEREMPUAN DALAM CERPEN “GADIS YANG MENERBANGKAN KUPU-KUPU DARI UNTAIAN RAMBUTNYA” KARYA DIANI SAVITRI DAN CERPEN “SEORANG PEREMPUAN DENGAN RAJAH KUPU-KUPU DI DADANYA” KARYA SENO G.A (KAJIAN SASTRA BANDINGAN) Rosyani Marlina; Dahri D.; Irma Surayya Hanum
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya Vol 5, No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i4.4742

Abstract

Penelitian ini berfokus pada perbandingan mengenai persamaan dan perbedaan metafora “kupu-kupu” yang berkaitan dengan tokoh perempuan, dan citra perempuan dalam cerpen “Gadis yang Menerbangkan Kupu-Kupu dari Untaian Rambutnya” karya Diani Savitri dan cerpen “Seorang Perempuan  dengan Rajah Kupu-Kupu di Dadanya” karya Seno G.A yang berhubungan dengan aspek diri maupun aspek sosial perempuan dalam masyarakat. Penelitian menggunakan kajian pustaka dan pendekatan deskriftif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat dalam cerpen “Gadis yang Menerbangkan Kupu-Kupu dari Untaian Rambutnya” karya Diani Savitri dan cerpen “Seorang Perempuan dengan Rajah Kupu-Kupu di Dadanya” karya Seno G.A. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Untuk menganalisis digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan kedua cerpen memiliki persamaan mengenai metafora “kupu-kupu” yang sama-sama berkaitan dengan tokoh perempuan yang memiliki keindahan fisik dan menarik. Sedangkan perbedaannya terlihat pada cerpen karya Diani yang tidak hanya menggambarkan metafora “kupu-kupu” dengan perempuan, namun juga terdapat gambaran mengenai masyarakat yang rapuh. Sedangkan cerpen karya Seno menggambarkan metafora “kupu-kupu” dari tokoh perempuan yang keindahan fisiknya dinikmati dengan semu. Selain persamaan mengenai metafora “kupu-kupu”, penelitian ini menemukan persamaan citra perempuan. Persamaan dari citra perempuanya itu, perempuan yang pemberani dan perannya dalam keluarga sebagai anak. Penelitian ini juga menemukan perbedaan citra perempuan dari citra diri dan sosialnya yaitu: cerpen karya Diani yang menggambarkan citra perempuan berwajah cantik dan perannya di keluarga sebagai ibu. Sedangkan cerpen karya Seno, citra perempuan digambarkan berdasarkan bentuk fisik sebagai perempuan dewasa dan perempuan yang bekerja sebagai PSK.
KESADARAN SIMBOLIK DALAM TEMBANG JOONG NYELONG (KAJIAN MITOS ROLAND BARTHES) Dahri Dahlan; Norma Atika Sari; Jonathan Irene Sartika Dewi Max
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada tradisi tembang Joong Nyelong, terutama liriknya. Teori yang digunakan adalah semiologi Roland Barthes yang secara spesifik menelaah makna teks pada tataran pertama (denotasi), kedua (konotasi), dan akhirnya akan merujuk pada mitos yang terbagun dari pemaknaan tersebut. Objek kajian tidak hanya terpusat pada lirik atau teks jadi akan dilihat pula konteks sosial budaya masyarakat Dayak Long Gelaat tempat tradisi ini tumbuh. Pada bagian ini digunakan teori sosiologi Emili Durkheim untuk melihat fungsi Joong Nyelong sebagai pembentuk solidaritas. Penelitian kualitatif deskriptif ini menemukan bahwa Joong Nyelong mentransmisikan mitos (1) Kekuatan dan Status Sosial, (2) Persatuan, (3) Kebersamaan dan Ikatan Persaudaraan, (4) Keterbukaan, (5) Estetika, (6) Kepahlawanan, (7) Perlindungan, dan (8) Siklus Kehidupan. Pemaknaan mitos-mitos inilah yang secara internal mendasari pola perilaku dan membentuk sikap solidaritas masyarakat Long Gelaat dalam menjawab tantangan modernisme.