Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Go Organic-Gerakan Kelompok Petani Pesanggem Dalam Biokonversi Kulit Kopi Menjadi Kompos dan Pupuk Organik Granule Syahrul Kurniawan; Sugeng Riyanto; Wisynu Ari Gutama; Novalia Kusumarini; Noval Adieb; Nur Azizah; Gabryna Auliya Nugroho
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1506.883 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1400

Abstract

Sejak tahun 2016, Universitas Brawijaya memperoleh mandat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengelola hutan seluas 544 ha di lereng Gunung Arjuno menjadi hutan Pendidikan dan Pelatihan, yang diberi nama UB Forest. Di dalam UB forest terdapat petani penggarap yang menanam kopi dibawah tegakan pinus. Setiap tahun, produksi kopi di UB Forest mencapai 600 kg ha-1, dengan potensi limbah sisa panen kulit kopi antara 50–60%. Limbah sisa panen kulit kopi tersebut hanya ditumpuk saja dan berpotensi menimbulkan pencemaran. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani hutan UB Forest di dalam mengolah sisa panen kulit kopi menjadi pupuk kompos dan pupuk organik granul (POG). Kegiatan yang dilakukan meliputi: 1) Penyuluhan; 2) Pembuatan rumah produksi kompos; 3) Introduksi mesin granulator; 4) Pelatihan pembuatan kompos dan POG; 5) Pengemasan produk, dan 6) analisa kualitas kompos dari kulit kopi. Hasil kegiatan meliputi 1) tersedianya rumah produksi pupuk organik granul beserta alat pembuat pupuk organik granule (granulator); 2) 85% dari petani hutan peserta penyuluhan dan pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan di dalam mengolah sisa panen kulit kopi menjadi kompos dan pupuk organik granul; 3) kelompok tani hutan memiliki modul dan SOP pembuatan kompos dan pupuk organik granul.[Since 2016, Brawijaya University received a mandate from the Indonesian Ministry of Environment and Forestry to manage 544 hectares (ha) of forest, located in the slopes of Mount Arjuno, as a forest for Education and Training, which is named UB Forest. In UB forest, there are forest farmer who planted coffee under the pine trees. Every year, coffee production in UB Forest reaches 600 kg ha-1, with 50-60% of them is coffee peel. The waste of the remaining coffee peel is only stacked and potentially cause pollution. This activity is aimed to increase the knowledge and skills of forest farmer groups (UB Forest) in processing the remaining coffee peel into compost and granular organic fertilizer (POG). The activities included: 1) Counseling; 2) Creating compost production houses; 3) Introducing of granulator machines; 4) Training in composting and POG; 5) Product packaging, and 6) analysis of the quality of compost. The results of the activities included: 1) the availability of houses for the production of compost and POG along with the tools for processing granule organic fertilizers (granulators); 2) 85% of forest farmers participating in counseling and training experience increased knowledge and skills in processing the remaining coffee peel into compost and granule organic fertilizer; 3) forest farmer groups have modules and SOPs for composting and granule organic fertilizer.]
Strategi Pemanfaatan Media Sosial Facebook Dan Whatsapp Untuk Memperluas Jaringan Pemasaran Digital Benih Sayuran Oleh Wafipreneur Di Masa Pandemi Covid-19 Rahmah Taqiyya; Sugeng Riyanto
Syntax Idea Vol 2 No 10 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v2i10.634

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi, pemasaran konvensional saat ini telah beralih menjadi pemasaran digital. Pemasaran digital merupakan kegiatan pemasaran yang menggunakan berbagai situs di internet. Salah satunya adalah melalui media sosial. Media sosial dinilai efektif untuk memasarkan suatu produk secara online karena luasnya jangkauan pemasaran yang akan di dapat. Penelitian ini membahas tentang strategi pemanfaatan Facebook dan WhatsApp untuk memperluas jaringan pemasaran benih sayuran yang dilakukan oleh Wafipreneur di masa pandemic Covid-19. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik wawancara mendalam dengan narasumber, studi literatur dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, Facebook dan WhatsApp merupakan media sosial dan media sosial berbasis pesan yang paling sering dikunjungi oleh penggunanya. Wafipreneur melakukan jual beli benih sayur melalui fitur-fitur yang disediakan oleh Facebook dan WhatsApp yang menurutnya sangat membantunya untuk memasarkan produk tersebut. Selama empat bulan memanfaatan Facebook dan WhatsApp untuk pemasaran benihnya, Wafipreneur telah memperoleh omzet hingga Rp 250.000.000 walaupun berada pada situasi pandemi ini. Wafipreneur memiliki strategi khusus dalam melakukan pemasaran benih sayuran dan memperluas jaringan pemasarannya.
Persepsi Masyarakat Magersaren terhadap Kelestarian Hutan di UB Forest Mas Ayu Ambayoen; Alia Fibrianingtyas; Sugeng Riyanto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.17

Abstract

Hutan yang lestari adalah sebuah hutan yang mampu menjalankan fungsi-fungsinya, baik sebagai fungsi konservasi, fungsi lindung dan fungsi produksi. Persepsi yang belum setara antara masyarakat sekitar UB Forest dengan tujuan dan fungsi utama hutan akan menghambat terciptanya sinergi dalam pengelolaan kelestariannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan pengelolaan Hutan Penelitian dan Pendidikan di UB Forest; (2) Mengidentifikasi persepsi masyarakat sekitar hutan terhadap fungsi dan manfaat hutan di UB Forest; serta (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview kepada key informan dan informan pada masyarakat Magersaren Sumbersari dan Sumberwangi Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif model Miles dan Huberman, serta keabsahan data menggunakan triangulasi. Pengelolaan Hutan Penelitian dan Pendidikan di UB Forest diarahkan menjadi hutan lindung dan produksi. Pengelolaan ini didasari sebuah Master Plan UB Forest yang mencakup aspek bio-fisik, sosial-ekonomi-budaya (sosekbud), aspek pendidikan, dan aspek lingkungan. Persepsi masyarakat sekitar hutan terhadap fungsi hutan dan manfaatnya dapat diidentifikasi berdasarkan: persepsi terkait fungsi UB Forest; persepsi terkait komoditas tanaman; serta persepsi terkait sumber air
Model Sekolah Adiwiyata Melalui Program Asistensi Mengajar Berbasis Pembelajaran Experiential Lilik Wahyuni; Sugeng Riyanto
Jurnal Paedagogy Vol 9, No 4: Jurnal Paedagogy (October 2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v9i4.5673

Abstract

The study aims to get descriptions of (1) collaboration between teachers and students; (2) the development of Adiwiyata school model; and (3) optimizing Adiwiyata schools through a teaching assistance program based on experiential learning. This study used a qualitative descriptive method with a survey and development research design. The data sources of this research were the residents of SMP 12 Malang and students of the teaching assistance program at the Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya. The key instrument of this research was the researcher, assisted by using a questionnaire instrument and observation and interview guidelines. Data analysis was carried out through the stages of (1) data review, (2) data category and classification, (3) data reduction and codification, and (4) drawing conclusions. The research showed (1) students and teacher collaboration in an experiential learning-based teaching assistance program was the students manage the learning in the Concrete Experience and Active Experimentation stages while the teacher manages the learning in the Reflective Observation and Abstract Conceptualization stages; (2) the development of the Adiwiyata school model through the experiential learning-based teaching assistance program was carried out by reviewing the school's vision, mission, and goals, developing a learning plan using the experiential learning method, and developing an environment-based learning arena; and (3) optimization of Adiwiyata schools through experiential learning-based teaching assistance programs was carried out through habituation with a participatory approach.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Pemasaran Sayuran Oleh Sayurkita.mlg Saat Masa Pandemi Covid 19 Ayu Fadilatul Miladiah; Sugeng Riyanto
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 1 No. 03 (2020): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.308 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v1i03.24

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial Instagram dalam kegiatan pemasaran sayuran secara online yang dilakukan oleh Sayurkita.mlg. Informan dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha Sayurkita.mlg. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pemilihin informan menggunakan teknik Snowball Sampling. Sayurkita.mlg memanfaatkan media digital untuk proses pemasarannya atau bisa disebut sebagai pemasaran digital (digital marketing). Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media pemasaran sayuran secara online memberikan beberapa manfaat dan keuntungan bagi usaha Sayurkita.mlg saat masa pandemi covid 19.
Analisis Peran Media Sosial Dalam Pemasaran Sayur Di Tingkat Petani Desa Dalisodo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Anisa Aprilliyanti; Sugeng Riyanto
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 1 No. 03 (2020): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.428 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v1i03.35

Abstract

Pertukaran informasi menjadi masalah yang mendapat sorotan dalam kegiatan pemasaran hasil pertanian. Sulitnya petani mengakses informasi ini kemudian memunculkan solusi dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana media sosial berperan dalam pemasaran sayur di tingkat petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2020 dengan responden petani di Desa Dalisodo Kecamatan Wagir. Metode penentuan sampel yaitu menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 20 orang petani sayur. Dari hasil analisis jumlah petani yang menggunakan media sosial untuk pemasaran masih sedikit dikarenakan petani memasarkan sayur melalui tengkulak. Peran media sosial bagi petani di Desa Dalisodo masih sebatas mencari informasi harga sayur di pasaran menggunakan facebook dan whatsapp. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemasaran yang memanfaatkan media sosial harus terus dioptimalkan karena jumlah penggunanya yang terus meningkat.
ESTABLISHMENT AND PLANNING OF ECONOMIC DESTINATIONS THROUGH FINANCIAL FEASIBILITY APPROACH TO BITING BUSINESS (STUUK SATE) IN MALANG REGENCY Putra Irwandi; Mangku Purnomo; Sugeng Riyanto; Vi’in Ayu Pertiwi
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 23 No. 3 (2023): JULY
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2023.023.3.13

Abstract

Financial feasibility analysis related to the formation of economic destinations is carried out to formulate the required information related to resources, costs, benefits, and feasibility by what is proposed and expected. This research was conducted to determine business estimation and planning for establishing economic destinations in Malang Regency. This study uses the mixed method, namely collecting information qualitatively related to the skewer-biting business unit and quantitatively calculating the skewer-biting business's feasibility in an estimated period of 20 years. This research was conducted purposively to biting business owners in Malang Regency. Data collection was carried out by observation, interviews, documentation, and feasibility calculations. Based on the results of the analysis, it was found that within 20 years, the formation of economic destinations can be formed with the value of each eligibility consisting of a positive NPV of IDR 988,153,018, BCR has a value of > 1 which is 2.04, IRR shows a value of 23% , and a payback period of 7 years during implementation.