Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF THE TOURISM AWARENESS EDUCATION MODEL FOR COMMUNITY-BASED TOURISM OBJECT MANAGERS IN AGAM DISTRICT, WEST SUMATRA, INDONESIA Rahmi Novalita; Ahyuni Ahyuni; Mona Adria Wirda; Afrital Rezki
JURNAL GEOGRAFI Vol 13, No 2 (2021): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v13i2.23989

Abstract

This research aims to describe the design of the community-based tourism awareness education model and the effectiveness of the tourism awareness education model. This research is included in the Research and Development (R&D) type of research utilizing the ADDIE model. The population was a community-based tourist attraction manager, amounting to 20 people with the incidental sampling technique, divided into 2 groups. The results showed that: 1) the design of a community-based tourism awareness education model consisted of; candidate participants and selection of potential participants with the preparation stage including; a) objectives, materials, strategies, procedures, media, teaching materials, evaluation, b) socialization of program introduction, c) program implementation, and d) mentoring; 2) the effectiveness of the community-based tourism awareness education model was seen from the test results of participants which showed that there were differences in the results before and after education, where after education a higher average value was obtained, with a smaller standard deviation. Although divided into 2 groups, the educational results showed no significant difference between the post-test scores in group 1 and group 2. This proves that education has been effective in providing awareness for community-based object managers.Keywords: Effectiveness, Tourism Awareness Education Model, Community-based Tourism Object Manager, ADDIE Model
Analisis Wilayah Potensial dan Limitasi Berbasis Kawasan Rawan Bencana di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan Eggy Giofandi; dhanu Sekarjati; Yudhistira Prasetya; Arga Susilo; Andre Rahman; Teguh Kurnia; Ahyuni Ahyuni; Cipta Sekarrini
Jurnal Agriuma Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Agriuma April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agri.v5i1.8891

Abstract

Pangkalan Kuras District is a small part of Pelalawan Regency which is located in Riau Province. The resulting hydrometeorological disasters have impacts ranging from material losses and non-material losses such as loss of livelihoods, loss of life, damage to land, threatened habitat, and disruption of interaction with human activities. The purpose of this study is to provide the appearance of disaster-prone areas with the ultimate goal of producing potential disaster-safe areas through a spatial approach. This study uses data on topography, climatology, lithology, groundwater basins, soil characteristics, and land use. While the method applied is divided into 5 analyzes, namely analysis of area functions, land capability, land suitability, prone to flooding, and prone to landslides. The results of this study explain the division into 2 final areas, such as the potential area reaching 160,985 ha and the limiting area reaching 43,889 ha. This condition can be developed in various sectors to support the improvement of the community's economy by minimizing losses from various hydrometeorological disasters.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Tahun 2010-2020 Terhadap Debit Banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sikilang Kabupaten Pasaman Barat Natasyah Febriani; Ahyuni Ahyuni
EL-JUGHRAFIYAH Vol 3, No 1 (2023): El-Jughrafiyah : February, 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v3i1.19514

Abstract

Kondisi hidrologi DAS dapat terganggu akibat adanya perubahan penggunaan lahan, selain itu perubahan penggunaan lahan juga mempengaruhi kemampuan tanah dalam proses infiltrasi dan dapat meningkatkan debit aliran air. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap debit banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Sikilang Kabupaten Pasaman Barat. Metode yang digunakan dalam analisis penggunaan lahan adalah metode supervised classification menggunakan algorithma Classification and Regression Trees (CART) dan analisis debit rencana menggunakan metode rasional. Hasil penelitian diperoleh perubahan penggunaan lahan sangat signifikan yaitu Perkebunan yang ditemukan pada DAS Batang Sikilang selama 11 tahun luasnya bertambah 26.74 ha, luas hutan berkurang 14.38 ha, lahan semak mengalami penurunan 3.924 ha, penggunaan lahan terbuka mengalami penurunan dan permukiman menjadi bertambah. Debit banjir Kala ulang 2 tahun sebesar 556,62m3 /detik, 5 tahun 657,45 m3 /detik, 10 tahun sebesar 710,27m3/detik, 25 tahun 766,68,m3/detik, 50 tahun 802,69m3/detik, dan 100 tahun sebesar 836,30m3/detik.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Objek Wisata Minat Khusus Menuju Desa Wisata di Nagari Anduring Kecamatan 2x11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman Yurni Suasti; Risky Ramadhan; Febriandi Febriandi; Ahyuni Ahyuni; Novida Yenni
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i4.457

Abstract

Sebagai daerah penyanggah pada Jalur Lintas Sumatera Padang Bukittinggi, Kenagarian Anduring menawarkan wisata alam dengan slogan ”Sejuta Pesona Alam Nagari Anduring” yang merupakan kawasan strategis pariwisata Kabupaten Padang Pariaman. Nagari Anduring adalah salah satu kenagarian/nagari di Kec.2 x 11 Kayu Tanam. Sebagai salah satu nagari di dengan potensi wisata minat khusus yang tinggi maka lokasinya sangat mendukung salah satu spot/daerah kunjungan wisata. Nagari Anduring memiliki luas 133,85 km2, dengan jumlah penduduk 8225 jiwa, dimana porsi perempuan paling tinggi sebanyak 4123 jiwa dan laki-laki 4102 jiwa. (Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam Dalam Angka 2020, BPS). Persoalan teknis terkait pengelolaan, ataupun persoalan manajemen (seperti pemasaran dan lemahnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) lokal khususnya perempuan dalam mengelola dan mengimplementasikan potensi wisata yang dimiliki) diduga menjadi hal yang menyebabkan potensi ini tidak termanfaatkan. Permasalahan mitra yaitu (1) Kondisi dan Ketersediaan Sarana dan Prasarana di sekitar ODTW Minat Khusus di Nagari Anduring, (2) Belum Tersedianya Informasi Penunjuk Lokasi di sekitar ODTW Minat Khusus di Nagari Anduring (3) Kesulitan Promosi Wisata Terdigitalisasi di sekitar ODTW Minat Khusus di Nagari Anduring. Solusi untuk mengatasi permasalahan diatas yaitu (1) Workshop dan FGD Bersama Mitra terkait “Prasarana Umum, Fasilitas Umum dan Fasilitas Pariwisata Menuju Desa Wisata” (2) Pembinaan Pokdarwis dalam participatory mapping ODTW dan Pembuatan Rute Perjalanan serta Papan Informasi Wisata (3) Pemberdayaan SDM Nagari dan Bumnag dalam Pengembangan website untuk promosi desa wisata. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penerapan model Participatory Rural Appraisal (PRA)
KARAKTERISTIK KAWASAN HUTAN EDUKASI FASTABIQUL KHAIROT SIMPANG LOLO KABUPATEN PASAMAN BARAT Paus Iskarni; Helfia Edial; Ahyuni Ahyuni
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.990

Abstract

Pembentukan kawasan memiliki beberapa tujuan sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk kepentingan lingkungan, baik sebagai portal untuk kawasan Daerah Aliran Sungai. Karakteristik kawasan Hutan Edukasi Fastabuqul Khairot sangat penting dan merupakan langkah awal dalam pembangunan kawasan, Artinya pembangunan dan pengembangan kawasan kedepan didasarkan pada karakteristik kawasan, oleh sebab itu penyusunan karakteristik kawasan merupakan hal yang mendesak dan penting dilakukan. Penyusunan karakteristik kawasan dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan metode survey. Data diperoleh dari berbagai instansi dan juga data lapangan. Data–data tersebut kemudian di analisis dan diolah menggunakan ArcGis dan menghasilkan peta karakteristik kawasan mulai dari batas, morfologi, tutupan lahan, kemiringan lereng dan curah hujan. Selanjutnya melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas hasil yang diperoleh bersama instansi terkait. Hasil yang diperoleh antara lain; (1) batas kawasan lebih kurang 4.347 Ha. (2) Morfologi kawasan terdapat dua jenis yaitu denudasional dan vulkanisme. (3) Tingkat kemiringan lereng kawasan adalah datar berkisar 686 M2, landai 1741 M2, agak curam 5220 M2, curam 19078 M2, dan sangat curam 34853 M2. (4) Tutupan lahan kawasan didominasi oleh hutan, baik hutan primer maupun hutan sekunder. (5) Curah hujan pada kawasan memiliki rata – rata curah hujan berkisar antara 3.341 sampai 3.467.