Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

NEED FOR ACHIEVEMENT (N Ach) BESWAN DJARUM SEBAGAI PENERIMA DJARUM BEASISWA PLUS DJARUM FOUNDATION Syukron Mahmud Abdillah; Siti Nur Aini; Istiqomah Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v9i2.286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik Need ForAchievement Beswan Djarum sebagai penerima Djarum Beasiswa Plus DjarumFoundation, yang meliputi: 1) self-set goal Beswan Djarum, 2) Coping BeswanDjarum terhadap self-set goalnya, 3) Kesan atau persepsi Beswan Djarumterhadap hasil yang diraihnya. Pendekatan studi kasus digunakan untukmengungkap tujuan tersebut.Informan dalam penelitian ini merupakan Beswan Djarum yangmengerjakan program Community Empowerment. Metode wawancara, observasi,dan studi dokumen digunakan sebagai metode pengumpulan data utama. Penelitimenggunakan analisis tematik untuk mengintegrasikan beberapa tema yangmuncul dari metode pengumpulan data yang dilakukan, sehingga memunculkanpemahaman yang holistik mengenai Need For Achievement Beswan Djarum.Penelitian ini menemukan bahwa terdapat motif berbeda yangmempengaruhi Need For Achievement setiap Beswan Djarum. Selain Need ForAchievement Beswan Djarum, peneliti juga menemukan beberapa kebutuhanlainnya, seperti: 1) Need For Affiliation, 2) Need For Power. Need ForAchievement Beswan Djarum ditunjukkan dengan: 1) penyusunan goal yangdilakukan oleh Beswan Djarum sendiri, 2) usaha yang dilakukan Beswan Djarumuntuk mewujudkan goal yang telah ditentukannya, 3) serta kesan Beswan Djarumterhadap hasil yang telah dicapainya dan usaha yang dilakukannya.
GAMBARAN ASPIRASI BELAJAR SISWA SMP DENGAN ORANG TUA NELAYAN Winata Rias Pitaloka; Istiqomah Istiqomah; Danan Satriyo Wibowo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v13i2.816

Abstract

Aspirasi belajar adalah harapan atau keinginan yang ingin dicapai dan didasari oleh perubahan perilaku karena adanya respon terhadap stimulus untuk kearah perbaikan dalam belajar siswa agar memiliki gambaran keinginan agar belajar sebagai tujuan utama dalam pembelajaran siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aspirasi belajar siswa SMP dengan orang tua nelayan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah mengambarkan bagaimana aspirasi belajar pada siswa SMP dengan orang tua nelayan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan bentuk deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa-siswi MTs Muncar yang berjumlah 307, jumlah sampel yang digunakan 174. Penelitian ini menggunakanvariabel tunggal yaitu aspirasi belajar. Metode pengambilan data menggunakan skala psikologi dan instrumen penelitian. Metode pengujian alat ukur adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan uji deskriptif dengan menggunakan SPSS 21 for Windows.Hasil yang ditemukan bahwa gambaran aspirasi belajar siswa SMP dengan orang tua nelayan dari ketiga aspek yaitu aspek cita-cita, hasrat, dan ketetapan hati tersebut adalah kategori sedang dengan perolehan prosentase nilai 58,04% dengan 101 subyek untuk aspek cita-cita, 64,94% dengan 113 subyek untuk aspek hasrat dan 60,91% dengan 106 subyek untuk aspek ketetapan hati pada aspirasi belajar. Berdasarkan hasil analisa data yang menggunakan deskriptif memiliki kategori sedang yang artinya siswa mempunyai cita-cita namun belum tentu atau kurang untuk hasrat dan keketapan hati untuk meraih cita-cita siswa.Kata Kunci : aspirasi, belajar, orang tua nelayan
Positive Negative Affect and Teen Pregnancy Istiqomah Istiqomah
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 2 (2021): Proceedings of Psychology in Individual and Community Empowerment to Build New Normal
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.518 KB) | DOI: 10.30595/pssh.v2i.97

Abstract

Pregnancy is one of the important events in a woman’s life. Having a positive and planned pregnancy will impact the psychological well-being of both mother and baby. This study describes the relationship between the affect and demographics of pregnant adolescents. Respondents consisted of 92 pregnant adolescents (19.6% trimester 1, 41.3% trimester 2 and 39.1% trimester 3), with an age range of 16 to 35 years (M = 18.99, SD = 2.899). Pregnant adolescents were asked to fill in the positive and negative influence scale (PANAS). The correlation coefficient of Cronbach’s alpha for the positive influence scale is 0.845. The correlation coefficient of Cronbach’s alpha for the negative influence scale is 0.676. Researchers used Chi-Square to determine the relationship between positive and negative influences with the demographic characteristics of adolescent mothers. The results of the description of the Positive affect were related to age (Asymp. Sig. = 0.000) and gestational age (Asymp. Sig. = 0.009). In contrast, the Negative affect was related to adolescent education (Asymp. Sig. = 0.013). These results underlie the process of adaptation of adolescent mothers in undergoing a healthy and planned pregnancy.
Remaja : Pengalaman Menjadi Anak, Istri, dan Ibu Di Usia Muda Istiqomah Istiqomah Istiqomah
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol. 6 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i1.2612

Abstract

Kehamilan remaja terjadi hampir di seluruh dunia, berpotensi berdampak pada kesehatan dan perkembangan sosial ibu, anak, maupun keluarga. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman hidup remaja dalam menjalani kehamilannya serta nilai-nilai hidup yang menyertai proses menjalani peran sebagai anak, istri, dan persiapan menjadi seorang ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri dari 2 orang remaja, dalam masa kehamilan, putus sekolah, serta tinggal bersama suami dan keluarga. Data penelitian didapatkan melalui wawancara semi-terstruktur dan diolah menggunakan analisis fenomenologi interpretatif. Lima tema kunci ditemukan: menikah dini karena takut melanggar norma; kehamilan membuat remaja bertumbuh; hidup menjadi lebih fokus; nilai kehidupan dalam kehamilan; dan dukungan keluarga. Remaja menyampaikan pengalaman positif dari kehamilannya, terutama anak sebagai sumber makna dan aspirasi yang telah mempengaruhi kehidupan mereka, serta mengubah cara mereka memaknai peran mereka sebagai anak dan istri. Nilai-nilai hidup dan dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menjalani masa transisi menjadi orang tua.
PERBEDAAN KESIAPAN MENIKAH PADA EMERGING ADULTHOOD DITINJAU DARI WILAYAH PEDESAAN DAN PERKOTAAN Khansa Talita Azahra; Istiqomah Istiqomah; Anggraeni Swastika Sari
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11597

Abstract

Emerging adulthood adalah periode transisi dari masa remaja ke masa dewasa yang berada dalam rentang usia 18-29 tahun (Arnett, 2014). Pada fase ini, individu mulai mengambil keputusan jangka panjang, salah satunya adalah pernikahan. Namun, pada masa ketidakstabilan ini, kesiapan menikah menjadi faktor penting. Menurut Blood (1969) kesiapan menikah adalah kemampuan seseorang untuk memenuhi tanggung jawab dan komitmen dalam pernikahan. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah wilayah tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kesiapan menikah pada individu emerging adulthood berdasarkan wilayah tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan teknik Non-Probability Sampling dalam pengambilan sampel. Sampel terdiri dari 270 responden yang berasal dari wilayah pedesaan dan perkotaan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Kesiapan Menikah yang disusun berdasarkan enam aspek kesiapan menikah menurut Blood (1969), terdiri dari 38 item dengan reliabilitas sebesar 0,901. Data dianalisis menggunakan Uji T untuk melihat perbedaan kesiapan menikah antara individu di wilayah perkotaan dan pedesaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kesiapan menikah antara individu emerging adulthood di wilayah perkotaan dan pedesaan, dengan nilai Sig. (2-tailed) = 0.000 (p < 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa Faktor sosial dan budaya di setiap wilayah berkontribusi terhadap kesiapan menikah. Implikasi penelitian ini dapat digunakan dalam program edukasi dan konseling pranikah yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan sampel dan mempertimbangkan faktor lain, seperti sosial ekonomi dan nilai budaya
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN SUBJECTIVE WELL BEING LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNA WERDA (PSTW) JEMBER Dita Virgia Septiana; Istiqomah Istiqomah; Ria Wiyatfi Linsiya
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 3, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.3.1.41-51.2024

Abstract

Perubahan pada lansia menyebabkan menurunkan fungsi fisik dan psikis. Menurunnya fungsi fisik dan psikis ini berdampak kepada penerimaan diri dan tingkat kesejahteraan yang dialami oleh lansia. Adapun penerimaan diri menjadi salah satu faktor pendukung tercapainya subjective well-being pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan subjective well-being pada lansia di UPT PSTW Jember. Teknik sampling dalam penelitian menggunakan sampling jenuh, responden yang terlibat dalam penelitian yaitu 50 lansia dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang tinggal di UPT PSTW Jember. Pengumpulan data menggunakan Skala Penerimaan Diri, Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan The scale of Positive and Negative Experience (SPANE) untuk mengukur subjective Well-being. Analisa data menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai pearson correlation (r) sebesar 0.053 dengan taraf signifikan (p) sebesar 0.715 (p<0.05), maka dinyatakan tidak ada hubungan antara penerimaan diri dan subjective well-being