Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DALAM PENANGANAN KEMISKINAN SOSIAL Endang Murti; . Harianto; Agus Wiyaka
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kemiskinan sosial hingga saat ini belum dapat diselesaikan dengan tuntas, berbagai program layanan sosial telah dilakukan namun belum mampu menjadi solusi yang tepat untuk menuntaskan masalah  kemiskinan tersebut. Hal ini disebabkan: pertama, orientasi program layanan sosial lebih bersifat bantuan sehingga menimbulkan ketergantungan masyarakat kepada pemerintah. Kedua, program layanan sosial tidak bersifat pemberdayaan sehingga pemanfaatan bantuan sosial cenderung tidak digunakan untuk keperluan produktif. Pemberdayaan UMKM menjadi strategis karena sasaran lebih diperuntukkan kepada pelaku usaha kecil yang sebagian besar dilakukan oleh masyarakat miskin, sehingga pemberdayaan UMKM dapat menjadi alternatif untuk mengatasi kemiskinan sosial. Pemberdayaan UMKM dengan berbagai kegiatan pembinaan/pelatihan, bantuan permodalan, transfer teknologi, sampai dengan fasilitas pemasarannya, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dapat mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi standart minimal kebutuhan hidupnya. Untuk itu, penelitian ini melakukan kajian antara pemberdayaan UMKM terhadap penanganan kemiskinan sosial.
SOSIALISASI PENCEGAHAN TINDAKAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR Muhammad Wahyu Afandi; Deva Bipasha Esha Shif Dasani; Harianto; Endang Murti; Bambang Martin Baru
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 1 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i1.4949

Abstract

Bullying adalah masalah serius yang sering terjadi di lingkungan sekolah, termasuk sekolah dasar. Tindakan kekerasan ini tidak hanya berdampak negatif pada korban secara fisik dan psikologis, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang tidak kondusif. Sosialisasi pencegahan kekerasan bullying di lingkungan SD khususnya di SDN 2 Baleasri merupakan inisiatif penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa melalui konsep diskusi, tanya jawab, dan permainan sederhana kepada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi interaktif yang melibatkan seluruh elemen sekolah mampu meningkatkan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying, dampaknya, dan cara mencegahnya. Selain itu, program tersebut berhasil membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan inklusif. Penting untuk ditekankan bahwa pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab guru atau sekolah, tetapi juga melibatkan peran aktif orang tua dan siswa itu sendiri. Melalui sosialisasi ini, orang tua diharapkan dapat lebih memahami tanda-tanda bullying pada anaknya dan memberikan dukungan yang diperlukan. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk memiliki keberanian untuk melaporkan bullying yang mereka lihat atau alami, serta bagaimana melindungi diri dan teman-temannya. Dengan melibatkan semua pihak, diharapkan bahwa.
IMPLEMENTATION OF THE REGULATION OF THE HEAD OF THE NATIONAL DISASTER MANAGEMENT AGENCY NUMBER 9 OF 2008 CONCERNING RAPID RESPONSE TEAM PROCEDURES: Implementasi Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Prosedur Tim Reaksi Cepat Sugiono; Harianto; Endang Murti
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 3 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i3.8742

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Regulation of the Head of the National Disaster Management Agency Number 9 of 2008 concerning the Procedures of the Rapid Response Team (TRC) in Ngawi Regency in efforts to conduct disaster management in a rapid, accurate, and coordinated manner. This research applies the policy implementation theory perspectives of Donald Van Meter and Carl Van Horn, which emphasize six variables of successful policy implementation: policy standards and objectives, resources, characteristics of implementing agencies, attitudes or dispositions of implementers, inter-organizational communication, and social, economic, and political environments. The research method used is descriptive qualitative research, with data collected through interviews, observations, and documentation. The results show that the implementation of the Rapid Response Team procedures in Ngawi Regency has generally been carried out in accordance with existing regulations, particularly in the aspects of initial coordination and emergency response. However, the implementation process still faces several obstacles, including limited human resources with specialized disaster management competencies, inadequate supporting facilities and infrastructure, and logistical distribution challenges caused by geographical conditions and difficult terrain. In addition, inter-agency coordination is a crucial factor that greatly determines the effectiveness and success of disaster response efforts in Ngawi Regency.
EVALUASI PROGRAM KETAHANAN PANGAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA DAN KEMANDIRIAN EKONOMI LOKAL (Studi di Desa Pule, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun) Rizka Ayu Haningsih; Endang Murti; Asrifia Ridwan
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32666/tatasejuta.v12i1.753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Ketahanan Pangan sebagai strategi peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan penguatan kemandirian ekonomi lokal di Desa Pule, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, perangkat desa, pengelola program ketahanan pangan, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat penerima manfaat program. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Evaluasi program didasarkan pada kriteria evaluasi William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Ketahanan Pangan di Desa Pule telah dilaksanakan dengan cukup baik dan berkontribusi terhadap peningkatan ketersediaan pangan serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Dari aspek efektivitas dan ketepatan, program telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Dari aspek efisiensi dan kecukupan, program telah memberikan manfaat meskipun belum optimal. Sementara itu, aspek pemerataan dan responsivitas menunjukkan adanya upaya pemerintah desa untuk melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan program. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, partisipasi masyarakat yang belum merata, serta dampak perubahan iklim terhadap produksi pertanian. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam pengelolaan program dan penguatan kelembagaan ekonomi desa guna menjamin peningkatan Pendapatan Asli Desa dan kemandirian ekonomi lokal secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program ketahanan pangan di Desa Pule telah dilaksanakan melalui kegiatan budidaya ikan lele dan patin yang dikelola dengan melibatkan pemerintah desa, BUMDes “Barokah Jaya”, pelaksana teknis, serta masyarakat. Program ini telah menunjukkan adanya pelaksanaan nyata di lapangan, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, pembangunan kolam, penyediaan bibit ikan, pembelian pakan, tebar benih, pemeliharaan, pendampingan, monitoring, hingga panen ikan.
Fungsi Reinterpretasi pada Perkembangan Tari Orek-Orek di Kabupaten Ngawi Septa Riya Eka Puspita Sari; Endang Murti; Harianto Harianto
Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/eksekusi.v4i2.2501

Abstract

This study aims to analyze the reinterpretation function in the development of Orek-Orek Dance in Ngawi Regency carried out by Sanggar Tari Sri Budaya. Orek-Orek Dance is a reinterpretation of the traditional folk art of Orek-Orek, which previously existed in the form of petilan performances or traveling folk theater that developed within the society of Ngawi Regency. This study employed a qualitative descriptive method with data collection techniques consisting of observation, interviews, and documentation. The research informants included the founder of Sanggar Tari Sri Budaya, representatives from the Department of Tourism and Culture of Ngawi Regency, and the local community of Ngawi Regency. The results of the study indicate that reinterpretation was carried out through the modernization of dance forms without eliminating traditional elements, choreography development, the use of digital media, and the creation of new functions for Orek-Orek Dance. Sanggar Tari Sri Budaya succeeded in establishing Orek-Orek Dance as a cultural identity of Ngawi Regency through youth training programs, cultural performances, and digital promotion. The reinterpretation process generated educational, social, creative economic, cultural identity, and modern performance functions. Furthermore, reinterpretation successfully maintained the existence of Orek-Orek Dance amidst the development of modern times so that it remains recognized by people across generations.