Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENDAMPINGAN PEMASARAN PRODUK MELALUI PERBAIKAN KEMASAN, LABEL, DAN PENGURUSAN IZIN SPP-IRT UD. SAMUDERA MIRJA DI GAMPONG UJUNG KALAK Sarita Ayu; Muhammad Agam Thahir; Dini Marliana; T Hamdan; Sariana Sariana; Syahrul Muharram; Muhammad Fadli; Dimas Kusmayadi
Marine Kreatif Vol 6, No 1 (2022): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmk.v6i1.5529

Abstract

Ocean mirja trading business is located in Ujung Kalak village, West Aceh district. UD is engaged in the processing of fishery products, one of which is processed keumamah fish. Keumamah fish is a traditional Acehnese cuisine made from tuna and skipjack fish raw materials, keumamah fish are often also called wooden fish because of their hard texture like wood. A business, whether high, medium or small, is established with the aim of making a profit. To get big profits, a product marketing is needed. Indicators that must be considered in product marketing include packaging, product name and SPP-IRT permit. Packaging is one element of the product strategy used to attract the attention of consumers to buy the product. Small entrepreneurs usually pay less attention to packaging, product names and licensing so that the products they sell are less attractive. Here packaging improvements are used in helping partner entrepreneurs to increase sales of the products they produce. After making improvements to the packaging and processing the SPP-IRT permit on the product, it can increase the selling price which is slightly higher. The improvement process in this mentoring effort has several stages, namely, interviews and observations, consultations and discussions, practice, and finally the product marketing trial process. After the process of mentoring efforts to improve packaging that has been carried out, namely designing packaging, replacing pouch packaging with plastic bottles. Mentoring activities for 4 months were carried out well and partners were directly involved as determinants and implementers of activities so that there was no reluctance from partners to implement new packaging and follow the process of issuing SPP-IRT.
Inovasi Terasi Bubuk Berbasis Hilirisasi Ikan Bycatch sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Kelompok Perempuan Pesisir Suak Indrapuri Akbardiasyah Akbardiasyah; Rahmawati Rahmawati; Syahrul Fathi; Iyan Almisbah; Syahrul Muharram; Ikhsanul Khairi; Hamidi Hamidi; Ricky Winrison Fuah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8wkk7119

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Akbardiansyah beserta tim dari Universitas Teuku Umar ini menargetkan Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Suak Indrapuri, Kabupaten Aceh Barat. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan pesisir melalui inovasi pengolahan ikan bycatch (rucah) menjadi produk terasi bubuk yang bernilai jual tinggi. Sebelumnya, ikan bycatch sering kali terbuang atau dijual dengan harga sangat murah karena minimnya pengetahuan mengenai teknologi pengolahan, serta kurangnya keterampilan mitra dalam hal produksi berstandar keamanan pangan dan manajemen usaha. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi memberikan edukasi dan pelatihan teknis mulai dari pembuatan terasi bubuk, penerapan higiene sanitasi, hingga manajemen usaha dan pemasaran. Hasilnya, kelompok mitra kini berhasil memproduksi terasi bubuk yang lebih praktis, awet, dan higienis dibandingkan terasi basah tradisional. Proses produksi ini sangat terbantu oleh pengenalan teknologi berupa mesin disk mill dan alat penggiling berkecepatan tinggi yang mampu meningkatkan efisiensi waktu dan kapasitas produksi secara signifikan. Selain itu, pemahaman mitra juga meningkat seiring dengan diterapkannya Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk skala industri rumah tangga. Berbagai luaran dari program ini pun telah berhasil dipublikasikan melalui media massa daring, platform YouTube, dan draf artikel ilmiah. Sebagai langkah keberlanjutan program, unit usaha pengolahan terasi bubuk ini rencananya akan diintegrasikan di bawah naungan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Suak Indrapuri guna memastikan dukungan permodalan dan kesinambungan usaha. Selain itu, tim juga telah merencanakan ekspansi pemasaran secara digital dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial. Untuk terus memperluas jangkauan pasar, ke depannya akan dilakukan pula riset pengembangan varian produk baru, seperti inovasi pembuatan terasi bubuk pedas.