Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi teknologi BuDar (BuBu Dasar) ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal untuk peningkatan hasil tangkapan nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon Hamidi Hamidi; Afdhal Fuadi; Rosi Rahayu; Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Rahmawati Rahmawati; Nabila Ukhty; Fiki Rebi Hidayat; Rusdi Rusdi; Fachrorazi Amir; Nurhatijah Nurhatijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34365

Abstract

AbstrakSalah satu alat penangkapan ikan yang selama ini digunakan oleh nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu pukat tarik dengan hasil tangkapan yang relatif berukuran kecil dan secara perlahan dapat merusak dasar perairan, sehingga perlu adanya alat penangkapan ikan yang ramah terhadap lingkungan dan hasil tangkapan yang diperoleh sudah layak tangkap serta memiliki nilai ekonomis penting salah satunya adalah bubu dasar. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan edukasi pengenalana teknologi BuDar (Bubu Dasar) ramah lingkungan dan berbasis sumberdaya lokal yang diberikan kepada kelompok nelayan tradisional tersebut. Jumlah penerima manfaat langusng dari kegiatan pengabdian ini yaitu 35 orang atau kelompok nelayan tradisional dengan menggunakan armada penangkapan ikan <5 GT di perairan Aceh Barat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan alat penangkapan ikan tepat guna yaitu BuDar kepada kelompok nelayan tradisional untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah terhadap lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu menggunakan metode pendidikan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok nelayan tradisional mulai dari FGD persiapan pengabdian, pelaksanaan pengabdian, dan evaluasi dari pelaksanaan kegiatan. Hasil FGD persiapan kegiatan ditemukan beberapa masalah utama pada kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu masih menggunakan alat tangkap pukat tarik yang secara tidak langsung dapat merusak dasar perairan, kemudian nelayan tradisional tersebut masih kurang pahamnya alternatif alat tangkap yang tidak merusak lingkungan. Timbulnya partisipasi aktif oleh kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon dari edukasi teknologi BuDar ramah lingkungan, sehingga nelayan tersebut tertarik menggunakan bubu dasar sebagai alternatif untuk menangkap ikan demersal khususnya ikan karang yang memiliki nilai ekonomis penting. Kemudian terjadi peningkatan pengetahuan kelompok nelayan tradisional sebanyak 80% terkait materi yang diberikanan mulai dari alat dan bahan yang digunakan, manfaatn bubu dasar, dan jenis hasil tangkapan yang akan diperoleh. Kata kunci: edukasi; budar; ramah lingkungan; sumberdaya lokal; nelayan tradisional. AbstractOne of the fishing tools that has been used by traditional fishermen of Lhok Kuala Bubon is the trawl net, which has a relatively small catch and can slowly damage the bottom of the waters, so there is a need for fishing tools that are environmentally friendly and the catch obtained is suitable for fishing and has important economic value, one of which is the bottom trap. Therefore, there is a need for educational activities to introduce BuDar (bottom trap) technology, which is environmentally friendly and based on local resources, to these traditional fishing groups. The number of direct beneficiaries of this community service activity is 35 people or groups of traditional fishermen using fishing fleets <5 GT in the waters of West Aceh. This community service activity aims to introduce appropriate fishing gear, namely BuDar, to traditional fishing groups to increase income and reduce the use of fishing gear that is not environmentally friendly. The method used in this community service activity is using an educational method by providing education and outreach to traditional fishermen groups starting from FGD preparation for community service, implementation of community service, and evaluation of the implementation of activities. The results of the FGD on preparation for the activity found several main problems in the Lhok Kuala Bubon traditional fishermen group, namely that they still use trawl fishing gear, which can indirectly damage the waters, and that the traditional fishermen still do not understand alternative fishing gear that does not damage the environment. The emergence of active participation by the traditional fishermen group of Lhok Kuala Bubon from the education of environmentally friendly BuDar technology made from local resources available around Lhok Kuala Bubon Village so that the fishermen are interested in using bottom traps as an alternative to catch demersal fish, especially reef fish, which have important economic value. Keywords: education; BuDar; environmentally friendly; local resources; traditional fishermen.
Pemberdayaan Kelompok Poklahsar Camar Laut dalam Peningkatan Kualitas Pengolahan Produk Ikan Asin dengan Teknologi Penjemuran Berbasis Sumberdaya Lokal Akbardiansyah Akbardiansyah; Ishak Hasan; Afdhal Fuadi; Ikhsanul Khairi; Nabila Ukhty; Rahmawati Rahmawati; Muhammad Arif; Hamidi Hamidi; Rosi Rahayu; Syarifah Zuraidah; Iyan Al Misbah; Syahrul Muhharram; Nurul Najmi; Rudi Hermi; Ikromatun Nafsiyah
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15282

Abstract

Kelompok Poklahsar Camar Laut merupakan salah satu pelaku usaha mikro di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, yang bergerak dalam pengolahan ikan asin. Potensi usaha kelompok ini cukup besar karena didukung oleh lokasi yang strategis, ketersediaan lahan penjemuran yang luas, serta pasokan bahan baku yang berkelanjutan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan nelayan tradisional. Namun demikian, proses pengolahan ikan asin yang masih sederhana dan kurang higienis menyebabkan mutu produk belum optimal. Penjemuran ikan yang dilakukan di atas tanah atau rumput menurunkan kualitas serta tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk ikan asin melalui penerapan teknologi penjemuran berbasis sumber daya lokal yang higienis dan efisien. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra untuk perencanaan kegiatan, sosialisasi dan workshop tentang pengolahan ikan asin sesuai standar SNI, pelatihan pembuatan alat penjemuran dari bahan lokal, serta pelatihan pengolahan ikan teri siap saji (teri asam sunti) guna meningkatkan nilai jual produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam teknik penggaraman, penjemuran, serta diversifikasi produk. Selain itu, kegiatan ini mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat pesisir melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk ikan asin kelompok Poklahsar Camar Laut.
Inovasi Terasi Bubuk Berbasis Hilirisasi Ikan Bycatch sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Kelompok Perempuan Pesisir Suak Indrapuri Akbardiasyah Akbardiasyah; Rahmawati Rahmawati; Syahrul Fathi; Iyan Almisbah; Syahrul Muharram; Ikhsanul Khairi; Hamidi Hamidi; Ricky Winrison Fuah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8wkk7119

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Akbardiansyah beserta tim dari Universitas Teuku Umar ini menargetkan Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Suak Indrapuri, Kabupaten Aceh Barat. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan pesisir melalui inovasi pengolahan ikan bycatch (rucah) menjadi produk terasi bubuk yang bernilai jual tinggi. Sebelumnya, ikan bycatch sering kali terbuang atau dijual dengan harga sangat murah karena minimnya pengetahuan mengenai teknologi pengolahan, serta kurangnya keterampilan mitra dalam hal produksi berstandar keamanan pangan dan manajemen usaha. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi memberikan edukasi dan pelatihan teknis mulai dari pembuatan terasi bubuk, penerapan higiene sanitasi, hingga manajemen usaha dan pemasaran. Hasilnya, kelompok mitra kini berhasil memproduksi terasi bubuk yang lebih praktis, awet, dan higienis dibandingkan terasi basah tradisional. Proses produksi ini sangat terbantu oleh pengenalan teknologi berupa mesin disk mill dan alat penggiling berkecepatan tinggi yang mampu meningkatkan efisiensi waktu dan kapasitas produksi secara signifikan. Selain itu, pemahaman mitra juga meningkat seiring dengan diterapkannya Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk skala industri rumah tangga. Berbagai luaran dari program ini pun telah berhasil dipublikasikan melalui media massa daring, platform YouTube, dan draf artikel ilmiah. Sebagai langkah keberlanjutan program, unit usaha pengolahan terasi bubuk ini rencananya akan diintegrasikan di bawah naungan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Suak Indrapuri guna memastikan dukungan permodalan dan kesinambungan usaha. Selain itu, tim juga telah merencanakan ekspansi pemasaran secara digital dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial. Untuk terus memperluas jangkauan pasar, ke depannya akan dilakukan pula riset pengembangan varian produk baru, seperti inovasi pembuatan terasi bubuk pedas.
Catch Composition of Boat Lift Net at The Fish Landing Base (PPI) Ujong Seurangga Aceh Barat Daya Hamidi Hamidi; Faliqul Isbah; Taufiq Taufiq
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 5 Nomor 1
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v5i1.9192

Abstract

Boat lift net is a fishing gear that is active at night which still widely used in the waters of Southwest Aceh. Fishing with a boat chart requires light as a tow to attract fish to the fishing ground area. Fishermen boats lift net in the waters of Southwest Aceh still use fluorescent lamps (Hannochs). This study aims to determine the types of catches and income of boat lift net fishermen landed at ujong serangga susoh fish landing base, Southwest Aceh. This study used survey methods as well as data collection with interviews and observations. Data analysis is carried out using descriptive and qualitative analysis. The results of the study can be concluded that the type of catch landed at the butt and insect susoh landing base consists of mackerel (Rastrelliger kanagurta) amounting to 87,760 tons, tamban fish (Dussumieria elopsoides) 32,120 tons and anchovies (Stolephorus devisi) 26.440 tons. The highest income was obtained in the type of mackerel amounting to IDR 117.013.333, anchovies IDR 22.840.889 and mining fish IDR 22.840.000 for four weeks of fishing on the boat lift net