Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Potensi Agribisnis Komoditas Hortikultura Unggulan Kabupaten Garut Wahid Erawan; Awaliyah, Fitri; Hakim, Lukmanul
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 1 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i1.42740

Abstract

Pertanian saat ini merupakan sektor yang memiliki peran sangat penting untuk Kabupaten Garut, karena sektor mempunyai kontribusi tertinggi pada PDRB Kabupaten Garut yang angka kontribusinya mencapai 31% setiap tahunnya. Namun hal tersebut tidak sejalan dengan kondisi perekonomian petani yang masih mempunyai pendapatan yang rendah. Salah satu pembangunan pertanian yang efektif adalah berbasis potensi dan komoditas unggulan yang dipunyai tentunya ditentukan untuk meningkatkan implikasinya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah untuk menganalisis penentuan komoditas unggulan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersifat time series terkait data produksi komoditas hortikultura Kabupaten Garut selama 3 hingga 5 tahun terakhir yang bersumber dari data BPS Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data kualitatif, Location Quotient dan Dinamic Location Quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 7 komoditas sayuran di Kabuoaten Garut yang mempunyai keunggulan produksi dengan nilai LQ > 1 antara lain komoditas kentang, cabai besar, cabai rawit, kubis, sawi, tomat, wortel. Ada 6 komoditas buah-buahan yang berpotensi untuk dikembangkan karena besarnya angka produksi di Kabupaten Garut antara lain komoditas alpukat, jeruk siam, pisang, sirsak, buah naga dan lemon. Sedangkan untuk komoditas biofarmaka ada 3 komoditas yang unggul produksinya yaitu jahe, kunyit dan lempuyang. Analisis DLQ menunjukkan bahwa ada beberapa komoditas sayuran yang mempunyai prospek yang sangat kuat yaitu melinjo dan labu siam. Komoditas buah-buahan yang mempunyai prospek sangat kuat yaitu lemon, salak dan manggis. Komoditas biofarmaka yang prospektif untuk dikembangkan adalah laos, lempuyang, kunyit, jahe dan kapulaga.
Efficiency of the Palm Sugar Marketing Channel (A Case Study In Margamulya Village Garut) Asep Permadi Gumelar; Wahid Erawan; Agus Hoerul Yusup
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v10i1.1652

Abstract

The plantation subsector is one of the agricultural industries that contributes significantly to the national economy. Since practically every component of sugar palm plants may provide income, they have a vast economic potential. Palm sugar marketing in Margamulya Village has a central problem: the large number of marketing channels, which results in low incomes for palm sugar craftsmen. This research aims to determine marketing channels and the marketing efficiency of palm sugar in Margamulya Village, Cisompet District. This research uses a survey method and method with data collection techniques of observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis uses quantitative description by analyzing marketing channels, marketing margins, farmer's share, and marketing efficiency. The research results show five marketing channel patterns in Margamulya Village. The lowest marketing margins are in channels I and II, with a total margin of Rp. 3000. Channel I involves one marketing institution, collectors, while channel II involves retailers. The highest farmer's share is in marketing channel II, with a percentage of 83%. The most efficient marketing channel is channel II, which has an efficiency value of 1.7%. Marketing efficiency analysis shows that the five marketing channels in this research are considered efficient. This research also reveals that all marketing channels have a farmer's share value, which is at the efficient criteria with a farmer's share value of >50%, causing lower costs and more efficiency in the marketing channel.