Agustono Agustono
Departemen Manajemen Kesehatan Ikan dan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, Surabaya

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SUBTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG KEONG MAS PADA PAKAN BUATAN TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN LEMAK KASAR UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) Denis Fahmiyanto; Agustono Agustono; Tri Nurhajati
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.86 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.18250

Abstract

Udang vanname (Litopenaeus vannamei) secara resmi dilepas melalui KEPMEN No. 41/Men/2001 sebagai varietas baru yang lebih unggul. Peningkatan produksi biomassa dalam suatu usaha budidaya harus memperhatikan faktor pemberian pakan. Komponen dalam pakan yang dimakan tidak semuanya dapat diserap dalam proses pencernaan. Bagian yang tidak dapat diserap tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk feses sehingga dapat ditentukan nilai kecernaan suatu bahan pakan tersebut. Bahan Kering dan Lemak Kasar merupakan beberapa nutrisi yang dapat diketahui nilai kecernaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kecernaan bahan kering dan lemak kasar pada pakan dimana tepung ikan disubstitusikan dengan tepung keong mas. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan yaitu P0 (pakan tanpa tepung keong mas), P1 (30% Tepung Ikan, 10% Tepung Keong Mas), P2 (20% Tepung Ikan, 20% Tepung Keong Mas) dan P3 (10% Tepung Ikan, 30% Tepung Keong Mas) dengan ulangan sebanyak 5 kali. Metode pengukuran nilai kecernaan yang digunakan adalah metode tidak langsung, yaitu penambahan indikator Cr2O3 dalam pakan sebanyak 0,5 %. Metode penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan percobaan. Parameter utama yang diamati adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan lemak kasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat terlihat bahwa penggunaan tepung keong mas untuk substitusi tepung ikan pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 dapat meningkatkan kecernaan bahan kering secara berurutan sebesar 94,83%, 95,93%, 96,47% dan 96,10%. Penggunaan tepung keong mas untuk substitusi tepung ikan pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 juga mampu meningkatkan kecernaan bahan kering secara berurutan sebesar 90,01%, 89,75%, 96,47% dan 90,05%.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN KOMBINASI FERMENTASI IKAN RUCAH DAN DEDAK PADI PADA PAKAN SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Evi Widiastuti; Muhammad Arief; Agustono Agustono
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 2 No. 1 (2013): JAFH Vol 2 No 1 Februari 2013
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.053 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v2i1.19508

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) mudah berkembang biak, pertumbuhan cepat, ukuran badan relatif besar, tahan terhadap penyakit, mudah beradaptasi dengan lingkungan, harga relatif murah dan mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi sebagai sumber protein hewani. Salah satu kendala yang dihadapi dalam proses pembudidayaan ikan nila (Oreochromis niloticus) yaitu tingginya harga bahan baku pembuatan pakan sehingga perlu dicari bahan baku pakan alternatif yang murah, berkualitas dan tersedia sepanjang waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi fermentasi ikan rucah dan dedak padi pada pakan sebagai substitusi tepung ikan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Kedokteran Hewan dan Laboratorium Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hariĀ  mulai tanggal 12 Januari - 21 Februari 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah : 40% tepung ikan, 0% hasil fermentasi (kontrol) (P0), 34% tepung ikan, 6% hasil fermentasi (P1), 28% tepung ikan, 12% hasil fermentasi (P2), 22% tepung ikan, 18% hasil fermentasi (P3), 16% tepung ikan,24% hasil fermentasi (P4). Analisis data menggunakan Analisis Varian (Anova) dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi fermentasi ikan rucah dan dedak padi pada pakan memberikan pengaruh yang berbeda (p<0,05) terhadap laju pertumbuhan, tetapi tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p>0,05) terhadap efisiensi pakan. Pertumbuhan terbaik pada perlakuan P3 (2,63%). Efisiensi tertinggi diperoleh pada perlakuan P3(57,82).