Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MOLECULAR EXPRESSION OF WINGLESS-TYPE MMTV INTEGRATION SITE FAMILY MEMBER 4 GENE USING Escherichia coli BL21 Sitasiwi, Agung Janika; Artama, Wayan Tunas; Budiyanto, Agung; Dharmana, Edy
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 1 (2017): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i1.5891

Abstract

This research was conducted to find out the Wnt4 recombinant proteins which expressed by Escherichia coli (E. coli) BL21 carrying the recombinant DNA wnt4 (E. coli transformation). Research materials were E. coli BL21 transformation and E. coli BL21 non-transformation (negative control). The expression of recombinant protein was conducted by culturing E. coli for 24 hours in Luria-Bertani (LB) media with isopropyl -D-1-thiogalactopyranoside (IPTG) induction. Recombinant protein was isolated by sonication of pellet bacteria. Protein analysis performed by 15% sodium dodecyl sulphate polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE). The results showed that recombinant protein with a molecular weight of 33 kDa has been expressed by E. coli BL21 transformation successfully.
IDENTIFIKASI PROTEIN PENENTU IMPLANTASI EMBRIO PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) Sitasiwi, Agung Janika; Djaelani, Muhammad Anwar
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i2.896

Abstract

Penelitian dengan tujuan mengidentifikasi protein penentu implantasi embrio pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) dilakukan sebagai upayaeksplorasi agen imunokontrasepsi baru untuk regulasi fertilitas hewan liar. Hewan uji yang digunakan adalah tikus Wistar betina dewasa kelamin dengan bobot badan berkisar 280-300 g. Tikus dibagi dalam dua kelompok, satu kelompok sebagai kontrol (tidak dikawinkan) sedangkankelompok lain adalah kelompok yang dikawinkan. Tikus dipelihara dan dikawinkan dalam kondisi laboratorium yang terkontrol. Kebuntingan ditentukan dengan adanya vaginal plug pada tikus betina setelah dikawinkan. Protein diisolasi dari sampel uterus yang diambil pada umur kebuntingan 3-5 hari. Isolasi dan separasi protein dilakukan berdasarkan manual dan standar protein produk Bio-Rad. Hasil penelitian menunjukkan pita protein yang terekspresi pada hari ke-4 kebuntingan dengan berat molekul berkisar 45 kDa diduga leukemia inhibitory factor.
Pengaruh Mikroplastik Polyethylene Terephthalate (PET) Terhadap Profil Eritrosit Tikus Betina Galur Wistar Pambudi, Destiana Dwiridhaningsih; Sitasiwi, Agung Janika; Ahmar, Rasyidah Fauziah
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.2.2025.170-176

Abstract

Plastik merupakan salah satu bahan yang dapat terdegradasi menjadi mikroplastik dan berpotensi mengganggu sistem hematologi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan mikroplastik menyebabkan penurunan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan hematokrit. Penelitian mengenai efek toksik mikroplastik PET pada mamalia masih terbatas, sehingga penelitian ini perlu dilakukan untuk menganalisis pengaruh paparan mikroplastik PET terhadap jumlah eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit tikus putih betina galur Wistar. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 20 ekor tikus putih betina Wistar yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan dengan 5 ulangan: P0 (kontrol), P1 (0,005 mg/2 mL/hari), P2 (0,05 mg/2 mL/hari), dan P3 (0,25 mg/2 mL/hari) secara oral selama 24 hari. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan nyata (P>0,05) antar kelompok perlakuan terhadap parameter hematologi. Nilai rata-rata parameter hematologi masih berada dalam kisaran normal. Paparan mikroplastik PET dengan dosis dan lama pemberian tersebut tidak berpotensi mengganggu proses hematopoiesis, sehingga jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan hematokrit tikus putih betina galur Wistar tetap normal. Kebaruan penelitian ini terletak pada penentuan dosis mikroplastik serta pengaruhnya terhadap sistem hematologi. Penelitian ini bermanfaat sebagai sumber informasi mengenai efek toksisitas mikroplastik pada parameter hematologi mamalia.   Plastic is a material that can degrade into microplastics and potentially disrupt the hematological system. Several studies have reported that microplastic exposure leads to a decrease in erythrocyte count, hemoglobin, and hematocrit levels. Research on the toxic effects of PET microplastics in mammals remains limited, making it necessary to analyze the impact of PET microplastic exposure on erythrocyte count, hemoglobin, and hematocrit of female Wistar rats. This study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with 20 female Wistar rats divided into 4 treatment groups with 5 replications: P0 (control), P1 (0.005 mg/2 mL/day), P2 (0.05 mg/2 mL/day), and P3 (0.25 mg/2 mL/day) administered orally for 24 days. The results showed no significant difference (P>0.05) between treatment and control groups in hematological parameters. The average values of hematological parameters remained within the normal range. PET microplastic exposure at the tested doses and duration did not interfere with the hematopoiesis process, indicating that erythrocyte count, hemoglobin concentration, and hematocrit levels of female Wistar rats were maintained within normal limits. The novelty of this study lies in the extrapolation of microplastic dosages and their effects on the hematological system. This research provides useful insights into the toxicological impact of microplastics on mammalian hematology.
Histomorfometri Duodenum Tikus Putih (Rattus norvegicus) Betina setelah Pemberian Polyethylene-terephthalate (PET) dalam Bentuk Mikroplastik Fitriedis, Dyana Destrianingsih; Sitasiwi, Agung Janika; Haniyyah, Hernanda Afra
Jurnal Veteriner Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang bersifat persisten, toksik dan berpotensi menimbulkan efek biologis terhadap organisme. Salah satu jenis mikroplastik yang umum ditemukan di lingkungan adalah Polietilena Tereftalat (Polyethylene-terephthalate) (PET). Polietilena Tereftalat merupakan plastik yang banyak digunakan dalam industri makanan, tetapi efek terhadap histomorfometri usus halus khususnya duodenum belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian mikroplastik PET terhadap histomorfometri duodenum tikus putih. Penelitian menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 20 ekor tikus betina galur Wistar yang dibagi menjadi empat kelompok perlakuan dengan lima ulangan. Kelompok perlakuan meliputi kontrol (P0) diberi air minum 2 mL, perlakuan P1 diberi mikroplastik PET dengan dosis 0,005 mg/2 mL/hari, perlakuan P2 diberi mikroplastik PET dengan dosis 0,05 mg/2 mL/hari, perlakuan P3 diberi mikroplastik PET dengan dosis 0,25 mg/2 mL/hari. Peubah yang diamati adalah diameter duodenum, tebal lapisan muskularis, panjang vili dan struktur epitel villi duodenum. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji sidik ragam dengan lanjutan uji jarak berganda Duncan antar perlakuan yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikroplastik PET tidak berpengaruh nyata terhadap diameter duodenum antar perlakuan (P>0.05), namun berbeda nyata terhadap tebal lapisan muskularis dan panjang villi (P<0.05). Pemberian mikroplastik PET juga memberikan pengaruh pada struktur epitel vili duodenum. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian mikroplastik PET berpotensi menyebabkan gangguan sistem  pencernaan yang ditunjukkan dengan perubahan tebal lapisan muskularis eksterna dan panjang vili, serta kerusakan struktur epitel penyusun vili duodenum.