Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

MOLECULAR EXPRESSION OF WINGLESS-TYPE MMTV INTEGRATION SITE FAMILY MEMBER 4 GENE USING Escherichia coli BL21 Sitasiwi, Agung Janika; Artama, Wayan Tunas; Budiyanto, Agung; Dharmana, Edy
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 1 (2017): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i1.5891

Abstract

This research was conducted to find out the Wnt4 recombinant proteins which expressed by Escherichia coli (E. coli) BL21 carrying the recombinant DNA wnt4 (E. coli transformation). Research materials were E. coli BL21 transformation and E. coli BL21 non-transformation (negative control). The expression of recombinant protein was conducted by culturing E. coli for 24 hours in Luria-Bertani (LB) media with isopropyl -D-1-thiogalactopyranoside (IPTG) induction. Recombinant protein was isolated by sonication of pellet bacteria. Protein analysis performed by 15% sodium dodecyl sulphate polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE). The results showed that recombinant protein with a molecular weight of 33 kDa has been expressed by E. coli BL21 transformation successfully.
IDENTIFIKASI PROTEIN PENENTU IMPLANTASI EMBRIO PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) Sitasiwi, Agung Janika; Djaelani, Muhammad Anwar
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i2.896

Abstract

Penelitian dengan tujuan mengidentifikasi protein penentu implantasi embrio pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) dilakukan sebagai upayaeksplorasi agen imunokontrasepsi baru untuk regulasi fertilitas hewan liar. Hewan uji yang digunakan adalah tikus Wistar betina dewasa kelamin dengan bobot badan berkisar 280-300 g. Tikus dibagi dalam dua kelompok, satu kelompok sebagai kontrol (tidak dikawinkan) sedangkankelompok lain adalah kelompok yang dikawinkan. Tikus dipelihara dan dikawinkan dalam kondisi laboratorium yang terkontrol. Kebuntingan ditentukan dengan adanya vaginal plug pada tikus betina setelah dikawinkan. Protein diisolasi dari sampel uterus yang diambil pada umur kebuntingan 3-5 hari. Isolasi dan separasi protein dilakukan berdasarkan manual dan standar protein produk Bio-Rad. Hasil penelitian menunjukkan pita protein yang terekspresi pada hari ke-4 kebuntingan dengan berat molekul berkisar 45 kDa diduga leukemia inhibitory factor.