Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

RUANG BERNORMA PADA HIMPUNAN SEMUA FUNGSI TERDEKATI Abdul Aziz; Y.D. Sumanto; Solikhin Solikhin; Robertus Heri Soelistyo Utomo
Journal of Fundamental Mathematics and Applications (JFMA) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.683 KB) | DOI: 10.14710/jfma.v2i2.37

Abstract

In this paper, we discuss that in the approachable functions set can be defined a complete norm. Furthermore, we obtained that all of approachable functions set is a Banach Space.
RELASI GREEN PADA GAMMA-SEMIGRUP YANG DIBANGKITKAN DARI SUATU SEMIGRUP YD Sumanto; Abdul Aziz; Solikhin Solikhin; R. Heri Soelistyo Utomo
Journal of Fundamental Mathematics and Applications (JFMA) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.818 KB) | DOI: 10.14710/jfma.v3i1.7765

Abstract

In the Gamma-semigroup generated from a semigroup, we can define some equivalence relations called the Green relation. Furthermore, we can examine the relationship between the Green relation on the Gamma-semigroup and the Green relation on it’s generating semigroup.
OPERATOR PADA RUANG FUNGSI TERINTEGRAL DUNFORD Solikhin Solikhin; Y.D. Sumanto; Susilo Hariyanto; Abdul Aziz
Journal of Fundamental Mathematics and Applications (JFMA) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3923.711 KB) | DOI: 10.14710/jfma.v1i2.17

Abstract

An integral Dunford and an operator on Dunford integrable functional space have discussed in this article. The results were shown that the Dunford integrable functional space was a linear function. For every Dunford integrable function on a closed interval, there is an operator that is linear bounded and weak compact operator, whereas its adjoin operator is also linear bounded and weak compact. An operator is weak compact if and only if its adjoin operator is weak compact. Furthermore, the norm of this operator was equal to the norm of its adjoin operator.
FUNGSI TERDEKATI DAN SIFAT-SIFATNYA Abdul Aziz; Susilo Hariyanto; Y.D. Sumanto; Solikhin Solikhin
Journal of Fundamental Mathematics and Applications (JFMA) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1806.489 KB) | DOI: 10.14710/jfma.v1i2.14

Abstract

In this paper, we have defined an approachable function using a simple function on a compact sets. Furthermore the simple properties of the function was examined and it was obtained that measurable function, continuous function, and bounded function are approachable function along the function space is a linier space.
NORMA OPERATOR PADA RUANG FUNGSI TERINTEGRAL DUNFORD Solikhin Solikhin; Susilo Hariyanto; Y.D. Sumanto; Abdul Aziz
Journal of Fundamental Mathematics and Applications (JFMA) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.381 KB) | DOI: 10.14710/jfma.v2i2.42

Abstract

We are discussed operator norms on spce of Dunford integral function. We show that for a function which Dunford integral, operator from dual space into space of Lebesgue integral  is a bounded linear operator. Furthermore, sets of all bounded linear operator is a linear space and it is a normed space by norm certain. Finally, the distance function generated by the norm is metrix space.
PENINGKATAN KUALITAS KOPI PINANGGIH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PASCAPANEN GREEN HOUSE Solikhin Solikhin; Purnawan Adi Wicaksono
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2022.14721

Abstract

Kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan. Konsumsi kopi dunia mencapai 70% kopi arabika dan 26% kopi robusta, sisanya jenis lain. Ada empat jenis kopi, yaitu kopi arabika, robusta, liberika, dan kopi ekselsa. Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang merupakan salah satu desa yang mempunyai potensi lokal yang sangat menarik, salah satunya adalah kopi robusta. Salah satu produk olahan kopi yang ada di desa tersebut adalah Kopi Pinanggih. Kopi Pinanggih memiliki aroma yang khas dibandingkan kopi-kopi lainnya, yaitu beraroma gula aren. Hal ini karena di sekitar tanaman kopi juga tumbuh tanaman aren. Kopi ini dijadikan sebagai produk unggulan desa oleh masyarakat setempat. Sebagai produk unggulan desa, peningkatan kualitas kopi perlu diperhatikan. Hal yang perlu dilakukan adalah penanganan pascapanen. Penanganan pascapanen dapat dilakukan dengan penerapan teknologi pascapanen dalam proses pengeringan kopi, yaitu teknologi green house. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pascapanen pada pengeringan kopi buah cerry merah. Sedangkan metode yang diterapkan adalah pelatihan penanganan pascapanen dan pembuatan green house kopi. Adapun hasil yang diperoleh adanya green house dapat memberikan dampak yang baik, yaitu proses pengeringan berjalan lebih cepat dan merata, daya tampung yang relative banyak, dan kualitas kopi yang dihasilkan lebih baik.Kata kunci : Kopi Pinanggih, Teknologi Pascapanen, Green House
PENERAPAN TEKNOLOGI PASCAPANEN MESIN HULLER KOPI SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PRODUKSI KOPI Solikhin Solikhin; Purnawan Adi Wicaksono
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2022.15893

Abstract

Salah satu hasil potensi alam Desa Kebondowo Banyubiru Semarang adalah kopi. Tanaman kopi di desa tersebut memiliki aroma aren. Jenis kopi yang dibudidayakan adalah kopi Robusta. Kopi robusta merupakan jenis kopi unggulan di daerah tersebut. Mitra usaha kopi yang berada di Desa Kebondowo salah satunya adalah Mitra Kopi Pinanggih. Kopi Pinanggih memproduksi jenis kopi Robusta yang lebih tahan terhadap hama dan memiliki aroma yang kuat serta pekat. Sebagai produk unggulan desa, mitra Kopi Pinanggih berusaha untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopinya. Hal yang perlu dilakukan adalah penanganan pascapanen, salah satunya penerapan teknologi pascapanen pada proses pengupasan kulit kopi dengan mesin huller kopi. Tujuannya adalah menerapkan teknologi pascapanen sebagai sarana peningkatan produksi kopi. Sedangkan metode yang diterapkan adalah pelatihan penanganan pascapanen dan pemberian hibah mesin huller kopi. Adapun hasil yang diperoleh adalah  terkadinya peningkatan produksi kopi hampir 100%, dapat memanfaatkan limbah kulit kopi secara pribadi, adanya pelayanan jasa pengupasan kulit kopi, serta pengurangan biaya operasional dan peningkatan penghasilan mitra.Kata kunci : Kopi Pinanggih, Teknologi Pascapanen, Huller Kopi
PENGOPTIMALAN PRODUKSI DANDANG DESA PASAREAN ADIWERNA TEGAL MELALUI MANAJEMEN INVENTORY Solikhin Solikhin; Sunarno Sunarno; Achmad Mujab M
Jurnal Pasopati Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.16616

Abstract

Salah satu usaha kerajinan logam yang berada di Desa Pasarean Kecamatan Adiwerna Kabuaten Tegal, yaitu UD Berkah Lestari adalah usaha yang bergerak di bidang kerajinan olahan logam, yakni Dandang. Permintaan akan produk Dandang di pasaran sangat besar. Produksi Dandang yang berlebihan akan menimbulkan penumpukan produk yang berakibat menurunkan kualitas barang sedangkan produksi Dandang yang sedikit akan tidak terpenuhinya permintaan pasar sehingga dapat kehilangan pelanggan.Permasalahan yang dihadapi oleh UD Berkah Lestari adalah bagaimana memanajemen inventory (persediaan) Dandang sehingga terjadi keseimbangan antara produksi dengan permintaan akan Dandang. Permintaan produk tetap terpenuhi dengan biaya yang dikelurkan seminimal mungkin sehingga dapat meningkatkan keuntungan.Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan masukan akan manajemen inventory suatu usaha dengan biaya operasional yang dikeluarkan seminimal mungkin dan keuntungan yang didapatkan semaksimal mungkin melalui seberapa besar produk optimal yang harus diproduksi.Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah mengelompokan masalah dalam aspek bidang yang kemudian dipilih berdasarkan prioritas permasalahan serta IPTEKS yang diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan prioritas. Manjemen inventory diterapkan pada persediaan akan produk dandang
Teknologi Tepat Guna Mesin Grinder Listrik Sebagai Sarana Peningkatan Produksi Kopi Pada UKM Kopi Pinanggih Solikhin Solikhin; Purnawan Adi Wicaksono; Ari Wibawa Budi Santoso
Jurnal Pasopati Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.18409

Abstract

Potensi hasil alam Dusun Jrakah, Kebondowo Banyubiru Semarang salah satunya adalah kopi jenis robusta. Kopi jenis ini banyak dibudidayakan oleh UKM Kopi Pinanggih. Ada beberapa tahapan dalam proses pengelolaan kopi dari mulai pascapanen hingga kopi siap dipasarkan, yaitu pemetikan buah kopi, rimbang air, penjemuran, pengupasan kulit kopi, sorting, roasting, grinding (penghalusan kopi), dan packing (pengemasan) kopi. Khususnya pada proses grinding, mitra UKM Kopi Pinanggih menggunakan jasa sewa dengan kecepatan produksi 12 kg/jam. Hal ini tentunya membutuhkan biaya sewa sehingga menambah beban operasional usaha disamping adanya biaya transportasi. Selain itu, kapasitas produksi kopi juga terbatas sesuai permintaan konsumen. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan teknologi tepat guna mesin grinder listrik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi kopi pada UKM Kopi Pinanggih dan mengurangi beban operasional usaha. Adapun metode yang diterapkan yaitu pemberian pelatihan teknologi tepat guna pada penanganan pascapanen kopi khususnya proses grinding dan hibah mesin grinder. Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan produksi kopi (grinding kopi) sebesar 66%, terjadi pengurangan biaya operasional usaha, dan membuka peluang jasa grinding kopi.Kata kunci : Kopi Pinanggih, Teknologi Tepat Guna, Mesin Grinder Kopi
Histomorphometry of the Duodenum of Ducks (Anas platyrhyncos) after Administration of Nanochitosan in Feed Sunarno Sunarno; Solikhin Solikhin; Kustopo Budiraharjo
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 13, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v13i3.32120

Abstract

Poultry farming business has several problems such as lack of availability on raw materials, expensive feed prices, and egg production that is not optimal. To overcome the problem of high feed prices and duck productivity, we need to add feed additives such as nanochitosan. Poultry farming business has several problems such as lack of availability on raw materials, expensive feed prices, and egg production that is not optimal. To overcome the problem of high feed prices and duck productivity, we need to add feed additives such as nanochitosan. This study aimed to analyze the effect of nanochithosan feed on the digestive function of the intestine tenue (duodenum) as indicated by histomorphometric changes in the duodenum of Tegal ducks (Anas platyrhyncos). Duodenal histomorphometry related to digestive function was measured, including changes in lumen diameter, villi height, epithelial cell thickness, and muscular layer thickness. This study used a completely randomized design consisting 5 treatments with 5 replications. The research treatments included P0 as control (basic feed without nanochitosan particle additives) and P1, P2, P3, and P4 (basic feed with the addition of nanochitosanwith the doses of 2.5; 5; 7.5; and 10 grams/kg feed respectively). The variables observed were lumen diameter, villi height, epithelial layer thickness, and duodenal muscle layer thickness. The research data were analyzed using the analysis of variance (ANOVA) with a 95% confidence level. The results showed that the addition of nanochitosan particles in the feed had a significant effect on the lumen diameter and thickness of the duodenal muscular layer (P0.05). Tegal ducks. The conclusion of this study is that nanochitosan feed additives with a concentration of 2.5-10% can improve digestive function and improve duodenal histomorphometry in the intestine tenue of Tegal ducks as indicated by an increase in lumen diameter, villi height, and the thickness of epithelial cell thickening, and muscular layer. The novelty from this study is the production and the used of nanochitosan as feed additive to repair histomorphometry of duodenum in intestine tenue of Tegal ducks. From this research, people gets benefit by knowing the use nanochitosan as feed additive to improve digestion performance and productivity of Tegal ducks.