Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Functionally Small Riemann Sums Fungsi Terintegral Henstock-Dunford pada [a,b] Solikhin Solikhin; Sumanto Sumanto; Siti Khabibah
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 20 Issue 3 Year 2012
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2773.998 KB)

Abstract

In this paper we study Henstock-Dunford integral on [a,b]. We discuss some properties of the integrable. We shall define functionally small Riemann sums (FSRS)  and show that it is  necessary and sufficient condition for function to be Henstock-Dunford integral on [a,b]. Keywords: Henstock-Dunford integral, Functionally small Riemann sums
PENINGKATAN KUALITAS KOPI PINANGGIH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PASCAPANEN GREEN HOUSE Solikhin Solikhin; Purnawan Adi Wicaksono
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2022.14721

Abstract

Kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan. Konsumsi kopi dunia mencapai 70% kopi arabika dan 26% kopi robusta, sisanya jenis lain. Ada empat jenis kopi, yaitu kopi arabika, robusta, liberika, dan kopi ekselsa. Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang merupakan salah satu desa yang mempunyai potensi lokal yang sangat menarik, salah satunya adalah kopi robusta. Salah satu produk olahan kopi yang ada di desa tersebut adalah Kopi Pinanggih. Kopi Pinanggih memiliki aroma yang khas dibandingkan kopi-kopi lainnya, yaitu beraroma gula aren. Hal ini karena di sekitar tanaman kopi juga tumbuh tanaman aren. Kopi ini dijadikan sebagai produk unggulan desa oleh masyarakat setempat. Sebagai produk unggulan desa, peningkatan kualitas kopi perlu diperhatikan. Hal yang perlu dilakukan adalah penanganan pascapanen. Penanganan pascapanen dapat dilakukan dengan penerapan teknologi pascapanen dalam proses pengeringan kopi, yaitu teknologi green house. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pascapanen pada pengeringan kopi buah cerry merah. Sedangkan metode yang diterapkan adalah pelatihan penanganan pascapanen dan pembuatan green house kopi. Adapun hasil yang diperoleh adanya green house dapat memberikan dampak yang baik, yaitu proses pengeringan berjalan lebih cepat dan merata, daya tampung yang relative banyak, dan kualitas kopi yang dihasilkan lebih baik.Kata kunci : Kopi Pinanggih, Teknologi Pascapanen, Green House
PENERAPAN TEKNOLOGI PASCAPANEN MESIN HULLER KOPI SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PRODUKSI KOPI Solikhin Solikhin; Purnawan Adi Wicaksono
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2022.15893

Abstract

Salah satu hasil potensi alam Desa Kebondowo Banyubiru Semarang adalah kopi. Tanaman kopi di desa tersebut memiliki aroma aren. Jenis kopi yang dibudidayakan adalah kopi Robusta. Kopi robusta merupakan jenis kopi unggulan di daerah tersebut. Mitra usaha kopi yang berada di Desa Kebondowo salah satunya adalah Mitra Kopi Pinanggih. Kopi Pinanggih memproduksi jenis kopi Robusta yang lebih tahan terhadap hama dan memiliki aroma yang kuat serta pekat. Sebagai produk unggulan desa, mitra Kopi Pinanggih berusaha untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopinya. Hal yang perlu dilakukan adalah penanganan pascapanen, salah satunya penerapan teknologi pascapanen pada proses pengupasan kulit kopi dengan mesin huller kopi. Tujuannya adalah menerapkan teknologi pascapanen sebagai sarana peningkatan produksi kopi. Sedangkan metode yang diterapkan adalah pelatihan penanganan pascapanen dan pemberian hibah mesin huller kopi. Adapun hasil yang diperoleh adalah  terkadinya peningkatan produksi kopi hampir 100%, dapat memanfaatkan limbah kulit kopi secara pribadi, adanya pelayanan jasa pengupasan kulit kopi, serta pengurangan biaya operasional dan peningkatan penghasilan mitra.Kata kunci : Kopi Pinanggih, Teknologi Pascapanen, Huller Kopi
PENGOPTIMALAN PRODUKSI DANDANG DESA PASAREAN ADIWERNA TEGAL MELALUI MANAJEMEN INVENTORY Solikhin Solikhin; Sunarno Sunarno; Achmad Mujab M
Jurnal Pasopati Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.16616

Abstract

Salah satu usaha kerajinan logam yang berada di Desa Pasarean Kecamatan Adiwerna Kabuaten Tegal, yaitu UD Berkah Lestari adalah usaha yang bergerak di bidang kerajinan olahan logam, yakni Dandang. Permintaan akan produk Dandang di pasaran sangat besar. Produksi Dandang yang berlebihan akan menimbulkan penumpukan produk yang berakibat menurunkan kualitas barang sedangkan produksi Dandang yang sedikit akan tidak terpenuhinya permintaan pasar sehingga dapat kehilangan pelanggan.Permasalahan yang dihadapi oleh UD Berkah Lestari adalah bagaimana memanajemen inventory (persediaan) Dandang sehingga terjadi keseimbangan antara produksi dengan permintaan akan Dandang. Permintaan produk tetap terpenuhi dengan biaya yang dikelurkan seminimal mungkin sehingga dapat meningkatkan keuntungan.Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan masukan akan manajemen inventory suatu usaha dengan biaya operasional yang dikeluarkan seminimal mungkin dan keuntungan yang didapatkan semaksimal mungkin melalui seberapa besar produk optimal yang harus diproduksi.Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah mengelompokan masalah dalam aspek bidang yang kemudian dipilih berdasarkan prioritas permasalahan serta IPTEKS yang diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan prioritas. Manjemen inventory diterapkan pada persediaan akan produk dandang
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT MELALUI PENDAMPINGAN PRODUKSI USAHA KERUPUK DI DESA TUNTANG Kustopo Budiraharjo; Solikhin Solikhin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Pasopati Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.16528

Abstract

Kerupuk merupakan salah satu jenis makanan yang digemari masyarakat Indonesia. Dusun Gading, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang merupakan desa yang memiliki sejumlah UKM yang memproduksi kerupuk kedelai. Adanya home industry ini memberi dampak positif bagi pemerintah dengan membantu menekan tingginya persentase pengangguran. Namun UKM tersebut masih banyak mengalami kendala dalam mengembangkan usahanya, antara lain terbatasnya alat-alat untuk membantu sistem produksi serta kurangnya pemasaran. Tim Pengabdian PKUM bermitra dengan UKM desa setempat untuk dapat meningkatkan omset daerah melalui pendampingan dan pelatihan. Metode yang digunakan yaitu metode participatory action research (PAR). Target tahun ke-1 adalah peningkatan produktivitas dengan alat timbangan digital. Target tahun ke-2 adalah efisiensi produksi serta peningkatan produktivitas dengan penerapan alat pengukus adonan (steamer stainless). Target tahun ke-3 adalah efisiensi produksi serta peningkatan produktivitas dengan menerapkan mesin pengaduk adonan otomatis. Hasil yang dicapai adalah Kata kunci : kerupuk, produktivitas, teknologi tepat guna
Teknologi Tepat Guna Mesin Grinder Listrik Sebagai Sarana Peningkatan Produksi Kopi Pada UKM Kopi Pinanggih Solikhin Solikhin; Purnawan Adi Wicaksono; Ari Wibawa Budi Santoso
Jurnal Pasopati Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.18409

Abstract

Potensi hasil alam Dusun Jrakah, Kebondowo Banyubiru Semarang salah satunya adalah kopi jenis robusta. Kopi jenis ini banyak dibudidayakan oleh UKM Kopi Pinanggih. Ada beberapa tahapan dalam proses pengelolaan kopi dari mulai pascapanen hingga kopi siap dipasarkan, yaitu pemetikan buah kopi, rimbang air, penjemuran, pengupasan kulit kopi, sorting, roasting, grinding (penghalusan kopi), dan packing (pengemasan) kopi. Khususnya pada proses grinding, mitra UKM Kopi Pinanggih menggunakan jasa sewa dengan kecepatan produksi 12 kg/jam. Hal ini tentunya membutuhkan biaya sewa sehingga menambah beban operasional usaha disamping adanya biaya transportasi. Selain itu, kapasitas produksi kopi juga terbatas sesuai permintaan konsumen. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan teknologi tepat guna mesin grinder listrik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi kopi pada UKM Kopi Pinanggih dan mengurangi beban operasional usaha. Adapun metode yang diterapkan yaitu pemberian pelatihan teknologi tepat guna pada penanganan pascapanen kopi khususnya proses grinding dan hibah mesin grinder. Hasil yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan produksi kopi (grinding kopi) sebesar 66%, terjadi pengurangan biaya operasional usaha, dan membuka peluang jasa grinding kopi.Kata kunci : Kopi Pinanggih, Teknologi Tepat Guna, Mesin Grinder Kopi
Histomorphometry of the Duodenum of Ducks (Anas platyrhyncos) after Administration of Nanochitosan in Feed Sunarno Sunarno; Solikhin Solikhin; Kustopo Budiraharjo
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 13, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v13i3.32120

Abstract

Poultry farming business has several problems such as lack of availability on raw materials, expensive feed prices, and egg production that is not optimal. To overcome the problem of high feed prices and duck productivity, we need to add feed additives such as nanochitosan. Poultry farming business has several problems such as lack of availability on raw materials, expensive feed prices, and egg production that is not optimal. To overcome the problem of high feed prices and duck productivity, we need to add feed additives such as nanochitosan. This study aimed to analyze the effect of nanochithosan feed on the digestive function of the intestine tenue (duodenum) as indicated by histomorphometric changes in the duodenum of Tegal ducks (Anas platyrhyncos). Duodenal histomorphometry related to digestive function was measured, including changes in lumen diameter, villi height, epithelial cell thickness, and muscular layer thickness. This study used a completely randomized design consisting 5 treatments with 5 replications. The research treatments included P0 as control (basic feed without nanochitosan particle additives) and P1, P2, P3, and P4 (basic feed with the addition of nanochitosanwith the doses of 2.5; 5; 7.5; and 10 grams/kg feed respectively). The variables observed were lumen diameter, villi height, epithelial layer thickness, and duodenal muscle layer thickness. The research data were analyzed using the analysis of variance (ANOVA) with a 95% confidence level. The results showed that the addition of nanochitosan particles in the feed had a significant effect on the lumen diameter and thickness of the duodenal muscular layer (P0.05). Tegal ducks. The conclusion of this study is that nanochitosan feed additives with a concentration of 2.5-10% can improve digestive function and improve duodenal histomorphometry in the intestine tenue of Tegal ducks as indicated by an increase in lumen diameter, villi height, and the thickness of epithelial cell thickening, and muscular layer. The novelty from this study is the production and the used of nanochitosan as feed additive to repair histomorphometry of duodenum in intestine tenue of Tegal ducks. From this research, people gets benefit by knowing the use nanochitosan as feed additive to improve digestion performance and productivity of Tegal ducks.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN ROASTING KOPI PADA UKM KOPI PINANGGIH Solikhin Solikhin; Purnawan Adi Wicaksono; Ari Wibawa Budi Santoso
Jurnal Pasopati Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2023.19974

Abstract

Kopi robusta merupakan hasil potensi utama Desa Kebondowo Banyubiru Semarang. Salah satu pengusaha kopi di desa tersebut adalah UKM Kopi Pinanggih. UKM Kopi Pinanggih dalam memproduksi kopi setidaknya melakukan delapan proses tahapan, yaitu petik kopi, rimbang air, penjemuran/pengeringan, pengupasan kulit, sorting, roasting, grinding, dan packing. Fokus utama pada proses roasting kopi, yaitu proses pemanggangan (sangrai) biji kopi mentah (green bean) menjadi biji kopi matang (roasbean) dengan tujuan untuk menghasilkan cita rasa khas kopi. Pada proses roasting kopi, UKM Kopi Pinanggih menggunakan jasa sewa mesin roasting berkecepatan 3 Kg/ 15 menit dengan biaya sewa Rp 20.000/Kg green bean. Hal ini tentunya membutuhkan biaya sewa sehingga menambah beban operasional usaha disamping adanya biaya transportasi. Selain itu, kapasitas produksi kopi juga terbatas. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan teknologi tepat guna berupa mesin roasting kopi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi kopi pada UKM Kopi Pinanggih dan mengurangi beban operasional usaha. Adapun metode yang diterapkan yaitu pemberian pelatihan teknologi tepat guna pada penanganan pascapanen kopi khususnya pada tahapan roasting dan penerapan mesin roasting. Hasil yang diperoleh yaitu pemberian hibah mesin roasting kopi berkecepatan 1 Kg/10 menit, peningkatan produksi roasbean sebesar 33%,  pengurangan biaya operasional usaha sebesar 80%, dan membuka peluang jasa roasting kopi.Kata kunci : UKM Kopi Pinanggih, Teknologi Tepat Guna, Mesin Roasting Kopi
RUANG BARISAN KONVERGEN LACUNARY STATISTIK Haryadi - Haryadi; Solikhin - Solikhin
EPSILON: JURNAL MATEMATIKA MURNI DAN TERAPAN Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Mathematics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/epsilon.v17i2.10258

Abstract

In this paper, we use the concept of lacunary statistic convergence to construct a linear metric space and then examine its topological properties. We show that the space includes the space of bounded sequence and the space of strong summable Cesaro of order one. Furthermore, the linear metric space is an FK-space but has not AK property.
PM10 AIR QUALITY INDEX MODELING USING ARFIMA-GARCH METHOD: BUNDARAN HI AREA OF DKI JAKARTA PROVINCE Hariyanto, Susilo; Wibawa, Salsabila Gustia; Solikhin, Solikhin
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 18 No 4 (2024): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol18iss4pp2165-2180

Abstract

Air quality is an essential factor in urban life, and its’ assessment often relies on the concentration of measurable air pollution parameters. One critical parameter is Particulate Matter (PM), particularly PM10, which comprises solid or liquid particles dispersed in the air from various sources. One of the methods employed for predicting stock index prices is ARFIMA. ARFIMA is used to model long memory data characterized by a slowly decreasing Autocorrelation Function (ACF) plot (hyperbolic) or a difference value in the fractional from. This method is widely used due to its ability to handle nonstationarity issues in time series. However, the time series data often contain heteroskedasticity problems. Data with heteroscedasticity are then further addressed using the GARCH model, because it can model volatility changes occurring over longer periods and capture the persistence of volatility. The ARFIMA-GARCH model can explain long-memory patterns in time series data and address heteroscedasticity issues. The data are sourced from the Jakarta open data web, which is integrated with DLH DKI Jakarta Province. The aim of this research was to forecast the PM10 air quality index at the Bundaran HI Area in the Province of DKI Jakarta for the next 14 days, from January 1st to January 14th, 2021, using an ARFIMA model enhanced with GARCH. The analysis reveals that the best model is ARFIMA ([17], d, [1])-GARCH (1,1). Forecasting using this model resulted in a MAPE of 3.47%, indicating that the model is highly capable of forecasting several periods.