Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan konsumsi protein kasar terhadap total protein darah dan kandungan protein susu kambing Peranakan Ettawa (PE) Imelda Siska; Yoshi Lia Anggrayni
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i2.34392

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat berapa konsumsi protein kasar dari pakan, kadar protein dari darah dan kandungan protein dalam susu serta keeratan hubungan antara ketiganya. Penelitian telah dilakukan pada peternakan Kambing Peranakan Ettawa  PT. Boncah Utama Farm pada tanggal 1 November sampai dengan 15 Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jumlah 20 ekor kambing Peranakan Ettawa laktasi. Data konsumsi protein diambil setiap hari dari konsumsi pakan ternak. Analisis darah dan protein susu dilakukan tiga kali, yaitu awal penelitian, pertengahan dan akhir penelitian. Data yang didapat dianalisis secara deskriptif, hubungan keeratan model dengan korelasi dan persamaan hubungan dengan regresi. Peubah yang amati berupa konsumsi protein kasar, kadar protein darah, kandungan protein susu dan keterkaitan hubungan antara ketiganya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi protein kasar kambing PE adalah 239,16±0,32 g/ekor/hari, rata-rata kadar protein darah 7,03±0,42 g/dl, rata-rata protein susu kambing PE adalah 65,33±0,02 g/ekor/hari. Konsumsi protein pakan dengan kadar protein darah memiliki hubungan yang erat yaitu 0.792. Sedangkan hubungan Konsumsi protein pakan dengan produksi protein susu memiliki hubungan yang erat yaitu 0.788. Keterkaitan ketiganya menghasilkan Persamaan Y = 177.81 + 4.486X + 0.538X dengan nilai R 0.869 dan R kuadrat 0.756. Kata Kunci : Konsumsi protein kasar, total protein darah dan protein susu 
Body Condition Score (BCS), Tingkat Laktasi dan Hubungannya dengan Produksi Susu Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) Imelda Siska; Yoshi Lia Anggrayni1
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.30922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan BCS dan Tingkat Laktasi pada sapi perah terhadap produksi susu. Pelaksanaan penelitian ini pada tanggal  9 April sampai 8 Mei 2019. Penelitian ini menggunakan sapi perah sedang laktasi dengan jumlah 60 ekor sapi perah Peranakan Frisien Holstein (PFH). Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan untuk melihat hubungan menggunakan analisis regresi dan korelasi. Parameter yang diamati adalah BCS, produksi susu, hubungan antara BCS dengan Produksi Susu dan hubungan tingkat laktasi dengan produksi susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata BCS sapi perah di Koperasi Mersi adalah 2,64 ± 0,28 dan rata-rata produksi susu 12,62 ± 6,76 liter/ekor/hari. Hubungan BCS dengan Produksi susu menghasilkan Persamaan Y = 18.23 – 1.81 X dan nilai korelasi 0.42 dengan nilai keeratan sedang. Hubungan tingkat laktasi dan produksi susu menghasilkan persamaan Y = 1,70- 0,06X dan nilai korelasi 0,28 dengan kategori rendah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara BCS dan tingkat laktasi terhadap  produksi susu.
EVALUASI NUTRIEN PAKAN SAPI PERAH LAKTASI PRODUKSI SEDANG DI KOPERASI MERAPI SINGGALANG PADANG PANJANG SUMBAR Infitria Infitria; Imelda Siska; Yoshi L A
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v5i2.4491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien ransum sapi perah laktasi sedang di Koperasi Merapi Singglang, Padang Panjang, Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Merapi Singgalang Padang Panjang sumatera Barat dan Laboratorium Teknologi Industri Pakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas pada bulan Mei sampai Agustus 2019. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalahseluruh bahan pakan konsentrat yang diberikan pada ternak sapi perah laktasi. Metode yang digunakan adalah metode survey dan turun langsung kelapangan, analisis data dilakukan secara deskriptif.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kandungan nutrisi pakan ternak sapi perah yang terdapat di bawah naungan atau wadah Koperasi Merapi Singgalang Padang Panjang yaitu Bahan kering 81.77%, Protein kasar 6.86%, Lemak kasar 2.76%, serat kasar 25.25%, BETN 34.72% dan abu TDN 73.03%.Hasil kandungan nutrisi tersebut memperlihatkan bahwa rataan kandungan bahan pakan pada lima kelompok peternakan relatif beragam. Hal ini diduga karena perbedaan jenis dan kualitas pakan yang diberikan pada masing-masing peternak. Kesimpulan dari penelitian yang sudah dilaksanakan adalah bahwa kandungan nutrien konsentrat sapi perah laktasi sedang di Koperasi Merapi Singgalang termasuk kategori cukup baik.
KORELASI TINGKAT LAKTASI DAN UMUR TERNAK TERHADAP PRODUKSI SUSU SAPI PERAH DI KOPERASI MERAPI SINGGALANG KOTA Susanti Susanti; Imelda Siska; Yoshi Lia Anggrayni
STOCK Peternakan Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v3i1.607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat laktasi, umur ternak, produksi susu dan korelasi antara ketiganya. Penelitian dimulai pada tanggal 9 April 2018 sampai 8 Mei 2018 di Koperasi Merapi Singgalang Kota Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan data primer dan sekunder. Data primer didapatkan dari hasil pengamatan langsung dilapangan dan data sekunder didapatkan dari recording peternak dilapangan. Peubah yang diamati adalah tingkat laktasi, umur ternak dan produksi susu serta korelasi diantara ketiganya. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak produksi susu terdapat pada laktasi ke-3, produksi susu 19,63± 5,33 liter/ekor/hari dengan umur 4,88 ±0,15 tahun. Produksi susu terendah terdapat pada laktasi ke-1,produksi susu 10,41± 4,32 liter/ekor/hari dengan umur  2,86 ± 0,15 tahun. Korelasi tingkat laktasi dengan produksi susu Ý=1,698+0,058X dengan r=0,28, korelasi umur ternak dan produksi susu sapi perah adalah Ý=3,305+0,075X dengan r=0,36, korelasi Tingkat laktasi dan umur ternak terhadap produksi susu Ý=-9,77–9,579X1+10.886X2 dengan r=0,41. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi tingkat laktasi dan umur ternak terhadap produksi susu sebesar r=0,41 yang artinya ketiga aspek tersebut memiliki tingkat keeratan sedang
PENILAIAN ASPEK TEKNIS SAPI PERAH DI KOPERASI MERAPI SINGGALANG KOTA PADANG PANJANG SUMATERA BARAT Ririn Lestari; Yoshi Lia Anggrayni; Imelda Siska
STOCK Peternakan Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v3i2.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian aspek teknis sapi perah di Koperasi Merapi Singgalang Kota Padang Panjang Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan dimulai pada tanggal 09 April 2018 sampai tanggal 08 Mei 2018 bertempat di Koperasi Merapi Singgalang Kota Padang Panjang Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei dan wawancara langsung pada peternak. Peubah yang diamati adalah aspek bibit dan reproduksi, aspek pakan dan air minum, aspek sistem pengelolaan, aspek kandang dan peralatan, aspek kesehatan ternak dan aspek kesejahteraan ternak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian aspek teknis bibit dan reproduksi sebesar 3,86, aspek pakan dan air minum 3,83, aspek sistem pengelolaan 3,44, aspek kandang dan peralatan 3,79, aspek kesehatan ternak 3,61 dan aspek kesejahteraan ternak 3,93. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penilaian aspek teknis sapi perah di Koperasi Merapi Singgalang Kota Padang Panjang Sumatera Barat adalah 3,74 yang dikategorikan dalam kategori sangat baik
ANALISIS POTENSI WILAYAH SEBAGAI DAERAH PENGEMBANGAN SAPI POTONG DI KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI RIAU Imelda Siska; Yoshi Lia Anggrayni; Mahrani Mahrani
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.10146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan populasi sapi potong dan potensi wilayah sebagai daerah pengembangan sapi potong di Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan November 2022 di Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling, dengan teknik pengambilan sampel dengan metode Slovin. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kepadatan ekonomi, kepadatan usahatani, dan kepadatan wilayah. Analisis data menggunakan analisis kepadatan ternak dan metode Location Quotiens (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepadatan ekonomi di Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi sebesar 6.87 dengan kategori jarang, nilai kepadatan usaha tani dan nilai kepadatan wilayah 0.22 dengan kategori jarang. Sedangkan nilai LQ sebesar 1.319 dengan kategori basis yang artinya daerah Kecamatan Kuantan Tenag merupakan daerah basis untuk pengembangan usaha ternak sapi potong.
PEMANFAATAN UBI JALAR DALAM PEMBUATAN BAKSO PELANGI Imelda Siska; Yoshi Lia Anggrayni; Dihan Kurnia; Pajri Anwar; Jiyanto Jiyanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v2i1.1006

Abstract

This event is aimed to provide knowledge to community members of Tanjung Medang village about the technology of processing livestock products and to provide knowledge about one of livestock product management thoroughly to the quality of being kind. This event has been in the Tanjung Medang village hall, Kuantan Singingi district, Riau. The result of this event is increase in knowledge and skill the community, and intertwining cooperation state of the lecturers, students and citizens in developing technology especially a field of agriculture and livestock in particular. Expected the event will be the establishment of cooperation are continuing between universities and community.
PENERAPAN PROGRAM VAKSINASI PENYAKIT MULUT KUKU (PMK) DI DESA SIKAKAK DALAM PENCAPAIN PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG RAKYAT Pajri Anwar; Jiyanto Jiyanto; Mahrani Mahrani; Yoshi Lia A; Infitria Infitria; Imelda Siska
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i1.2697

Abstract

Tujuan PKM Program Studi Peternakan adalah untuk membangunan program kemitraan masyarakat Kelompok tani ternak di Kuantan Singingi. Program awal telah di laksanakan di desa pulau padang tentang aspek teknis pemahaman peternak terhadap reproduksi ternak. Hasil pengabdian kepada masyarakat dari Tanya jawab aspek teknis reproduksi ternak sapi potong di desa pulau padang muara lembu 100% masyarakat tidak memahami tentang tekni reproduksi. Solusi yang ditawarkan adalah membina kembali dan menerapkan praktek langsung, menyedikaan pelalatan dan bahan mendukung pelaksanaan program. Diharapkan tujuan ini berfungsi sebagai peningkatan angka kebuntingan dan kelahiran dalam penambahan populasi ternak kelompok. Tahap kedua adalah aspek teknis kesehatan ternak, salah satunya penerapan program vaksinasi dalam pencapaian kesehatan ternak. Sosialisasi program PKM ini di laksanakn di desa sikakak. Data disampaikan secara deskriptif dengan menampilkan persentase variabel yang diukur. Hasil pengabdian kepada masyarakat tahap Pertama dari tanya jawab aspek teknis reproduksi ternak sapi potong di desa pulau padang muara lembu 100% masyarakat tidak memahami tentang tekni reproduksi. Hasil pengabdian kepada masyarakat tahap Kedua tentang penerapan aspek teknik kesehatan ternak dilakakun didesa sikaka, sebanyak 100 dosis PMK sudah divaksinasikan keternak masyarakat, selanjutnya diberikan penyuluhan intesif tentang karakteristik penyakit PMK pada ternak. Peserta penyuluhan di hadiri seluru peternakan yang berada di desa sikakak. Hasil penyuluhan dari PKM memberikan pemahan kepada peternak bahwa kesehatan dan vaksina PKM perlu di lakukan dalam pengembangan ternak.
Pelatihan Pembuatan Mesin Tetas Bagi Peternak Ayam Dan Itik Di Desa Sikakak Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi jiyanto jiyanto; Pajri Anwar; Infitria Infitria; Imelda Siska; Yoshi Lia Anggrayni
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.863 KB) | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i1.1406

Abstract

Tujuan program PKM yaitu pelatihan pembuatan mesin tetas, diharapakan mampu membuka pola fikir masyarakat untuk pembuatan breeding poultry. Memudahkan masyarakat melakukan penetasan telur ayam dan itik segingga menjadi lebih efesien, efektif dan ekonomis. Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan 15 Oktober 2019 di Kelompok Ternak Harapan jaya Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti. Metode pelaksaan program PKM yang dilaksanakan yaitu dalam bentuk penyuluhan, pelatihan teknik pembuatan mesin tetas yang dirancang outomatis, efektif dan efesien. Mesin tetas dirancang dirakit sendiri sehingga peternak dapat menentukan berapa jumlah telur yang akan ditetaskan dalam satu kali periode. Mesin tetas dikelompok ternak harapan jaya dapat menetaskan telur 100 butir dengan keberhasilan 75 %. 25% yang tidak menetas kemungkinan karena tidak semua telur yang dimasukan dalam mesin tetas fertile. Desa sikakak berpotensi besar untuk mengembangkan pembibitan itik. Antusias kelompok dapat dilihat dari semangat gotong royong dalam pembuatan mesin tetas dan banyaknya peserta yang hadir pada kegiatan PKM. Banyaknya batang sagu, limbah pertanian seperti dedak dan ampas tahu dapat menunjang sebagai sumber pakan ternak. Lahan kosong tidak berdaya guna dapat ditanami jagung untuk dijadikan sebagai bahan pakan ternak. Progdi peternakan telah melakukan transfer ilmu, teknologi, sasialisasi, pelatihan dan pembinaan yang di butuhkan oleh masyarakat telompok ternak harapan jaya.
PRODUKSI TERNAK ITIK DAN PERSENTASE PENGGUNAAN BAHAN PAKAN DALAM RANSUM ITIK DI DESA SIKAKAK KECAMATAN CERENTI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Pajri Anwar; Jiyanto Jiyanto; Infitria Infitria; Imelda Siska; Yoshi Lia Anggraini
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.395 KB) | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1681

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat di adakan di Desa Sikakak Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak dalam mengelola ternak itik. Di Desa Sikakak mayoritas masyarakat memelihara itik, namun ternak itik yang dipelihara rata-rata terkendala dengan pakan dan kurangnya inovasi peternak dalam mengelola usaha peternakan tersebut. Desa sikakak merupakan salah satu desa yang banyak menghasilkan sagu namun sagu ini belum dimanfaatkan sebagai pakan itik. Maka dari itu perlu adanya sebuah teknologi inovasi yang dapat memanfaatkan potensi lokal sebagai pakan ternak yang murah dan berkulitas sehingga peternak tidak terkendala dengan harga bahan baku pakan yang mahal dipasaran. Untuk menekan biaya produksi, peternak dapat melakukan penetasan sendiri dengan menggunakan mesin tetas. Sehingga peternak tidak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi untuk pengadaan bibit itik yang akan dipelihara. Metode yang digunakan dalah persentasi dan praktek operasional mesin tetas serta pengolahan dan persentase penggunaan sagu dan dedak dalam ransum. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan peningkatan pengetahaun peternak dan adanya keinginan mengaplikasikan materi yang di dapat dalam usaha tenak itik.