Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGALAMAN SALES PROMOTION “BE BOB SHOES” DALAM MENCAPAI TARGET PENJUALAN noverio, dillyan; Anam Miftakhul Huda
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.68304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman kerja sales promotion BEBOB SHOES dalam mencapai target penjualan di SOGO Pakuwon Mall Surabaya. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi fenomenologi. Metodepengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai 4 informan yang terdiri dari salespromotion BEBOB SHOES di SOGO Pakuwon Mall Surabaya. Hasil penelitian inimenunjukan pengalaman para sales promotion dalam melakukan penjualan untuk mencapaitarget penjualan mereka. Pola penjualan yang digunakan antara lain mengenak khalayak atautarget pasar, mengenal konsumen,interaksi sosial dengan konsumen serta Perusahaan.Pengalaman berjualan yang digunakan telah mengembangkan serta menarik minat para Wanitaremaja hingga dewasa untuk tertarik melakukan transaksi jual beli. Hal ini ditunjukan denganpengembangan kegiatan jual beli serta interaksi dengan calon pembeli sehingga bisa mencapaitarget penjualan yang sudah ditentukan disetiap bulannya di SOGO Pakuwon Mall Surabaya.
Komunikasi Barista dalam Menciptakan Kepuasan Pelanggan (Studi Fenomenologi pada Barista Thirty3Brew Surabaya) Mella Anggun Pradana; Anam Miftakhul Huda
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.71507

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya komunikasi dalam sektor bisnis terutama dalam pelayanan, terutama dalam menumbuhkan pengalaman pelanggan yang memuaskan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana komunikasi barista dengan konsumen dengan berdasar pada teori interaksi simbolik dan teori kepuasan pelanggan Philip Kotler.  Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, in-depth interview dan tambahan informasi melalui kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan dari sisi barista bahwa berjalannya komunikasi verbal dan non-verbal menghasilkan sifat empati dari barista kepada konsumen yang menimbulkan suasana nyaman ketika berinteraksi. Sedangkan dari perspektif pelanggan, komunikasi yang baik dari para barista menimbulkan kesan baik dari para pelanggan ketika berada di tempat maupun setelah meninggalkan tempat. Jadi, komunikasi antar pelanggan dan barista café Thirty3Brew Surabaya sesuai dengan teori interaksi simbolik dan teori kepuasan pelanggan Philip Kotler, sehingga pelanggan dan barista sama-sama merasa nyaman ketika berkomunikasi.
Strategi Brand EngagementPerusahaan Ternaknesia Lewat Instagram Annisa Farihatul Hilda; Anam Miftakhul Huda
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.71724

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konten yang disajikan berkembang sesuai dengan tren yang sedang dibahas, selalu up to date dengan berita dan isu peternakan yang terjadi di dunia untuk memperbaharui pengetahuan para pengikut dan peternakan yang dibina oleh perusahaan. Hubungan yang tercipta dengan brand engagement juga berpengaruh pada beberapa aktivitas yang akan dilakukan oleh perusahaan, seperti mempengaruhi customer experience atau customer service. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Ternaknesia dalam membangun brand engagement untuk akun Instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menyampaikan bahwa efektivitas strategi brand engagement ternaknesia berhasil memanfaatkan Instagram sebagai platform utama untuk meningkatkan engagement audiens melalui konten yang edukatif, interaktif, dan menarik secara visual. Strategi ini telah membangun kepercayaan audiens sekaligus memperkuat posisi Ternaknesia sebagai startup agritech inovatif yang mengedepankan transparansi dan edukasi. Keuntungan dari strategi digital ditambah dengan penggunaan media sosial, analisis data, dan survei telah membantu perusahaan lebih memahami karakteristik audiens mereka. Hal ini memungkinkan Ternaknesia untuk menyusun konten yang sesuai dengan preferensi target pasar utamanya, yaitu generasi milenial dan investor muda. Tantangannya adalah strategi yang diterapkan relevan dan terstruktur, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dalam engagement, terutama karena minat audiens yang sangat beragam. Selain itu, ada kebutuhan untuk lebih mengoptimalkan penyampaian pesan yang dipersonalisasi dan relevan untuk menjaga loyalitas audiens
Implementasi Komunikasi Pemasaran Terpadu English Madany dalam Upaya Meningkatkan Penjualan Kelas Online Achmadi Yudha Pratama; Anam Miftakhul Huda
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.71850

Abstract

Penelitian menganalisis implementasi komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC) yang dilakukan oleh English Madany dalam meningkatkan penjualan kelas online. Strategi IMC yang diterapkan meliputi advertising, sales promotion, direct marketing, public relations, dan personal selling. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advertising menjadi elemen utama dalam mendorong closing, sementara promosi personal dan komunikasi langsung memperkuat hubungan dengan audiens. Public relations dan aktivitas sosial turut membangun citra positif lembaga. Keberhasilan strategi ini didukung oleh penerapan STP (Segmenting, Targeting, Positioning) yang tepat, serta membuka peluang pengembangan seperti program korporat, komunitas alumni, dan produk digital mandiri. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi strategi pemasaran digital yang berbasis data dalam industri pendidikan daring.
PENGARUH KEY OPINION LEADER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MAKANAN DI TULUNGAGUNG (STUDI SURVEI PADA FOLLOWERS INSTAGRAM @TULUNGAGUNGFOODHUNTER) Iqbal Nafis Musyaffa; Anam Miftakhul Huda
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial kini menjadi bagian penting dalam strategi promosi, termasuk dalam bidang kuliner. Salah satu cara yang banyak digunakan adalah melalui peran Key Opinion Leader (KOL), yaitu individu yang dipercaya dan berpengaruh dalam menyampaikan informasi kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah akun Instagram @tulungagungfoodhunter sebagai KOL berpengaruh terhadap keputusan pembelian makanan oleh masyarakat di Kabupaten Tulungagung. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan survei terhadap 400 responden yang pernah melihat atau mengikuti konten dari akun tersebut. Teknik analisis yang digunakan meliputi Regresi Linier Sederhana, Uji T, Korelasi Pearson, dan Koefisien Determinasi. Hasilnya menunjukkan bahwa akun KOL tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan koefisien regresi sebesar 0,830 dan signifikansi 0,000. Sebanyak 57,8% keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel KOL. Keempat indikator dalam teori VisCAP, yaitu visibility, credibility, attraction, dan power, terbukti berperan dalam membentuk pengaruh akun terhadap audiens. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa akun @tulungagungfoodhunter memiliki pengaruh nyata dalam mendorong keputusan pembelian, terutama karena kedekatannya dengan audiens lokal serta kekuatan konten visual dan naratif yang disajikan secara konsisten.
REPRESENTASI KESEHATAN MENTAL PENGGUNA NARKOBA DALAM FILM PENDEK “THE COOK” (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Otniel Kawengian; Anam Miftakhul Huda
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.71983

Abstract

Penelitian ini berjudul “Representasi Kesehatan Mental Pengguna Narkoba dalam Film Pendek “THE COOK” (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesehatan mental pengguna narkoba direpresentasikan dalam film pendek "The Cook" melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis tanda berupa ikon, indeks, dan simbol dalam narasi serta visual film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "The Cook" merepresentasikan kesehatan mental pengguna narkoba melalui simbolisasi emosi negatif seperti kecemasan, delusi, trauma, dan kesepian. Representasi tersebut diperkuat dengan gestur, ekspresi, serta efek sinematik yang menekankan keterasingan tokoh. Dalam perspektif Stuart Hall, makna yang dibentuk tidak netral dan memengaruhi pandangan penonton terhadap pengguna narkoba. Film ini menyampaikan isu kesehatan mental secara implisit namun kuat secara visual dan naratif.  
Strategi Komunikasi Interpersonal Shadow Teacher Dalam Meningkatkan Kemampuan Bina Diri Siswa Tunagrahita di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo Chafifah Hanum; Anam Miftakhul Huda
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal yang digunakan shadow teacher dalam meningkatkan kemampuan bina diri siswa tunagrahita di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Shadow teacher berperan penting sebagai pendamping khusus dalam proses belajar siswa berkebutuhan khusus, terutama dalam membantu siswa tunagrahita agar lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shadow teacher menerapkan beberapa strategi komunikasi interpersonal, antara lain komunikasi verbal yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, komunikasi nonverbal seperti gestur dan ekspresi wajah, serta pendekatan personal yang penuh empati dan kesabaran. Selain itu, penggunaan media visual dan pemberian pujian sebagai bentuk motivasi juga menjadi bagian dari strategi yang efektif. Hambatan komunikasi yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman siswa dan kondisi emosional yang tidak stabil, namun dapat diatasi melalui pendekatan yang konsisten dan kolaborasi dengan guru serta orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang tepat dari shadow teacher sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan bina diri siswa tunagrahita. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan inklusi di tingkat sekolah dasar.
Pengaruh Terpaan Pesan Kode Promo GrabFood terhadap Loyalitas Pelanggan pada Mahasiswa Kota Surabaya Nadia Putri; Anam Miftakhul Huda
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2020): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v7i2.2174

Abstract

Persaingan bisnis tranportasi berbasis online semakin berkembang di Indonesia sehingga perusahaan harus memperhatikan strategi komunikasi pemasarannya agar tidak kalah bersaing dengan kompetitor. Pentingnya mempertahankan loyalitas pelanggan bagi sebuah perusahaan akan meningkatkan keuntungan 25% hingga 58%. Perusahaan transportasi online Grab yang telah berkembang di Indonesia sejak tahun 2014 menjadi objek yang akan diteliti pada penelitian ini. Grab telah mengembangkan bisnisnya di seluruh wilayah Indonesia hingga saat ini menjadi aplikasi transportasi online kedua yang memiliki pengguna terbanyak setelah Gojek. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pesan kode promo yang dilakukan oleh Grab melalui terpaan medianya terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif eksplanatif untuk menguji variabel terpaan pesan kode promo dan loyalitas pelanggan. Peneliti menggunakan populasi mahasiswa kota Surabaya sebanyak 272.846 orang dengan teknik pengambilan sampel berupa non probability sampling untuk mengambil data sebanyak 348 responden. Metode yang digunakan adalah survey maka penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online berupa Google Form yang diukur dengan skala Likert. Pengembangan instrumen dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas dengan 30 responden untuk menguji kelayakan instrumen untuk penelitian. Dalam menganalisis data penelitian untuk menguji hipotesis penelitian bahwa terdapat pengaruh positif terpaan pesan kode promo Grab terhadap loyalitas pelanggan maka teknik analisis yang dilakukan adalah uji korelasi Spearman Rank. Ditemukan koefisien korelasinya adalah 0,54 yang termasuk kategori hubungan yang sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi pelanggan dalam membaca pesan kode promo GrabFood adalah rendah, intensitas pelanggan dalam memahami informasi adalah tinggi, dan frekuensi pelanggan dalam menerima informasi dan membuka aplikasi adalah tinggi. Koefisien korelasi dilakukan pengujian signifikansinya dengan uji t dan uji z menghasilkan pengaruh yang positif dan signifikan. Penelitian ini menghasilkan hipotesis penelitian diterima bahwa terdapat pengaruh positif terpaan pesan kode promo Grab terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan nilai koefisien determinasi yang ditemukan adalah 0,30 maka disimpulkan bahwa 30% loyalitas pelanggan dipengaruhi oleh terpaan pesan kode promo Grab dan 70% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
PENGUATAN EDUPRENEURSHIP PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 49 SURABAYA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA SOCIETY 5.0 Fitri Ilmilia Fuada; Ayunda Mahdalena Putri; Komang Raditya Adhistyananda; Raden Roro Nanik Setyowati; Siti Maizul Habibah; Anam Miftakhul Huda
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52008

Abstract

The Society 5.0 era requires educational institutions to produce students who are adaptive, creative, innovative, and capable of solving complex problems in response to technological advancement and societal needs. One approach that can support this goal is edupreneurship, which integrates entrepreneurial values into educational processes through contextual and meaningful learning experiences. This study aims to analyze the actualization of edupreneurship, school strategies in strengthening its implementation, and the challenges encountered at SMP Negeri 49 Surabaya. This research employed a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed thematically. The findings reveal that the Kokurikuler Jawara 49 (Jajanan Wirausaha 49) program and waste-processing activities into creative products successfully foster students’ independence, self-confidence, responsibility, environmental awareness, and creative and innovative thinking skills. Teachers play significant roles as facilitators, motivators, and mentors in supporting experiential learning activities. Furthermore, the utilization of local resources in entrepreneurial projects provides authentic learning experiences that enhance students’ twenty-first-century competencies. Despite these achievements, several challenges remain, including low self-confidence among some students, disparities in digital literacy, and limitations related to facilities, time allocation, and continuous guidance. The study concludes that project-based and experiential edupreneurship is an effective strategy for preparing students to face the challenges of the Society 5.0 era. The implementation of such programs contributes not only to entrepreneurial competence but also to character development and social responsibility. These findings offer practical implications for schools seeking to strengthen entrepreneurship education and create sustainable learning environments that support the development of future-ready generations.