Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG MANFAAT MENGKONSUMSI TELUR REBUS AYAM RAS TERHADAP PENINGKATAN HAEMOGLOBIN IBU HAMIL Tetty Junita Purba; Husna Sari; Marlen Sadrina Sitepu; Erlina Hayati; Stefani Anastasya Sitepu; Nurmala Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a condition that occurs naturally in obtaining offspring, which physiologically occurs in the mother's womb. The pregnancy process will definitely have a big impact on the pregnant woman's body. The hematological system is one of these changes. The impact of these changes often results in anemia during pregnancy. In developing countries, around 30% of the population experiences anemia. Apart from medicines that can prevent anemia, consuming boiled eggs is also an effort to reduce the incidence of anemia in pregnant women. This is because the ingredients contained in purebred chicken eggs include various vitamins and minerals, including vitamin A, riboflavin, folic acid, vitamins B6, B12, choline, iron, calcium and phosphorus. This outreach activity was carried out with the aim of providing information about the benefits of purebred chicken eggs in terms of increasing hemoglobin in pregnant women.
Pengaruh Kombinasi Mindfulnes Breathing And Guided Imagery Terhadap Penurunan Kecemasan Emosi Negatif Pada Ibu Post Sectio Caesarea Purba, Tetty Junita; Ariani, Peny; Pasaribu, Sumihar; Sitorus, Friska Ernita; Sembiring, Alprindo
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12206

Abstract

Abstrak- Sectio caesarea merupakan prosedur bedah mayor yang sering menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan dan emosi negatif pada ibu postpartum. Kondisi ini dapat mengganggu pemulihan, menghambat ikatan ibu dan bayi, serta meningkatkan risiko depresi postpartum. Intervensi non-farmakologis seperti mindfulness breathing dan guided imagery dipandang efektif dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan regulasi emosi, namun penelitian mengenai kombinasi keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi mindfulness breathing dan guided imagery terhadap penurunan kecemasan dan emosi negatif pada ibu post-sectio caesarea. Penelitian menggunakan desain pre–post test without control group dengan jumlah responden sebanyak 49 orang ibu post-sectio caesarea yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale-Anxiety (HADS-A) untuk mengukur kecemasan dan Positive and Negative Affect Schedule-Negative Affect (PANAS-NA) untuk mengukur emosi negatif. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji paired t-test.Rata-rata skor kecemasan menurun dari 11,18 (SD = 3,68) menjadi 6,90 (SD = 4,34), sedangkan rata-rata skor emosi negatif menurun dari 29,96 (SD = 5,55) menjadi 23,73 (SD = 5,88). Uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kecemasan (t(48) = 7,95; p < 0,001) dan emosi negatif (t(48) = 8,42; p < 0,001). Kombinasi mindfulness breathing dan guided imagery terbukti efektif menurunkan kecemasan dan emosi negatif pada ibu post-sectio caesarea. Intervensi ini sederhana, mudah diterapkan, minim efek samping, dan dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan maternitas sebagai upaya mendukung pemulihan psikologis ibu postpartum
EDUKASI PEMERIKSAAN RUTIN GULA DARAH BAGI PASIEN PROLANIS DI PUSKESMAS BIRU-BIRU Irwandi; Tetty Junita Purba; Johannes Sembiring; Alprindo Sembiring Meliala; Jilli Charissa
Pengabdian Deli Sumatera Vol 4 No 1 (2025): Artikel Pengabdian Juli 2025
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan penanganan komprehensif, terutama pada pasien dengan risiko tinggi komplikasi. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui pemantauan rutin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kegiatan edukasi pemeriksaan gula darah rutin pada pasien Prolanis di Puskesmas Biru-Biru. Metode: Kegiatan dilakukan secara proaktif melalui penyuluhan kelompok, pelatihan penggunaan alat pengukur gula darah, dan pendampingan pemeriksaan berkala. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap pengetahuan pasien. Hasil: Edukasi meningkatkan pemahaman pasien tentang pentingnya pemeriksaan rutin. Sebelum kegiatan, sebagian pasien belum memahami jadwal dan manfaat pemeriksaan gula darah. Setelah kegiatan, mayoritas pasien menunjukkan peningkatan kesadaran dan kesediaan melakukan pemeriksaan secara teratur. Kesimpulan: Edukasi pemeriksaan rutin gula darah efektif meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien Prolanis. Kegiatan ini dapat menjadi model untuk pengelolaan pasien kronis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Family support as a predictor of breastfeeding self-efficacy among postpartum mothers Purba, Tetty Junita; Peny Ariani; Mutiara Dwi Yanti; Putri Ayu Yessy Ariescha; Friska Ernita Sitorus; Jekson Martiar Siahaan
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v6i1.665

Abstract

While family support is widely acknowledged as a critical determinant of breastfeeding self-efficacy, research on its independent predictive effect remains sparse. This limitation is particularly pronounced among postpartum mothers in Indonesia, where context-specific evidence is currently insufficient. This study aimed to analyze the relationships and effects of family support, educational level, and parity status on postpartum mothers' breastfeeding self-efficacy. A multicenter cross-sectional study was conducted among 180 postpartum mothers recruited from nine primary health centers across urban, semi-urban, and rural areas using purposive sampling. Family support was measured using a Friedman-based questionnaire, and breastfeeding self-efficacy was assessed using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF). Spearman correlation and multiple linear regression were performed. Family support showed a moderate positive correlation with breastfeeding self-efficacy (rs = 0.559, p < 0.01). In multivariate analysis, family support remained the strongest predictor of breastfeeding self-efficacy (β = 0.509, p < 0.01), followed by parity (β = 0.255, p < 0.001), whereas maternal education was not statistically significant. Family support is the primary determinant of breastfeeding self-efficacy among postpartum mothers. Interventions to improve breastfeeding outcomes should integrate family-centered support strategies, particularly for first-time mothers.