Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Education on the Nutritional Value and Diversification of Processed Products of Marus Tubers (Garut) in Kelebuh Village, Central Lombok Ahmad Hardyan Isnaini; Auliya Supiani; Devia Rizki; Abdul Syafiq Syawal; Nur Nayna Ningsih; Novi Rahmawati; Chantika Nur Azizah; Rian; Indra Sopiandi; Kartika Indah Lestari; Nihla Farida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Tropis Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65622/jpmti.v2i1.227

Abstract

Kelebuh Village has abundant local food resource potential in the form of arrowroot tubers (marus), but its utilization is still limited to traditional processing, resulting in low economic value and short shelf life. This community service activity aims to provide comprehensive education regarding the nutritional value of arrowroot as a functional food and introduce flour processing technology and its product diversification. The implementation method was carried out through four main stages: preparation, nutritional counseling by Batunyala Health Center experts, education on flour processing technology, and organoleptic testing of innovative products. The results of the activity showed that through nutritional counseling, the community successfully increased literacy regarding the benefits of dietary fiber and the low glycemic index of arrowroot for digestive health and prevention of degenerative diseases. During the technology education stage, the community mastered the technical skills of transforming fresh tubers into flour through slicing, hygienic drying, and milling processes to extend the shelf life of the raw material. Diversified products in the form of Marus Brownies and Marus Porridge received positive responses through organoleptic tests, with an acceptance rate of 95% in the taste aspect. This activity is expected to encourage food independence and become a pioneer for culinary businesses based on local wisdom in Kelebuh Village.
Pelatihan dan Pendampingan tentang Budidaya Kakao secara Intensif di Dusun Lendang Mamben, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB I Ketut Ngawit; Nihla Farida; Wayan Wangiyana
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.242

Abstract

Penyebab rendahnya produktivitas kakao di dusun Lendang Mamben, desa Anyar, Bayan, Lombok Utara, adalah: Keadaan kebun sanitasi buruk, kurang terawat dan rata-rata umur tanaman sudah tua. Selain itu pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kakao masih rendah. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu: perawatan kebun intensif, melakukan pemangkasan tanaman dengan motto: sering, sedikit, dan simple, pengendalian organisme pengganggu tanaman terpadu, aplikasi pupuk organik dan peremajaan tanaman dengan sistem poliklon. Sehubungan dengan masalah tersebut, maka dilaksanakan program pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola tanaman kakao secara intensif. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani peserta mengelola tanaman kakao meningkat, terbukti dari tingkat partisipasi dan antusiasmenya yang semula rendah setelah mengikuti pelatihan dapat ditingkatkan menjadi tinggi. Pengelolaan perkebunan kakao dengan aplikasi tindak agronomi secara intensif memberikan hasil total jumlah buah gelondong per pohon signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perkebunan kakao yang dirawat seadanya dan yang tidak dirawat serta dengan sistem budidaya monoklon.