Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERENCANAAN ULANG SALURAN DRAINASE DENGAN SISTEM ECODRAINAGE PADA KELURAHAN GUNUNG GEDANGAN KECAMATAN MAGERSARI KOTA MOJOKERTO May Yosseva Putri Yana; Mona Shinta Safitri; Utami Retno Pudjowati
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9718

Abstract

Perkembangan pesat kawasan Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, akibat peningkatan kebutuhan perumahan dan infrastruktur menyebabkan perubahan tata guna lahan yang berdampak pada meningkatnya limpasan air hujan serta menurunnya kapasitas sistem drainase eksisting. Kondisi topografi yang relatif datar juga menjadikan wilayah ini rentan terhadap genangan dan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi saluran drainase eksisting serta merencanakan ulang sistem drainase berbasis ecodrainage melalui penerapan sumur resapan dan kolam retensi. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi dengan distribusi Gumbel dan Log Pearson Tipe III, serta uji kesesuaian Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov dengan kala ulang 10 tahun. Data yang digunakan berupa data curah hujan, peta topografi, hasil survei lapangan, serta Harga Satuan Pekerjaan Kota Mojokerto tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar saluran drainase eksisting tidak mampu menampung debit banjir rancangan sehingga berpotensi menimbulkan genangan. Perencanaan ulang dilakukan dengan memperbesar dimensi saluran serta menambahkan 42 sumur resapan dengan kedalaman 3 meter dan kolam retensi berukuran 20 × 20 meter. Curah hujan rancangan diperoleh sebesar 78,055 mm/hari. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem drainase berbasis ecodrainage diperkirakan sebesar Rp 2.420.169.504. Dengan penerapan sistem ini, kapasitas drainase diharapkan mampu mengurangi potensi genangan dan meningkatkan kinerja sistem pengelolaan air di wilayah penelitian.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH HIP-PAM DI KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG MENGGUNAKAN SOFT WARE WATERCAD Zacky Farchan Zulfando; Mona Shinta Safitri; Medi Efendi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i2.9882

Abstract

Kecamatan sukun merupakan kawasan perkotaan yang memiliki luas 25,66 km2 dengan jumlah penduduk 196.300 jiwa. penulisan skripsi ini ditujukan untuk menghitunga jumlah proyeksi penduduk tahun 2038 dikecamatan sukun, menghitung kebutuhan air pada wilayah perencanaan, membuat desain jaringan, mensimulasikan hasil perhitungan pada software watercadv8i, dan juga menghitung rencana anggaran biaya. wilayah perencanaannya yaitu pada kelurahan sukun, bandungrejosari, tanjungrejo, karangbesuki, ciptomulyo, kebonsari, dan gadang. Data yang diperlukan yaitu data jumlah penduduk pada 10 tahun terakhir, data debit sumber air tanah, data peta topografi. data analisa harga satuan pekerjaan. Untuk hasil akan diolah secara manual dengan menggunakan software microsoft excel dan dilanjutkan untuk simulasi menggunakan software watercad. Hasil dari perhitungan menunjukan pada tahun 2038 jumlah penduduk dikecamatan sukun mencapai 231.514 jiwa. Debit yang dibutuhkan pada sumber Hippam Tirta sumber sebesar 4,09 lt/dt pada pipa transmisi dan 5,57 lt/dt pada pipa distribusi, Hippam Tirta Anugrah sebesar 3,81 lt/dt pada pipa transmisi dan 5,2 lt/dt pada pipa distribusi, Hippam Karang Besuki sebesar 3,06 lt/dt pada pipa transmisi dan 4,17 lt/dt pada pipa distribusi, Hippam Kebonsari sebesar 3,32 lt/dt pada pipa transmisi dan 4,54 lt/dt pada pipa distribusi. Hasil ukuran dimensi memakai pipa ukuran 3 inch, 2 inch, 1 ½ inch,1 ¼ inch, dan 1 inch. Pada dimensi 3 inch dibutuhkan sepanjang 4929,19 m, dimensi 2 inch sepanjang 6284,80 m, dimensi 1 ½ inch sepanjang 1414,17 m, dimensi 1 ¼ inch sepanjang 2085,38 m, dimensi 1 inch sepanjang 957,92 m. Simulai hasil pada watercadv8i menunjukan bahwa tekanan pada pipa masih kurang, untuk solusinya menambahkan pompa tekan pada setiap sumber sampai hasilnya cukup .Total rencana anggaran biaya (RAB) pada 4 jaringan distribusi HIPPAM pada wilayah yang berbeda yaitu sebesar Rp. 7.280.000.000,00 (Tujuh Miliar Dua Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah).
Perencanaan Anggaran Biaya Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Perumahan Aloha ke Jl. Raya S. Parman Sidoarjo Devi Zettyara; Mona Shinta Safitri
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i8.8562

Abstract

Access to clean water is an important indicator of community quality of life. This research aims to analyze budget planning for clean water distribution network systems from Aloha Housing to Jl. Raya S. Parman Sidoarjo in supporting Umbulan Regional SPAM operations. The research methodology uses a descriptive quantitative approach with Work Unit Price Analysis (AHSP) based on Sidoarjo Regency HSPK and current material price references. Primary data was obtained through field surveys and measurement of existing conditions, while secondary data included planning drawings and technical specifications. The results showed a total Budget Plan (RAB) of IDR 5,022,504,000 for a 2,827 km network length with a cost per meter of IDR 1,614,896. The cost structure is dominated by pipe and accessory procurement (57.20%), preparatory work (8.83%), and earthwork (8.32%). Sensitivity analysis revealed that 300 mm PVC pipes contribute 54.59% to total costs with high sensitivity to material price fluctuations. Benchmarking with PUPR HSPK shows positive deviations of 5-11% which can be explained by local factors. Project cost-effectiveness shows a cost per capita served of IDR 125,563/person with a 20-year projected ROI of 12.5% and a payback period of 8.2 years, indicating good economic feasibility. This research recommends optimization through integrated regional procurement, development of technical guidelines for construction methods, and improved spatial planning coordination to reduce inefficiency. The findings support achieving the 2030 universal clean water access target with a cost-effective and sustainable approach.
Studi pengembangan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Perumahan Aloha ke Jl. Raya S. Parman Sidoarjo Mona Shinta Safitri; Devi Zettyara
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i8.8575

Abstract

The fulfillment of the need for clean water is an important indicator of the level of quality of human life. The Sidoarjo Regency Government in collaboration with PT. East Java Clean Water through the Umbulan regional SPAM project to meet the community's clean water needs. This study aims to analyze the planning of adding a clean water distribution pipeline network from Aloha Housing to Jl. Raya S. Parman using WaterCAD v8 hydraulic simulation. The research methodology includes population growth analysis using geometric methods, calculation of domestic and non-domestic water needs, and hydraulic simulation of piping systems. Population data was obtained from three villages, namely Pepelegi, Wage, and Sawotratap with a projection of the next 10 years. The results of the study show that the total water requirement is 88.75 lt/second to serve 54,753 residents. Hydraulic analysis using WaterCAD showed that the optimal pipe diameter was 300 mm with a residual pressure of 2 bar at the final junction. The simulation shows that the system is able to serve water needs at the minimum conditions, the first maximum (06.00), and the second maximum (18.00). This study provides technical recommendations for the development of effective and efficient clean water infrastructure in the study area.