Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Evaluasi Pemberian Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (KIE) Obat Terhadap Tingkat Kepuasan Konsumen Di Apotek Nusa Cendana Jatirogo Isa Maf’ula; Ainu Zuhriyah; Abdul Basith
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v3i2.541

Abstract

Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) merupakan pelayanan yang diberikan kepada konsumen yang.  Apotek merupakan tempat pelayanan kefarmasian yang digunakan sebagai tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh seorang apoteker. Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) merupakan pelayanan yang diberikan kepada konsumen yang bertujuan untuk menyampaikan informasi dan mengedukasi dalam penggunaan obat dalam mencegah medication error (kesalahan dalam penggunaan obat). Pengukuran tingkat kepuasan konsumen menggunakan skala likert diharapkan hasil identifikasi dalam penelitian ini dapat membantu memperbaiki kualitas pelayanan khususnya pemberian KIE kepada konsumen. Dikarenakan belum ada penelitian yang dilakukan mengenai evaluasi pemberian KIE obat terhadap tingkat kepuasan konsumen di Apotek Nusa Cendana Jatirogo, maka perlu dilakukan penelitian.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Nusa Cendana setelah diberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE). Desain penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif, dengan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling (sampel yang kebetulan ada) dan instrumen penelitan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan kurang lebih 2 bulan April-Mei dengan mendapatkan responden sebanyak 100 orang. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah menggunakan SPSS dan Microsoft Excel. Penelitian ini ditunjukkan menggunakan 5 parameter tingkat kepuasan yaitu, bukti langsung, keandalan, ketanggapan, jaminan dan kepedulian. Tingkat kepuasan konsumen di Apotek Nusa Cendana Jatirogo Tahun 2023 terhadap pelayanan KIE obat oleh petugas apotek didapatkan hasil Sangat Puas 72 orang (72%), Puas 28 orang (28%). Uji karakteristik responden yaitu berdasakan usia, jenis kelamin dan pekerjaan responden tidak mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen di Apotek Nusa Cendana Jatirogo Tahun 2023.
Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Artikel Ilmiah Mahasiswa Farmasi Abdul Basith; Ainu Zuhriyah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.810

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia di jurnal akademik, harus menggunakan bahasa standar. Namun ternyata dijurnal ditemukan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia di Jurnal Penjas dan Farmasi. Survei ini untuk mencari kekeliruan dalam pemakaian bahasa. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dari kesalahan ejaan, penggunaan bahasa yang tidak baku, kalimat yang tidak efektif, diksi, penggunaan kata sambung dan kesalahan ketik. Metode penelitian yaitu jenis penelitian kualitatif tertulis berfokus pada bahasa. Data yang didapatkan diuraikan menggunakan prosedur pemilihan data, penyajian data dan validasi dan simpulan. Temuan dalam penelitian ini ditemukannya unsur kalimat yang tidak gramatikal seperti kata skoring kata tersebut berasal bahasa inggris, yang semestinya dalam bentuk bahasa baku menjadi skor. Kesalahan ketik, bentuk tidak baku, penyerapan bahasa Indonesia yang tidak baku, kesalahan pemilihan kata, pemilihan kata yang tidak formal, ketidak efektifan kalimat, dan juga penggunaan konjungtor (intra kalimat). Pada kesimpulnnya penggunaan bahasa masih banyak kesalahan dalam bentuk ketidak bakuan kata pemilihan kata dan kalimat efektif serta prosedur morfologisnya. Rekomendasinya perlu dilakukan pembenahan dan memberikan masukan kepada pengelola jurnal untuk mengurangi kesalahan dalam artikel jurnal.
Pendampingan Pelaksanaan Aktivitas Fisik untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Akhmad Al-Bari; Abdul Basith; Romadhiyana Kisno Saputri
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.8967

Abstract

Corona virus disease 2019 (COVID-19) penyakit yang menyebar dan berkembang sangat cepat di beberapa negara bahkan sampai ke indonesia. Upaya pencegahan COVID-19 dapat dilakukan oleh manyarakat yakni dengan menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handsanitizer, memakai masker dan melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh melalui mekanisme pengaktifan sel imun dan pelepasan mediator proinflamasi dan anti inflamasi sehingga dapat menurunkan risiko tertular penyakit menular seperti COVID-19. Program pengabdian kepada masyaraat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang aktivitas fisik, sistem kekebalan tubuh dan pelaksanaan aktivitas fisik untuk sistem kekebalan tubuh sebagai upaya pencegahan COVID-19. Edukasi pelaksanaan aktivitas fisik untuk meningkatkan daya tahan tubuh menunjukkan peningkatan pengetahuan target sebesar 16,67%, kegiatan pendampingan menunjukkan 86,67% target telah melakukan aktivitas fisik dan hasil evaluasi kegiatan menunjukkan program berhasil karena program target telah melakukan aktivitas fisik setiap ahrinya 30 menit atau salam seminggu minimal 3-5 aktivitas.
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Cengungklung Kecamatan Gayam Astrid Chandra Sari; Abdul Basith; Else Husnun Ni’aza Else
PADIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Padimas (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : PADIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/padimas.v1i2.1211

Abstract

Penelitian ini diakukan berdasarkan kondisi Masyarakat Desa Cengungklung yang mayoritas petani. Sumber daya alam yang melimpah seyogyanya dilihat secara mendalam sehingga pemanfaatannya bisa sangat optimal, salah satu sumber daya alam yang memiliki potensi yaitu Kunyit, dapat diolah menjadi minuman yang kaya akan manfaat dan membantu menambah imunitas tubuh, dengan dicampur dengan Aneka Rasa bisa diubah menjadi minumam Sinom. Latar belakang penelitian ekonomi masyarakat desa Cengungklung yang mayoritas petani kesulitan untuk meningkatkan hasil pertanian akibat daerah dataran rendah yang sering terdampak banjir. Dengan adanya usaha sinom kunyit sebagai bahan baku sinom diharapkan perekonomian desa Cengungklung dapat meningkat. Metode penelitian yang dipakai dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan terhadap usaha sinom oleh Tim KKN Gayam 1 UNU Sunan Giri. Konsep pelatihan dilakukan dalam kegiatan Tim KKN ini memiliki beberapa target luaran. Hasil penelitian ini adalah masyarakat memiliki keterampilan memproduksi sinom yang pada akhirnya akan di miliki masyarakat desa Cengungklung.
Increasing Student Reading Interest in the availability of Collections at the Nahdlatul Ulama Sunan Giri University Library Abdul Basith; Ainu Zuhriyah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v7i3.1567

Abstract

Libraries are a very important place for the community, especially for students to access various types of books and other sources of information. The library not only provides a collection of books, but also a place to study, research, and develop knowledge. In addition, libraries are often the center of cultural and educational activities in their communities. The aim of the research is to increase students' interest in reading regarding the availability of collections in the library of Nahdlatul Ulama Sunan Giri University. Quantitative descriptive research method by conducting observations, interviews and documentation. The results obtained from the homes of 105 students sampling 50 students, amounting to 73.8% of respondents or visitors, said that reference books according to courses were already available in the library.  Interest in learning according to students. These results can be proven by 55.6%, saying Yes. 50.6% of student library materials were obtained. The conclusion of the relationship between the learning interests of Nahdaltul Ulama Sunan Giri University students and the availability of library collections is proven by a correlation coefficient of 5%, meaning that there is a very close relationship between the two.
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) BEDAK PADAT TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN TAPAK DARA (Catharantus roseus L.) Afidatul Ummah; Akhmad Al-Bari; Abdul Basith
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1098

Abstract

Radiasi sinar UV matahari sangat berbahaya, oleh karena itu pemakaian tabir surya untuk pelindung kulit dari sinar UV sangat dibutuhkan. Daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) mempunyai kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, metiltranfarase, derivat quinon, dan juga alkaloid, sehingga dapat melindungi kulit dari eritema akibat paparan sinar UV yang berbahaya. Salah satu sediaan yang digunakan sebagai anti UV adalah bedak padat, peneliti memilih membuat bedak padat sebagai sediaan tabir surya karena sediaan bedak padat adalah salah satu pilihan yang efektif untuk kalangan wanita dikarenakan mempunyai bentuk yang padat serta tidak mudah tumpah, nyaman digunakan, dan mudah dibawa kemana-mana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan dengan menggunakan desain RAL (Rancangan Acak Lengkap). Hasil nilai SPF yang diperoleh pada formulasi 0 tanpa menggunkan ekstrak adalah 8,7, pada formulasi 1 dengan konsentrasi 2% adalah 18,98, pada formulasi 2 dengan konsentrasi 4% adalah 19,14 dan pada formulasi 3 dengan konsentrasi 8% adalah 30,71. Ekstrak daun tapak dara bisa dijadikan untuk membuat sediaan bedak padat dengan hasil evaluasi fisik seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji kerapuhan dan uji iritasi yang diperoleh sudah sesuai dengan SNI dan hasil sediaan paling baik yaitu pada formulasi 3 dengan komsentrasi 8% dilihat dari uji penetuan nilai Sun Protection Factor (SPF).
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI PASTA GIGI EKSTRAK BIJI KETUMBAR (Coriandum sativum L) TERHADAP Streptococcus mutans Valentina Aprilia Sunday; Nawafila Februyani; Abdul Basith
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1099

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit yang muncul pada manusia dan menyebabkan pengapuran gigi, gigi keropos, berlubang, atau patah. Penyakit ini berdampak pada kesehatan secara umum sehingga diperlukan adanya obat alternatif untuk mencegah terjadinya karies. Salah satu tanaman obat yang dapat digunakan dan memiliki aktivitas antibakteri adalah biji ketumbar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak biji ketumbar dalam pasta gigi terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dan mengetahui hasil uji evaluasi karakteristik formulasi sediaan pasta gigi ekstrak biji ketumbar (Coriandum sativum L) terhadap aktifitas bakteri Streptococcus mutans. Metode ekstraksi dalam penelitian adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan pasta gigi dengan konsentrasi yang berbeda yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (6%), dan F3 (9%). Hasil evaluasi sediaan pasta gigi dengan uji organoleptis berbentuk semi solid, berwarna putih, dan memiliki bau khas ketumbar sedikit menthol, hasil uji pH memiliki nilai pH 6,0-6,5, hasil uji homogenitas yang dimiliki baik, sediaan pasta gigi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Sediaan pasta gigi memiliki rata-rata nilai mm zona hambat F0-F3 berturut-turut yaitu 3,3 mm, 10 mm, 11,6 mm dan 14,3 mm dengan kategori F0 tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dan F1-F3 memiliki aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans. Hasil pengujian ekstrak biji ketumbar (Coriandum sativum L) dapat diformulasikan menjadi sediaan pasta gigi yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sediaan pasta gigi dengan formula terbaik berdasarkan nilai mm zona hambat yaitu F3 dengan konsentrasi ekstrak 9%  dan hasil mm zona hambat 14,3 mm.