Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Artikel Ilmiah Mahasiswa Farmasi Abdul Basith; Ainu Zuhriyah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i2.810

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia di jurnal akademik, harus menggunakan bahasa standar. Namun ternyata dijurnal ditemukan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia di Jurnal Penjas dan Farmasi. Survei ini untuk mencari kekeliruan dalam pemakaian bahasa. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dari kesalahan ejaan, penggunaan bahasa yang tidak baku, kalimat yang tidak efektif, diksi, penggunaan kata sambung dan kesalahan ketik. Metode penelitian yaitu jenis penelitian kualitatif tertulis berfokus pada bahasa. Data yang didapatkan diuraikan menggunakan prosedur pemilihan data, penyajian data dan validasi dan simpulan. Temuan dalam penelitian ini ditemukannya unsur kalimat yang tidak gramatikal seperti kata skoring kata tersebut berasal bahasa inggris, yang semestinya dalam bentuk bahasa baku menjadi skor. Kesalahan ketik, bentuk tidak baku, penyerapan bahasa Indonesia yang tidak baku, kesalahan pemilihan kata, pemilihan kata yang tidak formal, ketidak efektifan kalimat, dan juga penggunaan konjungtor (intra kalimat). Pada kesimpulnnya penggunaan bahasa masih banyak kesalahan dalam bentuk ketidak bakuan kata pemilihan kata dan kalimat efektif serta prosedur morfologisnya. Rekomendasinya perlu dilakukan pembenahan dan memberikan masukan kepada pengelola jurnal untuk mengurangi kesalahan dalam artikel jurnal.
Pendampingan Pelaksanaan Aktivitas Fisik untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Akhmad Al-Bari; Abdul Basith; Romadhiyana Kisno Saputri
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.8967

Abstract

Corona virus disease 2019 (COVID-19) penyakit yang menyebar dan berkembang sangat cepat di beberapa negara bahkan sampai ke indonesia. Upaya pencegahan COVID-19 dapat dilakukan oleh manyarakat yakni dengan menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handsanitizer, memakai masker dan melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh melalui mekanisme pengaktifan sel imun dan pelepasan mediator proinflamasi dan anti inflamasi sehingga dapat menurunkan risiko tertular penyakit menular seperti COVID-19. Program pengabdian kepada masyaraat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang aktivitas fisik, sistem kekebalan tubuh dan pelaksanaan aktivitas fisik untuk sistem kekebalan tubuh sebagai upaya pencegahan COVID-19. Edukasi pelaksanaan aktivitas fisik untuk meningkatkan daya tahan tubuh menunjukkan peningkatan pengetahuan target sebesar 16,67%, kegiatan pendampingan menunjukkan 86,67% target telah melakukan aktivitas fisik dan hasil evaluasi kegiatan menunjukkan program berhasil karena program target telah melakukan aktivitas fisik setiap ahrinya 30 menit atau salam seminggu minimal 3-5 aktivitas.
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Cengungklung Kecamatan Gayam Astrid Chandra Sari; Abdul Basith; Else Husnun Ni’aza Else
PADIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Padimas (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : PADIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/padimas.v1i2.1211

Abstract

Penelitian ini diakukan berdasarkan kondisi Masyarakat Desa Cengungklung yang mayoritas petani. Sumber daya alam yang melimpah seyogyanya dilihat secara mendalam sehingga pemanfaatannya bisa sangat optimal, salah satu sumber daya alam yang memiliki potensi yaitu Kunyit, dapat diolah menjadi minuman yang kaya akan manfaat dan membantu menambah imunitas tubuh, dengan dicampur dengan Aneka Rasa bisa diubah menjadi minumam Sinom. Latar belakang penelitian ekonomi masyarakat desa Cengungklung yang mayoritas petani kesulitan untuk meningkatkan hasil pertanian akibat daerah dataran rendah yang sering terdampak banjir. Dengan adanya usaha sinom kunyit sebagai bahan baku sinom diharapkan perekonomian desa Cengungklung dapat meningkat. Metode penelitian yang dipakai dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan terhadap usaha sinom oleh Tim KKN Gayam 1 UNU Sunan Giri. Konsep pelatihan dilakukan dalam kegiatan Tim KKN ini memiliki beberapa target luaran. Hasil penelitian ini adalah masyarakat memiliki keterampilan memproduksi sinom yang pada akhirnya akan di miliki masyarakat desa Cengungklung.
Increasing Student Reading Interest in the availability of Collections at the Nahdlatul Ulama Sunan Giri University Library Abdul Basith; Ainu Zuhriyah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v7i3.1567

Abstract

Libraries are a very important place for the community, especially for students to access various types of books and other sources of information. The library not only provides a collection of books, but also a place to study, research, and develop knowledge. In addition, libraries are often the center of cultural and educational activities in their communities. The aim of the research is to increase students' interest in reading regarding the availability of collections in the library of Nahdlatul Ulama Sunan Giri University. Quantitative descriptive research method by conducting observations, interviews and documentation. The results obtained from the homes of 105 students sampling 50 students, amounting to 73.8% of respondents or visitors, said that reference books according to courses were already available in the library.  Interest in learning according to students. These results can be proven by 55.6%, saying Yes. 50.6% of student library materials were obtained. The conclusion of the relationship between the learning interests of Nahdaltul Ulama Sunan Giri University students and the availability of library collections is proven by a correlation coefficient of 5%, meaning that there is a very close relationship between the two.
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) BEDAK PADAT TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN TAPAK DARA (Catharantus roseus L.) Afidatul Ummah; Akhmad Al-Bari; Abdul Basith
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1098

Abstract

Radiasi sinar UV matahari sangat berbahaya, oleh karena itu pemakaian tabir surya untuk pelindung kulit dari sinar UV sangat dibutuhkan. Daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) mempunyai kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, metiltranfarase, derivat quinon, dan juga alkaloid, sehingga dapat melindungi kulit dari eritema akibat paparan sinar UV yang berbahaya. Salah satu sediaan yang digunakan sebagai anti UV adalah bedak padat, peneliti memilih membuat bedak padat sebagai sediaan tabir surya karena sediaan bedak padat adalah salah satu pilihan yang efektif untuk kalangan wanita dikarenakan mempunyai bentuk yang padat serta tidak mudah tumpah, nyaman digunakan, dan mudah dibawa kemana-mana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan dengan menggunakan desain RAL (Rancangan Acak Lengkap). Hasil nilai SPF yang diperoleh pada formulasi 0 tanpa menggunkan ekstrak adalah 8,7, pada formulasi 1 dengan konsentrasi 2% adalah 18,98, pada formulasi 2 dengan konsentrasi 4% adalah 19,14 dan pada formulasi 3 dengan konsentrasi 8% adalah 30,71. Ekstrak daun tapak dara bisa dijadikan untuk membuat sediaan bedak padat dengan hasil evaluasi fisik seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji kerapuhan dan uji iritasi yang diperoleh sudah sesuai dengan SNI dan hasil sediaan paling baik yaitu pada formulasi 3 dengan komsentrasi 8% dilihat dari uji penetuan nilai Sun Protection Factor (SPF).
FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI PASTA GIGI EKSTRAK BIJI KETUMBAR (Coriandum sativum L) TERHADAP Streptococcus mutans Valentina Aprilia Sunday; Nawafila Februyani; Abdul Basith
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1099

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit yang muncul pada manusia dan menyebabkan pengapuran gigi, gigi keropos, berlubang, atau patah. Penyakit ini berdampak pada kesehatan secara umum sehingga diperlukan adanya obat alternatif untuk mencegah terjadinya karies. Salah satu tanaman obat yang dapat digunakan dan memiliki aktivitas antibakteri adalah biji ketumbar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak biji ketumbar dalam pasta gigi terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dan mengetahui hasil uji evaluasi karakteristik formulasi sediaan pasta gigi ekstrak biji ketumbar (Coriandum sativum L) terhadap aktifitas bakteri Streptococcus mutans. Metode ekstraksi dalam penelitian adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan pasta gigi dengan konsentrasi yang berbeda yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (6%), dan F3 (9%). Hasil evaluasi sediaan pasta gigi dengan uji organoleptis berbentuk semi solid, berwarna putih, dan memiliki bau khas ketumbar sedikit menthol, hasil uji pH memiliki nilai pH 6,0-6,5, hasil uji homogenitas yang dimiliki baik, sediaan pasta gigi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Sediaan pasta gigi memiliki rata-rata nilai mm zona hambat F0-F3 berturut-turut yaitu 3,3 mm, 10 mm, 11,6 mm dan 14,3 mm dengan kategori F0 tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans dan F1-F3 memiliki aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans. Hasil pengujian ekstrak biji ketumbar (Coriandum sativum L) dapat diformulasikan menjadi sediaan pasta gigi yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sediaan pasta gigi dengan formula terbaik berdasarkan nilai mm zona hambat yaitu F3 dengan konsentrasi ekstrak 9%  dan hasil mm zona hambat 14,3 mm.
Peningkatan Kemampuan Literasi Membaca Santri Pondok Pesantren Ar Ridwan Rōmly Al-Maliky Melalui Model Pembelajaran Inquiry-Based Learning Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Abdul Basith; Ainu Zuhriyah
Journal on Education Vol. 8 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 8 Nomor 2 Desember - Februari 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v8i2.8860

Abstract

This study aims to improve the reading literacy skills of students at the Ar Ridwan Rōmly Al-Maliky Islamic Boarding School through the application of the Inquiry-Based Learning (IBL) model in Indonesian language lessons. The low ability of students to understand reading content, analyze text structure, and draw conclusions indicates the need for the development of a more active and challenging learning model. This research is a Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart approach, consisting of two cycles. The research subjects included 32 high school level students who took Indonesian language lessons. The research instruments consisted of reading literacy tests, observation sheets, and student response questionnaires. The results showed an increase in the average reading literacy score of students from 62 in the pre-cycle to 74 in cycle I and 86 in cycle II. The students' activities in asking questions, discussing, and analyzing texts also showed a significant increase. These findings show that the IBL model is effective when applied in Indonesian language learning in Islamic boarding schools to improve students' reading literacy skills in terms of both cognitive aspects and learning attitudes.
Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Karakter Moral Mahasiswa di Era Modern Ainu Zuhriyah; Abdul Basith
Journal of Innovative and Creativity Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v3i3.651

Abstract

Makalah ini mengupas hakikat Pendidikan Kewarganegaraan dan peran pentingnya dalam mengembangkan karakter moral peserta didik masa kini. Di era sekarang ini, perubahan teknologi dan informasi serta tantangan global muncul silih berganti. Setiap individu tidak hanya memiliki kecerdasan, tetapi juga kualitas moral dan tanggung jawab sosial. Pendidikan kewarganegaraan bukan hanya sekedar mengajarkan Konstitusi dan sistem pemerintahan, tetapi juga merupakan wahana dasar dalam menanamkan nilai-nilai universal seperti demokrasi, hak asasi manusia, toleransi, keadilan dan nasionalisme. Pendidikan kewarganegaraan merupakan program pendidikan yang berintikan demokrasi politik, diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya: pengaruh-pengaruh positif dari pendidikan sekolah, masyarakat, dan orang tua. diproses guna melatih para mahasiswa untuk berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak demokratis dalam mempersiapkan hidup demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan Kewarganegaraan untuk mahasiswa bertujuan untuk mengembangkan karakter mahasiswa melalui penanaman nilai-nilai luhur, memperkokoh rasa kebangsaan dan cinta tanah air, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan bermoral, meningkatkan kesadaran hukum dan demokrasi, serta membentuk kesadaran antikorupsi dan kepedulian lingkungan. Pendidikan kewarganegaraan diberikan kepada mahasiswa bertujuan supaya setiap generasi bangsa harus mendapat pengetahuan, sikap atau nilai dan keterampilan agar mampu mengembangkan diri menjadi warga negara yang memiliki watak atau karakter yang baik dan cerdas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan demokrasi konstitusional. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan mampu mencetak generasi muda yang memiliki karakter moral kuat, siap menjadi agen perubahan positif, dan berkontribusi pada kemajuan bangsa di masa depan.
Formulasi dan Karakterisasi Jamu Serbuk Instan Tinospora crispa dan Citrus aurantifolia dengan Eksipien Taste Masking Rosyfiana Syafi'i Salma; Nawafila Februyani; Abdul Basith
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i3.1673

Abstract

Tinospora crispa has a strong bitter taste that can limit palatability. Bitter sensation is detected by taste receptors distributed across the tongue and may be prominent in the posterior tongue, where circumvallate papillae contain numerous taste buds. Citrus aurantifolia may modify this sensory profile. This study aimed to formulate an instant herbal powder containing Tinospora crispa and Citrus aurantifolia with graded maltodextrin-sucrose ratios and to evaluate its initial physical and sensory characteristics. Three formulas containing 20-40% maltodextrin and 45-65% sucrose were prepared in triplicate. Organoleptic properties, visual homogeneity, flow properties, moisture content, dissolution time, pH, and exploratory hedonic responses from seven untrained panelists were evaluated. Physical data were analyzed using one-way ANOVA and Tukey HSD, while sensory data were analyzed using the Friedman and Wilcoxon signed-rank tests with Bonferroni correction. All formulas were fine, visually homogeneous powders with a pH of 5 and moisture content of 2.50-3.67%. The excipient ratio significantly affected angle of repose and moisture content. Global differences were found for taste and overall acceptance, but no pairwise comparison remained significant after correction. F1 had the lowest moisture content, F2 the lowest angle of repose and fastest descriptive dissolution time, and F3 the fastest flow time and highest descriptive taste and overall-acceptance scores. Overall, no single formulation was superior across all physical parameters. However, F3 demonstrated the most favorable overall performance, particularly in the sensory evaluation, indicating its potential for further development.
Pengaruh konsentrasi sediaan lotion tabir surya ekstrak daun kelor (Moringa oleifera lam.) dengan bleaching terhadap nilai SPF dan kelembapan kulit Farda Nur Aziziyah; Nawafila Februyani; Abdul Basith
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 6 No. 4 (2026): August edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v6i4.4014

Abstract

Background: Ultraviolet (UV) radiation is one of the environmental factors that can cause various skin disorders, including erythema, hyperpigmentation, premature skin aging, and tissue damage due to the formation of free radicals. One of the most effective approaches to preventing the harmful effects of UV exposure is the use of sunscreen. Moringa oleifera Lam. leaves are known to contain flavonoids, which act as antioxidants and possess the ability to absorb UV radiation, making them a promising natural active ingredient for sunscreen formulations. Purpose: To determine the effect of varying concentrations of bleached (Moringa oleifera L.) leaf extract in a sunscreen lotion formulation on the Sun Protection Factor (SPF) value and skin moisture, and to identify the optimal extract concentration. Method: This study employed a true experimental design using a Completely Randomized Design (CRD). Moringa leaf extract was obtained via ultrasonic extraction using 96% ethanol as the solvent, followed by a bleaching process using activated charcoal. The extract was formulated into lotions at concentrations of 7.5% (F1), 10% (F2), and 12.5% ​​(F3), alongside a lotion base without extract serving as the control (F0). Testing included physical evaluation of the formulations, determination of SPF values ​​using a UV-Vis spectrophotometer, skin moisture assessment using a skin analyzer, irritation testing, and statistical analysis using One-Way ANOVA. Results: Varying concentrations of bleached (Moringa oleifera L.) leaf extract in sunscreen lotion formulations significantly influenced SPF values ​​and skin moisture (p<0.05). The average SPF values ​​for F0, F1, F2, and F3 were 2.66, 4.80, 6.45, and 7.18, respectively. Formula F3, containing a 12.5% ​​extract concentration, yielded the highest SPF value falling into the extra protection category and demonstrated the greatest improvement in skin moisture compared to the other formulas. All formulas met physical evaluation requirements regarding organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, and adhesiveness, and caused no skin irritation. Conclusion: The formula with a 12.5% ​​extract concentration is the optimal formulation, as it yields the highest SPF value and offers the best skin-moisturizing capability, thereby showing potential for development into an effective and safe natural sunscreen.   Keywords: Moringa Leaves; Skin Moisture; Sun Protection Factor (SPF); Sunscreen Lotion.