Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN KESEIMBANGAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN HASIL LEMPAR CAKRAM PADA SISWA KELAS VII MTS AL YAKIN PUNGPUNGAN Wahyu Setia Kuscahyaning Putri; Nawafila Februyani; M. Choyim Al Amin
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 15 No 2 (2016): September 2016
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/lentera.v15i2.263

Abstract

The background of this research is the presence of eighth grade students of MTs Al Yakin Pungpungan who have difficulty in throwing discs, and the problem is whether there is a relationship between balance and strength of arm muscleswith discus throwing and whether discus throwing is influenced by balance and strength of arm muscles. Therefore this study aims to determine the relationship of balance and arm muscle strength with discus throwing results in grade VII students of MTs Al Yakin Pungpungan in the 2018 school year. This research is a correlational study. The method used is a survey method and uses test and measurement techniques. Analysis of research data uses partial correlation and multiple regression. The population of this research is VII grade students of Al Yakin Pungpungan MTs in the 2018 school year with a total of 37 students. The instruments used were standing balance, push dynamometer and disc throwing test with stages from initial attitude to final throw attitude. The results of this study indicate that there is a significant relationship between balance and arm muscle strength with discus throwing results because r count = 0.369> r (0.05) (37) = 0.334. There is a significant relationship between balance with discus throwing because r count = 0.578> r (0.05) (37) = 0.334 and there is a significant relationship between arm muscle strength and discus throwing because Rhitung = 0.876> R (0.05) (37) ) = 0.334. The effective contribution of arm muscle strength by 26.6%, the ability of balance 50.2%, and the total effective contribution of arm muscle strength and balance ability to the results of discus throwing by 76.8% while the remaining 23.2% is determined by other factors or variables not examined in this study.
Pendampingan Usaha Ekonomi bagi Masyarakat dalam Pembuatan Keripik Pepaya di Desa Pungpungan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Sahri Sahri; Ita Aristia Sa’ida; Ainu Zuhriyah; Nawafila Februyani
Inspirasi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): February
Publisher : Inspirasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.034 KB)

Abstract

Desa pungpungan merupakan desa yang memiliki berbagai macam tanaman buah, salah satunya adalah buah pepaya. Buah pepaya yang ditanam oleh masyarakat desa pungpungan berada disekitar samping kanan kiri rumah dan ada juga diperkebunan khusus pepaya yang berada di pinggiran sawah. Keripik pepaya merupakan makanan ringan atau camilan yang mudah dibawa kemana-mana dan memilik kandungan zat yang mampu melancarkan pencernaan. Dalam pelaksanaan pengabdian masayrakat ini dilakukan dengan menggunakan beberpa metode atau langkah, yaitu dengan melakukan pemberian atau penyuluhan tentang manfaat dan berbagai macam bahan olehan buah pepaya, kedua, melaukan demosntrasi dan pelatihan pembuatan keripik pepaya, ketiga, pelatihan pengemasan bungkus keripik pepaya dan keempat evaluasi. Dalam pengabdian masayrakat ini para peserta menerima dan antusias dalam mengikuti pendampingan pengolan keripik pepaya. Selain itu juga, masyarakta memiliki motivasi untuk memiliki home industri keripik pepaya dan mampu mendesaian dalam pengemasan penjualan keripik pepaya.
PERBANDINGAN KADAR SENYAWA ANTIOKSIDAN PADA UMBI PORANG (Amorpophallus muelleri), UMBI TALAS ( Colocasia esculenta), DAN GEMBILI (Dioscorea esculenta) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Nawafila Februyani; Ainu Zuhriyah
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 3: Oktober 2022
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.163 KB) | DOI: 10.33578/mbi.v17i3.152

Abstract

Indonesia memiliki banyak tanaman umbi-umbian. Golongan umbi-umbian ada 2 yaitu umbi umbian golongan mayor seperti ubi kayu dan ubi jalar dan umbi-umbian golongan minor diantaranya adalah talas, gadung, suweg, uwi, gembili. Golongan umbi-umbi mayor secara umum telah banyak diaplikasikan untuk kebutuhan industri seperti ubi kayu untuk produksi tapioka, sedangkan pemanfaatan golongan umbi minor belum banyak digunakan di kalangan industri sepeerti talas hanya untuk keripik talas. Porang atau Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) adalah tumbuhan dari famili Araceae yang memiliki segudang manfaat yang sangat banyak untuk dikembangkan sebagai bahan pangan alternatif serta sebagai tanaman yang belum dikembangkan secara komersial di Indonesia. Selain porang ada beberapa tanaman sejenis yang perlu diekplorasi potensi dan kegunaannya, salah satunya dalah umbi talas dan gembili. Talas-talasan selain kaya akan kandungan karbohidrat/sakarida juga mengandung zat-zat lain seperti protein, lemak, vitamin dan mineral bahkan antioksidan. Pada penelitian ini digunakan 3 jenis sample tumbuhan yaitu umbi porang, umbi talas dan gembili untuk diuji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian yang didapatkan adalah antioksidan pada ekstrak umbi porang, umbi talas, dan umbi gembili dengan perhitungan IC50 dapat dihasilkan bahwa dari ketiga umbi ini ketiganya merupakan antioksidan lemah, namun dari ketiga umbi ini umbi porang memiliki aktifitas antioksidan lebih tinggi dari umbi gembili dan umbi talas
Peningkatan Inovasi Pemanfaatan Bunga Telang Sebagai Bahan Dasar Olahan Makanan dan Minuman oleh Masyarakat Desa Krangkong Kecamatan Kepohbaru Bojonegoro Nawafila Februyani; Ahmad Rifqi Azmi; Nurul Huda
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v2i2.1397

Abstract

Tumbuhan liar sangat sering dijumpai pada lingkungan sekitar hidup masyarakat, salah satunya yang saat ini sedang banyak digemari adalah bunga telang dengan nama latin Citorila ternatea. Tumbuhan ini sering sekali kita jumpai disekitar pekarangan rumah warga didesa krangkong. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa krangkong kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro tentang potensi pemanfaatan tumbuhan liar salah satunya bunga telang. Metode yang digunakan adalah metode demonstrasi, metode ceramah, dan metode diskusi . Hasil dari kegiatan ini adalah tersampaikannya edukasi pengenalan pemanfaatan potensi tumbuhan liar, selain itu peserta mampu memahami metode edukasi dalam memanfaatkan bunga telang sebagai bahan dasar olahan makanan dan minuman pada masyarakat desa Krangkong Kecamatan Kepohbaru melalui ibu PKK.
STANDARDIZATION OF SPECIFIC PARAMETERS OF CITREH (Cymbopogon citratus) ETHANOL EXTRACT AS A NATURAL ANTIOXIDANT Titi Agni Hutahaen; Nawafila Februyani
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 11: Juni 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioxidants can prevent damage caused by excessive exposure to free radicals such as exposure to ultraviolet light and air pollution. Lemongrass is known to contain flavonoids, saponins, phenols, alkaloids, steroids which are compounds that have antioxidant activity. The antioxidant content of lemongrass fruit allows this fruit to be developed as cosmetic, herbal, insect repellent, and essential oil products. Standardization of components of secondary metabolic compounds is very important, this will be used as a guide or parameter in determining compounds and raw materials later in product development. In order to obtain a standardized product. The development of citronella extract has started in recent years, one of which is product development, namely insect repellent and essential oil. Parameters for determining standardized citronella raw materials will produce standard compounds in relation to being active ingredients in a product. Standardization of extract parameters will play an important role in determining the final result or influencing the antioxidant activity of the product to be produced. The specific parameters that will be carried out later will be more on the phytochemical test for levels of secondary metabolites from the kitchen citronella and will increase the selling value of the citronella. The IC50 value of the ethanol extract of citronella is 71.96 ppm or has a Strong category. Phytochemical Test Results Lemongrass contains alkaloids, flavonoids, phenolics, tannins, saponins
Uji Antioksidan Sediaan Suspensi Ekstrak Sereh Dapur (Cymbopogon Citratus) Dengan Variasi Konsentrasi Suspending Agent PGA (Pulvis Gummi Arabici) Dan CMC-NA (Carboxymethylcellulosum Natrium) Bintari Anggi Dwi Sugiarti; Nawafila Februyani; Romadhiyana Kisno Saputri
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.497

Abstract

Suspensi merupakan sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, serta terdispersi dalam cairan pembawa. Agar mendapatkan sediaan suspensi yang stabil diperlukan adanya suspending agent, suspending agent merupakan zat yang dapat memperlambat pengendapan serta mencegah terjadinya penurunan ukuran partikel, dapat meningkatkan viskositas suatu sediaan. Suspensi dalam penelitian ini berfungsi sebagai antioksidan. Sumber antioksidan alami yang dapat dimanfatkan sebagai alternatif obat herbal adalah tanaman sereh dapur (Cymbopogon citratus). Tanaman sereh dapur (Cymbopogon citratus) memiliki berbagai senyawa bioaktif dan mengandung antioksidan tinggi yang terdapat pada bagian batang dan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari adanya variasi konsentrasi suspending agent PGA  dan CMC-Na terhadap nilai aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menujukkan bahwa variasi konsentrasi suspending agent dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan dengan hasil kategori aktivitas sedang dan sangat lemah.  
Uji Toksisitas Akut Sirup Obat Batuk Ekstrak Sereh (Cymbopogon citratus) Dan Kemangi (Ocimum basillicum) Secara In Vivo Pada Mencit (Mus musculus) Dinda Intan Pramesti; Nawafila Februyani; Titi Agni Hutahaen
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.511

Abstract

Tanaman obat tradisional merupakan tanaman yang didapat dari alam yang dipercaya oleh generasi terdahulu yang telah digunakan dan dibuktikan oleh pengalaman-pengalaman generasi terdahulu. Contoh tanaman obat yang ada di Indonesia adalah Serai dapur (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum basilicum). Kedua tanaman ini memiliki beberapa kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid dan juga flavonoid. Dari penelitian sebelumnya, senyawa metabolit tersebut dapat dimanfaatkan sebagai obat batuk. Modifikasi tanaman Serai dapur (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum basilicum) dapat diolah menjadi sirup obat batuk dengan beberapa tahapan guna memenuhi standar kemanan untuk dikonsumsi manusia. Salah satunya adalah uji toksisitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek toksik serta nilai LD50 dari sirup obat batuk esktrak Serai dapur (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum basilicum). Penelitian ini dilakukan dengan memberikan sediian sirup terhadap hewan uji dengan variasi dosis yang dipakai 5, 50, 300 dan 2000mg/Kg BB. Hasil dari penelitian ini adalah sediian sirup obat batuk dari tanaman Serai dapur (Cymbopogon citratus) dan Kemangi (Ocimum basilicum) tidak dapat membunuh hewan uji hingga dosis tertinggi 2000mg/Kg, dan hanya memberikan sedikit efek toksik seperti lemas dan tremor pada dosis 2000mg/Kg. Hasil nilai LD50 dari penelitian sediaan sirup obat batuk dari tanaman Serai dapur (Cymbopogon citratus) adalah LD50 semu > 2000mg/Kg.
Formulasi Sediaan Gel Antiacne Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Sebagai Alternatif Terapi Acne Vulgaris Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Secara In Vitro Putri Atika Julianti; Titi Agni Hutahaen; Nawafila Februyani
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.512

Abstract

Betel (Piper betle L.) is one of the plants that has the potential to be developed as a traditional medicine where its existence in Indonesia is abundant, grows independent of the season and is easily found. Preliminary research on phytochemicals from betel leaf shows the content of flavonoid and phenolic compounds and their derivatives, terpenoids, steroids, saponins, tannins, alkaloids and essential oils that can work as antibacterials. The purpose of this study was to formulate betel leaf extract as a gel that meets the requirements in evaluating the physical stability of the preparation as well as knowing the antibacterial activity against Propionibacterium acnes. The research method is true experimental laboratory. The results showed that betel leaf extract concentration of 20% can be formulated into gel preparations with different concentrations of carbopol gel base (0.5%, 1% and 2%) that meet the requirements in the evaluation of physical quality stability of preparations for organoleptic test parameters, homogeneity test, pH test, adhesion test and dispersion test. However, in the adhesion test only F III (2%) meets the standard requirements. Betel leaf extract gel has antibacterial activity against Propionibacterium acnes. The best resistance is found in F I (0.5%) with an average of 10.0 mm, then F II (1%) with an average of 8.5 mm and F III (2%) with an average of 7.3 mm. Sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat tradisional yang dimana keberadaanya di Indonesia berlimpah, tumbuh tidak tergantung pada musim dan mudah dijumpai. Riset pendahuluan fitokimia dari daun sirih menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid dan fenolik beserta turunannya, terpenoid, steroid, saponin, tanin, alkaloid dan minyak atsiri yang dapat bekerja sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak daun sirih sebagai gel yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi stabilitas fisik sediaan serta mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Metode penelitian adalah true experimental laboratory. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun sirih konsentrasi 20 % dapat diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan konsentrasi basis gel carbopol yang berbeda (0,5 %, 1 % dan 2 %) yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi stabilitas mutu fisik sediaan untuk parameter uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat dan uji daya sebar. Namun, pada uji daya lekat hanya F III (2 %) yang memenuhi standar persyaratan. Gel ekstrak daun sirih memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Daya hambat terbaik terdapat pada F I (0,5 %) dengan rerata 10,0 mm, kemudian F II (1 %) dengan rerata 8,5 mm dan F III (2 %) dengan rerata 7,3 mm.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Pada Sediaan Gel Serum Antijerawat Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Rosyida Kuayyisin Nafi; Nawafila Februyani; Akhmad Al-Bari
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.513

Abstract

One of the infectious diseases on the skin that is often experienced by the Indonesian population is acne. The main bacteria that cause acne is Propionibacterium acnes. Efforts to treat acne are by using cosmetics in the form of skincare and antibiotics, but long-term use of antibiotics can cause resistance. Papaya leaves have secondary metabolite compounds in the form of alkaloids, tannins, and flavonoids that have antibacterial activity. This study aims to determine the formulation of papaya leaf extract serum gel preparation that meets the requirements in the evaluation and to determine the antibacterial activity of papaya leaf extract serum gel preparation against P.acnes bacteria. This research is a true experimental research. Papaya leaves were extracted with 96% ethanol solvent. Serum gel preparations were made with different extract concentrations of 5%, 10%, and 15%. The results of the preparation evaluation during 28 days storage showed a stable preparation. The largest antibacterial test results produced were in formulation III with an average of 10.3 mm. Based on the results obtained, it can be concluded that papaya leaf extract (Carica papaya L.) can be formulated into a serum gel preparation and can inhibit the growth of Propionibacterium acnes bacteria. Penyakit infeksi pada kulit yang sering dialami oleh penduduk indonesia salah satunya yaitu jerawat. Bakteri utama penyebab jerawat yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Upaya pengobatan jerawat yaitu dengan penggunaan kosmetik berupa skincare dan antibiotik,  akan tetapi penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat menyebabkan  resistensi. Daun pepaya memiliki senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, tanin, dan flavonoid yang memiliki aktifitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui formulasi sediaan gel serum ekstrak daun pepaya yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi dan Untuk mengetahui aktifitas antibakteri sediaan gel serum ekstrak daun papaya terhadap bakteri P.acnes. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis penelitian true eksperimental. Daun pepaya diekstraksi dengan pelarut etanol 96%. Sediaan gel serum dibuat dengan konsentrasi ekstrak berbeda 5%, 10%, dan 15%. Hasil evaluasi sediaan selama penyimpanan 28 hari menunjukan sediaan yang stabil. Hasil uji antibakteri terbesar yang dihasilkan terdapat pada formulasi III dengan rata-rata 10,3 mm. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan gel serum dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes.
Potensi Ekstrak Daun Jelatang (Urtica Dioica L)  Sebagai Krim Terapi Luka Bakar Derajat I Terhadap Kulit Mencit (Mus musculus) Nurin Chasanah; Akhmad Albari; Nawafila Februyani
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.520

Abstract

Daun jelatang (Urtica dioica L) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat terutama berkhasiat untuk mengobati luka bakar. Daun jelatang memiliki kandungan tanin yang memiliki aktivitas terhadap proses penyembuhan pada luka bakar. Tujuan untuk penelitian ini adalah mengetahui keefektifan formulasi krim ekstrak daun jelatang untuk menyembuhkan luka bakar dan mengetahui jumlah ekstrak yang baik untuk krim ekstrak etanol daun jelatang terhadap laju penyembuhan luka bakar pada mencit. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi kemudian skrining fitokimia. Ekstrak daun jelatang diformulasikan dalam bentuk sediaan krim terhadap penyembuhan luka bakar. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang terdiri dari 2 kelompok kontrol yaitu kontrol negatif dengan basis krim dan kontrol positif dengan bioplacenton, serta kelompok formulasi dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Parameter yang diamati yaitu diameter luka bakar pada hari ke-1 sampai hari ke-14 yang diukur dengan menggunakan penggaris. Analisis statistika penurunan diameter luka menggunakan uji One Way Anova yang menunjukan nilai siginifikan < 0,05 kemudian dilakukan uji LSD (Least Significant Different). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap kelompok uji krim terutama pada konsentrasi 15% jadi dapat dikatakan bahwa ekstrak etanol daun jelatang memiliki efektivitas untuk mempercepat laju penyembuhan luka bakar.