Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL DISINFEKSI MENGGUNAKAN OZON DAN SINAR ULTRA VIOLET TERHADAP KANDUNGAN MIKROORGANISME PADA AIR MINUM ISI ULANG Dedeh Rosmaniar Sofia
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 9, No 1 (2019): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v9i1.636

Abstract

         Salah satu indikator air minum yang digunakan aman untuk kesehatan adalah kandungan mikrobiologi.. Air minum yang aman adalah kandungan mikrobiologinya 0 koloni/ 100ml. Adanya mikrobiologi pada air minum menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air minum pernah mengalami kontak dengan cemaran yang mengandung mikrobiologi. Disinfeksi merupakan metoda untuk membunuh mikrobiologi yang terkandung dalam air minum. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hasil disinfeksi menggunakan ozon dengan sinar ultraviolet terhadap kandungan mikrobiologi pada air minum isi ulang. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian observasional.  Parameter yang diamati adalah suhu, pH dan total   mikrobiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH menunjukkan terjadi penurunan  dari hari ke hari, hal ini disebabkan karena reaksi kimia dan aktivitas mikrobiologi.           TPC pada proses disinfeks menggunakan ozon diketahui bahwa nilai TPC yang terkecil yaitu 1 koloni/100 ml  pada hari kedua, hal ini disebabkan reaksi ozon dalam air dimana H2O2 dan (OH*) merupakan oksidator yang sangat kuat baru bekerja optimal pada hari kedua kemudian akan meningkat sampai 13 koloni / 100 ml pada hari ke 5. TPC pada proses disinfeksi menggunakan sinar UV pada hari pertama nilai TPC paling kecil yaitu 1 koloni/100 ml tetapi pada hari berikutnya TPC cenderung meningkat sampai 18 koloni/ 100 ml pada hari ke 5.
SANITASI LINGKUNGAN DI DUSUN CITIGA DESA GIRIMUKTI KABUPATEN MAJALENGKA Dedeh Rosmaniar Sofia; Rizki Fatonah; Asep Suherno; Wisran Hadipura; Aji Somantri; Abdul Latif; Abdul Aziz Sulaiman; Dede Santi; Runi Yulia; Nia Insyiani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/babakti.v2i2.253

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini dilakukan di Dusun Citiga Desa Girumukti Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka. Beberapa masalah pokok yang menjadi permasalahan Di Dusun tersebut yaitu Belum optimalnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya Sanitasi Lingkungan dan belum optimalnya pengetahuan dalam menerapkan pola makan yang sehat. Hasil dari Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dapat disimpulkan bahwa kesadaran masyarakat adalah proses yang diawali dari adanya rasa memiliki, yaitu rasa memiliki lingkungan sekitar yang akan memicu rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab ini akan menghasilkan kesadaran warga bahwa tugas untuk menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah saja tapi juga warganya . Program tersebut melalui beberapa tahap  diantaranya tahap persiapan kegiatan yaitu meminta perizinan dan koordinasi kepada pihak yang bersangkutan , tahap survei lapangan yaitu mengunjungi lokasi untuk mengetahui keadaan lingkungan di Dusun Citiga  , dan tahap pelaksanaan yaitu melaksanakan Gotong Royong, mensurvei jamban tiap rumah, perbaikan gizi dan mensosialisasikan gerakan 5M melalui poster.
Peran Mahasiswa Universitas Al-Ghifari Bandung Dalam Meningkatkan Program Pengelolaan Sampah Di Desa Sirnagalih Sofia, Dedeh Rosmaniar; Perdana, Wildan Wibawa; Purnama, Ilham Reza; Nurhayati, Irma; Nabila, Nida; Asyari, Alvi; Rosdiana, Wilda; Khoerunisa, Angelina; Islamiatul, Aulia; Fadilah, Ikbal; Saputra, Fauzi Pratama; Dhaifullah Ar-Rasyid, Muhammad Daffa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/babakti.v3i2.1310

Abstract

Masalah pengelolaan sampah di Indonesia, terutama di Desa Sirnagalih, merupakan isu yang mendesak seiring dengan pertumbuhan populasi dan konsumsi yang terus meningkat. Dengan jumlah penduduk mencapai 261.115.456 jiwa dan volume sampah yang mencapai 65 juta ton per tahun, keterbatasan lahan pembuangan dan kurangnya pengetahuan masyarakat menyebabkan penumpukan sampah di berbagai lokasi. Pengelolaan sampah yang efektif penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Proses pemilahan sampah, yang mencakup pengumpulan, pemilahan di fasilitas, dan penanganan sampah B3, merupakan langkah kunci dalam mengelola sampah secara efisien. Upaya sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sirnagalih, dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dengan fokus pada perbedaan antara sampah organik, anorganik, dan B3. Hasil kegiatan menunjukkan perlunya peningkatan partisipasi masyarakat dan pengembangan infrastruktur pemilahan sampah. Diperlukan juga kerjasama dengan sektor swasta dan lembaga non-pemerintah untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi berkala terhadap program pemilahan sampah dapat membantu menilai efektivitas dan melakukan perbaikan yang diperlukan.ABSTRAKMasalah pengelolaan sampah di Indonesia, terutama di Desa Sirnagalih, merupakan isu yang mendesak seiring dengan pertumbuhan populasi dan konsumsi yang terus meningkat. Dengan jumlah penduduk mencapai 261.115.456 jiwa dan volume sampah yang mencapai 65 juta ton per tahun, keterbatasan lahan pembuangan dan kurangnya pengetahuan masyarakat menyebabkan penumpukan sampah di berbagai lokasi. Pengelolaan sampah yang efektif penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Proses pemilahan sampah, yang mencakup pengumpulan, pemilahan di fasilitas, dan penanganan sampah B3, merupakan langkah kunci dalam mengelola sampah secara efisien. Upaya sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sirnagalih, dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dengan fokus pada perbedaan antara sampah organik, anorganik, dan B3. Hasil kegiatan menunjukkan perlunya peningkatan partisipasi masyarakat dan pengembangan infrastruktur pemilahan sampah. Diperlukan juga kerjasama dengan sektor swasta dan lembaga non-pemerintah untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi berkala terhadap program pemilahan sampah dapat membantu menilai efektivitas dan melakukan perbaikan yang diperlukan.Kata kunci : Kkn Unfari Bandung, Desa Sirnagalih, Pengelolaan Sampah, Pemilahan Sampah, Penyuluhan Masyarakat
TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PENUNJANG KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA MEKARJAYA Sofia, Dedeh Rosmaniar; Ramdani, Narachman; Fadhila, Muhamad Rifky Mugni; Firdaus, Islami Nur; Sukma, Riyanti Latifah; Nurhayati, Sholiha; Puspita, Pipih Eka; Febriana, Delia; Mussawirrohimah, Tarisa; Fitriani, Sinta
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/babakti.v3i2.1133

Abstract

Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung memiliki beberapa permasalahan yang perlu diatasi, diantaranya pemanfaatan lahan pekarangan yang belum optimal serta tingginya prevalensi penyakit. Tujuan dari pelaksanaan KKN ini adalah untuk mengumpulkan data lapangan melalui pendekatan kualitatif dan metode penelitian lapangan yang berfokus pada pengelolaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pelaksanaan KKN berlangsung selama satu bulan, yaitu dari tanggal 15 Juni hingga 15 Juli 2023, yang meliputi melibatkan kegiatan pengabdian dan penyuluhan di Posyandu RW 08 Desa Mekarjaya dengan ibu-ibu PKK sebagai sampel penelitian. Hasil KKN menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai media penanaman tanaman obat keluarga atau apotek hidup. Diharapkan bahwa melalui implementasi KKN ini, tanaman obat yang dihasilkan dapat menjadi solusi yang efektif sebagai alternatif pengobatan bagi masyarakat Desa Mekarjaya untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapinya.