. Sufriani
Bagian Keilmuan Keperawatan Anak Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

GAMBARAN PARKTIK PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN INGIN JAYA Siti Mudrikah; Sufriani Sufriani; Darmawati Darmawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan gizi menjadi masalah signifikan pada balita di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan gagal tumbuh pada balita sehingga balita terlalu pendek untuk usianya. Bayi sangat rentan selama masa transisi ketika makanan pendamping dimulai. Untuk memastikan bahwa kebutuhan nutrisi terpenuhi, makanan pendamping harus: tepat waktu, adekuat, aman dan diberikan dengan cara yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan praktik pemberian MP-ASI  dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang memiliki balita stunting usia 2-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, menggunakan teknik random sampling yang berjumlah 90 orang. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner praktik pemberian MP-ASI yang telah di uji dengan nilai validitas r 0,378 dan papan pengukur. Praktik pemberian MP-ASI yang tidak memenuhi standar menjadi salah satu penyebab yang erat hubungannya dengan kejadian stunting pada anak balita, sehingga kondisi tersebut dapat diatasi dengan menjadi fokus pelayanan utama pada balita.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI ASI DENGAN KECUKUPAN ASI rayhana rey; sufriani sufriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI adalah emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar  payudara ibu sebagai makanan utama bagi bayi. Masalah yang dirasakan adalah ketika produksi ASI tidak lancar, maka bayi tidak mendapatkan ASI dalam jumlah yang cukup sehingga bayi mudah merasa lapar dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan si bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI dengan kecukupan ASI pada bayi usia 1-6 bulan. Jenis penelitian deskriptif korelatif. Sampel 58 ibu menyusui dengan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 08-16 Mei 2017, menggunakan kuesioner dengan  wawancara terpimpin, dianalisa menggunakan Chi Square dengan nilai alpha=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara asupan makan ibu (p-value 0,003), ketenangan jiwa dan fikiran (p-value 0,008), penggunaan alat kontrasepsi (p-value 0,003), perawatan  payudara (p-value 0,025), anatomis buah dada (p-value 0,003), faktor istirahat (p-value 0,003), faktor isapan anak (p-value 0,007), faktor obat-obatan (p-value 0,003) dengan kecukupan ASI pada bayi usia 1-6 bulan di wilayah kerja puskesmas kecamatan Darussalam. Disarankan kepada tenaga kesehatan agar meningkatkan peran dalam penyuluhan pada ibu menyusui tentang pentingnya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI dan kecukupan ASI pada bayi.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA STUNTING rizki wahyudi; sufriani sufriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting pada balita akan menimbulkan masalah kesehatan fisik dan psikis. Penyebab utama stunting yaitu masalah gizi pada balita seperti kurang asupan makanan dan penyakit infeksi, perilaku ibu dalam kebersihan masih kurang dan lingkungan rumah yang kurang mendukung untuk pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pertumbuhan dan perkembangan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif menggunakan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak usia 1-5 tahun (balita) yang mengalami stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar sebanyak 37 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini secara total sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa univariate. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran pertumbuhan balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar, mayoritas berada pada kategori sangat pendek sebanyak 51.4% dengan perkembangan balita pada kategori sesuai sebanyak 54.1% dan meragukan sebanyak 45.9%. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai optimalisasi fungsi puskesmas melalui pemberian penyuluhan secara rutin disertai dengan pemberian leaflet mengenai gizi balita dan pola asuh anak yang baik kepada orangtua terutama ibu agar dapat memperbaiki pertumbuhan dan gizi balita.
FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH Monaris Daralina; Sufriani Sufriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, banyak orangtua membeli alat permainan tanpa memperhatikan manfaat alat permainan tersebut. Sebagian orangtua hanya membeli permainan untuk kesenangan anak saja padahal alat permainan bisa dijadikan alat untuk stimulasi perkembangan. Alat Permainan Edukatif adalah alat permainan yang bisa meningkatkan stimulasi tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi hubungan faktor-faktor pemilihan alat permainan edukatif dengan perkembangan anak usia prasekolah di TK Bungong Seleupoek Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study dengan sampel 97 responden anak dan ibunya. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dan Kuesioner Pra Skrinning Perkembangan. Analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu tentang APE dengan perkembangan anak (p-value 0,000), sikap ibu tentang APE dengan perkembangan anak (p-value 0,000, peran orangtua dalam pemilihan APE dengan perkembangan anak (p-value 0,000). Sehingga dapat disimpulkan semakin orangtua memperhatikan faktor-faktor pemilihan alat permainan edukatif maka semakin baik perkembangan anak usia prasekolah. Diharapkan kepada orangtua dan guru dapat memberikan alat permainan edukatif kepada anak sehingga merangsang daya imajinasi anak untuk berfikir dan berkreativitas serta mengembangkan potensi diri anak dalam meningkatkan perkembangannya.
STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH shabrina shabrina; sufriani sufriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan merupakan suatu proses perubahan psikologis sebagai hasil dari pematangan fungsi psikis dan fisik dari seorang anak. Depkes RI (2006) menyatakan bahwa 16 % balita di Indonesia mengalami gangguan dalam perkembangan. Banyaknya gangguan perkembangan yang terjadi pada anak akibat dari kurangnya stimulasi yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stimulasi perkembangan dengan perkembangan  anak usia prasekolah di TK Gaseh Poma Banda Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan desain  cross sectional study dengan sampel berjumlah 76 responden, yaitu anak usia prasekolah beserta ibunya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Metode analisa data dilakukan dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara stimulasi pekembangan dengan perkembangan anak usia prasekolah (p-value 0,000) dan jika dilihat dari 4 aspek, terdapat hubungan antara stimulasi perkembangan motorik kasar (p –value 0,000), stimulasi perkembangan motorik halus (p-value 0,000), stimulasi perkembangan bahasa (p- value 0,021) dan stimulasi perkembangan tingkah laku sosial (p-value 0,000), dengan perkembangan anak usia prasekolah di TK Gaseh Poma Banda Aceh Diharapkan kepada orang tua untuk meningkatkan pemberian stimulasi perkembangan kepada anak untuk mendapatkan perkembangan anak yang sesuai. 
Asuhan Keperawatan Post Op Tumor Pineal pada Anak di Ruang Picu: Studi Kasus Cut Yulia Azlinasari; Sufriani Sufriani; Nenty Septiana
Jurnal Gawat Darurat Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v5i2.2103

Abstract

Tumor ganas merupakan penyebab kematian kedua pada anak usia diatas satu tahun salah satunya adalah tumor otak yang didalamnya termasuk tumor pineal. Gejala yang ditimbulkan dari tumor pineal yaitu kerusakan kognitif, gangguan gaya berjalan, ataksia, dan inkontinensia urin yang dapat berkembang dengan cepat menjadi fotofobia, penurunan kesadaran hingga menimbulkan sindrom tumor neuroendokrin. Tujuan penelitian yaitu mengetahui asuhan keperawatan pada Anak R dengan post op craniotomy tumor pineal di ruang Pediatric Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainal Abidin Banda Aceh. Desain penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data mulai dari pengkajian hingga evaluasi keperawatan dilakukan di ruang PICU RSUDZA Banda Aceh. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Masalah keperawatan pada Anak R adalah peningkatan kapasitas intrakranial, gangguan pertukaran gas, bersihan jalan napas tidak efektif, hipervolemia, gangguan integritas kulit, risiko aspirasi dan risiko infeksi. Implementasi keperawatan antara lain pemantauan tanda-tanda vital, pemeriksaan neurologis, pemantauan ventilator, perubahan posisi, pemantauan infeksi, pemantauan intake dan output cairan dan pengisapan jalan napas. Hasil evaluasi setelah 5 hari rawatan  menunjukkan bahwa gangguan peningkatan kapasitas intracranial teratasi sebagian, gangguan pertukaran gas teratasi sebagian, bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian, gangguan integritas kulit teratasi sebagian,  risiko aspirasi dan risiko infeksi juga teratasi sebagian. Diharapkan asuhan keperawatan dapat dilakukan dengan komprehensif dan melibatkan keluarga  dalam perawatan anak.
GAMBARAN MENGGOSOK GIGI DAN KEBIASAAN MENGKONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 54 TAHIJA BANDA ACEH Sufriani .; Ruhul Aflah
Journal of Syiah Kuala Dentistry Society Vol 3, No 1 (2018): JANUARY
Publisher : Dentistry Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental caries is one of the most common dental and oral helath problem in school-aged children due to lack of understanding and behavior of children in maintaining dental health such as how to toothbrushing and the habit of eating snacks such as sweets. Research purpose is to describe how to toothbrushing and the habit of eating cariogenic foods in scool-ages children especially on classII andIIIstudentsclass atEementary School 54 Tahija Banda Aceh in 2013. This research is descriptiveanalytic. Sample of research is 144 students with total sampling technique. Colleting data usingquestionnaires and observation guided for tooth brushing demonstration. The data are analysed usingdescriptive analysis method. Result of the research showed that some respondents have not correctway to tooth brushing that is much as 52,1% dan most respondents are in the high category to eatcariogenic foods that is much as 53,5%. Expected to the school and the parents to be able to guideand teaches children how to tooth brushing properly and to restrict the eating of cariogenic foods so asto maintain optimal dental health, through cooperation with health workersKeywords: Tooth brushing, food, cariogenik