Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Energi Analysis of Significant Energy Use in Tire Company using Pareto Diagram Kamaluddin Kamaluddin; Irwan Budiman; Anita Christine Sembiring

Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v9i2.3252

Abstract

Melalui Peraturan Pemerintah No. 70 tahun 2009 tentang Konservasi Energi, pemerintah telah mewajibkan bagi pengguna energi besar yaitu pengguna yang menggunakan energi sama atau lebih dari 6000 setara ton minyak per tahun wajib melaksanakan kegiatan konservasi energi atau manajemen energi. Dalam penelitian di objek penelitian yang merupakan perusahaan ban, perusahaan tersebut merupakan salah satu industri yang menggunakan energi lebih dari 6000 setara ton minyak per tahun dan merupakan salah satu industri yang secara langsung memberikan dampak bagi penyediaan energi nasional. Menyadari dampak dari ketersediaan dan kenaikan harga energi ini terutama bagi industri, maka perusahaan dituntut perlu melakukan tindakan yang tepat dan bijaksana dalam mengkonsumsi energi melalui program konservasi dan penghematan energi. Penerapan Manajemen Energi yang terlihat di perusahaan masih digabungkan dengan struktur fungsional organisasi yang ada sehingga fungsi kontrolnya menjadi lemah. Pentingnya penentuan prioritas dalam melaksanakan konservasi energi, dengan menggunakan metode diagram pareto 20/80 akan memberikan penyusunan sasaran yang lebih tepat dalam mencapai efisiensi energi. Pemilihan prioritas akan memberikan potensi yang cukup besar untuk peningkatan kinerja energi, di samping itu penentuan prioritas akan membuat organisasi lebih efektif dan efisien.
Perencanaan Ulang Rencana Strategis untuk Pemasaran Produk di Masa Pandemi Covid-19: Indonesia James Luis Hartono; Irwan Budiman; Anita Christine Sembiring
JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 3 No 1 (2019): Juriti Prima (Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima)
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer, Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM Prime Store bergerak sebagai toko retail yang menjual berbagai oli dengan mengambil oli dari distributor oli yang sah, dengan mendistribusikannya ke berbagai bengkel sepeda motor dan ke para agen sebanyak mungkin agar dapat sampai kepada konsumen. Rencana strategi perlu digunakan dikarenakan penurunan permintaan pasar sebesar 20% di tahun 2019, dimana pada tahun 2018 dapat terjual 2000 dus setiap bulannya, namun di tahun 2019 hanya terjual 1600 dus setiap bulannya, di tahun 2020 terjadi kenaikan 10% di awal tahun menjadi 1700-1800 di bulan Januari - Juni 2020, lalu menurun lagi sampai dengan akhir tahun 2020. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan volume penjualan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, meningkatkan penjualan melalui brosur, iklan dan promosi. Metode yang digunakan adalah Metode SWOT, QSPM, Metode 4P dan KPI. Dari hasil strategi yang didapatkan 6 strategis yang dapat digunakan dari pengolahan data QSPM, diharapkan UKM dapat meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, dan meningkatkan penjualan melalui brosur, iklan dan promosi yang di buat UKM. Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan maupun UKM yang terkena dampak pandemi untuk dapat bangkit dan meningkatkan penjualan produk mereka kembali.
ANALISIS USAHA KAFE DENGAN METODE QSPM DAN ANALISIS SWOT BERBASIS VALUE CHAIN Nevin Lojie; Irwan Budiman; Anita Christine Sembiring
Stability: Journal of Management and Business Vol 5, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sta.v5i2.12049

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menguat setiap tahun berpengaruh terhadap strategi yang dipertimbangkan oleh pemilik bisnis F&B, salah satunya kafe the Hidden Hertiv di Medan. Tujuan penelitian ini adalah mencari alternatif strategi bisnis dan menentukan prioritas urutan strategi yang perlu dilakukan kafe the Hidden Hertiv. Penelitian ini meliputi beberapa tahap dengan menggunakan metode QSPM dan SWOT Strategy yang disusun berdasarkan Value Chain. Tahapan dimulai dengan mengolah data dan mengumpulkan strategi melalui SWOT Analysis, dilanjutkan dengan penentuan nilai strategi dengan IFAS & EFAS yang disusun ke IE Matrix. Tahapan terakhir adalah menentukan strategi utama dan urutan strategi alternatif dengan metode QSPM dan Value Chain based SWOT Strategy. Hasil penelitian menghasilkan enam belas alternatif strategi yang mempengaruhi delapan nilai dari Value Chain the Hidden Hertiv. Adapun strategi prioritas yaitu membangun image dari brand The Hidden Hertiv secara masif, melalui media offline & online.
Penentuan Prioritas Utama Faktor Kecelakan Kerja dan Alternatif Pencegahannya Menggunakan Metode AHP Sari Maribot Tinambunan; Irwan Budiman
JURNAL TEKNOLOGI DAN ILMU KOMPUTER PRIMA (JUTIKOMP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jutikomp Volume 6 Nomor 1 April 2023
Publisher : Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jutikomp.v6i1.3498

Abstract

Occupational health and safety is a set of activities to prevent injuries and health problems for workers and to provide a safe and healthy workplace. PT PLN (Persero) ULP SIbolga Kota is a sub-unit under UP3 SIbolga that helps manage customer service and distribution electricity network service. Electrical distribution work is one of the jobs that have a high risk. Some of the injuries that often occur during the distribution of electricity are electric shock, burns, and falls from a height. The purpose of this study was to determine the main priority factors causing work accidents and alternative prevention using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Data collection from expert respondents was carried out by distributing questionnaires. After analyzing the data, the consistency value (CR) of all risk criteria was determined to be less than 0.1, and this indicates that the decisions made by the experts are consistent. The main priority of the work accident factor at the criterion level is Discipline, with a weight of 0.372, the main priority of the work accident factor at the sub-criteria level is bad weather conditions, with a weight of 0.818, and the main priority of preventing work accidents in the alternative level is equipment maintenance with a weight of 0.298.