Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kendala Penyaluran Rumah Nelayan di Kampung Padang Rubiah Nagari Kambang Barat Kecamatan Lengayang Kebupaten Pesisir Selatan Mela Wiwinda; Sri Rahayu; Ikhsan Muharma Putra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 1 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v1i1.76

Abstract

AbstrakWilayah pesisir merupakan daerah pertemuan antara daratan dan lautan. Wilayah pesisir yang berkembang menjadi kawasan pemukiman adalah salah satu hal yang sangat kompleks, dimana selain aspek sosial, ekonomi, aspek-aspek budaya dan politik masyarakat juga akan ikut terlibat. Pemukiman yang letaknya tepat berada di bibir pantai ini adalah kampung yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Pemukiman nelayan adalah perkampungan yang mendiami daerah kepulauan, sepanjang pesisir termasuk danau dan sepanjang aliran sungai. Penduduk yang tinggal di kampung nelayan memiliki karakteristik berupa masyarakat tradisional dengan kondisi sosial ekonomi dan latar belakang pendidikan yang relatif terbatas. Kondisi sosial masyarakat kampung nelayan yang seperti ini membuat mereka sulit untuk mendapatkan kebutuhan bermukim yang memadai. Bahkan masyarakat kampung nelayan cenderung menjadi subyek yang menanggung permasalahan yang terdapat di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal ini terjadi di karenakan beberapa faktor, yaitu rendahnya pengetahuan dan lemahnya ekonomi sehingga aktivitas mereka juga sering menyebabkan tekanan terhadap lingkungan kampung nelayan yang berlanjut pada kerusakan pada ekosistem yang ada disana. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (baik makanan maupun nom makanan). Garis kemiskinan yang ditetapkan oleh BPS adalah jumlah pengeluaran yang dibutuhkan oleh setiap individu untuk dapat memenuhi kebutuhan makanan setara dengan 2100 kalori per orang per hari dan kebutuhan nonmakanan yang terdiri dari perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi, serta aneka barang dan jasa lainnya. Negara Indonesia merupakan salah satu Negara yang berkembang. Dilihat dari bulan September tahun 2019 negara indonesia memiliki persentase penduduk miskin sebesar 9,22 %, menurun 0,19% terhadap Maret 2019 dan menurun 0,44% terhadap September 2018. Sedangkan jumlah penduduk miskin pada September 2019 sebesar 24,79 juta orang, menurun 0,36 juta orang terhadap Maret 2019 dan menurun 0,88 juta orang terhadap September 2019.Kata Kunci: Kendala, Rumah, Nelayan AbstractThe coastal area is an area where land and sea meet. The coastal area that develops into a residential area is one of the most complex things, where in addition to social, economic, cultural and political aspects, the community will also be involved. This settlement, which is located right on the beach, is a village where the majority of the population makes a living as fishermen. Fishermen's settlements are villages that inhabit island areas, along the coast including lakes and along rivers. People who live in fishing villages have the characteristics of a traditional society with socio-economic conditions and relatively limited educational background. The social conditions of the fishing village community like this make it difficult for them to get adequate housing needs. Even the fishing village community tends to be the subject who bears the problems in the environment where they live. This happens due to several factors, namely low knowledge and weak economy so that their activities also often cause pressure on the fishing village environment which continues to damage the ecosystem there. According to the Central Statistics Agency (BPS) poverty is an individual's inability to meet the minimum basic needs for a decent life (both food and non-food items). The poverty line set by BPS is the amount of expenditure needed by each individual to be able to meet food needs equivalent to 2100 calories per person per day and non-food needs consisting of housing, clothing, health, education, transportation, and various other goods and services. Indonesia is one of the developing countries. Judging from September 2019 the country of Indonesia had a percentage of poor people of 9.22%, decreased by 0.19% against March 2019 and decreased by 0.44% against September 2018. While the number of poor people in September 2019 was 24.79 million people, decreased by 0.36 million people against March 2019 and decreased by 0.88 million people against September 2019.Keywords: Fisherman, Settlement, Majority
Dampak Penerapan Sistem Kredit Point (Point Pelanggaran) Terhadap Kedisiplinan Siswa SMP N 3 Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat Maria Laras Pramesti; Sri Rahayu; Wibi Wijaya
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10i1.72060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan Sistem Kredit Point terhadap kedisiplinan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, survei, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, guru mata pelajaran, guru Bimbingan Konseling, serta siswa kelas VIII yang terlibat langsung dalam penerapan sistem kredit poin. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 3 Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Kredit Point dilaksanakan secara terstruktur melalui berbagai kegiatan rutin, seperti operasi jaga gerbang, razia kelas, dan pemeriksaan kelengkapan seragam serta kehadiran siswa, sehingga mampu meningkatkan pengawasan dan kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem Kredit Point berperan penting dalam pembinaan kedisiplinan siswa. Rekomendasi penelitian ini adalah agar sekolah mempertahankan konsistensi penerapan sistem serta meningkatkan peran pembinaan melalui layanan Bimbingan Konseling.