Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH VARIASI TEKANAN KOMPAKSI PANAS TERHADAP DENSITAS DAN KEKERASAN AMC DIPERKUAT SiO2 Asep, Muhammad; ., Sugiyarto; ., Somawardi; Rusdy, Achmad; Sukanto, Sukanto
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i1.3606

Abstract

Research on aluminum metal matrix composites reinforced with ceramics using powder metallurgy methods has recently been increasingly in demand to be developed. The goals of this study determined the effect of differences in compaction pressure on the density and hardness properties of the resulting composite. The research method used of is following the stages of the powder metallurgy process, which includes material preparation, mixing and compaction. The mixing of the composite constituent powders was carried out using the mechanical alloying method using a horizontal ball mill for 4 hours. While the hot compaction method used is two-way compression compaction, using a hydraulic pump. The matrix material used is recycled aluminum powder, and the reinforcing material is powder from tin mine tailing silica sand. The hot compaction process was carried out at 500 0C and held for 15 minutes. Two-way compacting pressure variations used 4400 Psi, 4500 Psi and 4600 Psi. Density testing refers to Archimedes with the ASTM B962-15 standard. Meanwhile, the hardness test used the Rockwell hardness testing machine, referring to the ASTM E18-15 standard. The results of the density test and hardness test showed a tendency for the value to increase with increasing compaction pressure applied. The highest density was 2.147 g/cm3 for a sample with a compaction of 4,600 Psi, with the highest hardness value being 53,11 HRB. Based on micro-photographs, it shows that the interlocking mechanical bonds at lower compaction pressures tend to be weak, fractures at the grain boundaries are clearly visible and the pattern of damage tends to show brittle/brittle fractures.
Kajian Komposit Matrik Aluminium Pada Pembuatan Kampas Rem Sepeda Motor Diperkuat Alumina Hybird ( AL2O3/RHA/BA ) Dengan Metode Metalurgi Serbuk Rahman, Adhe fajarul; Rodika, Rodika; Budi, Abdul; Sukanto, Sukanto
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2024): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v9i2.9250

Abstract

Saat ini penggunaan bahan asbes memicu kematian global mencapai 225.000 jiwa per tahun. Untuk saat ini kampas rem non-asbestos sudah di kembangkan dari tahun 2000-an. Kampas rem adalah komponen kendaraan bermotor yang berguna untuk memperlambat dan menghentikan laju kendaraan. Matrik pada penelitian ini digunakan serbuk aluminium yang mempunyai ukuran Particle Size Analyzer yaitu D50: 171.37 µm. perbandingan 93% Al dan 7% (AL2O3,RHA,BA), 90% Al dan 10% (AL2O3,RHA,BA), 87% Al dan 13% (AL2O3, RHA, BA) dengan berat setiap sampel adalah 35-40 gram. Dan penguat yang di gunakan pada penelitian ini yaitu alumina hybrid, abu sekam padi (RHA) dan abu ampas tebu (BA).Sampel yang di lakukan penelitian berbentuk sebuah cincin yang mempunyai diameter dalam 20 mm dan untuk diameter luarnya yaitu 50 mm,  dan di cetak sebanyak 27 sampel dari hasil perhitungan full factorial dengan 2 faktor dan 3 level, dengan faktor presetase untuk penguat yaitu 3 level , ( 7%, 10%, 13% ) dan di ikutin dengan tekenan kompaksi sebesar 6000 Psi. Nilai uji kekerasan dan densitas terendah yang di dapatkan pada tekanan kompaksi panas sebesar 6000 Psi dengan presentase penguat 7%, 10%, 13% yakni 1,760 g/cm3 dan 46,33 HB. Dan untuk Nilai uji kekerasan dan densitas tertinggi yang di dapatkan pada tekanan kompaksi panas sebesar 6000 Psi dengan presentase penguat 7%, 10%, 13% yakni 2,065 g/cm3 dan 72,66 HB.
Pembuatan Komposit Variasi Kompaksi dan Suhu Sintering terhadap AMC Diperkuat Hibryd Baggase Ash – Alumina Metode Metalurgi Serbuk Anggreni, Yulia; Sugiyarto, Sugiyarto; Rusdy, Achmad; Sukanto, Sukanto
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2023): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v8i2.7034

Abstract

Teknologi material komponen kampas rem pada industri otomotif terus berkembang pesat akhir-akhir ini. Sementara itu, kampas rem mengandung asbestos sangat berbahaya bagi kesehatan serta tidak ramah lingkungan, karena terdapat zat Carsinogenik. Apabila partikel hasil gesekan kampas rem tersebut beterbangan dan terhirup oleh manusia maka sangat berakibat fatal. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif baru untuk memenuhi kebutuhan material sebagai pengganti asbestos tersebut seperti komposit matriks aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan kompaksi dan suhu sintering terhadap densitas serta kekerasan AMC diperkuat BA dan Al2O3. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode metalurgi serbuk yang terdiri dari  tahap persiapan, mixing, kompaksi, dan sintering. Proses pencampuran ini menggunakan mesin ball mill dengan parameter rasio bola 10:1 dan waktu pengadukan selama 2 jam serta dengan kecepatan putar 90 rpm. Pada proses kompaksi dilakukan dengan penekanan dua arah manggunakan mesin press hidrolik yang terdapat alat pengukur tekanan. Parameter yang digunakan pada proses kompaksi yaitu 5600, 6000, 6400 Psi dengan waktu tahan selama 15 menit. Sedangkan parameter pada proses sintering yaitu dengan suhu 550, 580, 610 oC dengan waktu tahan selama 10 menit. Pengujian densitas dilakukan dengan berpedoman pada hukum Archimedes dengan ASTMB962-17mendapatkan hasil dengan nilai tertinggi 1,59 gr/mm3, Sedangkan pengujian kekerasan dilakukan dengan berpedoman pada uji kekerasan Brinell Portable dengan ASTM E110-14 mendapatkan hasil tertinggi dinilai 42,76 HRB, nilai tertinggi tersebur terdapat pada tekanan kompaksi 6400 Psi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tekanan maka semakin tinggi nilai kekerasan dan densitas sampel
Fabrication of Aluminium Matrix Composite Powder Reinforced with Silicon Dioxide Tailings for Non-Asbestos Brake Pads (NOB) Sukanto, Sukanto; Wahyudie, Ilham Ary; Erwanto, Erwanto; Oktriadi, Yudi; Rodika, Rodika; Irwansyah, Ricky; Husman, Husman; Saputra, Devrin Dwiki; Algaza, Haradat Tahrir
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 10 (2024): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i10.9208

Abstract

Tin mining tailings consist of 80-90% sand and the rest mud.  The high levels of Silicon Dioxide (SiO2) in these tailings are hard and can be used as an added material in the manufacture of composites.  This research aims to study the physical and mechanical properties of metal matrix composites reinforced with SiO2 powder processed by powder metallurgy, as an effort to provide a replacement material for Non-Asbestos (NOB) motorbike brake linings.  The impact of hot compaction pressure in the form of two pressing directions, including 4600, 4500 and 4400 Psi, with a pressing hold of 15 minutes and sintering which includes 30, 20 and 10 minutes, at a temperature of 600 ºC was studied for its effect on hardness and density.  Mechanical blending was used with a horizontal ball mill in the ratio of 10:1 at a speed of 90 rpm for 4 hours.  The test results showed that the greater the hot compaction pressure and the longer the sintering, the higher the hardness and density values.  The highest hardness reached 81.7 HB and the highest density of 2.385 g/cm3 occurred at a bidirectional hot compaction pressure of 4600 Psi, with the lowest wear rate of 0.333 mm3/m. This occurs as a result of the increase in hot compaction has an impact on increasing the contact between powder particles resulting from mechanical alloying to be tighter as a result of which the cavity and porosity decrease