Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Optimasi Penggunaan Glukosa Oksidase untuk Memperbaiki Volume Pengembangan Roti Tawar Komposit Sorgum Putih (Sorgum bicolor (L) Moench) Kultivar Lokal Bandung Endah Wulandari; Ramadanti Fitra; Robi Andoyo; Een Sukarminah
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.801 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.18481

Abstract

Konsumsi roti tawar di Indonesia terus meningkat yang menyebabkan impor tepung terigu turut meningkat. Pemanfaatan sorgum sebagai salah satu jenis bahan lokal dalam bentuk tepung menjadi produk roti tawar merupakan salah satu cara untuk mengurangi impor terigu. Sorgum dalam bentuk tepung dapat dijadikan tepung komposit untuk roti tawar akan tetapi menghasilkan volume pengembangan yang kecil sehingga dibutuhkan bahan untuk memperbaikinya salah satunya yaitu enzim. Glukosa oksidase merupakan salah satu enzim yang dapat digunakan untuk memperbaiki volume pengembangan roti tawar dengan jumlah yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi optimum penggunaan glukosa oksidase dan tepung sorgum untuk menghasilkan volume pengembangan roti tawar yang optimal menggunakanResponse Surface Methodology (RSM). Variabel yang divariasikan meliputi faktor A (Glukosa oksidase 1,5 – 2%) dan B (Tepung sorgum 30 – 100%) kemudian analisis data menggunakan Design Expert versi 10.0.1.0 khususnya CCD dengan total 13 running. Kombinasi optimum untukmenghasilkan volume pengembangan terbaik pada pembuatan roti tawar komposit yaitu tepung sorgum sebanyak 30%/berat tepung dan glukosa oksidase sebanyak 2%/berat tepung menghasilkan volume pengembangan sebesar 188.76%.
Pengaruh Media Inokulum dalam Semi Ko-Enkapsulasi Sel Lactobacillus acidophilus Menggunakan Enkapsulan Matriks Eucheuma cottonii – Maltodekstrin Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Roni Kastaman; Een Sukarminah; Efri Mardawati
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.35777

Abstract

Media inokulum berfungsi untuk meningkatkan jumlah sel Lactobacillus acidophilus sebelum dienkapsulasi. Media inokulum dapat turut berperan dalam mempertahankan jumlah atau viabilitas sel selama proses enkapsulasi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh media inokulum dalam proses enkapsulasi sel BAL L. acidophilus dalam matriks semi ko-enkapsulasi Eucheuma cottonii – maltodekstrin menggunakan metode pengeringan beku dan metode pengeringan semprot. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Variasi perlakuan yang digunakan terdiri dari dua taraf. Taraf pertama adalah media inokum susu skim 10% dan susu pasteurisasi, dan taraf kedua adalah metode enkapsulasi yaitu pengeringan beku dan pengeringan semprot. Hasil enkapsulasi sel, dianalisis sifat morfologis, fisik dan mikrobiologisnya. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahan media inokulum susu skim 10% dapat meningkatkan jumlah sel pada hasil enkapsulasi sel dalam matriks E. cottonii – maltodekstrin, sedangkan media inokulum susu pasteurisasi dapat mempertahankan keutuhan sel dalam matriks kapsul sel, sehingga memiliki viabilitas yang lebih baik dibandingkan hasil enkapsulasi menggunakan media inokulum susu skim 10%.
Karakteristik Biji Sorgum Putih Varietas Lokal Bandung yang Berhubungan dengan Penyosohan Een Sukarminah
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7418.038 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i1.16648

Abstract

AbstrakPenyosohan biji sorgum yang effektif memerlukan informasi tentang sifat-sifat biji jenis sorgum tersebut. Penelitian ini bertujuan memperoleh beberapa karakteristik fisik dan kimia biji sorgum varietas lokal Bandung yang memengaruhi proses penyosohan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah ulangan 3 sampai 30 tergantung dari parameter  yang diukur. Semua pengambilan sampel dilakukan secara acak. Sampel biji sorgum yang dipakai adalah yang tertahan pada saringan 6 dan 7 mesh. Karakteristik fisik biji sorgum tertahan pada saringan 6 mesh : biji berukuran besar  (4,54 x 4,32 x  2,64  mm),  bentuk biji bulat  (sperisitas 0,82). Warna biji  : abu-abu kuning kecoklatan (L*54,25,  a* -1,71 dan b* 17,60) dengan hilum agak besar berwarna hitam kecoklatan. Kekerasan biji (Kiya Hardness Tester) 7,73 kg  atau  keras. Ketebalan perikarp sebesar 0,18 mm yang  lebih tipis dari biji tertahan saringan 7 mesh. Persentase endosperma corneous : 57,03% atau  tipe endosperma 5 (keras).  Bobot 1000 butir biji 36,08 g, densitas kamba 0,74  (g/cm3),  densitas partikel 1,26 (g/cm3). Komposisi kimia biji terdiri dari : air 11,88% (bk), pati 83,45% (bk), protein 11,60% (bk), lemak 3,13% (bk), serat kasar 5,79% (bk), abu 3,13% (bk) dan karbohidrat 82, 05% (bk). Karakteristik fisik biji sorgum tertahan saringan 7 mesh : ukuran biji  (3,90 x 3,65 x 2,37 mm ),  bentuk  biji bulat  (sperisitas 0,83). Warna biji:  abu-abu kuning kecoklatan (L* 57,08,  a*-2,51,  b* 21,21) kusam dengan hilum yang hitam. Kekerasan biji 6,49 kg atau keras, perikarp tebal (0,20 mm). Persentase endosperma corneous 35,94% atau tipe  endosperma 7 (lunak).  Bobot 1000 butir  25,73 g, densitas kamba 0,73 (g/cm3), densitas partikel 1,26 (g/cm3). Komposisi kimia biji terdiri dari : air 10,94% (bk), pati 81,68% (bk), protein 11,33% (bk), lemak 3,34% (bk), serat kasar 3,63% (bk), abu 2,01% (bk)  dan karbohidrat 83, 29% (bk)Kata kunci : sorgum berbiji putih dan  karakteristik biji  sorgumAbstractProper sorghum grain decortication requires information about sorghum grain characteristics. The purpose of this research is to obtain physical and chemical decortication characteristics of Bandung  Local Variety of White Sorghum Grain. This research uses descriptive method with 3-30 replications depending on the parameter tested. All samples are taken randomly. Seed  characteristics of the Local White Sorghum retained on 6 mesh sieve were as follows : large kernel, respectively 4.54 x 4.32 x 2.64 mm; round-shape (sphericity 0.82) ; brown-yellowish gray (L*54, a*-1.71, b*17.60) colored seedcoat with brownish-black hilum.  Grain hardness 7. plastik 73 kg (Kiya Hardness Tester) or hard. Thick pericarp (0.18 mm), corneousness 57.03% or endospermhardness type 5  (hard). Grain weight 36.08 g, bulk density 0.74 (g/cm3) and specific density 1.26 (g/cm3). Grain composition : moisture 11.88% (db), starch 83.45% (db), protein 11.60% (db), crude fiber 5.79% (db), ash 3.13% (db) and carbohydrate 82.05% (db). Seed characteristics of Bandung Local Variety White Sorghum retained on 7 mesh sieve were as follows : large kernel, resfectively: 3.90 x 3.65 x 2.37 mm; round shape (sphericity 0.83); brown-yellowish gray (L*57.08, a*-2.51, b*21.21) colored seedcoat with black hilum, grain hardness 6.49 kg (Kiya Hardness Tester) or hard; thick pericarp (0.20 mm) than grains retained  in 6 mesh sieves; corneousness 35.94% or endosperm hardness type 7 (soft endosperm), grain weight (g/1000) 25.73; bulk density 0.73 (g/cm3) and specific density 1.26 (g/cm3). Grain composition : moisture 11.94% (db), starch 81.68% (db), protein  11.38% (db), fat 3.34% (db),  crude fiber 3.63% (db), ash 2.01% (db) and carbohydrate 83.29% (db).Key words : white sorghum and sorghum grain characteristics
PENGARUH IMBANGAN BUBUR SELEDRI DAN TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK INDERAWI KERUPUK SELEDRI (Apium graveolens L.cv. secalinum Alef) Een Sukarminah; Carmencita Tjahjadi; Fensy Renfinasari
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan bubur seledri dalam pembuatan kerupuk dapat menambah citarasa khas kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan imbangan yang tepat antara bubur seledri dan tapioka (b/b) agar diperoleh kerupuk seledri dengan karakteristik inderawi yang baik dan disukai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 8 ulangan. Perlakuan yang diteliti adalah imbangan bubur seledri dan tapioka yakni 25:75 (b/b), 30:70 (b/b) dan 35:65 (b/b). Hasil penelitian menunjukkan imbangan bubur seledri dan tapioka 35:65 (b/b) menghasilkan kerupuk dengan karakteristik yang paling baik dan disukai panelis. Kerupuk seledri pada perlakuan ini berwarna hijau kekuningan, memiliki kadar air 9,4 %, rendemen kerupuk seledri mentah 65,1 %, daya pengembangan 168,7 %, nilai kesukaan terhadap kerupuk seledri mentah yang meliputi warna 2,8 dan aroma 2,9, nilai kesukaan terhadap kerupuk seledri goreng yang meliputi warna 3,5 dan aroma 3,5 dari skor maksimum 5. Kata kunci : Kerupuk, Seledri, Imbangan bubur seledri dan tapioka
IMPLEMENTASI PROSES OZONASI PADA CABE MERAH DI SUB TERMINAL AGRIBISNIS KABUPATEN CIAMIS Imas Siti Setiasih; Efri Mardawati; In-In Hanidah; Robi Andoyo; Een Sukarminah; Mohammad Djali; Tita Rialita; Yana Cahyana
Dharmakarya Vol 9, No 3 (2020): September, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i3.19861

Abstract

Cabai Merah merupakan komoditas yang mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme terutama bila ada jaringan yang luka. Selama proses budidaya tidak dapat dihindari penggunaan pestisida berlebih. Solusi yang dapat dilakukan adalah menggunakan air berozon dengan ozonizer tipe TIP-01 pada proses pencucian. Sub Terminal Agribisnis Kabupaten Ciamis merupakan institusi yang bergerak dalam bidang pelayanan dan pemasaran komoditas pertanian.  Tujuan paper ini adalah untuk melihat aplikasi teknologi ozonasi melalui  kegiatan PPM dimana dilakukan transfer ilmu kepada masyarakat pengguna (dalam hal ini rumah pengemas hasil pertanian di Ciamis), supaya hasil-hasil penelitian ini lebih bermakna  di masyarakat  Aspek khusus yang dipelajari adalah untuk mengetahui pengaruh pencucian air berozon cabai merah terhadap karakteristik kimia, mikrobiologi, fisik, dan organoleptik selama penyimpanan 16 hari pada suhu ± 10 oC dengan interval waktu analisis 2 hari. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode eksperimental (Explanatory Research) dan dianalisis deskriptif menggunakan analisis regresi dan korelasi. Percobaan terdiri dari 2 perlakuan dan 2 kali ulangan, yaitu cabai merah tanpa perlakuan dan cabai merah yang direndam dalam air berozon 1,9 ppm.
SOSIALISASI DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS SORGUM DI DESA CIMANGGU KECAMATAN PAMEUNGPEUK KABUPATEN BANJARAN Endah Wulandari; Een Sukarminah; Elazmanawati Lembong
Dharmakarya Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i4.19783

Abstract

Biji sorgum memiliki kandungan gizi yang baik, seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin, serta tidak mengandung gluten seperti yang terdapat di dalam gandum, sehingga aman untuk penderita penyakit intoleran terhadap gluten seperti autisme, penyakit seliak, dan lain sebagainya. Tujuan dari program  ini adalah sosialisasi diversifikasi produk pangan berbasis sorgum menjadi pangan fungsional, membangun kesadaran untuk memulai berwirausaha dan mengembangkan industri rumah tangga berdasarkan potensi pangan lokal yang dimiliki demi perbaikan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar dan melakukan penyuluhan/penyadaran tentang cara pengolahan pangan yang baik dan benar. Hasil dari proses PPM adalah respon warga masyarakat dan aparat kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Bandung baik dan positif terhadap kegatan PPM yang akan dilaksanakan selama bulan April sampai dengan Desember 2018 Respon aparat desa sayang dan ibu PKK baik dan mendukung kegiatan dengan batuan perijinan penggunaan fasilitas desa.
Pengaruh Penambahan Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata) terhadap Komposisi Proksimat Nasi Kecambah Sorgum (Sorghum Bicolor (L) Moench) Endah Wulandari; Hanaa Rachmawati Sari; Een Sukarminah; Dian Kurniati; Elazmanawati Lembong; Fitry Filianty
agriTECH Vol 40, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.851 KB) | DOI: 10.22146/agritech.38256

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench.) merupakan bahan pangan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti beras. Sorgum memiliki kadar protein tidak tinggi, sehingga proses substitusi dengan kacang-kacangan atau proses perkecmabhan biji sorgum diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kadar protein produk berbasis sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik proksimat nasi sorgum dan nasi kecambah sorgum tersubstitusi kacang tunggak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksperimental dengan perbandingan sorgum atau kecambah sorgum dengan kacang tunggak sebesar 90:10, 70:30 dan 50:50. Hasilpenelitian menunjukkan komposisi proksimat nasi sorgum mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya substitusi kacang tunggak dan perkecambahan. Semakin besar substitusi kacang tunggak meningkatkan kadar protein dan kadar abu namun menurunkan kadar air, kadar lemak, dan kadar karbohidrat nasi sorgum sedangkan perkecambahan sorgum cenderung menaikkan kadar protein dan kadar air namun menurunkan kadar abu, kadar lemak dan kadar karbohidrat nasi kecambah sorgum.
KAJIAN PROSES OZONASI TEPUNG HANJELI (STUDI LITERATUR) Andriani Rachmaselly; Imas Siti Setiasih; Een Sukarminah; Tita Rialita
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol 14, No 1 (2019): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.73 KB) | DOI: 10.26623/jtphp.v14i1.1288

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) merupakan tanaman serealia dari famili gramineae yang keberadaanya masih jarang dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan. Hanjeli memiliki kandungan protein, lemak, dan vitamin B1 yang tinggi. Pembuatan tepung hanjeli dapat memudahkan dalam pengolahan dan meningkatkan nilai guna hanjeli. Tepung alami memiliki keterbatasan dalam pengaplikasiannya pada produk pangan karena swelling volume yang rendah dan tekstur bantat kurang disukai. Modifikasi oksidasi menggunakan ozon sebagai salah satu oksidator kuat pada tepung dapat meningkatan beberapa sifat fungsional dari tepung alami. Nilai swelling volume, kelarutan, dan kapasitas penyerapan air tepung setelah proses ozonasi lebih tinggi dibandingkan tepung yang tidak diozon.Berdasarkan hasil penelitian, tepung hasil ozonasi ini cocok untuk produk yang harus mengembang seperti kue, roti, brownies, dan lainnya.
Swelling Volume Tepung Hanjeli lacryma-jobi L.) Hasil Ozonasi Andriani Rachmaselly; Imas Siti Setiasih; Een Sukarminah; Tita Rialita
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 6 No 2 (2019): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.416 KB) | DOI: 10.23969/pftj.v6i2.1511

Abstract

Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) merupakan tanaman serealia dari famili gramineae yang keberadaanya masih jarang dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan. Tepung yang tidak diozon memiliki keterbatasan untuk diaplikasikan pada produk pangan seperti swelling volume yang rendah dan tidak stabil pada kondisi tertentu. Modifikasi oksidasi menggunakan ozon sebagai salah satu oksidator kuat pada tepung hanjeli dapat meningkatan swelling volume tepung hanjeli yang tidak diozon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan nilai swelling volume tepung hanjeli ozonasi agar dapat sesuai dengan produk yang akan dibuat serta memperluas pemanfaatan tepung hanjeli baik di kalangan industri pangan maupun masyarakat umum. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan proses ozonasi menggunakan flowrate 2 L/min selama 20 menit memiliki swelling volume lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya dan juga hampir sama dengan swelling volume tepung terigu. Berdasarkan hasil penelitian, tepung hanjeli hasil ozonasi ini cocok untuk produk yang harus mengembang seperti kue, roti, brownies, dan lainnya.
Swelling Volume Tepung Hanjeli (Coix lacryma–jobi L.) Hasil Ozonasi Andriani Rachmaselly; Imas Siti Setiasih; een Sukarminah; Tita Rialita
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2019.23704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan swelling volume tepung hanjeli ozonasi agar dapat sesuai dengan produk yang akan dibuat serta memperluas pemanfaatan tepung hanjeli baik di kalangan industri pangan maupun masyarakat umum. Materi yang digunakan adalah biji hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) varietas mayuen umur panen 5 bulan dari awal tanam petani di daerah Banjaran, air, aquades, air es, tepung terigu, dan gas oksigen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 kali replikasi. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu lamanya waktu ozonasi 0, 10, 15 dan 20 menit dengan flowrate 2 L/min. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa tepung hanjeli hasil ozonasi selama 20 menit memberi pengaruh nyata (p<0,05) terhadap swelling volume tepung hanjeli lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, tepung hanjeli hasil ozonasi ini cocok untuk produk yang harus mengembang seperti kue, roti, brownies, dan lainnya.