Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Termal Macro-Thermobalance Pembakaran Serbuk Gergaji dan Campurannya Sudarno ,; Dwi Aris Himawanto; Agustinus Sujono
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 14 No. 2 (2013): OCTOBER 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Sawdust is a waste of sawmill industry which can be used for energy sources. However, the existences of wastes are generally susceptible to mixed with other biomass. This research will investigated the combustion characteristics of sawdust mixed with rice husks or corncobs in powder form. Percentage weight of a mixture of rice husks or corn cobs into sawdust be varied in the range 0, 25, 50, 75, and 100%. Thermal analysis of macro-thermo balance at heating rate 20°C/min in air environment is used in this case. While the samples with weight 10g to be applied in this experiment. The results showed that the graphics TG of the sample mixture has shifted to the right for the powder size 40+/60-mesh. It means the decomposition has been delayed or occurre data higher temperature region. As for the powde rsize 20+/40- mesh graphics TG of the sample mixture shifted to the left, it means early decomposition occurred or occurs at a lower temperature. The average activation energy of carbon combustion from saw dust, saw dust-rice husk and saw dust-corncobs respectively 91.67kJ/mole, 95.28kJ/mole, and 89.83kJ/mol. While the average minimum peak of the graphics DTG, mixture of sawdust-rice husk higher and sawdust-corncobs lower than sawdust. The average reaction rate constants of carbon burning from sawdust, sawdust-rice husk and sawdust-corncobs are 0.0071, 0.0047, and 0.007, respectively.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT PELEPAH PISANG SEBAGAI PENGUAT KOMPOSIT POLIMER DENGAN MATRIKS RESIN POLYESTER TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN DAYA SERAP AIR Bagos Aji Saputra; Sutrisno Sutrisno; Sudarno Sudarno
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat batang pisang merupakan jenis serat yang berkualitas baik, dan merupakan salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai penguat pada pembuatan komposit. Penggunaan serat pelepah pisang sebagai bahan komposit merupakan salah satu alternatif dalam pembuatan komposit secara ilmiah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi volume serat pelepah pisang terhadap kuat tarik dan daya serap air dengan resin polyester sebagai matrik. Komposit ini dibuat dengan perendaman NaOH sebesar 5% pada serat selama 2 jam, menggunakan teknik hand lay up dan press molding dengan variasi fraksi volume serat pelepah pisang 23%, 28%, 33%, 38%, sedangkan resin polyesternya 77%, 72%, 67%, 62%,  dengan orientasi arah serat searah. Spesimen komposit dipotong sesuai standar ASTM D 638-01 untuk uji tarik dan ASTM D 570 untuk uji daya serap air. Hasil penelitian uji tarik didapat bahwa kuat tarik, regangan, modulus elastisitas dengan nilai tertinggi pada kuat tarik  226,82 Mpa dengan fraksi volume serat 28%, pada nilai regangan 0,035 mm/mm dengan fraksi volume serat 28%, nilai modulus elastisitas 12930,94 Mpa dengan fraksi volume serat 38%. Model patahan komposit berpenguat serat pelepah pisang bermatrik resin polyester ratarata dapat diklasifikasikan sebagai jenis patahan banyak. Dan hasil penelitian uji daya serap air mendapatkan nilai terendah pada uji daya serap air yaitu pada fraksi volume serat pelepah pisang 23% sebesar 0,0079%. Sehingga serat pelepah pisang dapat digunakan untuk komponen industri khususnya pengusaha mebel karena mempunyai kuat tarik yang tinggi dan daya serap air yang kecil.
PENGARUH VARIASI UKURAN PARTIKEL BRIKET TERHADAP KERAPATAN, KADAR AIR, DAN LAJU PEMBAKARAN PADA BRIKET KAYU SENGON Asep Priyanto; Hantarum Hantarum; Sudarno Sudarno
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan biomassa kayu sengon sebagai bahan bakar pengganti minyak bumi dan gas diperlukan teknologi pembriketan. Pembriketan kayu sengon mampu mengubah limbah menjadi bahan bakar dengan efisiensi konversi cukup baik, densitas cukup tinggi, serta kemudahan dalam hal penyimpanan dan pendistribusian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel terhadap kerapatan, kadar air dan laju pembakaran briket kayu sengon. Proses pembuatan briket arang diawali dengan proses pirolisis dengan suhu 4000C, kemudian diayak dengan ayakan ukuran 40 mesh, 60 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh untuk mendapatkan ukuran yang sama, serta menggunakan perekat tapioka 30% dari berat campuran. Campuran dimasukkan kedalam alat pencetak dan kemudian dicetak dengan tekanan 115 kg/ cm2. Briket arang di keringkan di dalam oven dengan suhu 1000C selama 1 jam. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kerapatan tertinggi sebesar 0.598g/cm³, pada briket dengan ukuran partikel 100 mesh, rata-rata kadar air terendah sebesar 12.879% pada briket dengan ukuran partikel 40 mesh. Dan rata-rata laju pembakaran terendah sebesar 0.441 gr/menit pada briket dengan ukuran partikel 100 mesh.
Analisa Pengaruh Variasi Arus Pengelasan Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Pada Material Baja Karbon Rendah ST42 Prastiyo Nugroho; Mustafa Mustafa; Sudarno Sudarno
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pengelasan antara dua bagian material logam dengan menggunakan energi panas yang menyebabkan bagian logam disekitar material yang mencair mengalami siklus thermal yang akan mempengaruhi perubahan sifat mekanis dan fisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan terhadap kekuatan tarik dan kekerasan dari hasil pengelasan GMAW. Dan juga untuk dapat mengetahui arus pengelasan yang terbaik dari empat variasi arus pengelasan yang berbeda yaitu : 80 A, 90 A, 100 A, dan 110 A pada hasil pengelasan GMAW. Pengujian material yang dilakukan adalah pengujian kekuatan tarik dan uji kekerasan. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai kekuatan tarik minimum adalah 46,3 kg/mm2 dan maksimum adalah 48,1 kg/mm2 . nilai kekerasan hasil lasan minimum adalah 83,6 HRB dan maksimum adalah 90.3 HRB. Dari data percobaan dengan variasi arus pengelasan diketahui hasil lasan terbaik dicapai dengan pemakaian arus pengelasan 100 A.
PENGARUH TRACKER PADA KOLEKTOR PELAT GELOMBANG TERHADAP EFISIENSI SOLAR WATER HEATER Putro adi luhung; Mustafa Mustafa; Sudarno Sudarno
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip  kerja kolektor surya adalah memindahkan radiasi matahari ke fluida kerja. Radiasi matahari yang jatuh pada cover  kaca di teruskan pada kaca satu, sebagian di pantulkan pada kaca dua kemudian di serap pada pelat penyerap yang akan di gunakan untuk memanaskan fluida kerja (air) yang terletak di bawah dari kaca pemantul. Dalam pengujian kolektor menngunakan tracker, alat yang digunakan untuk mengikuti arah gerak matahari dikenal sebagai solar tracker. Arah gerak matahari tersebut dapat diikuti dengan mengindera perubahan arah cahaya yang di pancarannya.Tujuan penelitian menghitung efisiensi kolektor dengan tracker dan tanpa tracker dengan laju aliran 0,01 liter/detik, 0,02 liter/detik, 0,03 liter/detik. Hasil pengujian dengan menggunakan tracker lebih effisien dari pada pengujian tanpa tracker. diperoleh rata rata effisiensi menggunakan tracker dengan laju aliran 0,01 liter detik sebesar 23,47%, sedangkan pengujian tanpa tracker sebesar 17,70 %.
Pengaruh Kolektor Pelat Gelombang Dengan Dua Kaca Penutup Terhadap Penambahan Panas Untuk Meningkatkan Kinerja Solar Water Heater Dian kusuma; Mustafa Mustafa; Sudarno Sudarno
JURNAL PILAR TEKNOLOGI Jurnal Ilmiah Ilmu Ilmu Teknik Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Pilar Teknologi
Publisher : LPPM Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/piltek.v4i1.25

Abstract

The worked principle of solar collector wave absorber plate was to transfer solar radiation to the worked fluid. The solar radiation that falls on the first glass was partially reflected, then on the second glass partially absorbed by the absorbent plate. The heat absorbed by the absorbent plate will be used to heat the worked fluid (water) between the absorbent plate and the storage plate. The purpose of this research was to design and make solar collector used wave plate with two cover glass. The addition of incomed water heat used temperatures of 30 ° C, 40 ° C, 50 ° C. The method used was used an expriment by analyzed the effect of initial heat addition on efficiency. From the results of test data obtained collector performance of solar water heater the greater the addition of heat used then the smaller the efficiency. Each of the average heat additions efficiency at 30 ° C was 19.66%, the temperature of 40 ° C was 17.75%, and the temperature of 50 ° C was 12.23%.
Faktor Yang Mempengaruhi Flame Cutting CNC Dan Waktu Pendinginan Terhadap Kekerasan Mustafa Mustafa; Sudarno Sudarno
JURNAL PILAR TEKNOLOGI Jurnal Ilmiah Ilmu Ilmu Teknik Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PILAR TEKNOLOGI
Publisher : LPPM Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/piltek.v6i1.68

Abstract

Abstract— In material that is subjected to heat treatment or workmanship such as in the welding process or flame cutting cutting, it will experience structural changes and mechanical properties. Changes in mechanical properties will cause losses such as: material becomes hard and brittle, although tensile strength and wear resistance increases. In this study an analysis of the factors affecting flame cutting cnc and cooling time against hardness was carried out. This study aims to determine the factors that influence the change in hardness on the results of flame cutting cutting. The study was conducted with three different treatments. The results of flame cutting cutting are cooled with 10 seconds, 25 seconds and 50 seconds respectively. Hardness data collection was carried out at a distance of 2 mm, 10 mm, 20 mm, 30 mm, 40 mm and 50 mm. The experimental results showed that the hardness value of SS 400 material at 10 seconds cooling time resulted in an average hardness of testing 1 = 76 HRB, testing 2 = 76 HRB, testing 3 = 76 HRB. At 25 seconds cooling time produces the average hardness from testing 1 = 74.83 HRB, testing 2 = 74.66 HRB, testing 3 = 74.33 HRB. And the 50-second cooling time produces the average hardness of the test 1 = 73.66 HRB, testing 2 = 73.33 HRB, testing 3 = 7658 HRB. Keywords—: flame cutting; SS 400; hardness.
Study on Mechanical Properties of Pineapple Leaf-Glass Fiber Hybrid Composites for Car Body Applications Sutrisno; Sudarno; Wahidin Nuriana; Koharudin Koharudin
Journal of Railway Transportation and Technology Vol. 2 No. 2 (2023): November
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jrtt.v2i2.30

Abstract

The purpose of this study was to determine the mechanical properties of glass fiber composites and fiber, orientation and variations pineapple with a different composition of the main tarik.Bahan tests used are glass fiber, pineapple fiber, lye (NaOH), epoxy resin and hardener. Specimens composites made by the method of hand lay up with variations in the composition of the glass fiber 6%: pineapple fiber 4%, the glass fiber 9%: pineapple fiber 6%, glass fibers 12%: pineapple fiber 8%, glass fibers 15%: pineapple fiber 10% and with random fiber orientation and horizontal. Making the specimens was performed by reference to standard ASTM D 638.Hasil this test shows that the highest tensile strength in horizontal fiber orientation with the volume fraction of 25% sebesar143.98 MPa, while the lowest occurred in a random fiber orientation of 10% amounting to 13.45 MPa. Fault Composite glass fiber and epoxy pineapple fiber bermatrik average can be classified as a single fracture type.
PEMBERDAYAAN PAGUYUBAN PETANI MUDA DESA DEMANGAN KOTA MADIUN MELALUI PROGRAM PKM BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM MEWUJUDKAN DESA SWASEMBADA PANGAN Muhammad Hasan Basri; Sudarno Sudarno; Hery Hermawan; Joko Triono; Meirza Aulia Chairani
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v7i12026p1-10

Abstract

Tujuan untuk meningkatkan soft skill Petani Muda Kelurahan Demangan Kota Madiun menuju Desa Swasembada Pangan, maka tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat dengan Mitra Petani Muda Kelurahan Demangan maka akan merumuskan alternative solusi berdasarkan prioritas aspek permasalahan yang sangat krusial. Adapun ruang lingkup prioritas aspek permasalahan yang pertama aspek peningkatan kapasitas hasil panen padi melalui Teknologi Tepat Guna MPPBP dan yang kedua pelatihan soft skill untuk pemeliharaan bagi Petani Kelurahan Demangan melalui Teknologi Tepat Guna MPPBP. Berkaitan dengan kedua aspek tersebut maka pada program kemitraan masyarakat akan ditawarkan solusi. Untuk aspek peningkatan kapasitas hasil panen padi melalui Teknologi Tepat Guna Mesin Pengering Padi Berbasis Photovoltaic (MPPBP), kami tawarkan solusi melalui pelatihan, dan pendampingan sistem pengoperasian teknologi tepat guna. Untuk aspek peningkatan soft skill bagi Petani Demangan melalui Teknologi Tepat Guna MPPBP, hasil dari Perancangan Mesin Pengering Padi Berbasis Photovoltaic (MPPBP) melalui paguyuban petani muda, dan pembinaan soft skill sistem pemeliharaan Mesin MPPBP untuk menuju Desa Swasembada Pangan, serta meningkatkan produksi petani. Dari kedua aspek strategis tersebut maka dilakukan dengan pendekatan sumber daya masyarakat, serta potensi nilai-nilai sosial dan budaya untuk menuju Desa Swasembada Pangan. Arah dari peningkatan soft skill petani Desa Swasembada Pangan melalui Teknologi Tepat Guna Mesin Pengering Padi Berbasis Photovoltaic, yang akan dilaksanakan beberapa tahapan, diantaranya : mengidentifikasi para petani padi yang ada di Kelurahan Demangan Kota Madiun; pemetahan lahan pertanian; serta pembinaan intelektual para petani Kelurahan Demangan untuk menuju Desa Swasembada Pangan.
Evaluating the Influence of Environmental Factors and Parameters on Advancements in Welding and Joining Processes: A Review Sudarno Sudarno; Quang Thang Do; Haris Nubli; Dandun Mahesa Prabowoputra; Nur Candra Dana Agusti; Ridwan Ridwan; Anggi Vandika
Mekanika: Majalah Ilmiah Mekanika Vol 22, No 2 (2023): MEKANIKA: Majalah Ilmiah Mekanika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mekanika.v22i2.75378

Abstract

This review article presents a comprehensive overview of welding, including its environmental influence, common welding failures, welding parameters, and predictions of development regarding welding and corrosion. The quality and integrity of welds can be significantly affected by environmental factors such as temperature, humidity, and atmospheric contaminants. Moreover, welding failures can occur due to various reasons, such as improper welding techniques, inadequate preparation, corrosion, or material defects, leading to structural weaknesses and compromised joint integrity. Furthermore, notable progress has been achieved in welding system technology, encompassing automation, robotics, and real-time monitoring. These advancements underscore the vital role of welding parameters in transforming control, precision, and productivity within the welding process. The integration of innovative welding systems has led to improved welding efficiency, reduced human error, and increased overall process reliability. This review consolidates knowledge from diverse sources, making it a valuable resource for researchers, practitioners, and industries involved in welding.